Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 01
Ketika dunia sudah hancur karena perang, ribuan bom nuklir di jatuhkan antar benua, memusnahkan daratan, tempat tinggal, kota, bahkan peradaban manusia.
Bumi menjadi lautan api, atmosfer terbakar, air laut surut tak tersisa, menjadikannya tempat seperti neraka.
Mereka yang bertahan hidup hanya orang-orang terpilih. Pemimpin dunia, politikus, ilmuan, dan pasukan militer membentuk koloni antariksa di luar angkasa.
Meskipun kehidupan baru tercipta di atas kapal antariksa buatan, namun ambisi manusia masih tetap sama. Dendam, kejahatan, keadilan, kekuatan, kekuasaan menyelimuti hati para pemimpin.
Perang masih berlanjut di atas sana, kilatan cahaya memenuhi gelapnya luar angkasa. Tembakan rudal, nuklir, dan puluhan ribu kapal perang semakin merajalela. Sampai pada akhirnya, perang terakhir dan terbesar dalam sejarah umat manusia di saksikan langit di atas sana.
....
Sebuah kapal induk dengan teknologi tinggi, yang di perkuat dengan kecerdasan buatan (AI), sedang menuju kolonial terakhir.
"Ini adalah penentu peradaban, kehancuran total, atau kelahiran kehidupan baru. Persiapkan armada tempur, kita serang dengan kekuatan penuh." kata seorang Panglima Tertinggi, pemimpin terakhir dari kolonial Astra Prime.
"Panglima, kalau kita menghancurkan tempat kolonial itu, sudah tidak ada lagi kehidupan bagi manusia." sahut seorang Jenderal.
Semua orang di kapal induk hanya terdiam sambil melihat monitor didepannya. wajah mereka pucat, tegang dan ketakutan.
Panglima pun berteriak dengan marah. "DIAM" Sontak semua orang langsung terdiam.
"Ini bukan soal kehidupan, ini adalah takdir. Kalian pikir ratusan kapal kolonial Astra Prime masih ada.? JAWAB." teriaknya lagi dengan emosi.
"Anak, istri, keluarga kalian, apa masih hidup.? Bukankah kalian melihat di depan sana, Orang-orang yang mengambil nyawa tanpa pandang bulu. Apakah mereka juga memikirkan kehidupan manusia.?"
Semua orang hanya terdiam ketakutan. Mereka melihat kehancuran, bukan harapan. Sudah tidak ada lagi arti kehidupan, yang ada hanyalah dendam.
....
Di sisi lain, Kolonial terakhir Royal Union. Yang di huni lebih dari 200rb penduduk, sedang merayakan dan menunggu tahun baru.
Berdiri sebuah kota megah masa depan, semua orang keluar ke jalanan dan menyaksikan kembang api tahun baru, tanpa peduli bahaya yang sedang mengintai mereka.
Tiba-tiba, alarm berbunyi di dalam bungker militer, alarm itu hanya di dengar oleh mereka yang masih berada di dalam markas. Ratusan prajurit pun langsung berlari ke pusat kapal induk.
"Cepat cepat."
"Cepat bergerak."
Mereka langsung menggunakan pakain militer dengan sangat cepat dan berbaris di lapangan. Disana, seorang Jenderal muda sudah menunggu mereka, namanya Rudy Hosten.
"Perhatian" teriaknya.
Semua prajurit pun langsung berbaris dengan rapi di depannya. Grak.
Rudy pun melihat prajuritnya dengan seksama, ia menghitung, ia melihat perlengkapan mereka, dan ia melihat wajah mereka penuh dengan ketakutan.
"hm, apa hanya segini yang datang.?" tanya Rudy. kepada ajudannya.
"Melihat hari ini adalah perayaan tahun baru, banyak prajurit mengajukan cuti tahun baru. Dan yang bertahan sekarang, hanya 112 prajurit."
"Apa alarm kota tidak berbunyi.? bagaimana bisa kita menggerakkan kapal induk dengan 112 prajurit saja. kita butuh 4000 prajurit untuk mengisi 1 kapal induk."
"Ini perintah dari Presiden, bahkan Panglima Union sudah memberikan perintah untuk tidak membunyikan alarm saat tahun baru, itu bisa menimbulkan kekacauan di Union."
"Chik" sahut Rudy emosi.
Ajudan itu melihat wajah Rudy dengan cemas, karena ia tahu, dengan kekuatan tempur seperti ini, tidak akan bisa menghalau serangan kapal induk musuh.
"Hmm, sudah tidak ada waktu, apapun yang terjadi, tugas kita hanya menghalau serangan sampai menit ke 15 setelah tahun baru. Lalu, berikan pesan kepada Panglima dan Jenderal lainnya, pasukan Astra Prime sedang menuju kolonial Union."
"Laksanakan perintah."
"Semua, bergerak sekarang." teriak Rudy dengan lantang.
Mereka semua pun langsung berlari menuju lift kapal induk. Dengan ukuran kapal induk yang sangat besar, yang panjangnya mencapai 3km, dan lebarnya membentang sampai 400 meter.
Kapal induk itu adalah kapal tercanggih yang pernah di buat oleh manusia. Memiliki 6.000 pesawat tempur antariksa tanpa awak tercanggih, 12rb drone penghancur, 20.000 misil nuklir, 3jt lebih roket peledak, 5.000 robot militer AI, dan masih banyak yang lainnya.
Dalam hitungan menit saja, para prajurit sudah duduk di posisinya masing-masing. Mereka menggunakan kendaraan canggih untuk menuju ke posisi mereka dengan sangat cepat.
Di dalam pusat komando, Rudy duduk di atas kursi komando pusat. Ia memakai alat komunikasi di tangannya, lalu menekan tombol pengaktifan.
[Melacak sidik jari, Confirm. Melacak retina mata, Confirm. Pengenalan wajah terdeteksi, Jenderal Rudy Hosten, Sistem Orion siap menerima perintah]
"Orion, lepas landas sekarang juga"
[Perintah di Terima]
WINGG, Kapal induk pun melepaskan diri dari kolonial Union. Sebuah sayap kecil terbuka di atas kapal, dan sebuah jet mengeluarkan daya penggerak. Kapal induk pun bergerak menuju lapisan pelindung plasma Union.
"Berapa kapal musuh yang terdeteksi.?" tanya Rudy
"Confirm, ada satu kapal induk pusat milik Panglima Astra Prime, dan 5000 pesawat tempur yang bergerak di sampingnya. Drone penghancur tidak terdeteksi." jawab crew
"Oke, sepertinya mereka sedang menyiapkan sesuatu. Orion, aktifkan perisai."
[Confirm]
WONG. Sebuah perisai plasma mengelilingi kapal induk.
"Bergerak dengan kekuatan penuh. Orion, buka lapisan perisai kolonial."
[Confirm]
WING. Sebuah gerbang perisai yang mengelilingi kolonial Union terbuka. Kapal induk itu pun keluar dari perisai itu.
....
Di sisi lain.
"Panglima, kapal induk musuh terlihat, Orion type RU-01."
"Hmm, respon mereka cukup bagus. Sudah seharusnya mengeluarkan senjata pamungkas Orion untuk menghalau kita."
"Panglima, mereka bergerak sendiri, tidak terdeteksi pesawat tempur di samping mereka."
"Apa.? Bagaimana dengan kapal induk lainnya, jangan sampai lengah."
"Tidak ada pergerakkan lainnya, Orion bergerak sendirian disana."
"Chik, mereka terlalu meremehkan kekuatan Prime. Beri mereka sambutan."
"Laksanakan"
Tiba-tiba, WOOSH. Ribuan drone penghancur meluncur dengan kecepatan kilat.
WOSSH WOSSH WOSSH.
"Jenderal, mereka melepaskan Drone penghancur"
"Orion, rubah perisai satu arah, lepaskan roket penghalang."
[Confirm]
"Semua Drone sudah terkunci. Roket di lepaskan."
SOOSH SOOSH.
Ribuan roket di luncurkan, namun arahnya menuju keatas, bukan kedepan.
"Hm? apa yang terjadi.?" sahut Rudy terkejut.
"Sepertinya Drone mereka tidak mengincar Orion."
Brak. Rudy memukul meja. "Sialan, mereka mengincar Kolonial."
Dan dalam sekejap saja, ledakan pun terjadi di atas kapal induk Orion. BREDMMMM
Namun tiba-tiba, Drone itu melepaskan roket lainnya dan menghantam perisai Union. itu membuat Rudy sangat terkejut.
"Trik yang licik."
Roket itu pun menghantam perisai Union dengan sangat keras. BREDEMMM. Tapi, serangan seperti itu tidak berpengaruh bagi perisai plasma.
"Orion, aktifkan mode pertahanan."
[Confirm]
Ribuan Drone keluar dari kapal induk, WONG. Drone itu bergerak membentuk perisai plasma yang sangat besar di depan kapal induk.
...
Disisi lain. Panglima Astra Prime tersenyum lebar.
"Hihihi, mereka terkena umpan. Dalam serangan kali ini, aku akan menunjukkan kekuatan Prime yang sebenarnya. Bersiaplah untuk hancur bersama dengan kapal induk kalian, Rudy Hosten."
....