NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Kenyataannya yang Menyakitkan

"Aunty Nuah mana?" tanya Elyra lirih. Leon menelan salivanya sendiri, menatap pemandangan langka itu.

"Di bawah, biar aku yang bantu ya?" Leon melepaskan handuk yang melilit di atas kepala Elyra, sangat hati-hati seolah apa yang dia pegang adalah sebuah benda yang akan pecah.

"Biar Aunty Nuah aja, please." Elyra menghentikan tindakan Leon. Leon menghela napas kasar.

"Kenapa?" Dengan keberanian tingkat dewa, Leon memeluk Elyra.

"Jangan memukulku, tanganmu masih sakit." Leon terkekeh melihat wajah Elyra memerah, pipinya sangat manis hingga membuat Leon sendiri sulit menahan dirinya untuk tidak menggigit pipi itu.

"Panggil Aunty Nuah, aku harus pakai bajunya sama dia." Kekeh Elyra. Leon tersenyum, memakaikan kaosnya pada Elyra dengan hati-hati.

"Nih, masukin. Aku menghadap belakang." Leon membuka kolornya. Elyra mengintip ke arah mata Leon yang tertutup dan mengenakan celana itu.

"Sudah," ucap Elyra. Leon membalikkan tubuhnya dan menarik handuk yang masih melilit di bagian dalam baju Elyra.

"Astaga," kini giliran Leon yang shock. Bukit Elyra tercetak di baju itu, bahkan ukurannya nampak dua kali lebih besar dari yang tadi, rambut basah dan wajah malu Elyra.

 Pemandangan macam apa itu? Leon sendiri sampai tak dapat memberikan kata-kata mutiara untuk keindahan yang kini dinikmati oleh matanya.

Leon menarik selimut dari kasur di dekatnya, dia menatap tangan Elyra yang masih diperban sekilas.

"Angkat tangannya!" perintah Leon. Elyra mengangkat tangannya menurut. Leon melingkarkan selimut itu di badan Elyra hingga bentuk tubuh dan badan Elyra tak lagi terlihat jelas oleh dirinya.

"Itu sangat berbahaya," ungkap Leon. Bila saja dia tak sanggup menahan hasratnya sendiri, tentulah Elyra sudah menjadi santapannya kala itu.

"Aku mau ketemu Aunty Nuah," lirih lagi Elyra. Leon mengangkat tubuh Elyra dan membawanya keluar dari kamar itu. Tamam dan Nuah yang melihat itu saling bersitatap bingung.

"Kenapa jadi kepompong begini?" tanya Nuah sambil menahan tawanya sendiri.

"Jangan dibuka, itu berbahaya." Leon mendudukkan Elyra di sampingnya.

"Kamu sudah aman sekarang, bila perlu aku akan mengambil surat adopsi atas nama keluargaku. Mereka cukup berbinar melihat uang, cukup serakah untuk ukuran manusia. Dan bila kamu mau, aku akan bantu semua proses." Tamam menyerahkan sebuah kertas, membiarkannya di atas meja.

Sebuah kartu keluarga dengan banyak nama, sebuah alamat yang ditujukan di tempat dia ada saat ini, dan dengan wali yang berubah menjadi Ghiffari.

"Kamu jadi adik bungsu kami sekarang," tutur Tamam. Nuah mengangguk dan memeluk suaminya, bangga melihat tindakan cepat yang dilakukan Tamam.

"Hiks... Kak..." tangis Elyra pecah. Suasana haru tercipta, Leon memeluk Elyra lembut, menepuk puncak kepalanya dan beberapa kali mengecupnya lembut.

"Jadi, mulai sekarang kamu menjadi bagian dari keluarga Ghiffari," tutur Nuah. Semuanya berjalan terlalu cepat bagi Elyra. Hal yang dulu sangat dia inginkan, keluar dari keluarga itu. Namun dengan berbagai alasan pengajuannya selalu gagal, entah karena alasan Elyra belum cukup usia atau bahkan tak ada wali yang ingin menggantikan ayahnya.

"Ini masih kartu keluarga sementara, yang asli masih diproses di pengadilan. Dan ini kartu identitas kamu yang baru." Tamam menyerahkan kartu identitas Elyra, kartu yang baru dia dapatkan sekitar tiga bulan lalu dan mungkin saat ini kartu yang dulu sudah hangus di kosannya.

"Jadi, sekarang dia adikku, Leon. Dia berhak memilih tinggal di mana. Aku tidak yakin dengan kepribadian yang kamu miliki. Jadi sebagai kakak, aku akan membawa Elyra untuk tinggal bersama keluargaku." Tamam menyeringai. Leon memeluk erat Elyra.

"Gak boleh! Enak aja mau culik istri orang!" bentak Leon. Seketika sunyi hingga tawa keras terdengar dari bibir Tamam.

"Hahaha, sejak kapan? Hahaha.." tawanya pecah. Elyra menatap Leon canggung.

"Dia milikku, kamu sebagai kakak ipar jangan mempersulit!" tegas lagi Leon. Tamam menggelengkan kepalanya.

"Leon, kamu memang sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia sekarang. Tapi, banyak hal yang membuat kalian tidak mungkin bersama. Aku mengatakan ini lebih awal, agar kalian tidak semakin terjatuh di masa depan." Tamam duduk santai, berhenti tertawa dan mulai berucap dengan serius.

"Kalian memiliki kepercayaan yang berbeda, ayahmu juga tidak akan setuju, dan tekanan besar akan diterima Elyra di masa depan. Wanitamu banyak dan Elyra adalah gadis polos, Leon. Kamu juga sudah terlalu tua untuknya." Satu demi satu untaian kejam dilayangkan oleh Tamam, jelas itu seperti belati yang menyayat hati Leon dan tentu saja hati Elyra juga.

"Jadi kesimpulannya, kalian tidak mungkin bersama. Meski cinta tak pandang usia, tak pandang kepercayaan, tapi hal yang kalian hadapi terlalu sulit. Dibandingkan kalian hancur, kalian lebih baik lupakan saja tentang cinta itu dan hidup dengan baik." Tambah lagi Tamam. Kini Elyra menunduk. Lamunannya sangat dalam, hatinya sangat sakit.

Leon menjadi sandarannya sekarang. Dia tidak mau berpisah, dia tidak bisa melupakan perasaannya. Dia terlalu tak bisa bila harus berpisah dari Leon, itu terlalu sulit.

"Kenapa?" gumam Elyra. Tubuhnya dirasakan Leon bergetar. Leon yang bahkan tak memikirkan semua itu terkejut dengan sikap Elyra.

"Kita melakukan ini demi kebaikanmu sendiri, Elyra," tambah Nuah. Elyra mengangguk dan mengangkat wajahnya yang memerah. Menahan tangisnya, menahan rasa sakitnya, dan menahan semuanya.

"Aku mencintainya, aku bisa melakukan apa pun meski itu menentang hukum alam sekalipun." Kekeh Leon. Elyra menggelengkan kepalanya. Bukan sekadar Elyra kini yang akan tertekan, namun tekanan lebih besar justru akan dipikul Leon.

Mereka bersama bukan jalan yang terbaik, dan apa yang dikatakan Nuah dan Tamam memang benar. Mereka tidak harus bersama, mereka tak mungkin bersama, dan setelah bosan Leon juga akan membuangnya.

 Sebelum semua itu terjadi, Elyra akan memilih pergi sebelum semuanya terlanjur.

Cinta yang masih kecil dan baru tumbuh di hatinya itu masih bisa Elyra hentikan, Elyra sangat yakin. Dia yakin dapat melupakan Leon, Elyra sangat yakin. Tapi entahlah, matanya kian panas kini, wajahnya kian tak enak, dan hatinya semakin sakit.

"Hei Leon, Elyra sekarang jadi saudaraku, kan?" Ziyan masuk ke rumah itu bersama sang istri.

"Ayo pulang!" ajak Ziyan. Nuah mengangguk membantu Elyra berdiri bersama Sofia. Mereka pergi dari sana. Leon merasakan dadanya sesak seketika, kepalanya bahkan serasa akan pecah dan hatinya terasa amat sakit.

"Ini demi kebaikan kalian." Tamam menepuk pundak Leon. Leon mengepalkan tangannya sendiri.

"Haaa!" Leon menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Ini pertama kalinya dia merasa berat dan bebannya teramat sulit. Leon kembali mengepalkan tangannya sendiri.

"Aku tidak bisa begini, aku tidak bisa!" ungkap Leon. Dia tidak akan pernah melepaskan Elyra, ini kenyataan yang sungguh menyakitkan.

Leonard Attahaya

Ih jelek kamu bro😗 untung gak ada yang baca ni novel🤣

Kalo kamu tanya, sengaja ya pilih fotonya yang ini, Lixx akan jawab "Mang iya😆"

Puas aku menjadi manusia julid

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!