NovelToon NovelToon
The Invisible Girl

The Invisible Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Romansa
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian yang Tak Terdeteksi

Ozora masih terjebak dalam pola pikir lamanya. Baginya, Sky Remington adalah matahari, dan matahari tidak mungkin memperhatikan sebutir debu di lantai perpustakaan. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ucapan Sky di lorong tadi hanyalah basa-basi pria cerdas yang sedang bosan.

Lagi pula, siapa yang akan percaya jika Sky mulai berpaling?

Ruang kelas Profesor Volkov sore itu sangat padat. Seperti biasa, sirkel elit mereka menempati barisan tengah yang paling strategis. Anastasia duduk di sana, sibuk memeriksa pantulan riasannya di layar ponsel yang mati, sementara Stevani dan Beatrix bergosip tentang tas limited edition yang baru saja rilis.

Ozora masuk dengan kepala menunduk, mencoba mencari kursi di barisan paling atas yang gelap. Namun, langkahnya terhenti.

"Ozora, di sini!" Shan melambaikan tangan dari barisan tengah, tepat di sebelah Sky.

Ozora ragu sejenak, namun karena tidak ingin terlihat aneh di depan teman-temannya, ia pun turun dan duduk di kursi kosong yang tersisa, tepat di sebelah kanan Sky. Di sebelah kiri Sky, Anastasia masih asyik mengobrol, sama sekali tidak menyadari ketegangan kecil yang terjadi.

Sepanjang kuliah berlangsung, hal-hal aneh mulai terjadi. Namun, karena reputasi Sky yang selalu dingin dan efisien, tidak ada yang curiga.

Saat Profesor Volkov memberikan studi kasus yang sangat rumit dalam bahasa Latin, Ozora sedikit kesulitan membuka referensi di bukunya karena tangannya yang dingin.

Tiba-tiba, sebuah pulpen mewah meluncur pelan ke atas mejanya, menunjuk pada baris paragraf yang benar.

Itu tangan Sky. Tanpa menoleh, tanpa ekspresi, Sky memberikan bantuan itu seolah-olah itu adalah gerakan refleks yang tidak berarti.

"Halaman 402, baris ketiga," bisik Sky sangat pelan, hanya bisa didengar oleh Ozora.

Ozora tertegun. Ia melirik Anastasia yang berada di sisi lain Sky. Gadis itu sedang asyik mencoret-coret pinggiran bukunya, sama sekali tidak menyadari bahwa kekasihnya baru saja melakukan interaksi paling intim dengan gadis di sebelahnya.

Bagi Anastasia dan sirkel nya, Ozora adalah Gadis Tak Terlihat. Begitu tak terlihatnya dia, sampai-sampai mereka tidak terpikir bahwa Sky bisa memiliki ketertarikan pada gadis sesederhana Ozora. Mereka menganggap Sky hanya sedang bersikap sopan sebagai sesama anggota sirkel elit.

"Ada yang bisa menjelaskan teori dalam konteks ini?" tanya Profesor Volkov sambil memindai ruangan.

Ruangan mendadak senyap. Bahkan Anastasia langsung pura-pura sibuk membaca bukunya. Ozora tahu jawabannya, tapi ia terlalu takut untuk mengangkat tangan. Ia merasa suaranya tidak akan cukup kuat untuk didengar.

Tiba-tiba, ia merasakan sebuah dorongan ringan di bawah meja. Siku Sky menyentuh lengannya dengan sengaja.

"Bicaralah," bisik Sky lagi, kali ini dengan nada perintah yang halus.

"Jangan biarkan otakmu sia-sia hanya karena kamu takut pada bayanganmu sendiri."

Entah karena dorongan Sky atau karena rasa lelah dianggap tidak ada, Ozora mengangkat tangannya. Suaranya awalnya bergetar, namun perlahan menguat saat ia menjelaskan teori tersebut dengan logika yang sangat tajam.

Seluruh kelas terdiam. Profesor Volkov mengangguk puas. Anastasia menoleh dengan tatapan heran, "Wah, Ozora, aku tidak tahu kamu sepintar itu."

Ozora hanya tersenyum tipis. Saat ia kembali duduk, ia melirik Sky. Pria itu masih menatap lurus ke depan, tapi sudut bibirnya terangkat satu milimeter. Ia lalu menggeser secarik kertas kecil ke arah meja Ozora.

“Sudah kubilang, kamu tidak perlu merah untuk menonjol.”

Ozora cepat-cepat meremas kertas itu dan menyimpannya di saku kasmir nya. Ia merasa jantungnya hampir meledak. Ia masih merasa tidak cantik, masih merasa tidak percaya diri, tapi untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa terlihat, dan itu dilakukan oleh pria yang paling diinginkan di seluruh Rusia.

"Untuk proyek riset semester ini, saya tidak ingin ada drama pemilihan teman. Kalian akan bekerja dengan orang yang duduk tepat di sebelah kalian. Satu meja, satu tim," suara berat Profesor Volkov bergema di amfiteater.

Suasana kelas langsung riuh. Anastasia tersentak, wajah cantiknya berubah menjadi pucat pasi. "Tapi Profesor! Saya duduk di antara Sky dan Stevani. Itu artinya..."

"Itu artinya, Nona Romanov, Anda bekerja dengan Nona Stevani," potong Profesor Volkov dingin. "Dan Tuan Remington, Anda bekerja dengan Nona Bellvania."

Ozora merasa dunianya seolah berhenti berputar. Ia tidak berani menoleh ke kiri, di mana ia bisa merasakan aura kemarahan yang tertahan dari Anastasia.

Sementara itu, Sky hanya menutup laptopnya dengan tenang, seolah hasil ini adalah sesuatu yang sudah ia prediksi atau mungkin, sesuatu yang ia harapkan.

"Kita tidak bisa mengerjakan ini di perpustakaan kampus. Terlalu banyak gangguan," ucap Sky saat mereka berjalan keluar kelas. "Sore ini, jam tujuh. Datanglah ke griya tawangku di pusat kota. Aku akan mengirimkan alamatnya."

Ozora menelan ludah. "Sky, apa tidak sebaiknya di kafe saja? Anastasia mungkin akan..."

"Anastasia sedang pergi ke butik dengan Stevani. Dan ini soal tugas, Ozora. Jangan biarkan ketakutanmu menghambat nilai kita," potong Sky tegas, namun matanya memberikan kilatan yang melembut.

Malam itu, Ozora tiba di depan gedung apartemen mewah yang menghadap langsung ke Sungai Moskva. Saat pintu lift terbuka langsung ke dalam griya tawang Sky, Ozora terpaku. Tempat itu sangat mencerminkan pemiliknya, minimalis, mahal, dan maskulin.

Mereka duduk di meja kerja kayu jati yang luas, dikelilingi oleh tumpukan berkas hukum pidana internasional. Selama dua jam pertama, mereka benar-benar profesional. Namun, saat salju mulai turun lebih lebat di luar jendela besar, suasana berubah menjadi lebih hangat.

Sky memperhatikan Ozora yang sedang serius mengetik, kacamata bertengger di hidung bangirnya. Ozora berkali-kali merapikan rambutnya yang jatuh menutupi wajah.

"Minumlah," Sky menyodorkan segelas cokelat panas, bukan kopi pahit yang biasa ia minum. "Aku tahu kamu tidak suka kafein di malam hari."

Ozora mendongak, terkejut. "Bagaimana kamu tahu?"

Sky menyandarkan punggungnya, menatap Ozora dengan santai. "Aku memperhatikanmu di meja sirkel setiap hari, Ozora. Saat yang lain memesan Espresso atau Champagne, kamu selalu meminta teh atau minuman non-kafein. Kamu pikir aku benar-benar buta dengan sekelilingku?"

Ozora menunduk, pipinya memanas. "Aku hanya merasa... aku tidak cukup menarik untuk diperhatikan, apalagi oleh orang sepertimu."

"Itulah masalahmu," sahut Sky pelan. Ia menggeser duduknya lebih dekat, hingga aroma sandalwood dari tubuhnya memenuhi indra penciuman Ozora.

"Kamu memiliki kekayaan yang bahkan bisa membuat keluarga Romanov terlihat seperti amatir, kamu memiliki otak yang paling cemerlang di angkatan kita, tapi kamu memilih untuk merasa kecil."

Sky mengulurkan tangannya, menyelipkan sejumput rambut Ozora ke belakang telinganya. Sentuhan itu singkat, tapi dampaknya seperti sengatan listrik bagi Ozora.

"Kenapa kamu tidak pernah memamerkan siapa sebenarnya dirimu, Ozora Bellvania?"

Ozora menatap mata biru itu, mencari kebohongan di sana, tapi ia hanya menemukan kesungguhan. "Karena aku ingin dicintai karena diriku, Sky. Bukan karena kapal tanker keluargaku atau saldo rekening ku. Tapi melihatmu dengan Anastasia... aku sadar dunia lebih menyukai yang berkilau di luar."

Sky terdiam lama. Matanya meredup. "Terkadang, yang berkilau di luar hanyalah kewajiban. Tapi yang tenang seperti ini... adalah keinginan."

Malam itu, tugas kelompok mereka tidak selesai karena mereka menghabiskan waktu dengan berbicara, hal yang belum pernah dilakukan Sky dengan siapa pun.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
Erni Kusumawati
duh jd takut sendiri semuanya mempunyai misteri masing2
Ridwani
😳😱Ternyata sama² 😈😈
Erni Kusumawati
keren Ozora.. keren...
Erni Kusumawati
suka dg sikap Ozora, lemah, lembut tp mempunyai inner yg kuat... ☺
JR Rhna
sama² gilakk🤣
shabiru Al
ceritanya lain dari yang lainya... cinta romantis yang posessif dan mungkin sedikit gila,, ada rahasia juga tentang ibu dari sky dan ozora yang masih belum terungkap,, serta tujuan sky yang sebenarnya sama ozora
shabiru Al
iya bener banget si sky sama ozora itu samasama gila
Imas Karmasih
ceritanya bagus engga bertele-tele suka yg beginian engga banyak drama
Imas Karmasih
ko aku yg tegang😄
ros 🍂: Harap bersabar ini ujian /Smile/🤣
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
harusnya ada microfon kecil dibjunya biar omongannya kerekam buat bukti ke sky
shabiru Al
gak sabar liat reaksi ozora pas tau bahwa sky sama sptnya bahkan d hati pertama masuk universitas
ros 🍂: Harap Bersabar ini ujian/Sleep/
total 1 replies
shabiru Al
apa yang sebenarnya d incar oleh sky dari ozora bahkan sky sudah mengintai ozora sejak masuk universitas.. gak mungkin kan hanya obsesi semata pasti ada sesuatu
shabiru Al
jangan2 baik ibu ozora maupun ibu sky sama 'gila'nya ya
shabiru Al
nah kaaaaaan dah dbilangin pasti ada sesuatu ttng sky gak mungkinlah....
falea sezi
lanjut
ros 🍂: Ma'aciww Atas dukungan nya kak 😍
total 1 replies
falea sezi
menarik licik tp q suka hehehe/Hey/
falea sezi
mending batalin lah serakah amat ne laki pengecut
JR Rhna
mereka berdua sama² menakutkan ya thor
shabiru Al
jangan lama2 up nya ya thor
shabiru Al
aduh udah deg degan pas cristine bawa dokumen ttng ozora ke sky,, ternyata d luar dugaan sky menerima dengan baik malah langsung mengancam balik cristine agar tdk menyebarkan kondisi sebenarnya ttng ozora.... btw sky juga gak menyembunyikan sisi lain dirinya spt ozora iya kan thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!