NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Informasi dari Alam Satu

Kediaman Keluarga Zhang terletak di bagian timur Kota Feng Yuan. Bangunannya tidak terlalu besar, hanya sebuah kompleks sederhana dengan beberapa halaman dan puluhan ruangan. Dibandingkan dengan klan lain di kota ini, keluarga Zhang bisa dibilang berada di tingkat menengah ke bawah.

Saat tiba di depan gerbang, Zhang Hu mempersilahkan Xu Hao masuk dengan hormat.

"Silakan Tuan Muda Xu. Rumahku sederhana, tapi semoga kenyamanan tetap bisa kau rasakan."

Xu Hao mengangguk dan melangkah masuk. Matanya mengamati sekeliling. Di halaman depan, beberapa pemuda dan pemudi sedang duduk melingkar. Mereka membaca buku buku kuno yang tebal dengan serius. Sesekali mereka berdiskusi dengan suara pelan.

Dari tubuh mereka terpancar aura Dewa Bumi. Ada yang bintang dua, tiga, dan empat. Mereka adalah generasi muda keluarga Zhang yang sedang menambah wawasan tentang kedewaan.

Seorang pemuda bintang empat mengangkat kepalanya saat melihat Xu Hao lewat. Matanya mengamati Xu Hao dengan rasa ingin tahu. Wajah Xu Hao asing. Tapi dia tidak berani bertanya karena Zhang Hu yang berjalan di depan.

Zhang Hu menunjuk ke arah paling ujung koridor.

"Ruangan tamu kehormatan ada di sana. Biasanya kami gunakan untuk obrolan obrolan serius dengan tamu penting."

Xu Hao berjalan menuju ruangan itu. Zhang Hu mengikutinya dari belakang. Ruangan itu sederhana tapi nyaman. Ada meja panjang di tengah, beberapa bantal duduk, dan rak buku di sudut. Di dinding tergantung lukisan pemandangan alam yang memancarkan energi ilahi lembut.

Mereka berdua duduk bersila di atas bantal. Tidak lama kemudian, seorang pelayan tua masuk. Rambutnya putih, posturnya agak membungkuk, tapi dari matanya terpancar kewaspadaan seorang Leluhur abadi.

"Tuan Zhang, ada perintah?"

Zhang Hu tersenyum ramah. "Tua Wang, tolong siapkan teh terbaik dan buah Hawa untuk tamu kehormatan."

Pelayan tua itu mengangguk. Matanya melirik Xu Hao sekilas sebelum berbalik pergi.

Zhang Hu menatap Xu Hao. Tangannya terangkat, mulutnya terbuka ingin berbicara dramatis. Namun tiba-tiba...

"ZHANG HU!"

Suara wanita melengking memecah kesunyian. Seorang wanita dewasa berlari masuk ke ruangan. Wajahnya cantik, rambutnya disanggul rapi, matanya lebar dan tajam. Namun dari raut wajahnya, sangat jelas terlihat, jika wanita ini tipe orang yang cerewet.

Wanita itu bahkan tidak memandang Xu Hao. Langsung saja tangannya meraih kuping Zhang Hu dan menariknya keras.

"Aduh aduh aduh! Lepas Sayang! Lepas!"

Zhang Hu terseret keluar ruangan seperti boneka. Tubuhnya yang besar tidak berdaya di tangan istrinya. Wanita itu terus menariknya sampai ke halaman tengah.

Semua pemuda pemudi yang sedang belajar langsung mengangkat kepala. Mereka melihat pemandangan yang sudah biasa tapi selalu menghibur. Paman keluarga Zhang diomelin istrinya lagi.

"Zhang Hu! Kau berani mencuri harta keluarga lagi? Sungguh keterlaluan kau ini!" suara wanita itu menggelegar di seluruh halaman.

"Ampun Istriku tersayang, dengarkan dulu..."

"Tidak perlu dengar! Enam bulan lalu kau ambil lima ribu kristal ilahi rendah, kau bawa ke arena bawah tanah, habis! Tiga bulan lalu kau ambil tiga ribu lagi, habis! Bulan lalu kau ambil dua ribu, kau bilang mau investasi, ternyata buat taruhan lagi! Sekarang kau ambil sepuluh ribu?"

Zhang Hu menggeliat kesakitan. "Istriku, tolong jangan permalukan diriku di depan tamu. Aku hari ini menang banyak!"

Wanita itu berhenti. Alisnya terangkat.

"Menang?"

Zhang Hu mengangguk cepat. "Kerugian sebelumnya bahkan tertutupi! Aku mendapat keuntungan besar kali ini!"

Wanita itu menunduk mendekati telinga Zhang Hu. Suaranya berubah jadi bisikan.

"Berapa?"

Zhang Hu menelan ludah. Wajahnya tegang.

"Mungkin... lebih dari seratus ribu kristal ilahi rendah dan tinggi."

Mata wanita itu membelalak. Tangannya langsung melepas kuping Zhang Hu. Dalam sekejap ekspresinya berubah total. Dari harimau betina menjadi kucing manja.

"Sayang... kenapa tidak bilang dari awal?" Wanita itu tersenyum manis. Tangannya merapikan kerah baju Zhang Hu dengan lembut. "Aku khawatir saja. Lain kali kalau menang, bilang dulu ya."

Zhang Hu hanya bisa mengangguk lemas.

Wanita itu menarik tangannya. "Ayo kita temui tamumu."

Mereka berdua masuk kembali ke ruangan. Wanita itu berjalan dengan anggun, seolah tidak terjadi apa apa sebelumnya. Dia menatap Xu Hao, mengamatinya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Apakah dia petarungmu hari ini?"

Zhang Hu mengangguk berkali kali. "Benar Sayang. Dia luar biasa. Sendirian mengalahkan sepuluh lawan. Dari bintang tiga naik ke bintang delapan hanya dalam waktu singkat."

Wanita itu terkejut. Matanya mengamati Xu Hao lebih dalam. Lalu dia mengangguk dengan ekspresi puas.

"Tuan muda tunggu sebentar. Aku akan menyiapkan makanan mewah tingkat tinggi untukmu. Sungguh, makanan terbaik yang bisa keluarga kami sediakan."

Xu Hao membuka mulut ingin menolak. "Tidak perlu, aku hanya..."

Wushhh!

Wanita itu sudah menghilang. Meninggalkan jejak angin di belakangnya. Xu Hao menghela nafas panjang. Kecepatan wanita itu luar biasa. Setidaknya Dewa Bumi bintang sembilan atau sepuluh.

Zhang Hu mengusap lengannya canggung. "Maaf atas keributan tadi. Istriku memang seperti itu. Dia cerewet, tapi sebenarnya baik hati. Hanya saja dia sangat protektif dengan keuangan keluarga. Maklum, aku sering kalah judi sebelumnya."

Xu Hao mengangguk. "Tidak masalah."

Dia menatap Zhang Hu tajam. "Identitas. Informasi. Itu yang kau janjikan."

Zhang Hu langsung duduk tegak. Ekspresinya berubah serius. Dia mengangguk hormat.

"Identitas itu mudah, Tuan Muda Xu. Istriku akan membuatkannya sekarang karena dia tau kau orang dari dunia fana. Dia ahli dalam hal administrasi. Dalam satu jam, kau akan memiliki identitas resmi sebagai warga Kota Feng Yuan. Dengan itu, kau bisa kemana mana tanpa dicurigai."

Xu Hao mengangguk puas.

"Sekarang informasi. Apa yang Tuan Muda Xu ingin ketahui? Pria tua ini akan menjelaskan apapun yang diketahui. Sungguh, apapun."

Xu Hao terdiam sejenak. Pikirannya bekerja cepat, menyusun pertanyaan pertanyaan yang paling penting.

"Pertama. Dimana kita saat ini? Atau lebih tepatnya, di alam keberapa?"

Zhang Hu tersenyum. "Pertanyaan bagus. Banyak pendatang baru tidak tahu hal ini. Kita saat ini di Alam Dewa tingkat pertama. Atau biasa disebut Alam Satu."

Dia melanjutkan, "Alam Satu ini dipimpin oleh seorang Dewa Penguasa. Hanya satu orang yang memegang kendali penuh atas seluruh Alam Satu. Namanya tidak pernah disebut, tapi semua orang tahu keberadaannya. Di sini, tingkat tertinggi seorang dewa hanya bisa dicapai hingga Dewa Penguasa. Jika kau lahir di sini, kau tidak akan bisa melampaui batas itu kecuali kau pindah alam."

"Pindah alam?" Xu Hao mengerutkan kening.

"Benar. Jika ingin naik ke Alam yang lebih tinggi, misalnya Alam Dua, maka perlu membayar seratus ribu kristal ilahi tingkat tinggi pada penguasa. Mereka akan membuka portal dan membantu kita naik alam. Tapi itu sangat mahal. Seratus ribu kristal ilahi tingkat tinggi, bisa membuat keluarga seperti ku hidup mewah selama ribuan tahun."

Xu Hao mencerna informasi itu. Matanya menyipit. "Ada cara lain selain membayar?"

Zhang Hu mengerutkan dahi, berpikir keras. Beberapa detik kemudian matanya berbinar.

"Ada! Melewati Jurang Kesengsaraan di dekat Kota Changyuan. Tapi itu sangat berbahaya. Tingkat kematian mencapai sembilan puluh persen. Biasanya hanya orang orang nekat atau yang tidak punya uang yang mencoba jalan itu."

Xu Hao mengangguk. Dia simpan informasi itu untuk nanti.

"Kedua," lanjut Xu Hao. "Pernah dengar nama nama ini: Xu Tengshi, Xu Tianlong, Dugu Zhende, Xiou Gu, atau Wang Jia?"

Zhang Hu mengerutkan kening. Matanya menerawang, mencoba mengingat. Akhirnya dia menggeleng.

"Maaf Tuan Muda Xu. Aku tidak pernah mendengar nama nama itu. Tapi..."

Dia ragu sejenak. "Mungkin mereka ada di alam yang lebih tinggi. Informasi dari alam lain itu mahal. Kita di Alam Satu jarang mendapat kabar dari atas cuma cuma."

Xu Hao kecewa. Tapi dia tidak menyerah. Pertanyaan terakhir mungkin lebih penting.

"Kalau begitu, apakah kau tahu tentang Nona Ling'er dari Klan Serigala Mistik? Katanya dia dari Alam Dewa."

Zhang Hu terkejut. Matanya membelalak. Dia diam sejenak, lalu menjawab dengan hati hati.

"Maaf Tuan Muda Xu. Jangan panggil Dewi sepertinya dengan sebutan 'Ling'er'. Itu bisa dianggap tidak sopan. Apa Tuan Muda Xu ini kekasihnya? Kan tidak!"

Zhang Hu terkekeh, menggelengkan kepala.

Suara Xu Hao dingin. "Katakan saja di mana dia, dan apakah kau tahu kondisinya saat ini."

Zhang Hu langsung menjawab tanpa ragu. "Kalau tentang sosok tercantik di ketujuh alam, atau lebih tepatnya dewi yang masuk dalam daftar wanita tercantik di Alam Dewa, bagaimana mungkin sebagai pria jantan yang menjunjung tinggi kecantikan tidak tahu sama sekali?"

Xu Hao memotong. "Cukup jawab singkat. Jangan bertele tele. Aku tidak perlu informasi kecantikan."

Zhang Hu terkekeh canggung. "Baik, baik. Namanya adalah Yue Ling. Klan Serigala Mistik di Alam Tujuh. Aku tidak punya banyak informasi tentang itu. Tapi..."

Ekspresinya berubah muram. Dadanya naik turun, seolah menahan emosi. Tangannya mengepal keras.

"Lima ribu tahun yang lalu, terdengar kabar jika Dewi Yue Ling tiba-tiba muncul setelah sepuluh ribu tahun tidak pernah terlihat. Dan dia, dia..."

Zhang Hu menahan dadanya yang sesak. Wajahnya berubah merah.

Xu Hao mengernyit. "Dia...?"

BRAKK!

Zhang Hu tiba-tiba memukul meja hingga retak. Matanya berkaca kaca.

"Dia tiba-tiba punya anak! Dan bukan satu! Tapi empat! Kembar! Dua pria, dua wanita!"

Xu Hao tertegun. Bayangan wanita cantik yang dulu membantunya mencapai Core Formation di alam rahasia Qiyuan muncul di ingatannya. Wanita itu anggun, lembut, dan sangat kuat. Sekarang dia memiliki empat anak?

Zhang Hu melanjutkan dengan suara bergetar. "Aku tidak tahu siapa pria yang mengotori tubuh Dewi Yue Ling, sampai sampai dia langsung punya empat anak. Ini tidak bisa masuk di logika. Bagaimana coba cara membuatnya?"

Xu Hao menatapnya datar. "Kau tanyakan ini padaku?"

Zhang Hu tersadar. Dia berdehem, membersihkan tenggorokan. "Maaf Tuan Muda Xu. Aku hanya sedikit emosional. Aku adalah penggemar berat Dewi Yue Ling. Melihat idolaku punya anak dengan pria tak dikenal, hatiku hancur."

Xu Hao menghela nafas. Informasi ini tidak terlalu berguna baginya. Tapi tiba tiba Zhang Hu menunjuknya dengan jari gemetar.

"J-jangan jangan kau yang menghamili Dewiku?"

Xu Hao merasa geram. Percakapan ini sudah tidak relevan. Tapi kata kata Zhang Hu membuatnya terkejut.

Zhang Hu melanjutkan, "Aku bisa bilang begitu karena nama nama anak Dewi Yue Ling ialah: Xu Yi Fan, Xu Zheng Yu, Xu Mengyi, dan Xu Mulan."

Xu Hao tertegun.

Mendengar nama nama itu, hatinya bergejolak. Marga Xu. Semuanya bermarga Xu. Kemungkinan besar Nona Ling'er, yang dulu membantunya mencapai Core Formation, sekarang memiliki hubungan dengan orang bermarga Xu, bisa jadi itu Xu Tengshi atau Xu Tianlong. Karena mereka di alam yang sama.

Wajah Xu Hao muram. Pikirannya kacau. Jika benar, maka empat anak itu adalah keturunan musuh bebuyutannya. Tapi Nona Ling'er... wanita itu sangat baik padanya. Pertemuan singkat mereka di alam rahasia dulu meninggalkan kesan mendalam. Dia membantu Xu Hao tanpa pamrih, hanya karena melihat potensi dalam dirinya.

Xu Hao menarik nafas dalam. Suaranya dingin, mencoba tenang.

"Kau salah. Sepertinya itu anak dari orang yang kucari. Xu Tengshi atau Xu Tianlong. Karena aku belum pernah..."

Dia bingung menjelaskan. Mulutnya terbuka, tapi kata kata sulit keluar.

"Aku belum pernah..."

Zhang Hu melihat keraguan itu. Dia mengangguk mengerti. Senyum tipis muncul di bibirnya.

"Baiklah, tidak perlu dilanjutkan. Aku mengerti. Dan maaf jika mencurigai mu. Mungkin tebakanmu benar. Xu Yi Fan, Xu Zheng Yu, mereka nama nama yang sangat mirip dengan gaya penamaan klan besar."

Xu Hao mengangguk. Dalam hatinya, pergolakan terjadi. Ada keinginan untuk membunuh empat anak itu, membasmi garis keturunan Xu Tengshi dan Xu Tianlong. Tapi Nona Ling'er... dia tidak bisa. Wanita itu baik padanya. Membunuh anak anaknya sama saja mengkhianati kebaikan itu.

Pintu ruangan terbuka. Istri Zhang Hu masuk bersama pelayan tua. Mereka membawa nampan nampan besar berisi hidangan mewah. Aroma harum memenuhi ruangan, aroma yang mengandung energi ilahi pekat.

Ada daging panggang berwarna keemasan, masih meneteskan minyak yang berkilauan. Sayuran hijau yang memancarkan cahaya redup. Buah buahan aneh berbentuk bintang. Dan kendi arak yang uapnya membentuk formasi kecil di udara.

Istri Zhang Hu meletakkan semua hidangan di meja dengan hati hati. Wajahnya berseri seri.

"Ini semua hidangan terbaik yang bisa kami sediakan, Tuan Muda. Daging Burung Roh Api, sayuran dari Taman Giok, buah Hawa yang baru dipetik, dan arak Dewa yang disimpan seratus tahun. Semuanya berkualitas dewa, cocok untuk kultivasi."

Xu Hao menatap hidangan itu. Dia bisa merasakan energi ilahi yang terkandung di dalamnya. Untuk Dewa Bumi seperti dia, makanan ini sangat berkhasiat.

Sambil meletakkan piring, istri Zhang Hu mengeluarkan sebuah lempengan giok dari sakunya. Lempengan itu memancarkan cahaya hangat.

"Ini identitas sementara Tuan Muda. Nama Xu Hao, asal Kota Feng Yuan, kultivasi Dewa Bumi bintang delapan. Sudah terdaftar dalam sistem kota. Mulai sekarang, kau warga resmi."

Xu Hao menerima lempengan itu. Dia bisa merasakan formasi kecil di dalamnya, semacam tanda pengenal yang unik.

"Terima kasih, Nyonya Zhang."

Istri Zhang Hu tersenyum lebar. "Silakan makan. Kita bicara sambil makan."

Dia duduk di samping suaminya, mengambil sendiri beberapa potong daging. Zhang Hu sudah mulai makan dengan lahap, seolah tidak pernah makan selama seribu tahun.

Xu Hao mengambil sepotong buah Hawa. Saat menggigitnya, energi ilahi murni mengalir ke dalam tubuhnya. Dantiannya bereaksi, pohon willow di dalamnya bergoyang senang.

Mereka makan sambil berbincang. Istri Zhang Hu banyak bertanya tentang pertarungan di arena, matanya berbinar setiap mendengar detail kemenangan Xu Hao. Zhang Hu sesekali menambahkan dengan gaya dramatis, membuat istrinya terkekeh.

Xu Hao hanya diam, mendengarkan, sesekali menjawab singkat. Pikirannya masih tertuju pada informasi tentang Yue Ling dan empat anaknya. Ini masalah yang harus dia hadapi nanti. Tapi untuk saat ini, dia butuh informasi lebih banyak. Butuh kekuatan lebih besar. Butuh jalan menuju Alam Tujuh.

1
Adriel Benedict
😂😂😂😂😂😂😂 bikin heboh ja gara2 minum arak tu lupa menghitung pukulannya 🤣
Dieng April
naikin...naikin...biar cepet selesai nih cerita...diem baca nikmati alur cerita....TOLLLL
EDI FITRIANTO
seru..
EDI FITRIANTO
👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi xuhao sampai ranah dewa kuno habis itu bantai dewa Agung qianyu beserta keluarganya thor bikin xuhao hancurkan klanya qianyu thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
xi tole
ahhhh lupa ingatan lagi🤭
Sarip Hidayat
waaaaah... salah ingatan
Fajar Fathur rizky
thor tolong di jawab thor kapan xuemo dan haoran ke alam dewa thor
Fajar Fathur rizky
cepat nanti bangkitkan kembali lianxue thor bikin anjak lianxue bantai dan hancurkan alam dewa
Dragon🐉 gate🐉
Thanks Up nya Thor lanjut 🍉💪🏻🔥🍉
Dragon🐉 gate🐉
level tertinggi dari Cinta adalah ikhlas...
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
Dragon🐉 gate🐉
pasti kontes otot lagi dia😁🤣🤣💪🏻
Dragon🐉 gate🐉
apakah Xu Hao & wanita ini akan seperti kisah Xue Mo & Bingwan 🤔
Dragon🐉 gate🐉
"... sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak membuatmu*jera*."
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"
Dragon🐉 gate🐉
ternyata Lumo lbh sadiz drpd Xu Hao, 😁
Dragon🐉 gate🐉
iri bilang boss!!! ngomong aja kl kau takut tersaingi & tergantikan Krn akan ada seseorang yg lebih kuat & hebat drpd kau😒/Speechless//Pooh-pooh/
Dragon🐉 gate🐉
seperti Asura 🤔
Dragon🐉 gate🐉
siapa y wanita putih nan dingin ini🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!