Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Manipulasi
Cristine duduk di sudut bar hotel bintang lima yang sepi, jauh dari jangkauan mahasiswa universitas. Bagi Cristine, menghancurkan Ozora adalah masalah harga diri yang harus ia selesaikan dengan tangannya sendiri.
"Hasil penyelidikannya memang terlalu bersih," gumam Cristine sambil memutar gelas minumannya. "Tapi itu justru kesalahannya. Tidak ada manusia yang tidak memiliki debu di masa lalunya, kecuali debu itu sengaja disapu bersih."
Cristine meletakkan selembar foto Ozora yang sedang tersenyum polos di atas meja. "Jika aku tidak bisa menemukan noda di masa lalunya, maka aku akan menciptakan noda di masa kininya. Sesuatu yang akan membuat Sky merasa bahwa kemurnian ini hanyalah tipuan."
Cristine mulai menyusun langkahnya dengan sangat rapi. Ia tahu Sky sangat menghargai kejujuran dan benci dengan sesuatu yang direncanakan.
"Cari tahu siapa dokter keluarga Bellvania selama sepuluh tahun terakhir," perintah Cristine pada asistennya dengan suara dingin. "Aku tidak butuh skandal cinta. Aku butuh catatan medis. Seseorang yang memiliki ketenangan seperti Ozora pasti pernah mengonsumsi sesuatu untuk menjaga ketenangannya itu. Entah itu obat penenang atau terapi psikologis."
Cristine tersenyum licik. Ia menduga bahwa ketenangan Ozora adalah hasil dari bantuan medis atau kondisi mental yang tidak stabil, sesuatu yang jika diungkapkan pada Sky, akan membuat Sky merasa Ozora adalah wanita yang penuh rahasia berbahaya.
Keesokan harinya, Cristine sengaja datang ke perpustakaan kampus, tempat yang ia tahu adalah wilayah kekuasaan Ozora. Ia melihat Ozora sedang duduk sendirian di meja pojok, tenggelam dalam buku hukumnya. Sky sedang ada rapat organisasi, dan ini adalah kesempatan emas.
Cristine melangkah pelan, tanpa suara, lalu duduk tepat di hadapan Ozora.
Ozora mendongak, matanya yang murni menatap Cristine dengan tenang. "Cristine? Ada yang bisa ku bantu?" tanyanya dengan suara lembut yang selalu berhasil membuat orang lain merasa bersalah.
"Aku hanya ingin meminta maaf secara pribadi, Ozora," ucap Cristine dengan raut wajah yang sangat tulus, akting yang bahkan bisa menyaingi Ozora. "Tentang di acara yayasan kemarin... aku rasa aku terlalu terbawa suasana masa lalu. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa tidak percaya diri."
Ozora tersenyum manis, senyum yang tidak mencapai matanya. "Sudah dimaafkan, Cristine. Aku tidak menyimpannya dalam hati."
"Syukurlah," kata Cristine sambil mencondongkan tubuh. "Hanya saja... aku khawatir melihatmu. Kau tampak sangat pucat belakangan ini. Apakah kondisimu baik-baik saja? Kau tahu, Sky bercerita sedikit tentang bagaimana kau sering terlihat lelah."
Ozora tetap tenang, namun jemarinya yang memegang pulpen sedikit mengeras. "Kondisiku? Aku sehat, Cristine. Terima kasih atas perhatianmu."
"Oh, syukurlah kalau begitu," gumam Cristine dengan nada misterius. "Karena di Berlin, aku mengenal seorang psikiater hebat yang sering menangani kasus kepribadian ganda. Aku sempat berpikir mungkin kau butuh referensi... tapi sepertinya aku salah lihat, ya?"
Mendengar kata kepribadian ganda, kilatan di mata Ozora berubah sekejap menjadi sangat tajam sebelum kembali polos. Ia menyadari Cristine mulai meraba-raba ke arah yang benar.
"Terima kasih tawaranmu, tapi aku tidak membutuhkannya," ucap Ozora sambil menutup bukunya.
Cristine berdiri, merapikan tasnya. "Tentu saja. Sampai jumpa besok, Ozora. Oh, dan sampaikan salamku pada Sky. Aku akan mampir ke rumahnya malam ini untuk membicarakan bisnis dengan ayahnya."
Setelah Cristine pergi, Ozora menarik napas dalam. Ia tahu Cristine tidak memiliki bukti, tapi wanita itu sedang melakukan hal yang memancing reaksinya.
Dia mulai menggali lubang yang salah, ucap Ozora dalam hati.
Ozora segera mengirim pesan pada ibunya. "Mommy, bersihkan semua jejak kunjungan dokter ke rumah Tiga tahun lalu. Cristine mulai menyebut-nyebut soal kondisi mentalku. Jangan sampai ada satu lembar resep pun yang tersisa di database apotek manapun."
Ozora kemudian menatap punggung Cristine yang menjauh dengan tatapan yang sangat menakutkan. Jika Cristine ingin bermain dengan kesehatan mental, maka Ozora akan memastikan Cristine sendirilah yang akan berakhir di rumah sakit.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰