NovelToon NovelToon
BAGAI MUSAFIR

BAGAI MUSAFIR

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.8k
Nilai: 3
Nama Author: Gubahan Z

tak peduli seberapa jauh dirinya diasingkan, tak peduli seberapa hina dirinya dikucilkan. fasalnya keyakinan tetaplah sama nasywa. aku adalah aku...

teruslah melangkah kedepan, meskipun orang yang kau anggap sebagai kekasih hayalan telah selamanya menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gubahan Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Genk sultan

Tok!!

Tok!!

tok!!

Senior rohis mengetuk pintu seperti biasa di pagi hari dengan perasaan marah dan kecewa, karena kali ini Genk sultan bukan hanya melakukan kesalahan tidur setelah sholat shubuh, akan tetapi juga melakukan pengoperasian JB dimalam hari. Jelas pula bahwa menjual beras pada orang itu sangat melanggar peraturan pesantren, bukannya di masak untuk keperluan konsumsi sehari-hari selama di pesantren tapi malah di jual dengan orang yang belum tentu membutuhkan. Sontak hal itu membuat geger para santriawan lainnya yang mendengar aksi mereka pada saat pagi tadi, yang diketahui betul dengan barang-barang bukti ples saksi mata dari salah satu tangan kanan rohis yang sengaja dirinya memperhatikan dari kejauhan tadi malam.

Dan lagi bukan hanya sekali dua kali, Genk sultan memang sering melakukannya sebagai tradisi penerus dari apa yang santri-santri dahulu lakukan sebelum mereka, padahal tadi malam Genk sultan melakukan pekerjaannya dengan sangat kompak dan penuh kerja sama antar tim, namun hanya tinggal satu kesalahan saja yang kurang mereka perhatikan, yakni tidak mewaspadai suasana disekitar mereka sehingga malah berujung sia-sia.

"Mereka harus dihukum," usul Bang–ke, resah akan kelakukan mereka yang semakin menjadi-jadi saja setiap harinya, bahkan hari ini adalah hari dimana mereka melakukan kenakalan yang ke 156 kalinya dalam jangka waktu kurang lebih dari tiga bulan.

"Dasar Genk sultan...

Buruan bangun udah siang!" tegas rohis mencoba membangunkan secara paksa dan kejam. Maklum di saat sedang marah Abdul adudul akan berubah menjadi orang yang paling kejam kepada siapa saja tanpa pandang bulu.

"Iya ganteng." kata Zim yang masih setengah sadar.

"Genk sultan cepat kalian bersihkan kandang ayam dan potong semua rumput menggunakan silet diseluruh sekitar sudut halaman masjid dan pesantren!!!" tegasnya hingga membangunkan keempat anggota Genk sultan sekaligus.

"Baik!" serentak keempat anggota Genk sultan menjawab dengan kompak lalu berlalu pergi dari kamarnya cepat.

Cih hukuman lagi. pikir Zim yang sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari sang rohis, meskipun hukumannya itu berat sekalipun. Tak ada hari tanpa hukuman itu lah Genk sultan, selalu tidak pernah merasa kapok akan kenakalan apapun yang mereka lakukan.

Inget kata-kata yang pernah Rinto ucapkan dulu sebelum menjadi bagian dari para anggota Genk sultan, yakni seseorang tanpa kenakalan maka hidupnya akan bergelimang kehampaan tiada tara tanpa mengenal suatu alur cerita.

.

.

.

.

.

Di tengah-tengah panasnya mata hari bolong, para anggota Genk sultan membersihkan setiap pekarangan pesantren tanpa mengenakan sehelai pakaian, sehingga terlihat tubuh kekar para anggota Genk sultan yang menjadi pusat perhatian para santriawati lainnya yang sengaja melihat mereka melalu celah-celah lubang jendela.

Bukannya merasa malu, melainkan malah memamerkan semua otot-otot mereka yang semakin menonjol dihadapan para santriawati secara terang-terangan, sementara dilain sisi, Bu ustadzah langsung menghampirinya cepat sambil mengokang sebilah bambu ditangan kanannya dengan erat serta bersiap memukul pantat mereka satu persatu, karena sudah berani mendekati para santrinya secara terang-terangan.

"AW!

Ampun Bu ustadzah kami semua hilaf!" kata keempat anggota Genk sultan sambil bertekuk lutut dihadapan Bu ustadzah untuk memohon maaf sebesar-besarnya meskipun harus terpaksa menahan malu ditertawakan oleh para santriawati lainnya yang tengah memperhatikan mereka.

"Cepat kembali ke kamar masing-masing!!" tegas Bu ustadzah yang tidak bisa lagi menahan amarahnya.

"Baik Bu."

1
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Moh Rusno
lanjuuuuut
Qirana
Lanjut Lagi
💗💗💗💗💗🌷🌷🌷🌷
Qirana
Keren Thor 💕💕💕💕💕💕
Qirana
7in1
Semangat
💜💜💜💜💜💜
Dania
Hahaha, ngakak deh bang Ke
Dania
Author ga di gc lagi ya
Dirimu tak pernah nongol saat itu
Dania
Nyusul dukungan
dirimu kemana Thor
syafakhaira
ayolah lanjut, masa udah tamat sih 🤔 blm kan , maaf blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
syafakhaira
udah tamat ya, aku blm sempet baca
Muti☑️: Jangan lupa liat cerpen aku yang terakhir ya kak yang judulnya satu amin dua iman
total 1 replies
Off dulu 3 hari
like harian datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung
my angels🤟
ceritanya kayak anjing
my angels🤟
aq kangen bgt ma km bee
💫✰✭ᵀᵀ°𝓔𝓵𝓪 𝓐𝓻𓅓 𝓝𝓛✰✭🌹
aku mampir kk.... ceritanya bagus
pemimpi
Namanya kok gitu banget othor ...

Bank ke 🤣🤣🤣
Babyba
semangat kakkk
Andremardi
sangat mnyntuh..
nickname
like🔥✌️✌️✌️
αιиυи мαя∂ιαн
ceritanya bagus ba. tapi kenapa gak dilanjutkan seperti planning yang sempat aba bilang sebelumnya🤣🚴🚴
syafakhaira
jaharaaaa masa cwek itu beban 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!