NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01

"Sayang, ayo kita pulang. Sebentar lagi akan turun hujan!" Arvin menyentuh pundak Risa dengan lembut.

Risa terus memandangi tanah pemakaman sang ayah yang masih basah. Makan itu di taburi oleh berbagai macam bunga berwarna warni.

"Kenapa ayah meninggal kan ku secepat ini?" Bisik wanita itu lirih sambil mengusap pusara sang ayah.

Di papan yang tertancap di ujung kepala makam itu tertulis nama orang yang baru saja di baring kan di sana, Darwanan bin M Saleh, nama ayah nya Risa

Selain Risa dan suami nya, di tempat itu juga ada ibu dan anak dengan pakaian glamor nya lengkap dengan kacamata berwarna hitam. Mereka adalah Mama Lia dan Wulan, ibu dan adik tiri Risa.

"Sudah mati saja masih di tangisi, dasar lebay!" Umpat Wulan dengan setengah berbisik pada sang Mama.

"Mas, kami pulang duluan ya!" Wulan berkata pada Arvin.

"Iya, duluan saja. Biar nanti aku pulang sama Risa!" Jawab Arvin pada sang adik ipar.

Ibu dan anak itu berjalan menuju mobil yang ada di luar area pemakaian, ibu dan anak itu masuk ke dalam mobil tanpa ada perasan sedih sedikit pun.

Hujan mulai turun rintik- rintik membasahi tanah pemakaman, seakan turut sedih atas kepergian pak Darmawan ayah nya Risa.

"Ayo sayang, kita pulang!" Arvin membimbing tangan sang istri.

Dengan langkah lunglai, Risa berjalan meninggal kan pemakaman di mana ayah nya barusan di makam kan.Sesekali dia masih melihat lagi ke belakang di mana ayah nya terbaring.

"Ayah, ibu kenapa secepat ini kalian meninggal kan aku!' Batin Risa sambil memejam kan mata nya.

Dia bersandar di sandaran kursi mobil nya, perlahan mobil yang kendarai oleh sang suami menjauh dari area TPU itu. Risa tidak menyangka bahwa sang ayah akan pergi secepat itu, pasal nya 2 hari yang lalu dia baru saja bertemu dengan ayah nya dan dia masih dalam keadaan sehat - sehat saja.

Tapi tadi pagi dia mendapat telepon bahwa ayah nya di larikan kerumah sakit karena serangan jantung dan di dalam perjalanan dia ke rumah sakit pak Darmawan meninggal dunia.

"Sayang, kamu kenapa melamun?" Tanya Arvin seketika membuat lamunan Risa tentang ayah nya menjadi pudar.

"Gak papa mas, aku cuma masih kepikiran sama Ayah. 2 hari yang lalu aku bertemu beliau dan dia masih baik - baik saja, tapi kenapa tiba - tiba tadi pagi ayah mendadak kena serangan jantung. Apa yang membuat nya begitu terkejut!" Risa masih memikirkan sesuatu yang membuat ayah nya shock berat.

"Kok kamu bisa kepikiran gitu dek? Itu hal yang biasa terjadi pada orang yang punya riwayat penyakit jantung!" Arvin memberikan alasan yang masuk akal.

Tanpa Risa sadari, raut muka Arvin seketika menjadi tegang setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut istri nya. Tapi sebisa mungkin Arvin menyembunyikan nya agar terlihat biasa saja.

'Untung saja si tua itu langsung mati setelah terkena serangan jantung mendadak sebelum dia ketemu sama Risa, bisa ketahuan aku jika dia bertemu dengan Risa sebelum menghembus kan nafas nya yang terakhir!' Batin Arvin sambil tersenyum.

Sementara itu di tempat lain, Mama Lia dan Wulan sudah tiba di rumah.

"Akhir nya si tua Bangka itu mampus juga, senang banget ma rumah ini akhir nya menjadi milik kita!" Wulan pun menjatuhkan bokong nya di atas sofa ruang tamu.

"Setidak nya sekarang tidak ada lagi yang merepotkan kita, kamu sih gimana bisa ketahuan sama dia!" Mama Lia mengomeli anak nya.

"Ya aku kan refleks saja memeluk mas Arvin karena dia udah kasih kejutan buat aku pagi - pagi. Aku gak tahu kalau ayah ada di belakang ku dan melihat semua nya!" Wulan membela diri nya di depan sang Mama.

"Untung saja dia langsung mampus sebelum ketemu sama Risa, coba kalau dia ketemu Risa sebelum dia mati. Kau dan Arvin bakal ketahuan!" Ujar Mama Lia pada anak nya.

"Aku seneng banget ma, sekarang aku dan mas Arvin udah gak mau sembunyi- sembunyi lagi. Biarin aja jika si Risa tahu hubungan aku sama suami nya, aku gak perduli!" Wulan berkata sambil memainkan ponsel nya.

Wulan berkirim pesan pada sang kekasih nya sekaligus kakak ipar nya, Arvin.

[Mas, makasih ya hadiah nya. Maaf tadi pagi aku belum sempat ucapin terima kasih sama mas karena keburu ayah melihat kita!] Send.

Arvin yang batu saja tiba di rumah langsung melihat ponsel nya dan membaca pesan dari Wulan.

[Jangan hubungi mas dulu, mas lagi sama Risa sekarang, nanti mas hubungi kamu] send.

Arvin mengirim kan pesan balasan pada sang kekasih gelap nya sekaligus memberi tahu jika dia tidak bisa berbalas pesan pada Wulan.

Wulan tampak kesal melihat pesan balasan dari Arvin, dia membanting ponsel nya di atas sofa.

"Mas Arvin nyebelin banget sih, biar aja jika Risa tahu. Kan lebih baik dengan begitu kita gak perlu lagi sembunyi- sembunyi!" Dengus Wulan dengan kesal.

"Sabar aja, akan ada waktu nya kita menendang Risa dari kehidupan Arvin. Kita bermain - main dulu dengan nya!" Mama Lia berkata pada anak nya di sertai senyum licik nya.

Di rumah nya, Risa sedang sholat magrib. Wanita itu tidak pernah meninggal kan sholat 5 waktu nya sejak kecil. Ibu nya meninggal dalam suatu kecelakaan mobil bersama diri nya saat usia nya baru 7 tahun. Risa selamat dari kecelakaan itu, sedang kan sang ibu tidak, dia meninggal di tempat itu juga.

Risa dan Arvin menikah 2 tahun yang lalu. Tapi hingga sekarang mereka belum di karuniai keturunan. Mama nya Arvin adalah sahabat baik almarhumah ibu nya Risa ketika dia masih hidup dulu.

"Sayang, kita makan dulu, sejak siang tadi kamu belum makan!" Arvin meraih tangan istri nya setelah dia selesai sholat.

"Aku gak laper mas!" Risa menolak dengan halus.

"Gak, pokoknya kamu harus makan. Biar mas yang masakin apa yang kamu mau!" Arvin menggandeng tangan istri nya untuk turun ke bawah.

Hal itu lah yang membuat Risa jatuh cinta pada suami nya, Arvin sangat tahu cara memberi perhatian pada diri nya saat dia sedang bersedih. Risa sangat bersyukur memiliki suami seperti Arvin, walaupun dia tidak memilik orang tua lagi, tapi perhatian dari suami nya membuat nya sedikit terhibur.

"Terima kasih banyak mas!" Ujar Risa sambil memaksakan diri nya untuk tersenyum pada sang suami di balik semua kesedihan nya.

"Kamu duduk di sini, biar mas masakin sup ayam buat kamu!" Arvin menarik sebuah kursi untuk istri nya.

"Biar bibi aja yang masak pak!" Bi Ina muncul karena dia merasa tidak enak melihat majikan nya memasak sendiri untuk makan malam.

Bi Ina memang sudah memasak tadi, tapi karena Risa tidak bernafsu untuk makan, akhir nya Arvin berinisiatif untuk memasak sendiri makanan untuk istri tercinta nya.

"Gak papa bi, bibi istirahat saja. Biar aku yang masak buat ibu!" Arvin menolak bantuan dari asisten rumah tangga nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!