"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."
Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.
Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perayaan di Tepi Danau
Dua tahun berlalu sejak malam yang sakral di Beijing tersebut. Dunia hiburan mungkin telah menemukan bintang-bintang baru untuk menghiasi layar kaca, namun legenda tentang "Ciuman Berdarah" Nicholas dan Serena tetap menjadi cerita yang tak lekang oleh waktu.
Kini, kehidupan mereka jauh dari kilatan flash kamera dan skandal media. Mereka menetap di sebuah vila modern yang tersembunyi di perbukitan hijau di wilayah Hangzhou, tempat di mana udara selalu segar dan ketenangan menjadi prioritas utama.
Pagi itu, sinar matahari menembus jendela kaca besar, memantulkan bayangan lampion merah yang masih mereka simpan dari hari pernikahan mereka. Nicholas berdiri di balkon, menatap hamparan perkebunan teh yang luas. Ia bukan lagi pria yang tampak tertekan oleh beban keluarga Han; wajahnya kini terlihat jauh lebih tenang dan matang.
Di dalam kamar, Serena baru saja terbangun. Ia tidak lagi mengenakan gaun sutra mewah, melainkan jubah mandi satin yang nyaman. Namun, ada satu perbedaan besar yang terlihat jelas, sebuah kehadiran kecil yang kini melengkapi kebahagiaan mereka.
"Dia baru saja tidur setelah malam yang panjang," bisik Serena saat Nicholas mendekat dan mengecup keningnya.
Nicholas menatap ke arah ranjang bayi berbahan kayu jati yang terletak di sudut kamar.
Di dalamnya, seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan sedang terlelap dengan tenang. Bayi itu memiliki hidung yang tegas mirip Nicholas, namun bentuk bibirnya, yang sering menjadi pusat perhatian dunia, sangat mirip dengan Serena.
"Selamat ulang tahun pernikahan, Nyonya Feng," gumam Nicholas sambil memeluk pinggang Serena dari belakang. "Terima kasih telah memberiku hadiah terbaik di dunia ini."
Mereka memberi nama bayi itu Reinhard Abner Feng. Dalam bahasa Tionghoa, Rein berarti kebajikan dan kemanusiaan. Nicholas ingin anaknya tumbuh tanpa harus merasa bahwa hidupnya adalah sebuah transaksi bisnis atau akting di depan layar.
Nicholas mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Bukan perhiasan, melainkan sebuah medali emas murni yang diukir dengan tangan. "Ini adalah replika dari kancing manset 'NF' yang dulu kau simpan, Serena. Tapi kali ini, aku mengukir inisial RNF di sana. Untuk Rein, Nicholas, dan Feng."
Serena tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Nicholas. "Aku ingat saat kau bilang kau ingin membangun dinasti yang hanya berisi cinta. Sepertinya kau berhasil, Nick."
Sambil menikmati teh pagi di taman, mereka menerima tablet yang menampilkan berita internasional. Valerie Han dikabarkan telah menyelesaikan masa rehabilitasi mentalnya dan mulai bekerja sebagai sukarelawan di sebuah panti asuhan di pinggiran Eropa, jauh dari kekuasaan yang dulu meracuninya.
Madam Rousseau juga mengirimkan video singkat. Ia tampak sedang menggendong seekor kucing mahal di apartemennya di Paris, sambil mengeluh dengan nada bercanda tentang kapan cucunya akan dibawa ke Prancis untuk belajar tata krama.
Nicholas menutup tablet itu dan menatap Serena dengan intens. "Dunia masih terus berputar tanpa kita di dalamnya, Serena. Dan aku sama sekali tidak merindukannya."
Nicholas mendekat, mencium bibir Serena dengan kelembutan yang masih sama nikmatnya seperti malam pertama mereka. Ciuman itu tidak lagi berdarah, tidak lagi penuh keputusasaan, melainkan ciuman yang menjanjikan masa depan yang panjang dan damai.
Di perbukitan Hangzhou, sang aktor dan sang dewi layar lebar telah menemukan peran terbaik dalam hidup mereka, Menjadi diri mereka sendiri.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Cerita Nicholas dan Serena telah Selesai ya Dear, akhir yang bahagia.
Sekarang lanjut fokus ke masa depan Reinhard Abner Feng.