NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:579
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agatha Anastasya

Agatha Anastasya perempuan mandiri, yang dibesarkan di lingkungan militer, karena profesi papanya yang adalah seorang tentara, terlahir sebagai anak tunggal tidak membuat Agatha kecil hidup senang, karena papanya adalah anak tertua dalam keluarga yang ditugaskan almarhum opa dan omanya membiayai kehidupan adek - adeknya. Sehingga mamanya juga harus pontang panting membantu suaminya menghidupi adik - adik papa. Dari berjualan kue sampai membuat es lilin.

"Agatha ayo bagun sayang??" Pukul empat lewat tiga puluh subuh dia dibangunkan oleh mamanya atas permintaannya sendiri untuk mempersiapkan dirinya ujian akhir sekolah menengah atas. Sudah seminggu ini, Agatha menemani mamanya membuat kue untuk di jual.

"Ma, hari Agatha ujian hari terakhir. Doain ya biar bisa menjawab soal - soal ujian dengan baik."

"Iya sayang." Mamanya tersenyum kepada anak gadisnya. Agatha sangat kasihan dengan mamanya, dia harus bekerja keras sedangkan tante dan om - omnya tidak ada yang membantu. Padahal penghasilan papanya tidak seberapa. Untungnya papanya tidak perna bertindak kasar kepada mamanya.

"Ma, Agatha mau kuliah kedokteran?"

"Kenapa ngak sekolah militer aja??" Papanya menghampiri Agatha dan mamanya di dapur. Agatha adalah anak berprestasi, di bidang akademik maupun non akademik. Disekolah diselalu masuk dalam peringkat tiga besar. Dan di perna mewakili sekolah mengikuti pekan olahraga pelajar di cabang olah raga voli bahkan mewakili daerahnya. Tinggi badan seratus tujuh puluh sembilan memudahkan dia dalam olah raga ini.

"Ngak papa. Agatha mau menjadi tenaga medis. Cita - citaku dokter." Mama dan papanya saling berpandangan. "Agatha sudah mengurus beasiswa pa."

"Mama ikut apa yang Agatha mau. Kamu belajar dan kejar cita - citamu. Soal biaya mama dan papa pasti berusaha. Iya kan pa?"

"Iya, masa adek - adek papa bisa disekolahin, anak papa juga harus bisa dong."

Dua puluh tahun menjalin bahtera rumah tangga bersama, tahun ini baru mamanya Agatha merasa sedikit lega, karena adik - adik suaminya semua sudah selesai sekolah. Namun karena sudah terbiasa dan banyak juga pengemarnya, maka penjualan kue itu masih teris dilakukannya.

Bunyi lonceng bel sekolah sudah berbunyi tanda akhir ujian sekolah.

"Bebbbbas........."Sari sahabat Agatha berteriak kesenangan. Karena perjuangan tiga tahun di bangku pendidikan atas selesai.

"Sari ikut yuk, kita ngumpul di cafe. Agatha kamu juga boleh ikut." Sintia in the gank mengajak mereka untuk nongkrong.

"Aku ngak janji ya, soalnya harus ijin ortu dulu."

"Dasar anak mami!!!!"

Meskipun kesekolah berkendaraan sendiri, Agatha tidak perna keluar tanpa seijin orangtuanya.

Meskipun berat mengijinkan anak satu - satunya kuliah di ibukota negara, namun mereka harus merelakan, keinginan papanya Agatha dia mengikuti tes sekolah akademi militer, karena sebagai atlit berbakat setidaknya sudah ada lampu hijau, anaknya Agatha bisa lolos, namun keingin papanya pupus, karena dia lebih memilih menjadi dokter. Agatha mendapat beasiswa dari beberapa perusahaan BUMN itu yang membuatnya sedikit berani untuk mengejar cita - citanya.

Selama tiga setengah tahun dia belajar dan berhasil mendapat gelar sarjana kedokteran. Dia pun langsung mendaftar menjadi koas alias dokter muda. Selama dia kuliah mama dan papanya setiap bulan selalu mengirim uang buatnya. Selain itu Agatha juga masih tetap menjalankan hobinya sebagai pemain voli. Dan kemarin dia terpilih dalam tim voli nasional untuk bertanding diajang internasional. Mereka berhasil mengharumkan nama bangsa masuk sampai final, namun kalah dari tim negara lain dan hanya bisa membawa perak pulang. Sebagai pemain yang di incar oleh club - club luar, namun Agatha lebih memilih di Indonesia karena dia harus menjadi dokter.

"Kenapa ngak mau bermain diluar sya ini kesempatan loh, banyak yang berlomba - lomba untuk bisa bermain di club ini, sedangkan kamu di tawarkan, kenapa?"

"Mas kan tahu, aku mau jadi dokter. Pulang dari sini aku sudah mulai koas lagi."

Daniel sesama atlit voli yang berprofesi sebagai polisi mempunyai perasaan lebih kepada Agatha sedangkan si perempuan hanya biasa saja. Semua tim voli tahu bahwa Daniel suka sama Agatha. Di lihat dari perhatian yang diberikan oleh Daniel.

"Mas, kamu jangan seperti ini?"

"Maksudnya???"

"Aku belum berpikir untuk menjalin satu hubungan. Aku ngak mau kamu kecewa."

"Aku akan menunggu."

"Mas......"

"Agatha Anastasya perasaan itu tidak bisa berbohong. Aku tidak mungkin membohongi diriku."

"Sampai kapan kamu menunggu??? Buka hatimu buat yang lain, mas ganteng, masa depan jelas."

"Itu kamu tahu. Kenapa kamu ngak terima aku."

"Mas....."

"Aku akan menunggu sampai batas kekuatanku. Setidaknya kamu masih menganggapku kakak aku sudah bahagia."

Agatha terdiam, dia melihat Daniel. Namun pendiriannya kuat, bahwa dia lebih mau mengejar mimpinya. Mencari pacar tidak ada dalam wish list hidupnya.

Agatha sepulang dari pertandingan voli di Malaysia, dia melakukan koas dirumah sakit tentara. Selama satu tahun enam bulan. Dibulan terakhir dia diberi brosur oleh dokter untuk mendaftar sebagai perwira karier.

"Kamu pasti bisa Agatha. Ini kesempatanmu." Agatha pulang ke kosannya dia melihat brosur, dia menimbang apakah dia harus mengikuti ini. Dia ingin membahagiakan papanya karena cita - cita papanya Agatha menjadi tentara.

"Pak, mendapat brosur dari dokter pembimbingku untuk mengikuti tes perwira karier?"

"Kamu mau nak jadi tentara???"

"Tidak buruk sih papa aku menjadi dokter tentara."

"Papa senang nak. Terima kasih kamu mau menjadi tentara, setidaknya papamu yang hanya seorang sersan ini bisa memiliki anak seorang perwira."

Agatha sedang berbicara dengan papa dan mamanya lewat telephone menanyakan langkah dia mengikuti tes perwira karier. Apapun yang mau Agatha lakukan dalam hidupnya dia selalu menghubungi orangtuanya yang ada di Atambua di Nusa Tengara Timur.

Sebenarnya di kampung halamannya disana, Agatha sudah terkenal, bahkan pemda setempat memberikan hadiah buat setiap prestasi Agatha melalui papa dan mamanya. Papa Agatha adalah Serda Paulus seorang tentara angkatan darat. Pertama kali menjadi tentara hanya seorang tamtama. Sedangkan mamanya Maria hanya seorang ibu rumah tangga. Namun mereka berdua saling mencintai sedari sekolah menengah atas. Mama dibawa lari papa, karena opa dan oma tidak mau mama menikah dengan Paulus yang hanya seorang tamtama. Namun cinta mengalahkan keegoisan orangtua. Maria lebih memilih menikah dengan Paulus dan keluarga Maria memutuskan hubungan mereka. Maria, mama Agatha adalah orang kaya dikampungnya, anak perempuan satu - satunya memilih hidup menderita bersama suaminya Paulus. Sampai sekarang opa dan omanya Agatha belum menerima mamanya. Meskipun adek - adek mama sudah membujuk.

Agatha pun mendaftar perwira karier, dengan bantuan dokter pembimbingnya, dokter ahli bedah Isa yang berpangkat mayor. Tahap demi tahap pendaftaran dilalui oleh Agatha sampai pengumuman kelulusan tes, dan saat itu tugas Agatha sebagai koas pun selesai, dia akab dikukuhkan menjadi dokter.

Mama dan papa Agatha sudah berada di Jakarta akan melakukan dua hal satu menyaksikan Agatha Anastasya melakukan sumpah janjinya sebagai dokter dan mengantar anaknya pendidikan militer.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!