NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Mahkota dari Rumput Liar

Kediaman keluarga Edward di pinggiran London bukan sekadar rumah; itu adalah monumen kekuasaan. Bangunan batu tua dengan pilar-pilar tinggi itu dikelilingi oleh taman luas yang selalu dirawat dengan presisi milimeter. Segalanya di sana harus sempurna, teratur, dan sesuai pada tempatnya. Termasuk Victor Louis Edward.

​Di usianya yang ke-25, Victor adalah definisi dari kedisiplinan. Sebagai pewaris utama gurita bisnis keluarganya, ia tidak memiliki ruang untuk kesalahan, apalagi untuk sesuatu yang bersifat sentimental. Baginya, hidup adalah deretan angka, kontrak, dan negosiasi.

​Namun, di setiap akhir pekan, keteraturan dunianya selalu terusik oleh suara tawa yang melengking dari arah labirin tanaman Boxwood.

​"Uncle Victor! Tunggu!"

​Victor menghentikan langkahnya di jalur setapak berbatu. Ia menghela napas pendek, namun ada sedikit kedutan di sudut bibirnya yang hampir menyerupai senyuman—meskipun ia tidak akan pernah mengakuinya. Ia berbalik dan mendapati seorang gadis berusia lima belas tahun sedang berlari ke arahnya dengan napas tersengal-sengal.

​Gabriella Rachel, atau Achell bagi orang-orang terdekatnya, adalah kontras yang nyata bagi Victor. Jika Victor adalah musim dingin yang kaku, maka Achell adalah musim semi yang berantakan. Gadis itu mengenakan gaun katun putih dengan noda rumput di bagian bawahnya. Rambut cokelatnya yang panjang diikat dua dengan pita satin biru, namun ikatannya sudah melonggar karena ia terlalu banyak bergerak.

​"Achell," tegur Victor dengan suara beratnya yang berwibawa. "Sudah berapa kali Uncle bilang? Seorang lady tidak berlari seperti sedang dikejar anjing pemburu."

​Achell berhenti tepat di depan Victor, membungkuk sebentar sambil memegangi lututnya untuk mengatur napas. Wajahnya memerah karena sengatan matahari musim panas, dan matanya—mata cokelat yang selalu tampak terlalu lebar untuk wajah mungilnya—berkilat dengan kegembiraan yang tulus.

​"Aku bukan dikejar anjing, Uncle. Aku yang mengejarmu," sahut Achell dengan nada riang. Ia mendongak, menatap Victor yang berdiri menjulang di depannya. "Uncle berjalan terlalu cepat, seolah-olah dunia akan kiamat jika Uncle terlambat satu menit saja."

​Victor merapikan lengan kemejanya yang tidak berkerut sama sekali. "Waktu adalah uang, Achell. Sesuatu yang akan kau mengerti jika kau sudah berhenti bermain-main dengan krayon dan boneka."

​Achell mengerucutkan bibirnya. Ia meraih tangan besar Victor secara impulsif, sebuah tindakan yang biasanya akan membuat Victor langsung menjauh, namun anehnya, ia selalu membiarkan gadis ini melakukannya. Jemari Achell yang kecil dan hangat terasa sangat kontras dengan kulit tangan Victor yang selalu dingin.

​"Aku tidak sedang bermain krayon," bantah Achell. Ia kemudian menunjukkan sesuatu yang ia sembunyikan di balik punggungnya. Sebuah anyaman rumput liar yang diselingi bunga aster putih dan melati kuning, dibentuk menyerupai lingkaran kecil. "Aku membuatkan ini untukmu. Mahkota musim panas."

​Victor menatap benda di tangan Achell dengan alis bertaut. "Mahkota... dari rumput?"

​"Iya! Karena bagiku, Uncle adalah raja di sini. Tapi Uncle terlalu serius, jadi aku memberimu mahkota yang sedikit lebih santai," ujar Achell sambil terkekeh. Dengan gerakan berani, ia berjinjit, mencoba memakaikan anyaman itu ke kepala Victor.

​Victor segera menangkap pergelangan tangan Achell sebelum mahkota itu menyentuh rambutnya yang tertata rapi. Ia menatap Achell dengan tatapan datar yang biasa ia gunakan untuk mengintimidasi lawan bisnisnya.

​"Mainan ini tidak cocok untukku, Achell. Simpan saja untuk dirimu sendiri atau peliharaanmu," kata Victor. Ia melepaskan tangan Achell dengan gerakan yang lembut namun tegas, lalu menepuk puncak kepala gadis itu—sebuah gerakan merendahkan yang ia balut dengan kesan 'kasih sayang keluarga'.

​Achell terdiam. Tangannya yang memegang mahkota rumput itu perlahan turun ke samping tubuhnya. Binar di matanya meredup sesaat, namun ia adalah gadis yang tangguh. Ia tidak membiarkan senyumnya hilang begitu saja.

​"Kau selalu menganggapku sebagai gangguan, ya, Uncle?" tanya Achell tiba-tiba, suaranya lebih rendah dari biasanya.

​Victor kembali berjalan menuju kursi taman di bawah pohon ek, sementara Achell membuntutinya seperti bayangan yang setia. "Bukan gangguan, Achell. Hanya saja... kau adalah tanggung jawab. Dan tanggung jawab harus ditempatkan di tempat yang benar. Tempatmu adalah di sekolah, belajar, dan tumbuh besar."

​"Aku sudah tumbuh besar!" protes Achell sembari duduk di rumput, tepat di samping kaki Victor yang terbungkus sepatu kulit mahal. Ia menyandarkan dagunya di lutut pria itu, menatap profil samping wajah Victor yang tegas dan maskulin. "Aku sudah tahu apa yang aku mau. Dan aku tahu apa yang aku rasakan."

​Victor tidak mengalihkan pandangannya dari dokumen saham di pangkuannya. "Oh ya? Dan apa itu, gadis kecil?"

​"Aku mencintaimu, Uncle Victor. Aku mau menjadi orang yang menemanimu setiap hari, bukan cuma di akhir pekan."

​Tangan Victor yang sedang memegang pena mendadak kaku. Ia tidak menyangka pengakuan itu akan keluar begitu cepat dan begitu berani. Sejenak, suasana taman itu menjadi sunyi, hanya menyisakan suara gesekan daun yang tertiup angin.

​Victor menutup mapnya dengan suara plak yang menggema. Ia menunduk, menatap Achell dengan tatapan yang sulit diartikan. Di satu sisi, ia merasa terhibur dengan kepolosan itu. Di sisi lain, ia merasa ini adalah sesuatu yang harus segera "dipadamkan" sebelum menjadi api yang membahayakan citranya.

​"Dengar, Achell," ucap Victor dengan suara dingin yang menusuk. "Apa yang kau rasakan itu disebut crush. Itu adalah hormon remaja yang meledak karena kau terlalu sering menonton film romantis dan terlalu jarang berinteraksi dengan anak seusiamu."

​"Ini bukan crush!" Achell berdiri, suaranya bergetar. "Aku serius, Uncle. Aku melihatmu lebih dari sekadar paman atau teman ayahku. Aku—"

​"Cukup," potong Victor tajam. Ia berdiri, membuat Achell harus mendongak lebih tinggi untuk menatapnya. "Kau itu masih anak kecil. Kau bahkan belum mengerti bagaimana dunia bekerja. Kau memujaku karena aku adalah satu-satunya figur pria dewasa yang kau lihat setiap hari. Tapi bagiku, kau hanyalah gadis dengan pita biru yang masih berbau susu."

1
brawijaya Viloid
pergi yg jah chell jgn menoleh kebelakang
brawijaya Viloid
kan dh kubilang 🥺
brawijaya Viloid
ya iyalah kan paman kandungnya
brawijaya Viloid
bwner tuu
brawijaya Viloid
victor bodoh
brawijaya Viloid
bagus nii sakit bgt bcnya
brawijaya Viloid
waw
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
Ra H Fadillah: "Terima kasih banyak atas komentarnya! 💕 Kalau suka cerita ini, jangan lewatkan novel baruku ‘Breathing Without You’—kisah cinta yang retak dan penyesalan yang menyayat hati."
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
christian Defit Karamoy: siap kak jangan lupa mampir ya kak🙏
total 3 replies
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!