NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

“Aku sangat mencintai dunia ini, tapi demi dirimu, aku rela menghancurkannya.”

Jaka Utama memejamkan mata, membiarkan ribuan keris sakti menusuk tubuhnya.

Akhirnya, ia mati dengan cara yang sangat mengenaskan.

“Gusti, waktunya bangun untuk lulur pengobatan.”

Suara seorang wanita terdengar di telinganya. Nada dingin itu terasa sangat akrab. Apakah itu Arong yang memanggilku?

Jaka perlahan membuka matanya. Yang terpampang di depan matanya adalah sebuah kamar joglo kuno yang harum kayu cendana. Di sana juga berdiri asisten pribadinya, Naningsih.

Naningsih mengenakan kebaya longgar dan kain jarik berwarna ungu tua. Rambut panjangnya yang sedikit berantakan terurai santai di pinggangnya saat dia menatap Jaka dengan wajah tanpa ekspresi. Keakraban suasana ini membuat Jaka tersentak.

Belum lulus juga? Reinkarnasi lagi? Sialan, sistem asu!

Dia mengumpat dalam hati sebelum duduk dan memberi instruksi kepada Naningsih.

“Ningsih, siapkan air lulur pengobatannya.”

“Inggih.”

Setelah Naningsih pergi, Jaka langsung memanggil sistem di dalam kepalanya.

“Sistem, jelaskan apa yang terjadi! Bukankah aku sudah menyelesaikan plot novelnya? Kenapa ini belum berakhir? Aku butuh penjelasan!.

[Tuan, saya mohon maaf.]

[Tetapi Anda, sebagai tokoh antagonis, telah mengubah kepribadian pahlawan wanita karena kalimat terakhir Anda sebelum mati.

Hal itu menyebabkannya jatuh cinta kepada Anda, yang kemudian membuatnya membunuh sang pahlawan utama (protagonis).]

[Jadi, karena sang pahlawan mati di tangan pasangannya sendiri, itu tidak dihitung sebagai kelulusan bagi Anda.]

Sialan, novel sampah ini benar-benar gila! batin Jaka. Pemeran utama wanita jatuh cinta padaku cuma karena kata-kata terakhirku? Aku ini penjahatnya! Bukannya cinta sama si jagoan, dia malah cinta sama bajingan sepertiku? Sampai membunuh jagoannya pula? Benar-benar cerita kacau.

Novel ini berjudul “Harem Para Pendekar Dewa”. Protagonisnya memiliki garis tangan luar biasa dan keberuntungan tanpa batas. Dia mengumpulkan banyak wanita cantik, akhirnya menjadi pendekar nomor satu, dan menyelamatkan dunia.

Di awal cerita, si protagonis bertemu dengan wanita utama, Ratna Menur. Si protagonis langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kemudian, pada pesta ulang tahun Ratna, si protagonis membela wanita itu dan membantunya membatalkan pertunangan.

Dan Jaka Utama adalah tunangan jahat yang dikhianati dan dipermalukan. Konflik dimulai dari sana. Protagonis novel ini bernama Langgeng Sakti, tipe orang yang suka menyembunyikan kesaktian dan menang melawan musuh yang jauh lebih kuat—istilahnya "kura-kura dalam perahu", pura-pura lemah padahal sakti mandraguna.

“Sistem, aku sudah reinkarnasi puluhan kali, aku hampir gila. Aku benar-benar tidak ingin lanjut,” keluh Jaka. “Berikan aku 'aji-aji' atau kekuatan khusus, dan aku akan pastikan reinkarnasi ini menjadi yang terakhir.”

[Izinkan sistem melakukan kalkulasi...]

“Tidak usah pakai kalkulasi! Apa kau mau aku berlutut seperti budak dan mengejar-ngejar pahlawan wanita itu puluhan kali lagi? Kau tahu rasanya ditolak dan dipermalukan di depan orang banyak? Tahu tidak?!”

[Baiklah. Sistem akan memberi Anda kekuatan khusus: Sebuah Buku Harian.]

“Nah, begitu dong.”

[Tuan hanya perlu menulis buku harian yang berkaitan dengan alur cerita setiap hari untuk mendapatkan imbalan. Setelah berhasil melewati semua level, Tuan bisa kembali ke dunia nyata dengan membawa semua imbalan tersebut dan boleh memilih satu karakter dari novel ini untuk ikut serta.]

[Peringatan: Karena Tuan sudah mendapatkan kekuatan khusus, ini akan menjadi kesempatan terakhir dari seratus reinkarnasi Anda. Semoga beruntung, selamat tinggal.]

Dapat hadiah cuma karena nulis buku harian? Lumayan juga, pikir Jaka.

Ia berjalan ke meja kayu jati dan duduk. Dengan satu kekuatan pikiran, ia mencoba memanggil buku tersebut. Seketika, sebuah buku tulis kuno muncul di depannya. Jaka mulai menggerakkan jemarinya di atas kertas. Mari kita coba.

[5 Maret, Cuaca Cerah.]

[Aku benar-benar emosi sekarang. Sudah lebih dari tujuh puluh kali aku mengulang hidup, dan sistem keparat itu terus cari alasan supaya aku tidak lulus. Sengaja banget kan? Tapi untungnya, aku sudah hafal luar kepala plot ceritanya. Jadi meskipun ini kesempatan terakhir, aku yakin 100% bakal menang, apalagi sekarang aku punya buku sakti ini.]

[Ngomong-ngomong, alur utama pertamanya apa ya? Oh, aku ingat. Malam ini di pesta ulang tahun Ratna Menur, aku bakal diputusin dan pertunanganku dibatalkan secara sepihak. Cih, siapa juga yang suka sama Ratna? Dia itu cuma bocah manja yang sok pemberontak. Apa sih kelebihannya selain kaya, cantik, dan anak penguasa kota (Bupati)? Aku tidak sudi meski dikasih gratis!]

[Sebagai pemimpin Padepokan Tanpa Beban, aku ini pria perkasa, tampan, dan kaya raya. Wanita mana yang tidak mau? Kenapa aku harus jadi 'pemuja rahasia' dia? Bukankah si Ningsih yang badannya lebih berisi itu jauh lebih oke?]

[Orang-orang di dunia ini memang aneh. Bicara soal Naningsih, dia itu asisten pribadiku, sakti, cantik, dan punya bentuk tubuh yang luar biasa. Tapi ya itu, rambutnya berantakan dan seleranya payah. Dia selalu pakai kebaya ungu kedodoran dengan celana panjang di dalamnya, sepatunya juga jadul banget, malah kelihatan seperti terong ungu yang layu. Jelek banget! Benar-benar jelek sekali...]

Setelah menulis panjang lebar, Jaka merasa beban pikirannya berkurang drastis. Ternyata curhat di buku harian itu sehat untuk jiwa. Ia pun menutup bukunya. Dengan satu pikiran, buku itu menghilang, dan dengan pikiran lain, buku itu muncul kembali.

“Mantap, sistem ini lumayan berguna juga.”

Namun, yang tidak diketahui Jaka adalah saat itu juga, isi buku harian yang baru saja ia tulis tersalin secara gaib dan muncul di hadapan beberapa wanita terpilih di dunia itu.

Di Ruang Pemandian...

Uap panas mengepul dan aroma jamu-jamuan tercium tajam. Naningsih melemparkan segenggam akar wangi terakhir ke dalam bak mandi kayu. Saat bersiap memanggil Jaka untuk mandi lulur, sebuah buku harian transparan tiba-tiba melayang di depan matanya.

“Siapa itu?!”

Mengira ada serangan dari musuh atau penyusup, Naningsih segera melepaskan energi tenaga dalam yang kuat. Aura tak terlihat membungkus tubuhnya, membuat kebaya ungu longgarnya berkibar hebat.

Benar-benar mirip terong ungu yang besar.

Setelah waspada cukup lama dan memastikan tidak ada bahaya, ia mengatur napasnya kembali. Matanya tertuju pada buku yang melayang itu.

“Buku Harian Pribadi Jaka Utama?”

Karena penasaran, ia membukanya dan membaca isinya.

“Pertunangan batal... lalu... pakaianku jelek?”

“Seperti terong ungu yang layu?”

“Jelek sekali?”

Tatapan Naningsih mendadak dingin dan membeku.

Jaka Utama! Jangan pikir aku tidak berani menghajarmu hanya karena aku ini asistenmu!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!