NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Yang kabur

Mansion keluarga Lumiere yang terletak di pinggiran Helsinki itu selalu terasa terlalu luas jika hanya dihuni oleh Kaylee sendirian. Dinding-dinding marmer dan jendela tinggi yang menghadap ke hutan pinus yang tertutup salju itu terasa dingin, sampai Atlas datang membawa tas ranselnya dan aroma kopi yang khas.

Ibu Kaylee, seorang kurator seni ternama, baru saja berangkat ke Paris untuk urusan galeri selama satu minggu. Seperti ritual yang tidak tertulis, Atlas sudah berada di depan pintu sebelum salju sore hari turun lebih lebat.

Malam itu, suhu di luar mencapai −10∘C. Meskipun sistem penghangat ruangan bekerja maksimal, mereka tetap berakhir di tempat tidur yang sama, kebiasaan yang dimulai sejak kecil, Dan jadi rutinitas wajib sejak ayah Kaylee tiada lima tahun lalu. Saat itu, Kaylee remaja sering terbangun karena mimpi buruk, dan Atlas adalah satu-satunya yang bisa menenangkannya.

Atlas menarik selimut wol tebal, lalu menarik Kaylee ke dalam pelukannya. Posisi ini adalah posisi aman mereka, punggung Kaylee bersandar pada dada Atlas, sementara tangan Atlas melingkar santai di pinggangnya.

"Gue baru tahu kalau Clarissa nggak suka dingin," gumam Atlas di dekat telinga Kaylee. Nafasnya hangat, kontras dengan kulit leher Kaylee yang meremang. "Dia bilang dia mau pindah ke Spanyol kalau lulus nanti. Dia nanya, apa gue mau ikut."

Kaylee memejamkan mata, merasakan detak jantung Atlas yang stabil di punggungnya. "Terus, lo mau?"

"Gue bilang, gue nggak bisa ninggalin Helsinki. Di sini ada nyokap gue, ada karier arsitektur gue... dan ada lo." Atlas mengeratkan pelukannya sedikit. "Gue nggak bisa bayangin seminggu tanpa tidur di mansion ini kalau nyokap lo lagi pergi."

Kaylee tersenyum getir dalam kegelapan. Bagi Atlas, keberadaannya adalah kenyamanan yang bersifat permanen, seperti furnitur favorit yang tidak ingin ia buang. Atlas mencintainya, tapi bukan sebagai wanita.

Keesokan paginya, cahaya matahari musim dingin yang pucat menyeruak masuk melalui celah gorden. Atlas adalah yang pertama terbangun. Dengan kesadaran yang masih setengah pulih, ia melakukan rutinitas yang sudah mendarah daging sejak mereka berusia lima belas tahun.

Atlas mengecup pucuk kepala Kaylee dengan lembut, cukup lama hingga Kaylee bisa merasakan kehangatan bibir pria itu di antara helaian rambutnya.

"Bangun, Kay. Gue udah janji mau jemput Clarissa di stasiun metro jam sembilan," bisik Atlas lembut.

Kaylee berpura-pura baru terbangun, meregangkan tubuhnya seolah-olah kecupan itu tidak memberikan efek badai di dalam dadanya. "Jam berapa sekarang?"

"Setengah delapan. Gue mandi duluan, ya?" Atlas bangkit dari tempat tidur, bertelanjang dada tanpa rasa canggung sedikit pun di depan Kaylee.

Saat pintu kamar mandi tertutup, Kaylee menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Ia menghirup aroma Atlas yang tertinggal di bantal, aroma maskulin yang bercampur dengan sabun mandi yang selalu pria itu gunakan.

Ia merasa seperti seorang pencuri. Pencuri kasih sayang di sela-sela hubungan Atlas dan Clarissa. Setiap kecupan di pucuk kepala, setiap pelukan saat tidur, adalah candu yang membuatnya tetap bertahan sekaligus racun yang perlahan membunuhnya.

Kaylee bangkit dan menuju meja riasnya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin, seorang wanita berusia 20 tahun yang terlihat kuat, namun menyimpan keretakan di balik matanya.

"Pagi, Atlas," sapanya saat pria itu keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit pinggang.

"Pagi. Oh ya, Kay, nanti malam Clarissa mau mampir ke sini. Dia mau lihat koleksi piringan hitam bokap lo. Nggak apa-apa, kan?"

Kaylee mengangguk, tangannya sibuk memoles lip balm agar bibirnya tidak terlihat gemetar. "Tentu. Mansion ini selalu terbuka buat tamu lo."

Kaylee adalah pemenang penghargaan jika ada piala untuk akting menyembunyikan patah hati.

🌷🌷🌷🌷

1
kalea rizuky
uda end kahh
kalea rizuky
bagus np sepi like
kalea rizuky
baguss
kalea rizuky
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
kalea rizuky
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
kalea rizuky
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!