tentang dia yang samar keberadaannya tapi pasti tentang rasa cintanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Pesan dalam Pita
Tahun-tahun berlalu seperti debu yang menari di lubang kunci toko Arthur. Lyra kini telah tumbuh menjadi gadis kecil berusia enam tahun yang memiliki kegemaran aneh: ia suka menempelkan telinganya pada benda-benda—pada batang pohon, pada rel kereta tua, bahkan pada dada Elara—seolah-olah ia sedang mendengarkan rahasia yang tidak bisa didengar orang lain.
Suatu sore, saat sedang membersihkan gudang di loteng untuk membuat ruang bagi peralatan lukis Elara yang semakin banyak, Arthur menemukan sebuah kotak kayu kecil yang terselip di balik pilar. Di dalamnya, dibungkus dengan kain beludru merah yang sudah dimakan usia, terdapat sebuah kaset pita analog dengan tulisan tangan yang hampir pudar: “Untuk Arthur, Saat Dunia Terlalu Berisik.”
Itu adalah tulisan tangan ibunya.
Suara dari Masa Lalu
Arthur membawa kaset itu ke bengkelnya. Dengan tangan gemetar, ia memasukkannya ke dalam tape deck tua yang ia simpan sebagai kenang-kenangan. Suara statis terdengar sejenak—desis pita yang berputar—sebelum suara lembut dan hangat mengisi ruangan.
"Halo, Arthur kecil. Jika kau mendengarkan ini, mungkin kau sudah tumbuh menjadi pria yang hebat. Mungkin kau juga sedang merasa lelah karena telingamu menangkap terlalu banyak hal yang tidak seharusnya kau dengar."
Arthur memejamkan mata. Suara itu terasa nyata, seolah ibunya berdiri tepat di belakangnya.
"Marcus mungkin akan menceritakan banyak hal tentang frekuensi dan kesempurnaan. Tapi ada satu hal yang ia lupakan. Aku merekam ini di tengah pasar London yang paling ramai. Dengarlah..."
Suara di kaset itu berubah menjadi hiruk-pikuk pasar: teriakan penjual, suara langkah kaki, tawa anak-anak, dan dentang lonceng gereja. Semuanya tumpang tindih, kacau, dan tidak harmonis.
"Kau dengar itu, Arthur? Itu adalah suara kehidupan. Kehidupan tidak pernah selaras. Kehidupan adalah sekumpulan nada sumbang yang entah bagaimana tetap membentuk sebuah simfoni. Jangan pernah mencoba mencari 'Nada Tunggal' yang sempurna, Nak. Karena kesempurnaan adalah akhir dari perjalanan. Cintailah kekacauan itu, karena di sanalah cinta berada."
Rahasia yang Selama Ini Dicari
Rekaman itu berakhir dengan sebuah senandung pendek yang selama ini menjadi fragmen utama dalam algoritma *About You*. Namun, dalam versi aslinya ini, senandung itu tidak terdengar sedih. Ia terdengar seperti sebuah janji.
Arthur menyadari bahwa Marcus telah salah menafsirkan rekaman ini selama puluhan tahun. Marcus mengira ibunya mencari keheningan di balik kebisingan itu, padahal ibunya sedang merayakan kebisingan itu sendiri. *About You* bukan tentang kerinduan pada seseorang yang hilang, melainkan tentang keberanian untuk tetap mendengarkan dunia meskipun orang yang kita cintai telah tiada.
"Papa?" suara kecil Lyra memecah lamunan Arthur.
Arthur menoleh dan melihat Lyra berdiri di pintu, memegang sebuah kerang laut besar. "Suaranya... suaranya seperti ombak, tapi ada suara orang tertawa di dalamnya."
Arthur tersenyum dan memangku Lyra. "Itu suara Nenek, Lyra. Dia sedang mengajar kita cara mendengarkan."
Langkah Menuju Cahaya
Arthur memutuskan untuk tidak menyimpan kaset itu sebagai rahasia. Ia memanggil Elara dan mereka mendengarkannya bersama berkali-kali. Bagi Elara, pesan itu adalah legalitas bagi semua lukisan abstraknya yang penuh warna dan garis kacau. Bagi Arthur, itu adalah pembebasan terakhir dari rasa bersalahnya terhadap Marcus.
Keesokan harinya, Arthur melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan sejak meninggalkan London. Ia membuka jendela tokonya lebar-lebar, membiarkan suara jalanan, klakson mobil, dan celoteh tetangga masuk memenuhi ruangan.
Ia mengambil gitarnya dan mulai memainkan melodi yang paling tidak teratur yang bisa ia ciptakan—sebuah improvisasi yang mengikuti irama angin dan langkah kaki orang lewat. Lyra ikut memukul-mukul meja kayu dengan ritme yang ceria, sementara Elara mulai menggoreskan kuasnya pada kanvas dengan gerakan yang bebas.
Penutup Sebuah Babak
Dunia mungkin masih akan terus mencari rahasia di balik nama "Arlo Sang Arsitek", tetapi di rumah kecil di Cornwall itu, arsitektur suara telah runtuh dan digantikan oleh bangunan yang jauh lebih kokoh: sebuah keluarga yang tidak takut pada suara sumbang.
"About You" bukan lagi sebuah lagu, bukan lagi sebuah misteri. Ia hanyalah sebuah bisikan di tengah pasar yang ramai, mengingatkan siapa pun yang mau mendengar bahwa di tengah dunia yang berisik ini, kita tidak pernah benar-benar sendirian selama kita berani membuka telinga.
Aku suka gaya tulisan seperti ini. Cara kamu ngedeskripsiin tiap bait suasana, benda dan waktu, bikin aku bener-bener masuk ke dalam diri El. Sukses selalu thor, semangat ⭐