NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Ujian Dua Dewa

Malam menyelimuti Desa Tanpa Nama. Angin dingin menyusup melalui celah dinding gubuk reyot, sementara di atas dipan jerami, Shen Luo duduk bersila sambil mengatur napas.

Selama sepuluh tahun, ia berlatih tanpa pernah menyerah. Namun setiap kali mencoba menyerap Qi alam, energi itu selalu tercerai-berai begitu mencapai kesembilan Akar Spiritualnya. Seberapa keras pun ia berusaha, hasilnya tetap sama.

Namun malam ini terasa berbeda.

"Luo'er. Kemarilah."

Suara itu terdengar dari ruang tengah.

Shen Luo membuka mata.

Itu bukan suara serak Sikong Jian ataupun bentakan Yan Wusheng. Suara tersebut terdengar dalam dan berat, mengandung wibawa kuno yang membuat hati bergetar.

Ia segera bangkit dan berjalan keluar.

Begitu melewati pintu, langkahnya terhenti.

Tekanan luar biasa memenuhi ruangan. Dinding gubuk berderak seolah akan runtuh, tetapi lapisan Qi tak kasatmata menahan seluruh bangunan agar tetap berdiri.

Di tengah ruangan, Sikong Jian dan Yan Wusheng duduk bersila saling berhadapan.

Untuk pertama kalinya, keduanya tidak lagi menyembunyikan kekuatan mereka.

Rambut putih Sikong Jian berkibar tanpa tertiup angin. Tubuhnya diselimuti cahaya keemasan yang suci dan tajam, sementara auranya terasa seperti sebilah pedang yang mampu membelah langit.

Di seberangnya, kabut merah darah menyelimuti tubuh Yan Wusheng. Aura iblis yang pekat membuat bayangan lautan darah seolah terbentang di belakangnya.

Qi Suci dan Qi Iblis saling berhadapan, menciptakan tekanan yang membuat ruang di antara keduanya bergetar.

Tubuh Shen Luo segera merasakan tekanan tersebut. Tulangnya berderak, tetapi ia tetap berdiri tanpa mundur sedikit pun.

Tatapannya justru semakin teguh ketika menatap kedua gurunya.

Sikong Jian dan Yan Wusheng saling berpandangan. Dari mata murid mereka, keduanya melihat keteguhan yang tidak pernah berubah selama sepuluh tahun terakhir.

"Luo'er," ujar Sikong Jian dengan suara berat. "Dunia menganggap Sembilan Akar Spiritual sebagai kutukan. Mereka percaya pemiliknya tidak akan pernah mampu menempuh jalan keabadian."

Yan Wusheng menyeringai.

"Namun justru karena itulah kau memiliki peluang yang tidak dimiliki orang lain."

Ia menunjuk lantai di antara mereka.

"Duduklah."

Shen Luo tidak bertanya. Ia segera duduk bersila di tempat yang ditunjuk.

Sikong Jian menatapnya dengan serius.

"Kosongkan pikiranmu dan jangan melawan energi yang masuk ke tubuhmu. Biarkan kedua kekuatan itu mengalir mengikuti jalurnya. Jika kau gagal menahannya, tubuhmu akan hancur."

Yan Wusheng mengangkat kedua telapak tangannya.

"Kalau begitu, bersiaplah."

Dalam sekejap, kedua telapak tangan mereka menghantam bahu Shen Luo secara bersamaan.

Boom!

Qi Suci mengalir dari sisi kanan tubuhnya, sedangkan Qi Iblis menerjang dari sisi kiri. Dua kekuatan yang bertolak belakang langsung mengamuk di dalam tubuh Shen Luo.

Qi Suci terasa seperti ribuan pedang yang merobek meridiannya, sementara Qi Iblis membakar darah dan dagingnya seperti api neraka. Tubuh Shen Luo seketika berubah menjadi medan pertempuran bagi dua kekuatan dahsyat.

Rasa sakit yang muncul hampir membuat kesadarannya pecah.

Namun Shen Luo tidak berteriak.

Ia menggertakkan gigi hingga darah mengalir dari sudut bibir, sementara kedua tangannya mengepal begitu kuat sampai kuku menembus telapak.

Aku tidak akan hancur. Aku tidak akan hidup sebagai sampah. Aku akan menjadi kuat.

Sikong Jian dan Yan Wusheng terdiam.

Keteguhan seperti itu bahkan jarang mereka lihat pada kultivator yang telah menempuh puluhan tahun jalan kultivasi.

Namun tepat ketika tubuh Shen Luo hampir mencapai batasnya, perubahan tiba-tiba terjadi di dalam Dantian.

Sembilan Akar Spiritual yang selama ini diam mulai bergerak.

Cahaya samar muncul dari masing-masing akar, lalu perlahan semakin terang. Dalam sekejap, kesembilan akar itu bangkit seperti sembilan naga yang baru terjaga dari tidur panjang.

Empat akar di sisi kanan mulai menyerap Qi Suci, sementara empat akar di sisi kiri menelan Qi Iblis.

Adapun akar kesembilan yang berada di tengah bergerak perlahan, menjadi penyeimbang di antara kedua kekuatan tersebut.

Perubahan itu membuat Qi Suci dan Qi Iblis yang sebelumnya saling bertabrakan mulai mengalir mengikuti jalurnya masing-masing.

Tubuh Shen Luo bergetar hebat.

Meridiannya perlahan terbuka. Tulangnya ditempa oleh energi yang mengalir di dalam tubuh, sementara darah dan dagingnya terus dimurnikan.

Kekuatan yang sebelumnya hampir menghancurkannya kini berubah menjadi sumber tenaga yang dapat ia kendalikan.

Sikong Jian dan Yan Wusheng saling berpandangan sebelum memperbesar aliran Qi yang mereka salurkan.

Namun semakin banyak energi yang masuk, semakin kuat pula kesembilan akar tersebut menyerapnya.

Untuk pertama kalinya, Sembilan Akar Spiritual memperlihatkan kekuatan sejatinya.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Entah berapa lama mereka bertahan dalam keadaan itu sebelum akhirnya Sikong Jian dan Yan Wusheng menarik tangan mereka.

Wajah kedua lelaki tua itu tampak pucat. Mereka telah menguras sebagian besar kekuatan yang masih tersisa di tubuh mereka.

Shen Luo tetap duduk diam.

Sesaat kemudian, seteguk darah hitam keluar dari mulutnya.

Tubuhnya kehilangan tenaga dan roboh ke lantai.

Cahaya pagi menyusup melalui celah jendela.

Shen Luo perlahan membuka mata.

Bau busuk segera menusuk hidungnya.

Ia menunduk dan mendapati seluruh tubuhnya tertutup lapisan kotoran hitam yang keluar dari pori-porinya.

"Kotoran tubuh?"

Tanpa membuang waktu, ia bangkit dan berlari menuju sungai.

Setelah membersihkan tubuhnya, Shen Luo berdiri di tepi sungai sambil mengamati perubahan yang terjadi pada dirinya.

Kulitnya tampak lebih bersih dan tubuhnya terasa jauh lebih ringan. Setiap otot dipenuhi tenaga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun perubahan terbesar berada di dalam Dantian-nya.

Shen Luo memejamkan mata.

Di dalam tubuhnya terbentang lautan Qi yang luas. Dantian itu jauh lebih besar daripada milik kultivator biasa, sementara sembilan Akar Spiritual berdiri di dalamnya dan memancarkan cahaya yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Shen Luo perlahan membuka mata.

Ia mengangkat tangan kanannya.

Wusss!

Qi Suci berwarna keemasan muncul dari telapak tangannya. Aura tajam yang menyerupai pedang segera memenuhi udara.

Kemudian tangan kirinya ikut terangkat.

Wushhh!

Kabut Qi merah darah muncul di telapak tangannya, membawa aura pembunuhan yang pekat hingga membuat udara di sekitarnya terasa berat.

Qi Suci di tangan kanan.

Qi Iblis di tangan kiri.

Dua kekuatan yang bertolak belakang kini hidup berdampingan di dalam satu tubuh.

Shen Luo mengepalkan kedua tangannya dan perlahan menarik kembali kedua energi tersebut ke dalam tubuh.

Sepuluh tahun penderitaan akhirnya berakhir.

Hari ini, ia benar-benar telah melangkah ke jalan kultivasi.

Namun Shen Luo juga memahami satu hal. Dunia di luar Desa Tanpa Nama bukanlah tempat yang penuh belas kasih. Di sana, yang kuat memangsa yang lemah dan mereka yang tidak memiliki kekuatan hanya bisa menerima nasib.

Jika ingin melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menjadi lebih kuat.

Shen Luo berdiri di tepi sungai dengan angin pagi yang meniup rambutnya. Tatapannya perlahan berubah menjadi tegas, sementara sebuah sumpah diam-diam terpatri di dalam Hati Dao-nya.

Bagi mereka yang memperlakukanku dengan tulus, aku akan membalasnya dengan seluruh hidupku.

Namun bagi siapa pun yang berani mengancam nyawaku atau orang-orang yang berharga bagiku...

Aku akan membalas tanpa belas kasihan.

Shen Luo mengangkat wajah dan menatap langit.

Pemuda lemah dari Desa Tanpa Nama telah berubah.

Sembilan Akar Spiritual yang selama ini dianggap sebagai kutukan akhirnya terbangun.

1
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
harta rampasan kok tidak diambil Thor
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!