NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENCULIKAN

Kayla lo mau ikut gak" gadis rambut pirang menghampiri kayla yang sedang duduk di salah satu kursi cafe .

"kemana?" kayla mengangkat wajahnya menatap ke arah temannya.

"ke club ragen " gadis pirang itu kemudian mendudukan bokongya pada kursi tepat di hadapan kayla.

"memangnya kapan ?" kayla menatap nadin gadis dengan rambut pirang .

"nanti malam ,kalau lo mau ikut nanti gue jemput di rumah" .

"boleh ,tapi gue cuma sebentar di sana soalnya gue masuk pagi besok"

"oke beres nanti gue anterin lo pulang , kalau gitu gue pergi dulu ya mau temenin dita "nadin bangkit dari kursi lalu melambai kepada kayla sebelum pergi dari sana.

kayla yang kini sendirian masih kepikiran dengan ajakan temannya itu pasalnya mereka tidak terlalu akrab dua minggu ini karna ada masalah, tapi kenapa dia tiba tiba datang dan mengajak ke club.

"ahh mungkin dia mau minta maaf" kayla berusaha menyangkal pemikirannya yang aneh aneh tentang nadin yang mengajaknya ke club .

kayla bangkit dari duduknya menuju kasir untuk membayar pesanannya.

"totalnya lima puluh ribu rupiah ka"ucap kasir pada kayla setelah selesai menghitung pesanan kayla.

kayla mengeluarkan uang dari dompetnya lalu membayar ke kasir.

"terimah kasih atas kunjunganya kak" ucap kasir itu saat kayla akan pergi dari cafe.

kayla keluar dari cafe menuju parkiran, dia berjalan ke arah motor matic yang merupakan motornya.

setelah mengenakan helmnya dia mengendarai motor itu keluar dari area parkiran .

di tengah perjalananya kembali ke rumah kayla merasakan seseorang mengikutinya.

dia menepikqn motornya di jalan yang sepi lalu menoleh hanya untuk memastikan perasaannya.

tapi yang kayla lihat jalan itu sepi hanya dirinya seorang.

kayla melanjutkan perjalannya.

setelah menempuh perjalanan selama 30 menit kayla akhirnya sampai di rumahnya .

rumah yang menjadi tempat kayla bernaung. suasana di rumah itu terlihat hangat dengan halaman yang di hiasi tanaman bunga yang cantik.

Kriettt

pintu itu berderit saat kayla membukanya dan kembali menutupnya, dia masuk ke dalam dan mendudukkan bokongnya pada sofa ruang tamu yang empuk.

tanpa bisa menahan mata yang mengantuk akibat kelelahan dia tertidur di sofa.

Tak terasa siang berganti malam begitu cepat , Kayla sudah siap dengan dress hitam sederhana. Benar saja, Nadin menjemputnya tepat waktu. Sepanjang perjalanan, Nadin tampak sangat ramah—bahkan terlalu ramah untuk seseorang yang sempat berselisih paham dengannya.

Sesampainya di Club Ragen, aroma alkohol dan asap rokok langsung menyambut indra penciuman Kayla. Dentuman musik EDM bervolume tinggi membuat jantungnya ikut berdegup kencang. Mereka bergabung di sebuah meja VIP bersama beberapa teman Nadin lainnya yang sudah tampak asyik dengan dunianya masing-masing.

"Kay, jangan tegang gitu dong. Minum dulu," Nadin menyenggol bahu Kayla sambil tersenyum lebar.

Tak lama kemudian, seorang pelayan bar datang membawa nampan berisi beberapa gelas minuman berwarna biru safir. Tanpa diminta, pelayan itu meletakkan satu gelas tepat di depan Kayla.

"Ini khusus buat lo, complimentary dari gue karena udah mau ikut malam ini," ujar Nadin setengah berteriak agar suaranya terdengar di tengah kebisingan.

Kayla sempat ragu. Ia menatap cairan dalam gelas itu sejenak. Namun, karena tidak enak hati dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Nadin, ia menyesapnya hingga setengah. Rasanya manis, namun ada sedikit getir yang aneh di pangkal lidahnya.

Hanya butuh waktu lima menit sampai dunia di sekitar Kayla mulai berputar.

"Nad... kepala gue pusing banget," rintih Kayla sambil memijat pelipisnya. Pandangannya mulai mengabur, dan lampu strobe di langit-langit club terasa menyakitkan bagi matanya.

"Ah, itu efek musiknya kali. Lo butuh cuci muka," jawab Nadin santai tanpa menoleh.

"Gue... gue ke kamar mandi sebentar ya," pamit Kayla dengan langkah sempoyongan. Ia harus berpegangan pada dinding dan bahu orang-orang yang sedang menari untuk menjaga keseimbangannya.

Lorong Tak Berujung

Setelah susah payah sampai di area toilet yang letaknya agak terpencil di bagian belakang gedung, Kayla langsung membasuh wajahnya dengan air dingin. Namun, rasa pusing itu tidak hilang; justru rasa kantuk yang hebat mulai menyerang kesadarannya.

Srett... srett...

Kayla membeku. Di tengah suara musik yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan, ia menangkap suara aneh. Seperti suara benda berat yang diseret atau rintihan tertahan.

"Siapa di sana?" tanya Kayla lirih. Suaranya terdengar parau di telinganya sendiri.

Rasa penasaran yang didorong oleh kesadaran yang menipis membawanya melangkah lebih jauh ke arah lorong belakang toilet. Area itu sangat minim cahaya. Hanya ada satu lampu remang yang berkedip-kedip di ujung sana.

Kayla tiba di sudut ruangan yang gelap dan buntu. Ia menyipitkan mata, mencoba mencari sumber suara tadi, namun nihil. Tidak ada siapapun. Hanya ada tumpukan kursi rusak dan aroma lembap yang menyesakkan.

"Mungkin cuma halusinasi gue..." gumamnya.

Saat Kayla memutar tubuhnya untuk kembali ke aula utama, sebuah bayangan besar tiba-tiba muncul dari balik kegelapan pilar. Sebelum ia sempat berteriak, sebuah tangan kekar yang dilapisi sarung tangan hitam membekap mulut dan hidungnya dengan kain yang sudah di beri obat bius..

Kayla meronta, tangannya mencakar udara, namun tubuhnya terasa lemas seperti jeli. Oksigen di parunya menipis, digantikan oleh aroma obat bius yang kuat. Perlahan, matanya terpejam sepenuhnya. Tubuhnya jatuh lunglai ke pelukan sosok asing tersebut.

Di sudut gelap itu, sosok pria bermasker itu mengangkat tubuh Kayla dengan mudah di pundaknya. Ia keluar melalui pintu darurat belakang yang sudah diganjal, menjauh dari keramaian Club Ragen tanpa ada satupun teman Kayla yang menyadari bahwa gadis itu telah hilang.

saya harap kalian terhibur dengan karya saya 😁

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!