NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 2

Kota Batu Putih (White Stone City) - Kediaman Klan Mu.

Malam telah larut, namun lentera-lentera batu roh di kediaman Klan Mu menyala terang, mengusir kegelapan.

Di aula utama yang megah, Shen Yu duduk di kursi tamu kehormatan. Di tangannya, dia memegang cangkir teh giok, namun pikirannya berkelana jauh, memilah ribuan keping ingatan yang baru saja dia rampas dari jiwa pemimpin bandit tadi siang.

Dari ingatan itu, dia mengetahui struktur dunia ini.

Benua Roh Abadi terbagi menjadi lima wilayah besar. Mereka saat ini berada di Wilayah Gersang Selatan, tempat yang dianggap "pinggiran" dan terbelakang dibandingkan Wilayah Tengah.

Meski disebut "terbelakang", standar kekuatan di sini jauh melampaui dunia asal mereka.

Kultivator Pemurnian Qi (Qi Condensation) hanyalah rakyat jelata.

Pembentukan Pondasi (Foundation Establishment) adalah prajurit biasa.

Inti Emas (Golden Core) adalah elit atau tetua sekte kecil.

Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) adalah Patriark atau Penguasa Kota.

Transformasi Dewa (Soul Transformation) adalah legenda tua yang jarang terlihat, biasanya menjadi Leluhur Agung di Sekte Besar.

"Tuan Shen," suara lembut Mu Qingyu memecah lamunan Shen Yu.

Gadis itu menuangkan teh baru. Wajahnya masih menyiratkan rasa hormat dan takut. Dia tahu, pemuda tampan di depannya ini adalah seorang ahli ranah Jiwa Baru Lahir Puncak (Nascent Soul Peak) sosok yang bisa meratakan kota ini dengan satu lambaian tangan jika dia mau.

"Anda bertanya tentang peta kekuatan," kata Mu Qingyu hati-hati. "Di Wilayah Selatan ini, ada tiga raksasa yang menguasai segalanya."

"Pertama, Sekte Pedang Langit (Heavenly Sword Sect). Mereka adalah pemimpin Jalur Lurus, sangat sombong dan kuat dalam serangan ofensif."

"Kedua, Lembah Ratusan Racun (Hundred Poison Valley). Mereka Jalur Sesat, licik, dan ahli dalam pembunuhan massal."

"Ketiga, Kuil Buddha Vajra. Para biksu petapa yang melatih tubuh fisik hingga sekeras emas. Mereka netral, tapi jangan pernah menyinggung mereka."

Shen Yu mengangguk pelan. "Dan 'Makam' yang kau sebutkan di hutan tadi?"

Wajah Mu Qingyu menjadi serius.

"Itu adalah Makam Dewa Kuno. Menurut legenda, itu adalah tempat peristirahatan seorang ahli ranah Ascendant (Tingkat 6) yang gugur sepuluh ribu tahun lalu dalam Perang Besar."

"Makam itu hanya terbuka setiap tiga ratus tahun sekali. Di dalamnya terdapat Artefak Abadi, Obat Roh Zaman Dulu, dan warisan teknik tingkat tinggi."

"Tiga hari lagi, segel makam akan melemah. Seluruh jenius dari Tiga Sekte Besar sedang berkumpul menuju Pegunungan Kabut Ungu untuk memperebutkan isinya."

Mata Ye Qing yang sedari tadi memeluk peti pedangnya di sudut ruangan, tiba-tiba terbuka.

"Ahli ranah Ascendant..." gumam Ye Qing. "Mungkin ada pedang bagus di sana."

Shen Yu tersenyum tipis. "Bukan hanya pedang. Tapi juga peluang bagi kita untuk mendirikan pondasi di dunia ini."

Namun, pembicaraan mereka terputus.

Long Tu, yang sedang menjaga pintu luar, tiba-tiba menggeram rendah. Sisik di lehernya berdiri.

"Ada yang datang," kata Long Tu. "Tajam. Sangat tajam."

ZIIIIING!

Suara desingan benda membelah udara terdengar dari langit di atas kediaman Klan Mu.

Tekanan spiritual yang kuat setingkat Jiwa Baru Lahir Menengah turun menekan seluruh area itu. Para pelayan Klan Mu yang lemah langsung jatuh berlutut, wajah mereka pucat pasi.

"Siapa yang berani menekan Klan Mu?!" teriak Patriark Klan Mu (ayah Qingyu), seorang pria paruh baya ranah Inti Emas Puncak, berlari keluar dengan gemetar.

Dari langit malam, sebuah pedang raksasa sepanjang sepuluh meter yang bersinar biru mendarat perlahan di halaman depan.

Di atas pedang itu, berdiri seorang pemuda berjubah biru laut dengan sulaman awan perak. Wajahnya tampan luar biasa, namun matanya sedingin es. Di punggungnya, melayang tujuh bilah pedang kecil yang membentuk formasi kipas.

Xiao Lang (Pangeran Pedang). Murid Utama Sekte Pedang Langit. Ranah: Jiwa Baru Lahir Menengah.

Xiao Lang tidak turun dari pedangnya. Dia menatap rendah ke arah Patriark Klan Mu.

"Klan Mu," suaranya bergema merdu namun angkuh. "Kalian terlambat menyerahkan upeti Buah Roh Sembilan Kelopak. Apakah kalian ingin Sekte Pedang Langit menghapus nama kalian dari peta?"

Mu Qingyu berlari keluar, berlutut. "Tuan Muda Xiao! Mohon ampun! Kami diserang oleh Sekte Kalajengking Darah di jalan! Buah itu hampir hilang, tapi..."

"Aku tidak butuh alasan," potong Xiao Lang dingin. "Jalan kultivasi tidak menerima alasan. Serahkan buahnya sekarang, atau kutebas leher ayahmu sebagai ganti rugi."

Xiao Lang mengangkat dua jarinya. Qi pedang biru memadat, siap meluncur memenggal kepala Patriark Mu.

Mu Qingyu menangis putus asa.

Namun, sebelum Qi pedang itu lepas...

"Hentikan pameran itu. Kau menyilaukan mataku."

Suara malas terdengar dari pintu aula utama.

Xiao Lang menoleh tajam.

Ye Qing berjalan keluar sambil menguap, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Peti pedang hitam besar masih terikat di punggungnya.

"Siapa kau?" mata Xiao Lang menyipit. Dia bisa merasakan bahwa pemuda di depannya ini memiliki kultivasi yang setara dengannya sesuatu yang sangat langka di kalangan kultivator seusia mereka di wilayah ini.

"Hanya seorang pengembara yang numpang minum teh," jawab Ye Qing santai.

Namun, Xiao Lang merasakan sesuatu yang lain.

Tujuh pedang di punggungnya tiba-tiba bergetar gelisah. Mereka berbunyi cring-cring, seolah bertemu dengan predator alaminya.

"Pedangku... takut?" batin Xiao Lang terkejut. "Tidak mungkin. Pedangku ditempa dari Baja Roh Langit. Hanya pedang tingkat artefak kuno yang bisa..."

Xiao Lang menatap peti hitam di punggung Ye Qing.

"Kau pengguna pedang," simpul Xiao Lang. "Kultivator Liar?"

"Bisa dibilang begitu."

"Bagus. Aku sedang bosan menunggu Makam Dewa terbuka."

Xiao Lang melompat turun dari pedang raksasanya. Pedang raksasa itu menyusut menjadi ukuran normal dan melayang ke tangannya.

"Namaku Xiao Lang. Ingat nama ini saat kau kalah."

"Ye Qing," balas Ye Qing pendek.

Tanpa aba-aba, Xiao Lang menyerang.

"Seni Pedang Langit: Tusukan Awan Biru!"

Tubuh Xiao Lang berubah menjadi kilatan cahaya biru. Dia menusuk lurus ke jantung Ye Qing. Kecepatannya begitu tinggi hingga menciptakan ledakan kecil boom yang menghancurkan jendela di sekitar halaman.

Ye Qing tidak mencabut pedang dari petinya.

Dia hanya memutar tubuhnya sedikit ke samping, membiarkan tusukan itu lewat satu inci dari dadanya.

Lalu, Ye Qing menggunakan peti pedangnya (yang masih di punggung) untuk menghantam balik. Dia memutar bahunya.

BAM!

Sudut peti pedang yang keras menghantam dada Xiao Lang.

Xiao Lang terpental mundur sepuluh langkah, kakinya menyeret tanah hingga meninggalkan parit.

"Kau menggunakan peti pedang sebagai tameng?!" Xiao Lang merasa dihina. "Cabut pedangmu!"

Ye Qing menepuk petinya. "Dia sedang tidur. Kalau dia bangun, kau bisa mati. Kau yakin?"

Wajah Xiao Lang memerah karena marah. Harga dirinya sebagai jenius nomor satu Wilayah Selatan terusik.

"Sombong! Terimalah teknik terkuatku!"

Tujuh pedang di punggung Xiao Lang melesat keluar, bergabung dengan pedang utamanya.

"Formasi Pedang: Delapan Naga Lautan!"

Qi biru meledak membentuk delapan naga air yang menderu, mengepung Ye Qing dari segala arah. Tekanan Jiwa Baru Lahir Menengah meledak penuh.

Ye Qing menghela napas. Dia meletakkan tangannya di gagang peti.

"Sepertinya harus sedikit serius."

KLIK.

Tutup peti terbuka sedikit. Hanya satu inci.

Namun, dari celah satu inci itu, seberkas cahaya perak yang menyilaukan dan dingin melesat keluar.

Itu adalah Niat Pedang Bintang (Star Sword Intent).

Ye Qing tidak perlu menghunus pedang. Niat pedangnya saja sudah bermanifestasi menjadi fisik.

Cahaya perak itu menyapu memutar.

SLASH!

Delapan naga air milik Xiao Lang terpotong rapi menjadi enam belas bagian, lalu buyar menjadi uap air.

Gelombang kejutnya melemparkan Xiao Lang menabrak dinding batu pagar hingga runtuh.

Hening.

Seluruh anggota Klan Mu menahan napas. Pangeran Pedang yang tak terkalahkan... dikalahkan dalam satu jurus tanpa lawan menghunus pedang?

Xiao Lang bangkit dari reruntuhan. Jubahnya kotor, darah menetes dari sudut bibirnya. Dia menatap Ye Qing dengan tatapan yang sulit diartikan: campuran antara kemarahan, rasa malu, dan... kekaguman fanatik.

"Niat Pedang tingkat Manifestasi..." bisik Xiao Lang. "Di usia semuda ini?"

Dia menyimpan kembali pedangnya. Dia tahu, jika dilanjutkan, dia akan mati.

"Ye Qing," kata Xiao Lang serius. "Aku akui kekalahanku hari ini. Tapi di dalam Makam Dewa nanti... aku akan membalasnya."

Xiao Lang mengeluarkan sebuah token giok dan melemparkannya ke arah Ye Qing. Ye Qing menangkapnya.

"Itu token akses VIP ke Kota Perdagangan di kaki pegunungan. Datanglah ke sana. Kompetisi sebenarnya baru dimulai."

Xiao Lang melompat ke pedang terbangnya dan melesat pergi ke langit malam, meninggalkan Klan Mu yang masih terpaku.

Ye Qing menimang token itu, lalu menutup kembali peti pedangnya.

"Orang yang aneh. Sombong tapi adil," komentar Ye Qing.

Shen Yu berjalan keluar dari aula, bertepuk tangan pelan.

"Pertunjukan yang bagus, Ye Qing."

Namun, mata Shen Yu tidak tertuju pada token itu. Matanya menatap ke arah langit tempat Xiao Lang menghilang.

Tadi, saat Xiao Lang mengerahkan kekuatan penuhnya, Giok Retak di dalam jiwa Shen Yu berdenyut. Bukan karena Xiao Lang, tapi karena sesuatu yang Xiao Lang bawa.

"Kalung yang dia pakai..." bisik Shen Yu pada Su Ling.

Su Ling mengangguk, matanya bersinar ungu. "Aku melihatnya. Di dalam kalung itu, tersembunyi pecahan energi kuno. Energi yang sama dengan tangan kirimu."

"Salah satu kunci Makam Dewa itu..." Shen Yu menyeringai tipis, senyum yang membuat udara di sekitarnya menjadi dingin.

"...Adalah potongan lain dari warisan Iblis."

"Sepertinya kita memang harus mengunjungi makam itu."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!