NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Foto Palsu

Lampu kristal di ruang tamu apartemen Salena berpendar redup, memberikan kesan sunyi yang mencekam setelah kepergiannya dari arena balap.

Baru saja ia meletakkan kunci mobilnya di atas meja, ponselnya bergetar hebat. Sebuah nomor asing dari New York muncul di layar.

"Halo?" ucap Salena dengan nada waspada.

"Kau pikir kau sudah menang, Nona Ashford?" suara Kharel Renaud terdengar melengking di ujung telepon, penuh dengan kebencian yang meracun. "Kau pikir dengan duduk di kursi penumpang mobil itu, kau sudah memiliki dunianya? Kau hanya mainan sementara, Salena."

Salena menarik napas panjang, mencoba mempertahankan ketenangannya yang legendaris. "Kharel, jika kau menelpon hanya untuk meracau, sebaiknya kau simpan energimu untuk berkemas pulang."

"Oh, aku tidak akan pulang sebelum aku melihatmu hancur," ancam Kharel dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi sangat gelap. "Kau tahu? Aku bahkan bisa membuatmu diperkosa oleh Phoenix jika aku mau. Phoenix akan melakukan apa pun yang ku perintahkan. Dia adalah anjing peliharaan yang setia, dan jika aku memintanya untuk menghancurkan mu, dia tidak akan ragu."

Tangan Salena mengepal kuat hingga buku-bukunya memutih. Ucapan Kharel sudah melewati batas kewarasan manusia normal.

"Mungkin Zane sudah kau puaskan semalaman," lanjut Kharel dengan tawa yang mengerikan. "Tapi kau belum memuaskan Phoenix, bukan? Haruskah aku mengatur tempat tidur untuk kalian bertiga? Aku ingin melihat bagaimana ekspresi Ratu Es yang suci itu."

"Kau memang benar-benar butuh rumah sakit jiwa, Kharel," desis Salena dengan suara yang bergetar karena amarah yang memuncak. "Kau sakit, dan obsesimu adalah racun bagi semua orang di sekitarmu."

Salena langsung mematikan sambungan telepon itu. Namun, hanya berselang beberapa detik, sebuah pesan masuk. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat foto yang dikirimkan.

Dalam foto itu, Zane tampak sedang tertidur lelap di atas ranjang yang berantakan tanpa mengenakan baju. Di sampingnya, Kharel berbaring dengan rambut yang sedikit acak-acakan, menatap ke arah kamera dengan senyum kemenangan seolah mereka baru saja menghabiskan malam bersama. Cahaya remang dalam foto itu membuatnya terlihat sangat intim dan meyakinkan.

"Tidak mungkin..." gumam Salena, matanya membelalak menatap layar ponselnya.

Salena jatuh terduduk di sofa, dadanya sesak. Ia teringat betapa Zane membenci Kharel, tapi foto ini berbicara lain. Pikirannya mulai berkecamuk. Apakah selama ini Zane membohonginya? Apakah semua pengakuan Zane tentang rasa benci pada Kharel hanyalah kedok?

Namun, Salena menarik napas dalam. Ia memejamkan mata, mencoba menggunakan nalar hukumnya. Ia mengamati detail foto itu kembali. Ada bayangan cahaya dari sudut yang aneh, dan latar belakang kamar itu... itu bukan apartemen Zane yang sekarang.

Salena teringat cerita Zane tentang betapa Kharel sering menerobos masuk ke mana pun dia mau, Hingga ke kamar Phoenix. Ini adalah foto lama.

Bisa jadi ini foto Zane sedang menginap di rumah Phoenix dan Kharel menyelinap masuk hanya untuk mengambil foto demi menghancurkan reputasi Zane.

"Kau licik, Kharel," gumam Salena lagi, kali ini dengan nada yang lebih dingin.

Kharel menggunakan foto itu untuk memprovokasi Salena, berharap Salena akan meledak marah pada Zane malam ini dan menghancurkan hubungan mereka.

"Kau pikir aku akan tertipu oleh trik murahan ini?" katanya pada bayangan Kharel di benaknya.

Salena segera mengambil ponselnya dan menelepon Zane. Saat panggilan terhubung, suara Zane terdengar ceria, masih dipenuhi sisa adrenalin dari balapan tadi.

"Hei, Sal? Kau sudah sampai rumah? Aku baru saja akan..."

"Zane," potong Salena dengan suara serius. "Aku ingin kau datang ke rumahku sekarang. Kharel baru saja mencoba mengirimkan hadiah kenangan dari New York. Dan kurasa, Phoenix sedang dalam perjalanan untuk melakukan hal yang sangat bodoh karena hasutan wanita itu."

Malam ini, Salena sadar bahwa ia tidak bisa lagi bermain halus. Jika Kharel ingin menggunakan Phoenix sebagai senjata, maka Salena harus memastikan bahwa ia adalah orang pertama yang mematahkan senjata itu sebelum melukai Zane-nya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍

1
Devi Rahmanita
manta thor..jangan bikin salena kalah dari kharel
Endang Sulistia
keren...terima kasih thor...
Endang Sulistia
jahat banget sih...
Endang Sulistia
mantap sal
Endang Sulistia
mantap Selena..
Endang Sulistia
kayak mau menghilang rasanya ya Selena 🤦🤣🤣
ros 🍂: Harap Bersabar ini ujian 🤣/Sob/
total 2 replies
Endang Sulistia
mampir
Triana Oktafiani
Akhirnya nemu juga cerita yg keren 👍
Imas Karmasih
alhamdulillah akhirnya bangun dari koma
Nuraini
ceritanya bagus, tdk berbelit 😍
Vina Vina
Ceritanya bagus. Cuma, kecewa dgn kepergian feodora
Ira Nadira
knp harus mati sih thorr
ros 🍂: Sorry 🤭🤣
total 4 replies
Xiao Ling Yi
Aduh gaberani bacaa
falea sezi
suka deh g bertele tele g ribet q ksih hadiah
falea sezi
licik tp q suka andai feo pinter pasti dia g mati tragis sayang dia lemah entah niru siapa sifat goblok nya.. gk kayak katya yg badas
Xiao Ling Yi
Baperrr😍
falea sezi
rencana sempurna
falea sezi
pdhl keluarganya zaen berpengaruh masak ngilangin benalu yg bunuh anak nya g bs lemah amat
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!