kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
" zam,Azzam !! " panggilan keras terdengar dari suara panggilan ibu wati yang kini sedang mencari keberadaan anaknya. di karenakan di waktu sore hari sang anak keluar bermain hingga larut menjelang maghrib tidak kunjung pulang.
" kemana lah anak itu dari sore sampai maghrib gak pulang-pulang " gumam ibu wati yang sedari tadi tak kunjung menemukan anaknya
di sisi lain si azam kini tengah duduk sendirian bermain dengan mobil mainannya di sebuah lapangan kecil. dan di saat bermain azam melihat anak kecil yang kepala plontos lewat di depannya dengan tidak memakai baju hanya menggunakan kolor.
"heii, kamu mau kemana?" tanya azam. mendengar panggilan itu si bocah plontos berhenti lalu menoleh ke azam dengan heran.
" di tanya kok malah diam aja " azam berbicara lagi.
" kamu bisa lihat aku ?? " tanya si tuyul.
" emang aku buta apa gak bisa liat orang " jawab azam. si tuyul pun keheranan, lah di kira dirinya orang.
" kamu emang gak tau aku ini siapa ?? " tanya si tuyul. azam malah keheranan juga mendengar jawaban si tuyul. " kalau aku tahu ngapain aku tanya kamu gundul " jawab azam. " terus kenapa kamu gak pakai baju, cuma koloran aja gak d marahin sama mamakmu apa ? "
" Aku gak punya mamak, emang dari sononya aku pakai beginian " jawab tuyul. " beneran kamu gak tau aku ni siapa ? jarang jarang loh manusia bisa liat aku".
" masa kamu gak punya mamak ? trus yang lahirin kamu siapa, kalau gak punya mamak " jawab azam.
" iya aku gak punya mamak, emang mamak tu apa ? jawab heran tuyul
si azam pun bingung mau jelasin mamak itu apa karena azam yang masih berumur 4 tahun jadi gak sampai bisa menjelaskan.
" terus kamu mau kemana ? " tanya azam.
"aku mau kerja untuk majikanku" jawab tuyul.
"emang kerja apa ? anak kecil emang boleh kerja, kan cuma orang besar aja yang boleh kerja " tanya azam yang kebingungan.
" yaa aku di suruh ambil uang, terus aku kasih ke majikan aku, kalau sampai gak dapat uang bakal di marahin sama majikan aku " jawab tuyul.
" hmm, orang tua kamu gak bisa cari uang apa masa harus anak kecil yang cari uang. ayah aku aja kerja biar dapat uang biar bisa beli mainan buat aku, hehehe " jawab azam dengan polosnya, karena dia tidak mengerti dan tidak tahu kalau dia berbicara dengan mahkluk halus.
" ya udah aku pergi dulu aku mau kerja lagi, nanti kapan kapan kita ketemu lagi ya, dadah !! " jawab tuyul sembari berlari.
" iya nanti main bareng lagi ya, dadah " jawab azam sembari melambaikan tangannya.
kembali lagi ke ibu wati yang kini tengah mencari anaknya yang tak kunjung menemukan anaknya. di saat menuju ke lapangan sang ibu melihat anaknya yang sendirian bermain dengan mainannya.
di saat akan menghampiri anaknya si ibu heran melihat tingkah anaknya yang berbicara sendiri sambil melambaikan tangannya, tetapi tidak ada orang sama sekali.
sang ibu berlari menghampiri anaknya agar bisa membawa pulang azam.
"Azam, kenapa kamu gak pulang haah ? gak tau uda mau maghrib ini, ayok kita pulang sekarang ibu udah capek cari kamu sampai keliling kampung " jawab sang ibu sambil memarahi anaknya.
"ehh ibu, hehehe iya ya bu ! azam pulang, jangan marah marah ya bu " jawab azam sambil cengengesan.
" kamu ini gak tahu waktu apa, capek ibu cari kamu tahu gak !? ibu tuh khawatir sama kamu udah jam segini belom juga pulang, ayok cepat bawa mainan kamu, lain kali jangan jauh jauh mainnya " jawab sang ibu.
lalu mereka pun pulang, sang ibu menggendong azam. dalam perjalanan pulang, sang ibu teringat kembali pada saat azam berbicara sendiri sambil melambaikan tangannya.
sang ibu penasaran lalu bertanya kepada anaknya " zam, tadi kamu ngomong sama siapa tadi ? trus kamu dadahin sama siapa ? ".
"owhh, itu bu sama temen azam bu " jawab azam.
si ibu heran karena tidak ada siapa siapa di lapangan tadi. " temen kamu yang mana? tadi ibu gak lihat siapa siapa ? " tanya si ibu
" itu loh bu temen baru azam yang kepalanya gundul, trus gak pake baju cuma koloran aja bu !! " jawab azam dengan polosnya.
deghhh,,,
si ibu kaget dengar penjelasan si anak. dengan langkah cepat si ibu langsung menuju kerumahnya.
sang ibu tahu bawa sedari tadi tidak ada siapa siapa di lapangan tadi. si ibu tahu apa yang di maksud dengan penjelasan azam tentang temen barunya dengan ciri ciri yang di jelasin azam.
selang beberapa lama akhirnya tiba di rumah, si ibu langsung menurunkan azam, lalu menyuruh azam untuk mandi. setelah mandi dan memakaikan baju azam, mereka bersiap untuk makan malam.
si ibu masih memikirkan tentang cerita anaknya yang tadi, apa mungkin si anak imajinasinya terlalu tinggi.
tapi kalau itu imajinasinya, kenapa sosok yang seperti itu yang di gambarkan si anak.
" zam emang bener kamu ketemu temen kamu yang gundul itu ? " tanya ibu yang masih penasaran.
"bener bu, azam gak bohong kok ! tadi azam ngobrol bu, katanya dia mau kerja cari uang bu ! masa anak kecil di suruh kerja !? emang bisa bu ya kalo anak kecil kerja ? kalau begitu azam kerja juga biar bisa beli mainan lagi Buu hehehe,," jawab azam yang menjelaskan kepada ibunya.
"husshh, kamu ini mana ada anak kecil yang kerja ! lain kali kalau kamu ketemu lagi sama dia, kamu jangan ikut dia ya nak ! jauh jauh sama yang gundul itu, ada dengar kamu azam !! " jawab ibu yang ngeri sekaligus kaget saat mendengar penjelasan azam.
" kenapa gak boleh bu ? kan bagus biar dapat uang ! dia juga gak jahat kok bu ! " jawab azam yang memohon kepada ibunya.
" kamu harus dengerin apa yang ibu bilang, kamu gak boleh lagi main sama yg gundul itu ! " jawab ibu yang tidak mau menjelaskan siapa yang sebenarnya yang di lihat anaknya.
'' aku harus kasih tau ayah kenapa dengan azam yang bisa melihat hal yang tak kasat mata, atau ini hanya ilusi saja, aku gak mau anak ku bisa melihat hal hal yang gak bisa di lihat oleh orang orang pada umumnya '' gumam sang ibu yang khawatir dengan anaknya.
sang ibu gak mau anaknya seperti itu, takut anaknya yang di anggap gila oleh orang kampung atau sama teman temannya.
jam menunjukan pukul 20.00 terdengar ketukan pintu dengan mengucapakan salam "Assalamualaikum".
keduanya mendengar salam itu, dan azam lngsung berlari menuju pintu dan membukanya dan ternyata sang ayah telah pulang dari kerjanya.
" Walaikumsalam ayah " jawab azam langsung memeluk si ayah.
sang ayah langsung menyambut anaknya yang minta di peluk dan langsung menggendong azam sembari masuk ke dalam rumah.