NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 : Pengkhianatan

Wanita itu berdiri di hadapan puluhan prajurit di sekeliling tanpa rasa gentar. Pedang dalam genggamannya menjadi tombak keyakinan dan semangat membara bercampur dengan noda kemerahan yang mengering.

Matanya mengedar seperti predator yang siap mencari mangsa sekitar membuat lawan yang ingin melangkah harus berpikir dua kali dan menyadari dia tak bisa diremehkan.

Wajahnya tegas menatap semua lawan, namun hal itu tidak menutup pesonanya meski wajahnya ternoda oleh debu dan tanah.

Kemudian, pedang itu terangkat tinggi-tinggi seperti sebuah komando. Ia berteriak lantang, dan pertempuran terjadi.

Apa yang terjadi?

Semua berawal dari keputusannya setengah tahun yang lalu....

Beauty On The Battlefield

* * * * *

Pagi itu Serah berjalan seorang diri menelusuri koridor ruangan menuju ke taman depan istana. Hari memang masih terlalu pagi, tapi Serah sudah bersiap menanti hari dengan wajah cerah dan senyum sumringah.

Namun, saat melewati ruang kerja Louis, kekasih sekaligus tunangannya, Serah dapat mendengar sesuatu yang aneh.

Desahan seorang wanita lolos dari tembok ruangan membuat batin Serah gelisah.

"Kenapa di ruang kerja Louis terdengar suara perempuan?" Kata hatinya tak tenang.

Didorong oleh insting, ia yang tadinya hendak berjalan ke arah taman akhirnya berhenti dan memilih untuk mendekati pintu ruangan itu secara diam-diam.

Suara itu terdengar makin jelas di telinga Serah. Bahkan ia juga dapat mendengar deru napas, dan suara seorang pria dari dalam.

"Helena, kau sengaja menggodaku, ya?"

Serah terkejut karena ia mengenali suara pria yang ada di dalam. Itu suara Louis.

"Itu..., tidak mungkin...." Serah menutup mulutnya dengan sebelah tangan.

Perlahan-lahan tubuhnya membungkuk sampai setinggi lubang kunci pintu, lalu ia mengintip dari balik lubang kunci tersebut untuk memastikan.

"Louis, sampai kapan kita harus main kucing-kucingan begini dengan Serah? Aku bosan harus selalu mengalah." Helena merayu Pria tampan itu dengan rajukannya.

"Sabar Helena," balas Louis sambil mencubit dagu Helena dengan gemas. "Nanti, setelah aku berhasil menguasai kerajaannya, akan aku umumkan pada dunia, kalau kau yang akan menjadi Ratu!" Ujarnya yang ternyata selama ini dia hanya memanfaatkan Serah saja. Ia tak bersungguh-sungguh untuk menjadikan Serah Ratu sejak awal.

"Benarkah?" Helena terlihat tersenyum lebar. Matanya berbinar. Tubuhnya pun semakin dirapatkan ke dada bidang Louis, sang Raja muda Mathilda.

"Tentu saja Helena. Kau akan menjadi satu-satunya Ratu di kerajaan ini!" Jawab Louis yang kemudian ia mengangkat tangan Helena dan mengecup punggung tangan wanita itu.

"Ah, kau ini!" Helena tersipu, wajahnya memerah. "Tapi, bagaimana dengan Serah? Kau tidak bisa memiliki kerajaannya kalau tidak menikahinya 'kan." Wajahnya kembali muram saat teringat hal itu.

"Helena jangan marah." Louis meraih tubuh wanita itu ke dalam rangkulannya. "Aku memang akan tetap menikahinya karena itu syarat, tapi percayalah dia hanya akan menjadi selir, bukan Ratu resmi, karena posisi itu adalah milikmu," balasnya menjelaskan.

"Kau memang yang terbaik, aku semakin mencintaimu." Helena langsung saja mendekap tubuh Louis lebih erat.

Sementara itu Serah yang sedari-tadi mereka bicarakan sedang mendengarkan semua percakapan mereka dari luar. Tangannya mengepal, gigi-giginya gemertak, kedua bahunya pun menegang. Rasanya ingin sekali ia menerobos masuk ke dalam dan menghujamkan tombak ke pasangan itu, tapi ia coba menahan diri.

"Kau pikir rencanamu akan berjalan lancar Louis? Aku tidak akan membiarkan Regina, jatuh ke tanganmu," sumpahnya dalam hati. Sejak hari itu ia pun berjanji tidak akan mengharapkan perlindungan dari laki-laki.

.

.

Serah tetap menikmati paginya yang indah di taman dengan santai dan menghirup udara segar serta memandang langit lepas. Sekilas ia rindu akan Regina.

"Pagi yang indah yang mulia Serah." Seorang pria berbaju besi menyapa. Ia kebetulan juga sedang melewati taman yang menjadi favorite banyak orang di istana karena keindahan pemandangan dan bunga-bunganya, terutama di pagi hari.

"Selamat pagi, Glen," balas Serah dengan senyuman yang merekah, meskipun dirinya baru saja mengalami kenyataan pahit.

Pemuda itu terdiam sejenak, tampak terkejut saat sang putri menyapa namanya. Rona di kedua pipinya tampak begitu nyata terlihat, apalagi ketika tersorot cahaya mentari yang langsung jatuh ke keseluruhan taman istana.

"A-anda tahu nama saya?" Ujarnya dengan pandangan yang langsung ia alihkan ke arah bunga-bunga berwarna merah yang bergerak-gerak di bawahnya.

"Tentu saja, aku tahu." Serah tersenyum geli melihat reaksi ksatria muda itu. "Setiap hari kau melewati tempat ini dan beberapa orang menyapamu, bagaimana mungkin aku bisa tidak tahu namamu?"

Ah, pemuda itu semakin merasa malu setengah mendengar penjelasan sang putri. Meski begitu, ada kebahagiaan kecil yang ia rasakan karena sang putri memperhatikannya. Tanpa sadar tangannya mencabuti daun-daun yang ada di sekitar.

"Hehehe, saya jadi merasa bodoh," ucapnya terkekeh sambil menggaruk-garukkan kepala dan beberapa daun terjatuh dari telapak tangannya.

Serah ikut tertawa melihat kelucuan pria muda di hadapannya. Setidaknya ia dapat merasa sedikit terhibur.

Keduanya pun lanjut mengobrol sebentar mengenai keadaan istana dan hal apa yang mereka sukai diwaktu senggang.

Namun, suasana santai keduanya terganggu ketika terdengar suara laki-laki yang begitu lantang dan keras menggema.

"Serah, apa yang kau lakukan di sana?!"

Pria itu dengan langkah tegap, berjalan dengan penuh kewibawaan berjalan ke arah luar menuju arah taman.

Semua orang segera membungkuk hormat ketika pria itu berjalan keluar. Glen, ksatria muda itu pun ikut membungkuk hormat.

Pria itu menelusuri jalan taman yang dikelilingi mawar merah pada sisi dan kiri jalan. Hingga ia berhenti di bagian tengah taman yang memiliki air mancur hias dengan patung bidadari di tengahnya dan dikelilingi bunga aster di bawahnya.

"Apa yang kau kerjakan di sini dengannya?" Pria itu adalah Louis. Dia menatap tajam ke arah Serah.

"Kami sedang berbicara dengan pagi yang cerah dan keindahan taman, apa yang mulia mau bergabung?" Suara wanita itu terdengar tegas bahkan terkesan terdapat sebuah sindiran halus di dalamnya.

"Hmph, omong-kosong," balas Louis mendengus kasar. "Cepat masuk ke dalam, sarapan sebentar lagi disediakan," ucapnya dengan nada penuh perintah.

Serah tak menjawab. Wanita itu hanya membungkukkan tubuhnya sedikit, lalu berkata, "kalau yang mulai tidak keberatan, pagi ini saya memilih untuk sarapan di kamar."

Louis yang baru saja membalikkan tubuhnya dan berjalan satu langkah langsung berhenti.

Pria itu memutar tubuhnya kembali dan menghadap ke arah Serah yang berdiri dengan tenang menatap ke arahnya.

Louis dapat merasakan ada yang aneh dan berbeda dari Serah. Mata kelam wanita itu seperti memancarkan suatu kebebasan.

"Baiklah, terserah kau saja," ucap Louis memberikan ijin kepada Serah untuk makan di kamar.

Pria itu berusaha untuk bersikap biasa meski permintaan Serah barusan adalah pertama kalinya ia menolak makan bersama dengan sang raja.

"Terimakasih, yang mulia," balas Serah kembali membungkukkan tubuhnya.

Louis pun memilih untuk kembali ke dalam istana, sementara setelah agak jauh, Serah baru melangkahkan kakinya, mengikuti pria itu di belakang.

"Aku tidak akan membiarkan diriku terjebak dalam permainan politik mu Louis. Akan aku buktikan tidak semua hal bisa kau kendalikan dan berjalan di bawah orkestra mu!"

Serah memandang punggung itu dengan tajam. Tangannya kembali terkepal saat mengingat ucapan pria itu yang berniat untuk menguasai kerajaan kecilnya.

Sampai kapan pun dia tak akan membiarkan wilayahnya jatuh ke tangan Louis, atau siapa pun. Dia akan melindungi kedaulatan kerajaannya sendiri dan dia akan membuktikan itu.

Tapi, hal pertama yang harus dia lakukan adalah, keluar dari istana.

Keluar istana begitu saja tidak akan mudah tentunya. Bisa-bisa itu akan berubah menjadi pertukaran nyawa dengan resiko tinggi.

Dia tidak bisa sembarangan keluar istana dan kembali ke Regina tanpa alasan yang jelas dan masuk akal. Satu-satunya cara yang terpikirkan olehnya saat ini adalah, membuat Louis sendiri yang mengusirnya keluar dari istana. Serah berniat untuk membuat Louis marah dan kesal kepadanya setiap hari sampai pria itu muak dan pada akhirnya akan mengusirnya kembali ke Regina, setelah itu ia akan langsung memutuskan pertunangan di antara mereka.

Apakah rencana Serah dapat berjalan dengan mulus?

.

.

.

A/N : Hai, ini cerita pertamaku bertema kerajaan. Semoga bisa cukup menghibur. Kritik dan saran dipersilahkan dan kalau ada saran referensi yang bisa kubaca untuk tema kerajaan bisa di share lewat komen, nanti pasti akan aku lihat buat cari ide.

Terimakasih, happy read

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!