NovelToon NovelToon
Di Balik Lisa

Di Balik Lisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Romansa / Chicklit / Fantasi Wanita
Popularitas:279
Nilai: 5
Nama Author: k

Kisah hidup seorang wanita dengan dua nama panggilan yang berbeda, yaitu Mona dan Lisa jika Mona adalah seorang wanita dengan beraneka karakter tergantung tugas yang diberikan kepadanya, maka Lisa hanyalah bagian lain dari dirinya yang menampilkan sisi asli dari kepribadiannya.

Armand Ferdinand Rahardja seorang CEO perusahaan besar, tiba tiba saja mengaku jatuh pada pandangan pertama tarhodon terhadap Lisa, yang sebenarnya memiliki maksud tersembunyi terhadap Lisa.

akan seperti apa hubungan mereka terjalin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23.

***

Hari itu Lisa baru selesai fitting baju disebuah bridal shop ternama ibukota bersama calon ibu mertuanya, untungnya disana sudah menyediakan beberapa kebaya pengantin siap pakai, mengingat betapa mepetnya deadline yang dibuat Armand.

"Yang itu langsung packing ya, kalau bisa jangan jual lagi dengan bentuk yang sama, biar ga ada yang nyamain" Pinta Bu Nadia kepada salah seorang karyawan disana.

"Baik bu,kebetulan yang ini limited edition, designernya pas lagi dapat ilham dan langsung dijaitkan hari itu juga, jadi memang cuma satu satunya" Jawab si karyawan.

"Bagus dong kalo gitu, mataku memang ga pernah salah dalam urusan tilai menilai" Ucap Bu Nadia dengan nada jumawa

"Mama ga pilih kebaya juga?" Tanya Lisa pada Bu Nadia yang sedari tadi hanya sibuk memelihkan kebaya pengantin untuknya.

"Kebaya mama udah siap dari kemarin, mama udah call langsung designernya dari pas waktu Armand ngenalin kamu" Jawab Bu Nadia yang masih jumawa dengan kecekatannya.

"Ha ha, gitu ya, syukurlah kalau begitu berarti masalah kebaya sudah selesai kan, kita langsung pulang aja yuk mah!" Ajak Lisa pada bu Nadia karena dia sudah mulai merasa jengah dikelilingi manequen tanpa kepala dibutik tersebut.

"Mama juga udah pegel ini, tapi masih harus ke toko perhiasan beli cincin kawin kalian" Bu Nadia tampak berfikir sejenak, "Oh kamu sama Armand aja perginya, mama ga apa apa pulang sendiri aja"

Bu Nadia merasa bangga pada dirinya yang merasa sudah menjadi orangtua paling pengertian, berbanding terbalik dengan apa yang ada dipikiran Lisa.

Yah mama malah mau enak enakan pulang sendiri

"Armand kan lagi sibuk kerja mah, nanti yang ada aku malah gangguin dia" Lisa mencoba mengelak berharap dia juga bisa ikut pulang.

"Coba kamu telepon dulu, kali aja dia bisa meluangkan waktu sebentar"

Bukannya menelpon Armand, Lisa malah menelpon sang sekretaris teladan.

"Halo, Dean ini aku Lisa" ucap Lisa pada seseorang disebrang telepon

"Ko Dean,loudspeak coba" Ucap Bu Nadia setengah berbisik.

"Iya nona ada apa?" Jawab Dean

"Armand sekarang lagi sibuk ngga? aku mau ngajak dia ketoko perhiasan buat beli cincin kawin, tapi kalau dia sibuk gak apa apa, nanti bisa pesen onlen aja cincinnya"

"Pak Armand sekarang ada di cafe XX sedang..tut tut tut"

Belum juga beres Dean bicara Bu Nadia sudah merebut dan mematikan ponsel Lisa.

"Kenapa dimatiin mah?" Tanya Lisa bingung

"Lama,nanti Armand keburu balik lagi kekantornya, kamu susul aja Armand ke cafe sama mang Eman, biar mama pulang naik taxi" Ucap bu Nadia sambil menarik tangan Lisa menuju pintu keluar butik.

Jarak antara cafe yang disebutkan Dean dan butik tempat Lisa berada tidak terlalu jauh, hanya perlu waktu sekitar sepuluh menit untuk sampai disana.

Setibanya disana,Lisa langsung keluar dari mobil dan segera menuju pintu masuk, Lisa berharap Armand sudah tidak ada di cafe agar dia bisa cepat pulang.

Semenjak kejadian pengeboman yang dilakukan Alex, Lisa selalu merasa tidak nyaman jika berada di luar, dia takut kalau tiba tiba saja dia bertemu kapten jahanam nya,atau orang orang dari markas pusat yang lain.

Keberadaannya sekarang masih harus menjadi rahasia bagi orang orang tersebut, karena Lisa belum tahu siapa saja yang bersekongkol dengan kaptennya.

Lisa meraih gagang pintu cafe, dia mendorongnya perlahan kemudian berjalan mesuk, dia mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan mencacari sosok Armand, tapi dia malah dibuat terkejut dengan penampakan sosok astral yang juga sangat dia hindari.

Bramasta Wiryawan, dasar sial kenapa aku malah bertemu dia disini.

Lisa masih bisa mengenali sosok Bram meskipun sebagian wajah Bram sudah tertutup jus, dia langsung balik arah kembali menuju pintu kali ini untuk keluar dan segera masuk lagi ke dalam mobilnya.

"Tuan Armand sudah ga ada di cafe ya non?" Tanya Mang Eman pada Lisa yang sudah duduk manis di dalam mobil.

"Iya mang, kita kekantornya saja ya"

Lisa masih bisa mengendalikan ekspersinya didepan mang Eman,meskipun sebenarnya hatinya masih belum tenang.

Kenapa juga aku harus takut kalau bertemu Bram ya, dia kan tidak mengenal wajah asliku.

Lisa belum tahu fakta bahwa Bram sudah tahu wajah aslinya, tapi setidaknya sekarang dia sudah bisa menenangkan kembali pikiran dan hatinya yang tadi tiba tiba kacau saat bertatap wajah sepersekian detik dengan Bram.

.

.

.

tok tok tok

Suara ketukan pintu mengusik keheningan yang ada diruang kerja Armand.

"Masuk"

"Permisi Pak, ada tamu untuk Bapak, namanya nona Lisa, katanya dia calon istri Bapak apa betul?"

Dyah sekretaris no dua yang biasa berada dikantor Armand mencoba crosscek secara langsung kepada atasannya, karena dia harus tau faktanya terlebih dahulu sebelum menyebarkan gosip diperusahaan.

"Lisa? sedang apa dia dikantorku jam segini? suruh dia masuk...dan ingat jangan ada gosip aneh diperusahaan nanti!" Meskipun terkesan cuek, tapi sebenarnya Armand tahu gosip apa yang tengah beredar diperusahaannya dan siapa saja bigos utamanya.

"Baik Pak, permisi" Dyah tahu kalau peringatan itu ditujukan untuknya, jadi dia akan tutup mulut kali ini, posisinya jauh lebih berharga daripada gosip recehan yang biasa dia buat.

Tak lama kemudian Lisa masuk keruangan Armand.

"Hai Ar, maaf aku udah ganggu kerja kamu ya?" Ucap Lisa sambil melenggang menuju sofa yang berada diruang kerja Armand.

"Kapanpun kalau itu kamu aku ga akan merasa terganggu" Jawab Armand sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa yang sama dengan yang diduduki Lisa.

"Aku perhatiin ternyata kamu tukang gombal ya, pengalaman kamu udah pro kayanya kalau masalah rayu rayu"

"Kata siapa? aku lebih pro masalah ranjang daripada sekedar gombalan"

Bukannya terkesan, yang ada Lisa malah terkejut mendengar pengakuan tanpa sensor Armand.

"Hah, udah sama berapa cewek kamu?"

Armand malah senang melihat api cemburu yang terpasang dimata Lisa

"Bwahahaha, ga lah aku cuma bercanda, aku masih perjaka ting ting, ciuman hot aja cuman baru sama kamu"

"Dusta, ciuman kamu pro gitu mana mungkin cuman baru sama aku"

"Itu bukan pro sayang, itu namanya insting laki laki, ok skip masalah pro ga pro, mama yang nyuruh kamu kesini kan?"Armand sudah bisa menebak karena dilihat darimanapun, Lisa bukan tipe cewek manja yang ganggu kerjaan pacarnya cuman buat minta jajan.

"Iya,mama nyuruh aku buat ajak kamu ke toko perhiasan buat beli cincin kawin kita"

Mendengar kata 'kawin' dan 'kita' membuat hati dan otak Armand tarvelling ke nirwana, ingin sekali dia cepat menghalalkan wanita cantik yang ada dihadapannya itu, kalau bisa sekarang juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!