NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Mata Bulan Matahari

Belati beracun itu hanya menyambar udara.

Yang Fu segera menghentikan langkahnya.

Tatapan meremehkan di wajahnya perlahan menghilang.

Seorang kultivator Alam Penempaan Tubuh Tingkat Dua baru saja menghindari serangannya.

Sekali mungkin kebetulan.

Dua kali?

Mustahil.

"Kau memang sedikit berbeda dari rumor yang kudengar."

Yang Fu memutar belati hitam di tangannya.

"Tapi permainan berakhir di sini."

Xiao Yi tidak menjawab.

Tatapannya mengunci setiap gerakan lawan.

Yang Fu berada di Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan. Dalam hal kecepatan, kekuatan, maupun jumlah Qi Sejati, dirinya berada jauh di atas Xiao Yi.

Pertarungan panjang hanya akan merugikannya.

Namun Xiao Yi masih memiliki satu kartu terakhir.

Pedang Bingluan.

Ia belum mengetahui seberapa besar kekuatan Jiwa Bela Diri misterius itu ketika digunakan untuk bertarung.

Tetapi jika terdesak, ia tidak punya pilihan selain mencobanya.

Yang Fu merendahkan tubuh.

Kali ini berbeda.

Tidak ada lagi permainan.

Qi Sejati meledak dari tubuhnya.

Wus!

Sosoknya melesat.

Kecepatannya meningkat beberapa kali lipat.

"Sekarang!"

Mata Xiao Yi menajam.

Ketika seseorang menyerang dengan seluruh kekuatan, daya serangnya memang meningkat. Namun ada satu kelemahan.

Sulit mengubah arah di tengah serangan.

Selama Xiao Yi menemukan kesempatan yang tepat, ia masih bisa membalas.

Tepat ketika Yang Fu memasuki jangkauan—

Krek.

Pintu kamar tiba-tiba terbuka.

"Tuan Muda..."

Suara lembut terdengar.

Xiao Yi membeku.

Yiyi berdiri di ambang pintu sambil membawa makanan yang baru dipanaskan.

Gadis itu menundukkan kepala.

"Yiyi memanaskan makanannya lagi. Tuan Muda bisa makan setelah Yiyi pergi, jadi Yiyi tidak akan mengganggu—"

Ia mengangkat wajah.

Kalimatnya terhenti.

Matanya membesar ketika melihat pria berpakaian hitam yang memegang belati.

"Tuan Muda!"

"Yiyi, pergi!"

Teriakan Xiao Yi mengguncang ruangan.

Namun Yiyi justru menjatuhkan nampan.

Prang!

Mangkuk pecah di lantai.

Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, gadis itu berlari menuju Xiao Yi.

Yang Fu sempat terkejut karena kemunculannya.

Begitu mengetahui yang datang hanya seorang pelayan, ia kembali bergerak.

"Urus dirimu sendiri!"

Belati hitam menusuk.

Xiao Yi hendak menghindar.

Namun sesosok tubuh kecil tiba-tiba menerobos di depannya.

Sret!

Suara bilah merobek daging terdengar.

Tubuh Xiao Yi menegang.

Belati Yang Fu menancap di punggung Yiyi.

Darah segera membasahi pakaiannya.

"Yi...yi?"

Xiao Yi menangkap tubuh gadis itu sebelum jatuh.

Untuk sesaat, pikirannya kosong.

Yiyi yang bahkan tidak bisa berkultivasi...

Sekali lagi berdiri di depannya.

Padahal ia sudah melarangnya.

Padahal gadis bodoh itu tahu dirinya tidak mampu menghentikan serangan Yang Fu.

Sesuatu di dalam diri Xiao Yi seperti terputus.

"Bajingan."

Suaranya sangat pelan.

Namun hawa membunuh yang mengikutinya membuat Yang Fu tanpa sadar merasakan bahaya.

Xiao Yi mengangkat wajah.

"Kau seharusnya tidak menyentuhnya."

Cahaya ungu meledak dari tubuhnya.

Bzzzt!

Seluruh ruangan bergetar.

Sebuah pedang terbentuk di tangan Xiao Yi.

Bilahnya memancarkan cahaya ungu tua, sementara tekanan aneh memenuhi kamar.

Pedang Bingluan!

Yang Fu mengerutkan kening.

Jiwa Bela Diri pedang?

Informasi yang ia terima jelas mengatakan bahwa Xiao Yi hanya memiliki Jiwa Bela Diri Binatang Pengendali Api yang tidak berguna.

Dari mana pedang ini muncul?

Namun ia tidak punya waktu memikirkannya.

"Alam Penempaan Tubuh Tingkat Dua berani beradu senjata denganku?"

Yang Fu mencabut belatinya dari tubuh Yiyi.

Darah kembali memercik.

Wajah Xiao Yi semakin dingin.

"MATI!"

Pedang Bingluan menusuk.

Yang Fu juga mengerahkan seluruh Qi Sejatinya.

Belati Beracun menghantam ujung Pedang Bingluan.

Tidak ada ledakan besar.

Tidak ada benturan panjang.

Krek!

Belati hitam itu retak.

"Apa?!"

Mata Yang Fu membelalak.

Jiwa Bela Diri Belati Beracun miliknya berada di Tingkat Kuning!

Bagaimana mungkin—

Kraaak!

Belati itu hancur sepenuhnya.

Cahaya ungu menembus pertahanannya tanpa hambatan.

Sret!

Pedang Bingluan menembus dada Yang Fu.

Tepat di jantung.

Tubuh pria itu membeku.

Ia menatap Xiao Yi dengan tidak percaya.

"Kau... sebenarnya..."

Kalimatnya tidak pernah selesai.

Tubuh Yang Fu roboh ke lantai.

Seorang kultivator Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan.

Pembunuh yang cukup terkenal di Kota Ziyun.

Mati oleh seorang pemuda Alam Penempaan Tubuh Tingkat Dua.

Namun Xiao Yi bahkan tidak menengok mayatnya lagi.

"Yiyi!"

Ia segera berlutut.

Tetapi tepat ketika hendak memeriksa luka gadis itu—

Boom!

Kepalanya seperti dihantam sesuatu.

Lima kata muncul dalam kesadarannya.

Warisan Pedang Bingluan.

Pedang di tangannya bergetar.

Kekuatan kuno mengalir melalui tubuh Xiao Yi sebelum berkumpul menuju kedua matanya.

"Argh!"

Xiao Yi menutup wajah.

Dingin.

Panas.

Dua sensasi yang berlawanan menghantamnya bersamaan.

Ketika ia membuka mata kembali, dunia di hadapannya berubah.

Mata kirinya menjadi hitam pekat.

Dingin seperti malam tanpa akhir.

Sedangkan mata kanannya memancarkan warna merah keemasan, panas seperti matahari yang membakar langit.

Sebuah pengetahuan asing muncul dalam pikirannya.

Mata Bulan Matahari.

Bulan bersemayam di kiri.

Matahari bersemayam di kanan.

Inilah salah satu kekuatan sejati Pedang Bingluan.

Dan kemunculannya berarti satu hal.

Pedang Bingluan akhirnya benar-benar mengakui Xiao Yi sebagai tuannya.

"Apa sebenarnya ini...?"

Xiao Yi menatap Pedang Bingluan.

Namun sesuatu yang lebih aneh segera terjadi.

Ketika pandangannya jatuh pada mayat Yang Fu, ia melihat sesuatu yang sebelumnya mustahil terlihat.

Di dalam tubuh Yang Fu masih tersisa bayangan samar sebuah belati hitam.

Jiwa Bela Diri Belati Beracun.

Mata kiri dan kanan Xiao Yi tiba-tiba bergetar.

Dua pusaran tak kasatmata muncul.

Wus!

Sisa kekuatan Jiwa Bela Diri Yang Fu tersedot keluar.

"Apa?"

Xiao Yi terkejut.

Kekuatan tersebut masuk melalui Mata Bulan Matahari lalu mengalir menuju Jiwa Bela Diri di dekat dantiannya.

Binatang Pengendali Api yang semula memancarkan cahaya merah mulai berubah.

Merah...

Menjadi jingga!

Jiwa Bela Diri Tingkat Merah miliknya berevolusi menjadi Tingkat Jingga.

Pedang Bingluan juga menyerap sebagian kekuatan tersebut.

Namun dibandingkan perubahan pada Binatang Pengendali Api, perubahan Pedang Bingluan hampir tidak terlihat.

Xiao Yi segera memahami alasannya.

Tingkat Pedang Bingluan terlalu tinggi.

Kekuatan sebuah Jiwa Bela Diri Tingkat Kuning ternyata belum cukup untuk menghasilkan perubahan berarti.

"Menelan kekuatan Jiwa Bela Diri lain..."

Napas Xiao Yi tertahan.

Kemampuan ini terlalu mengerikan.

Jika ia dapat terus menyerap kekuatan Jiwa Bela Diri orang lain, bukankah Jiwa Bela Diri miliknya dapat terus berkembang?

Namun sekarang bukan waktunya memikirkan itu.

"Yiyi!"

Xiao Yi berbalik.

Gadis itu terbaring lemah di lantai.

Darah masih mengalir dari punggungnya.

Xiao Yi segera memeriksa luka.

Bilah tadi tidak mengenai organ vital.

Masih bisa diselamatkan.

Ia baru hendak menghentikan pendarahan ketika wajah Yiyi mendadak menghitam.

Xiao Yi membeku.

"Racun!"

Belati Beracun.

Ia hampir melupakan hal terpenting itu.

Jiwa Bela Diri Yang Fu mengandung racun mematikan.

Bagi seorang kultivator, racun tersebut mungkin masih dapat ditahan menggunakan Qi Sejati.

Namun Yiyi hanyalah manusia biasa.

"Yiyi!"

Xiao Yi menepuk pipinya.

"Buka matamu!"

Kelopak mata gadis itu bergerak.

"Tuan... Muda..."

"Jangan bicara."

Xiao Yi menekan lukanya.

"Sudah kubilang jangan berdiri di depanku. Kenapa kau tidak pernah mendengarkan?"

Yiyi justru tersenyum lemah.

"Yiyi... mendengarkan."

"Apa?"

Gadis itu berusaha membuka mata.

"Tuan Muda Xiao Yi... baik hati..."

Napasnya semakin lemah.

"...tampan... menawan..."

Xiao Yi terdiam.

Ia mengenali kalimat itu.

Ucapan bercandanya sebelumnya.

Yiyi benar-benar menghafalnya.

"...Yiyi selalu... mendengarkan Tuan Muda..."

Matanya kembali terpejam.

"Yiyi!"

Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia ini, Xiao Yi merasakan kepanikan yang sesungguhnya.

Menghadapi ratusan musuh tidak pernah membuat tangannya gemetar.

Tetapi melihat gadis kecil ini kehilangan napas...

Ia takut.

"Tidak."

Xiao Yi memaksa dirinya tenang.

Panik tidak akan menyelamatkan siapa pun.

Bentuk Bangau?

Tidak bisa. Yiyi tidak memahami Xingyiquan.

Pengobatan?

Racun ini berasal dari Jiwa Bela Diri. Pengetahuan medis dari kehidupan sebelumnya belum tentu berguna.

Alkemis?

Terlambat.

Napas Yiyi semakin lemah.

Kemudian sebuah pikiran melintas.

Mata Bulan Matahari.

Bukankah kemampuan itu baru saja menyerap kekuatan Jiwa Bela Diri?

Kalau begitu...

Xiao Yi membuka kedua matanya.

Hitam dan merah kembali memenuhi pupilnya.

Dunia di hadapannya berubah.

Kali ini ia dapat melihat sesuatu di dalam tubuh Yiyi.

Energi hitam.

Racun itu menyebar melalui darahnya dan perlahan menuju jantung.

"Ketemu."

Dua pusaran kembali muncul.

Xiao Yi mengertakkan gigi.

"Keluar!"

Wus!

Energi hitam dalam tubuh Yiyi bergetar.

Sedikit demi sedikit, racun dipaksa keluar dan tersedot menuju Mata Bulan Matahari.

Namun berbeda dengan kekuatan Jiwa Bela Diri Yang Fu sebelumnya, racun itu tidak masuk ke dalam Jiwa Bela Diri Xiao Yi.

Begitu memasuki pusaran, energi hitam langsung dihancurkan.

Beberapa saat kemudian, warna hitam di wajah Yiyi mulai menghilang.

Napasnya kembali stabil.

Xiao Yi menyentuh lehernya.

Denyut nadi masih ada.

"Berhasil..."

Untuk pertama kalinya malam itu, bahunya mengendur.

Ia memandang Yiyi yang tidak sadarkan diri.

"Dasar gadis bodoh."

Nada suaranya terdengar kesal, tetapi tangannya sangat hati-hati saat mengangkat tubuh Yiyi.

Malam ini Xiao Yi akhirnya memahami dua hal.

Pedang Bingluan jauh lebih misterius daripada yang ia bayangkan.

Dan tanpa disadarinya...

gadis yang selama ini hanya dianggap seorang pelayan itu telah menjadi seseorang yang ia tidak ingin jika kehilangannya.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!