NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Pernikahan

Di Balik Kontrak Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Nikah Kontrak
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Pernikahan kontrak atau karena tekanan keluarga. Mereka tinggal serumah tapi seperti orang asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian di Atas Meja Makan

Suasana ruang makan malam ini masih saja sama. Sunyi yang menjengkelkan. Di atas kepala mereka, lampu kristal itu memang berpijar mewah, namun bagi Kiki, cahayanya terasa sesejuk ruang operasi. Putih, dingin, dan seolah sengaja menguliti luka yang belum kering di hatinya. Tidak ada obrolan. Hanya ada bunyi denting sendok yang beradu pelan dengan piring, sebuah irama monoton yang membuat Kiki harus mencengkeram pinggiran taplak demi menahan sisa kesabarannya. Di ruangan seluas ini, ia merasa tak lebih dari sekadar pajangan yang salah tempat. Ada secara fisik, namun kasatmata dalam rasa.

​Fikar tetap seperti biasanya. Punggungnya tegak kaku, tatapannya terpaku pada makanan, dengan ekspresi sedatar tembok di belakangnya. Bagi suaminya itu, Kiki mungkin hanyalah salah satu hiasan rumah yang kebetulan bernapas dan bisa bergerak. Pernikahan ini memang tidak dimulai dengan taburan bunga atau janji suci yang menggetarkan dada. Tidak ada kehangatan yang menjalar. Yang ada hanyalah map cokelat di kantor pengacara, sebuah kontrak dingin yang menukar kebebasan Kiki dengan pelunasan utang ayahnya.

​Kiki menarik napas panjang, berusaha mengusir sesak yang mulai mencekik kerongkongannya. Ia sempat melirik tangan Fikar yang tampak kokoh saat memegang pisau, sebelum akhirnya memberanikan diri menatap wajah pria yang secara hukum adalah suaminya itu.

​"Mas... sampai kapan kita mau seperti ini?" Suara Kiki lirih, nyaris pecah saat membelah kesunyian yang tebal.

​Gerakan tangan Fikar terhenti seketika. Ia meletakkan garpunya pelan, jenis gerakan yang terlalu tenang namun justru terasa mengancam. Saat ia mendongak, matanya yang tajam menghujam Kiki tanpa menyisakan sedikit pun binar hangat di sana.

​"Seperti apa?" Fikar bertanya pendek. Suaranya rendah dan kering, tipikal orang yang merasa terusik dari rutinitas pentingnya.

​"Seperti dua orang asing yang dipaksa berbagi atap," sahut Kiki. Kali ini, ia menolak untuk menunduk lebih dulu. "Sudah tiga bulan, Mas. Tapi aku merasa lebih mirip asisten rumah tangga yang kebetulan diizinkan duduk di mejamu. Apa sesulit itu untuk menganggapku sebagai istri? Atau, setidaknya, sebagai manusia?"

​Fikar menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu melipat tangan di depan dada. Tatapannya kini benar-benar mengintimidasi, seolah Kiki baru saja melontarkan keluhan yang sangat konyol.

​"Jangan naif, Ki. Kita sudah sepakat sejak di kantor pengacara," ucap Fikar dingin. "Aku memberimu status, keamanan finansial untuk keluargamu, dan nama besar. Tugasmu sederhana: buat Ibuku tenang. Itu transaksi yang adil. Jadi, jangan mulai membawa perasaan ke meja makan, apalagi mengharapkan sesuatu yang tidak tertulis di kontrak. Kamu tahu persis di mana posisimu."

​Kalimat itu terasa lebih tajam daripada pisau steak di depan mata Kiki. Rapi, presisi, namun menyayat sampai ke dalam. Bayangan wajah ayahnya yang memohon dengan mata berkaca-kaca tiga bulan lalu melintas sekilas. Demi martabat keluarga, ia rela menjual dirinya ke dalam penjara emas ini. Ia sempat berharap waktu akan meluluhkan es di hati Fikar, namun nyatanya, ia salah besar.

​"Aku tidak lupa kontrak itu, Mas. Aku ingat setiap hurufnya," suara Kiki mulai bergetar meski ia sudah mengepalkan tangan di bawah meja hingga kukunya menusuk telapak tangan. "Tapi apa salah kalau aku minta kita jadi teman? Biar rumah ini tidak terasa seperti medan perang setiap kali kamu pulang. Apa keramahan juga harus masuk dalam daftar tagihan?"

​Fikar berdiri, merapikan setelan jasnya tanpa ekspresi sedikit pun. Ia menatap Kiki sekali lagi, sebuah tatapan kosong seolah ia sedang meninjau sebuah masalah teknis yang enggan ia perbaiki.

​"Teman? Kiki, jangan mempermalukan dirimu sendiri dengan harapan kosong. Hubungan yang dibangun di atas kebohongan tidak akan menghasilkan persahabatan yang tulus. Kita berdua ini egois karena kita cuma mengambil apa yang kita butuhkan. Jalani saja peranmu di depan Ibu. Itu sudah lebih dari cukup. Jangan menuntut lebih kalau tidak mau kecewa."

​Tanpa menunggu balasan, Fikar melangkah pergi. Bunyi langkah kakinya di atas tangga kayu terdengar seperti ketukan vonis mati yang bergema di seluruh ruangan. Kiki ditinggalkan sendirian di meja makan yang luas itu, ditemani sisa makanan yang mendadak terasa sepahit empedu di lidah.

​Kiki menunduk, menatap cincin emas di jarinya. Berkilau cantik, namun terasa seberat borgol yang mengunci pergelangan tangannya. Ia bangkit, mulai membereskan piring-piring kotor itu sendirian. Ia sengaja tidak memanggil pelayan karena ia butuh sedikit rasa sakit fisik agar pikirannya tidak melantur ke mana-mana.

​Saat jemarinya menyentuh piring bekas suaminya, air mata yang sejak tadi ia bendung akhirnya luruh juga. Satu tetes jatuh tepat di tengah piring putih yang mewah. Di luar, hujan mulai turun, membasahi jendela dapur dengan aliran yang berantakan. Kiki menatap kegelapan taman belakang, menyadari bahwa ia terjebak dalam sandiwara yang melelahkan. Namun, jauh di sudut hatinya yang paling keras kepala, masih ada sisa harapan bahwa suatu hari nanti, Fikar akan pulang kepadanya bukan karena kewajiban, melainkan sebagai tempat untuk singgah.

​Meski ia tahu, untuk sampai ke sana, mungkin ia harus hancur terlebih dahulu.

1
SHLDC’s Company
kalau pernikahan sama kiki sdh 2 th,harusnya anak clara sdh lahir ya.
aku kok bingung bacanya...
Murni Dewita
👣
Hunk
Apakah ini yang di sebut Cinta karena terbiasa. Atau Aris hanya khawatir jika Arini terluka sandiwara nya bakal terbongkar atau ibu nya akan khawatir.💪🙏
Val07
sok2an kai aris, ntar kmu yg ga bsa lepas dr arini.😡
ntar giliran kewajiban nuntut, tp hak sbagai suami ga d jalankan.
Serena Khanza
udahlah arini mending abaikan aris aja gak usah berharap banyak sama dia. ego nya aris lebih besar tertutup ego yang segede gunung salju😌
Panda
kak kok kayanya aku pernah baca yaaaaa
Kaka's: baca di mana hayoo... 🤭🤭🤭
total 1 replies
deepey
kasihan aris
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Sebaiknya jarang terlalu berharap lebih Arini, kalo tidak sesuai ekspetasi, nanti km bakal jauh lebih sakit dari sekarang.
deepey: semoga benar-benar muncul harapan buat arini
total 1 replies
Serena Khanza
najis banget ketemu model laki kek aris.. kek nya nama aris dimana mana nyebelin ya😏 yang viral itu juga namanya aris, eh disini namanya aris juga 🙄😌
ku doain semoga arini ketemu laki laki lain yang memperlakukan dia dgn baik, biar aris ini menyesal seumur hidup
Hunk
Dalem banget bagian ini… dialognya kerasa dingin tapi justru nusuk. Aris kelihatan realistis, tapi di saat yang sama kejam tanpa sadar. Sementara Arini posisinya bikin miris—dia jatuh cinta pada versi yang bahkan mungkin nggak pernah benar-benar ada. Konflik emosinya kerasa kuat dan relate, apalagi soal pernikahan yang cuma “kesepakatan”. Penasaran banget kelanjutannya bakal sejauh apa perasaan Arini bertahan atau malah hancur.
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Miris banget nasib Arini harus hidup dibawah keputusan orang lain, bahkan untuk mendapatkan hak nya sendiri, hak untuk bahagia aja engga bisa 🙃
Fra
Kasihan sekali kamu Arini, demi membantu keluarga juga lho ini ;(
Sedih
Serena Khanza
aku suka sama ceritanya , bener2 kehidupan pernikahan yang tanpa cinta tapi disini dikemas dengan cerita yang menurutku asik gitu buat di baca nya gak berat gak yang rumit gitu.. semangat terus thor 💪🏻
Serena Khanza
sejauh ini untuk di awal bab kerasa banget sih dua manusia yang menikah tanpa cinta, yg satu ingin sedikit aja ada perhatian/setidaknya kek aku disini loh ada gitu, sedangkan yang satu kek naif, sok gak butuh, sok gak peduli atau mungkin ada sesuatu nih..
Hunk
Bagus cerita nya tentang nikah kontrak.

Tapi maaf sebelum nya, apa narasi nya ke copy dua kali🙏🙏 Soal nya ada bagian yg sama pas ngebahas perjanjian pernikahan mereka.
Hunk: iya sama sama. Senang bisa membantu🙏
total 2 replies
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Begini lah gambaran nyata kalo menikah tanpa perasaan
deepey
arini big hug for u
deepey
semangat berkarya ya kk 💪
Kaka's: trimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!