NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak di lamar.

Seorang gadis, dengan riang gembira berjalan sembari berloncatan di jalan. Dengan seragam tercintanya, sembari menyanyikan lagu lucu milik gadis kecil bernama Inu No Omawari San.

"Maigo no maigo no koneko-chan

Anata no ouchi wa dokodesu ka

Ouchi o kiite mo wakaranai

Namae o kiite mo wakaranai."

Begitu ceria, hingga terhenti karena melihat barisan mobil terparkir di depan rumahnya.

"Waduh, siapa itu? Kok, ada mobil sama Bapak-bapak pake jas item?" tanya Ais, yang berhenti diujung jalan.

"Apa, Mama mau di lamar Bosnya? Atau, itu orang-orang yang nagih utang? Terus, Aku mau di jadiin sebagai tebusan, begitu?" gerutunya.

Ia pun berbelok arah, menyusuri jalanan sempit yang tembus ke daerah belakang rumahnya. Mengendap-endap, lalu duduk di pojokan dapur mendengar percakapan mereka.

"Kalian, utusan Tama?" tanya Mama Linda.

"Ya... Saya rasa, Nyonya sudah tahu apa tujuan kami. Tuan Tama, hanya mau memenuhi janjinya pada kelurga kalian." jawab Pak Wil.

"Anak saya masih sekolah. Masih SMA."

"Kami tahu, bahkan dia nyaris di skors gara-gara kenakalannya. Seupuluh kali keluar masuk sekolah, dan suka berkelahi dengan teman-temannya."

"Sedetail itu, kalian mencari berita? Apalagi?" tanya Bu Linda, menantang info dari mereka.

"Tuan tama sakit. Dalam fikirannya saat ini adalah, memenuhi janjinya pada sang sahabat." jelas Pak Wil.

Dua puluh tujuh tahun yang lalu, Tuan Tama dan sahabatnya pernah berjanji. Mereka akan menikahkan anak-anak mereka jika telah tiba waktunya. Dan kini, Tuan Tama yang takut jika dapat memenuhi janjinya tepat waktu.

Pyarrrrr! Sebuah benda kaca jatuh dan pecah. Terdengar jelas, meski bunyinya dari dapur.

"Ais dibelakang?" panggil Mama Linda.

"Iya, Ma. Maaf, Ais lewat belakang." ucapnya.

Ia pun keluar dengan perlahan, menemui sang Mama yang tengah bersama rombongan berjas hitam.

"Ini Aishwa?" tanya Pak Wil dengan ramah.

"Iya, saya Ais." jawab gadis itu dengan sopan.

Pak Wil tersenyum, gadis kecil itu telah mencuri hatinya. Tapi, membuat Ais takut dan berburuk sangka.

"Apa, Bapak yang mau lamar Ais?" tanya nya.

"Ya, saya datang untuk lamar kamu."

"Mama punya hutang? Kenapa Ais yang harus menikahi Bapak tua ini?" tanya Ais pada sang Mama.

Semua lantas tertawa terbahak-bahak, mendengar celoteh gadis manis yang telah salah faham itu.

"Ais, saya melamar kamu, untuk Tuan saya. Dia, yang nanti akan menikahi kamu."

"Tuan, masih muda? Tapi, Ais masih remaja."

"Semua bisa di atur, asalkan kamu bersedia. Itu, adalah perjanjian Papa mu dan Tuan Tama. Beliau kini sedang terbaring di Rumah Sakit karena serangan jantung." jawab Pak Wil.

Ais hanya bisa menatap Mamanya, tatapan mata itu penuh tanya. Sang Mama hanya bisa diam, entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini. Ia ingin memenuhi permintaan sang suami, karena Ia tahu perihal janji tersebut. Di satu sisi, Ia tak tega melihat anaknya menikah di usia belia. Bahkan, belum lulus dari sekolahnya.

"Ais ganti baju dulu, yang rapi. Kita akan jenguk Om Tama. Calon mertuamu." jawab Mama Linda.

Dengan ucapan itu, Ais langsung faham. Jika, Mama nya akan memberikan Ais pada keluarga itu untuk di nikahkan dengan sang Tuan muda.

"Ais tahu, Ais nakal. Ais berandal, Ais merepotkan Mama. Tapi, jangan dengan menikah, Ma. Ais belum siap." rengeknya.

"Ikuti kata Mama, Ais. Gantilah pakaianmu." pinta sang mama, lagi.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!