Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja
Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri
Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Waah neng Aini, belanja neng?" Seorang pria paruh baya menyapa, disana juga terdapat beberapa ibu-ibu yang mengurubungi gerobak penjual sayur
"Iya mang, Aini mau kangkung seikat sama tahu yaa mang"
"Loh hari ini gak beli ayam?" Tanya penjual sayur itu lalu mengambil pesanan Aini
"Iya neng, lagi hemat yaa?" Celetuk ibu-ibu berkerudung hitam
"Iya nih Bu"
"Loh bukannya Andra udah jadi manager yaa? Harusnya kan gajinya lebih banyak" Ujar ibu-ibu lainnya
"Ya tapi kan kebutuhan yang lain juga banyak Bu" Aini masih berusaha untuk membalas ucapan mereka dengan senyuman
"Apa jangan-jangan Andra selingkuh lagi, Ai?" Aini diam, prasangka buruk itu juga yang mengganggunya beberapa hari ini
"Astaga Bu Wati, jangan asal ngomong! Kasian itu neng Aini jadi kepikiran" Ucap mamang sayur
"Maaf yaa Aini, saya cuma asal ngomong aja" Ibu-ibu bernama Wati itu tersenyum
"Gak pa-pa kok Bu, tapi ibu tenang aja! Mas Andra gak mungkin melakukan itu" Ujar Aini
"Iyalah, masa udah punya istri cantik gini masih diselingkuhin" Celetuk salah seorang lagi dan Aini menanggapinya dengan senyuman
"Tapi kita harus jaga-jaga! Sering loh saya liat video viral istri sah yang ngelabrak pelakor" Ibu Wati ini sepertinya paling suka bergosip
"Iya saya juga lihat, malah biasanya istri sah nya lebih cantik dari pada selingkuhan" Seorang ikut menimpali
"Udah ya ibu-ibu, ini Aini udah selesai. Aini duluan dulu yaa" Aini tidak ingin lebih lama lagi ditempat ini
"Iya, itu kasian Kasih. Dia pasti kepanasan"
Aini memandang buah hatinya yang berada dalam gendongannya, bayi kecil itu sepertinya mulai merasa risih karena cuaca panas
Sesampainya dirumah Aini meletakkan barang belanjaannya diatas meja. Ucapan para ibu-ibu tadi kini memenuhi pikirannya
Bagaimana jika mereka berucap benar, bagaimana jika suaminya benar-benar selingkuh?
Aini menggeleng, rasanya Andra tidak mungkin bisa melakukan itu. Andra begitu sangat mencintai dirinya
Tapi bagaimana jika suaminya menemukan wanita cantik diluar sana? Aini melihat lagi dirinya, penampilan nya memang sudah tidak secantik dulu, tubuhnya banyak berubah terlebih setelah melahirkan
Belum lagi ia tidak memiliki waktu untuk merawat diri. Hari-hari nya dihabiskan dengan pekerjaan rumah dan mengurus Kasih
"Mas Andra gak mungkin selingkuh, aku yakin" Gumamnya
Tak lama Kasih yang masih dalam gendongannya menangis, Aini tersenyum menatap buah hatinya
"Kasih ngantuk yaa? Sebentar yaa sayang! Sekarang Kasih harus mandi dulu!"
Setelah menidurkan bayi kecil nya, Aini kembali ke dapur. Wanita cantik itu mulai memasukkan pakaian kotor kedalam mesin cuci sebelum mulai memasak
Aini mengerutkan keningnya saat merasakan sesuatu disaku jas suaminya. Saat ia mengeluarkannya, ternyata itu sebuah beludru berwarna hitam
"Apa ini?" Wanita itu membukanya, ia tersenyum saat melihat sepasang anting-anting yang begitu indah
"Mas Andra beli anting? Tapi kok dia belum ngasih ke aku yaa?" Gumamnya
Namun senyum itu seketika lenyap saat pikiran buruk mulai menghampirinya, bagaimana jika Andra membeli ini untuk selingkuhan nya?
"Aku akan tanya mas Andra saat dia pulang nanti" Kotak beludru itu ia simpan lalu Aini melanjutkan pekerjaannya
Dikantor, tepatnya didalam ruangan sang manager, dua insan yang tengah dimabuk asmara tengah bermesraan
Seperti biasa, Sarah duduk diatas pangkuan kekasihnya sambil tangan Andra yang bergerak kemana-mana
"Mas"
"Hmm?"
"Aku mau tinggal di apartemen dong mas! Aku males tinggal dikontrakan lama, tetangganya pada rese" Ucap Sarah sambil mengusap dada bidang itu
"Apartemen?"
"Iya, apartemen itu lebih mewah. Lagian kita gak puas mainnya kalau dirumah aku, rumahnya kecil" Wanita cantik itu merengek
Andra tampak berpikir, menyewa Apartemen pastilah membutuhkan uang yang tidak sedikit
Bagaimana ia menyembunyikan pengeluaran ini dari Aini, tapi ia juga tidak ingin membuat Sarah kecewa. Astaga. Andra tidak berpikir jika memiliki dua wanita akan begitu sangat merepotkan
"Gimana mas?"
"Tentu saja sayang" Andra mengecup pipi kekasihnya "Aku akan turuti semua yang kamu inginkan, asalkan kamu selalu puasin aku"
Sarah begitu senang, ia peluk kekasihnya itu dengan sangat erat lalu keduanya menyatukan bibir, beberapa saat keduanya hanyut dalam kecupan yang memabukkan
"Aku punya kejutan untuk kamu" Ucap Andra setelah tautan bibir keduanya terlepas
"Apa?" Tanya Sarah sambil memperbaiki lagi penampilannya, ia juga harus segera keluar karena tidak ingin orang-orang curiga
"Kalau aku kasih tau sekarang bukan kejutan namanya" Andra tersenyum
"Ya udah, pulang kantor kita mulai cari apartemennya yaa!"
Pria itu mengangguk "Kita cari yang deket kantor aja! Biar gak susah kalau mau kerja" Sarah setuju saja dengan ucapan kekasihnya itu, asalkan ia segera tinggal ditempat yang mewah
Andra kembali kerumah setelah menemani kekasihnya mencari unit apartment untuk kekasihnya itu tinggali
Sarah benar, mereka akan jauh lebih bebas jika kekasihnya itu tinggal di apartemen dibandingkan kontrakan yang membuat mereka dicurigai oleh para tetangga
"Assalamualaikum" Andra masuk dan mendapati istri serta buah hatinya yang tengah bermain diatas karpet bulu
"Waalaikumsalam mas"
Andra mendekat, mengecup kening istrinya lalu pipi putrinya. Melihat sang ayah bayi kecil itu merengek dengan mengangkat tangannya
"Sebentar yaa sayang! Ayah mandi dulu" Saat hendak berlalu, suara Aini membuatnya berhenti
"Baju kamu bau parfum cewek, mas?"
"Ya gini nih kalau anak buahnya kebanyakan cewek, parfumnya pada nyengat" Andra memberi alasan, tanpa menunggu pertanyaan lain dari istrinya, pria itu segera berlalu menuju kamar
Setelah lima belas menit, Andra sudah selesai membersihkan diri bertepatan dengan Aini yang baru saja menidurkan putri kecilnya "Kita makan malam dulu"
Andra menyadari sikap dingin istrinya, namun ia tidak ingin mengundang pertengkaran dengan meladeninya
Keduanya duduk dimeja makan, Aini diam saja sambil menautkan makanan di piring suaminya
"Kok masakan kamu cuma gini aja?" Tanya Andra saat melihat menu diatas meja, Aini hanya menyiapkan menu sederhana, tidak ada ayam atau ikan yang biasanya istrinya itu siapkan
"Aku harus hemat mas, uang bulanannya hampir habis dan mas gajiannya masih lama" Ujar Aini sambil menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya
Andra menghela napasnya, walaupun sederhana, masakan istrinya memang selalu bisa membangkitkan selera makan
Setelah makan malam, keduanya kini telah berada dikamar, Aini duduk disamping suaminya
"Tadi waktu aku nyuci, aku ketemu ini di kantong jas kamu" Aini mengeluarkan beludru berwarna hitam itu membuat sang suami terbelalak
Andra merutuki kebodohannya yang menyimpan barang ini disembarang tempat. Sekarang bagaimana ia mengatakannya pada Aini
nunggu aini kerja gajian anakmu dah mati, di tinggal ke kantor suami mu, kl gk di kasih susu ma Sarah seharian gimana. kok gk mikir to aini ini. saking miskin dah oon nya.