NovelToon NovelToon
Simpanan Sang Aktor

Simpanan Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Di depan layar dia adalah milik semua orang, tapi di belakang layar, dia hanya milikku. Kamila.

Seharusnya 3 tahun lalu, Kamila tidak mengambil keputusan ini. Menemui seorang aktor terkenal, memohon agar dia memberinya pekerjaan. Salahnya dia memilih untuk menyetujui perjanjian pada malam itu. Hingga akhirnya dia terjebak dengan Razka Aditama Fernandez, seorang aktor terkenal yang semua orang tahu.

Hanya menjadi seorang simpanan, apa yang bisa dia harapkan? Cinta? Hubungan serius? Apa itu mungkin dalam kehidupannya ini?

"Hubungan ini hanya sebatas saling menguntungkan antara aku dan kamu"

Kalimat itu menjadi pembatas atas perasaannya, seharusnya memang seperti itu. Tapi nyatanya, Kamila telah melewati batas dirinya sendiri. Hidup bersama selama 3 tahun, membuatnya perlahan melihat sisi lain dari Razka.

Tapi, apa mungkin Razka mempunyai perasaan yang sama atau dia tetap menganggapnya sebagai seorang simpanan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Selamanya Jadi Simpananmu

Gala premiere film terbarunya sudah selesai, Razka tidak bisa langsung pulang. Kali ini managernya meminta dia untuk ikut merayakan dengan yang lainnya dengan minum-minum. Meski sudah ingin pergi di acara perayaan ini, tapi dia tetap harus ikut. Karena ini bentuk menghargai kerja sama aktor dan tim dalam pembuatan film ini.

"Razka, apa jadwalmu setelah ini? Jika kosong, ada film baru yang akan tayang tahun depan. Aku rasa kamu akan cocok memainkan peran utamanya, apa kau berminat? Sebelum aku membuka casting untuk yang lain, aku akan berikan kamu penawaran pertama"

Razka meminum anggur merah dalam gelasnya, menatap seorang sutradara terkenal yang ikut dalam acara ini. Setiap orang akan selalu memberikan penawaran bagus untuknya, namun terkadang Razka butuh waktu istirahat.

"Kapan mulai syutingnya?"

"Sekitar satu bulan lagi, kita akan melakukan syuting"

Razka terdiam sejenak, waktu sampai dia berakhir dari dunia entertainment adalah tiga bulan lagi. Seharusnya cukup untuk waktu syuting sekitar dua bulan terakhir.

"Aku akan lihat dulu naskahnya"

"Oh tentu, nanti kau lihat. Aku rasa kau akan tertarik dengan ceritanya"

Razka hanya mengangkat bahunya acuh, tidak begitu menanggapinya. Karena dia juga belum tentu akan menerima tawaran itu. "Aku pulang dulu"

Semua orang langsung menatap padanya, Razka mengangkat tangannya untuk berpamitan pada semua orang. Managernya langsung menahannya pergi.

"Kenapa buru-buru, kau baru sebentar di sini"

"Aku harus pulang, aku lelah"

"Tapi..."

"Tidak ada yang perlu di bahas lagi, aku ingin istirahat"

Razka langsung melepaskan tangannya dari managernya itu. Pergi meninggalkan tempat ini. Ketika masuk ke dalam mobilnya, dia menghembuskan napas kasar. Sebenarnya Razka tidak begitu suka dengan keramaian, dia bukan seseorang yang mudah bergaul dengan siapa pun. Selalu memasang waspada pada semua orang, karena itu yang di ajarkan sejak dia kecil oleh orang tuanya. Karena keluarganya lebih mudah menjadi target kejahatan, jadi memasang waspada adalah hal yang harus mereka lakukan pada setiap orang.

Pilihannya menjadi seorang aktor hanya dijadikan alasan agar dia tidak jadi penerus Perusahaan. Namun nyatanya dia tidak akan pernah bisa lepas dari tanggung jawab yang sudah di bebankan pada pundaknya sejak hari dia lahir ke dunia.

Razka melajukan mobilnya, membelah jalanan kota di tengah malam yang sunyi, hanya beberapa kendaraan yang masih lewat, lampu-lampu jalan yang masih menyala menyinari jalanan di tengah kegelapan. Hari ini Razka pulang ke rumah orang tuanya, sudah terlanjur janji untuk datang.

Langkah kakinya terasa berat saat berjalan masuk ke dalam rumah. Orang tuanya sudah menunggu di ruang tengah, padahal hari sudah cukup malam, tapi mereka memilih menunggu karena momen Razka pulang ke rumah ini adalah hal yang sangat jarang. Razka akan pulang jika mereka memaksa untuk pulang.

"Razka, ya ampun Mama kangen banget sama kamu"

Seorang Ibu yang selalu hangat, memberikan pelukan penuh kehangatan pada anaknya yang sudah dewasa ini. Namun, suasana rumah masih tetap terasa hening, sunyi, dan tidak ada kehangatan keluarga.

"Kenapa kau pulang malam? Bukannya janji akan langsung pulang setelah acara selesai?" tanya Papa dengan suara bariton penuh penekanan.

"Pa, sudahlah. Yang penting Razka pulang malam ini" ucap Mama, menahan suaminya yang selalu memulai perdebatan dengan anaknya sendiri.

Papa Jo hanya menghela napas pelan, menatap istrinya yang masih memperlakukan anaknya dengan manja, meski mereka sudah dewasa.

"Duduk, ada yang perlu Papa bicarakan denganmu!"

Razka dengan patuh mengangguk pelan, duduk di depan mereka. Menunggu Papa akan membahas masalah apa dengannya.

"Kamu benar-benar tidak bisa mengulur waktu lagi. Awal tahun depan sudah harus masuk ke Perusahaan"

Razka menghela napas pelan, sejenak memejamkan matanya untuk menghilangkan sedikit rasa pusing akibat minum-minum tadi. "Ya, aku sudah bicara saat di Perusahaan bukan? Kenapa Papa harus membahasnya lagi?"

"Karena kau sering mengulur waktu, jadi Papa harus memastikan apa kau benar akan menepati ucapanmu"

Razka memalingkan wajahnya ke arah lain, menahan diri agar tidak menjadikan malam ini jadi perdebatan lagi seperti sebelumnya. "Aku memegang janjiku, Pa. Dan jika aku sudah menentukan keputusan, meski aku tidak puas dengan keputusanku sendiri, aku akan tetap menjalaninya"

"Bagus, besok kau harus tanda tangan surat serah kuasa dulu. Karena Papa sudah benar-benar ingin memantau dari rumah saja, biar kau yang jalani semuanya di Perusahaan"

"Apa harus sekarang? Kita masih punya waktu tiga bulan lebih lagi"

"TIdak, kamu bisa saja mengelak jika tidak ada surat perjanjian dulu. Jadi sekarang saatnya, besok Paman Leon akan menyiapkan semuanya"

Razka mengangguk, dia memilih untuk tidak banyak bicara lagi. Waktunya untuk mengulur waktu sudah berakhir, sekarang saatnya dia menjalani kehidupan yang semestinya. Hidup yang sudah di siapkan oleh orang tuanya sejak dia terlahir ke dunia.

"Aku pergi ke kemar dulu"

"Kamu tidak makan dulu, Nak?" tanya Mama.

Razka menggeleng pelan. "Aku sudah makan tadi, Ma. Aku mau istirahat"

"Baiklah, selamat istirahat Nak"

Razka pergi ke kamarnya, menghembuskan napas berat saat pintu kamar sudah tertutup. Suasana kamar ini sudah lama dia tinggalkan, sejak memilih mempunyai Apartemen sendiri, maka Razka lebih suka tinggal di sana daripada di rumah besar ini.

Razka duduk di sofa, membuka dua kancing atas kemejanya. Mengambil ponsel dan menghubungi Kamila, meski sudah bilang jika dia akan pulang ke rumah orang tuanya, tapi entah kenapa memastikan Kamila berada di Apartemen dan tidur dengan tenang, seperti suatu kewajiban baginya.

"Belum tidur?"

"Baru mau tidur, ada apa telepon? Oh ya, kamu sudah sampai rumah?"

"Ya, ini sedang berada di kamar"

Kamila mengangguk, meski sadar Razka tidak akan melihatnya. "Besok kamu pulang ke sini?"

"Sepertinya akan pulang sedikit sore, aku harus pergi ke Perusahaan. Ada beberapa yang harus di urus"

"Baiklah"

"Kau tidak akan pergi kemana pun besok?"

Pertanyaan yang selalu mengandung nada curiga. Seperti seseorang yang tidak ingin Kamila pergi keluar dari Apartemen jika tidak bersamanya, atau tidak izin padanya dulu.

"Aku hanya diam di rumah, lagian aku harus kemana? Kamu melarangku menerima pekerjaan dari aktor lain"

Razka tersenyum tipis, entah kenapa membayangkan wajah cemberut Kamila yang selalu membuatnya merasa gemas. Sayangnya sekarang dia berada jauh dengan Kamila, jadi tidak bisa mencubit pipi chubby nya itu.

"Baguslah, aku berikan berapa pun uang yang kau mau, jadi kau tidak perlu bekerja dengan aktor lain"

"Hmm, terserah kamu saja"

Setelah sambungan telepon terputus, Kamila menatap layar ponsel yang sudah mati. Menghembuskan napas panjang.

"Tapi tidak selamanya aku harus seperti ini, hanya menjadi simpanan kamu untuk mendapatkan uang. Aku tahu, kamu hanya menjadikan tubuhku pemu*as dan kau akan membayarku"

Bersambung

Yang pada nabung bab, ku santet online ya😭

1
Susma Wati
razka ingin menyelidiki kematian orang tua karmila, mungkinkah kecelakaan itu hanya modus, yang sebenarnya orangtua karmila di bunuh untuk menutupi suatu masalah di perusahaan tempat angga bekerja, hingga papa jo menentang kedekatan razka dan karmila?
Naufal Affiq
aku takut kau sakit hati kamila,kalau razka gak pulang ke rumah di waktu kau hamil,apa lagi orang tua nya tidak merestui hubungan kalian
Naufal Affiq
makanya razka cari tau dulu tentang,apa masalah orang tuamu sama orang tua kamila,bukan diam aja
Naufal Affiq
semoga lancar segala masalah yang kau hadapi razka
Naufal Affiq
lanjut kak
@alfaton🤴
ceritanya bagus👍👍👍
@alfaton🤴
seandainya ortunya Razka tau untuk apa uang seratus juta yang Angga korupsi.......dan sudah dikembalikan....uang itu untuk biaya berobat anaknya Angga....Dena ....tuan.....masihkah ada belas kasih tuk anak anaknya yang sekarang yatim piatu 😭😭😭
@alfaton🤴
kenapa kamu ga pergi menjauh dari Razka La ......rejeki Allah yang mengatur La......dari pada hidup diantara orang tua yang membenci mu......sambil menguji Razka masih maukah dia mengejar cintanya
@alfaton🤴
hanya authornya yang tahu......mau dibawa kemana cinta kalian RaMila. 😭😭😅😅
Mia Camelia
huhuuu, yah dikit banget thor😂
Naufal Affiq
Ditunggu kelanjutannya kak
Naufal Affiq
semoga ada jalan keluar yang masuk akal untuk pernikahan mu razka,jangan ada tersakiti untuk hubungan kalian,
Naufal Affiq
Rencana aneh banget buat hati kamila sakit,kalau aku saran kan terus terang aja sama kamila razka,biar di satu pihak tidak terlalu lama berharap untuk bersama
Nanik Arifin
sepertinya papa Razka sebenarnya orang baik. Seandainya dia tahu alasan Angga korupsi untuk biaya pengobatan kanker anaknya, masihkah ada kebencian ??
Sastri Dalila
🤗🥳👍🥳🥳🤗
Sastri Dalila
🤗🤗🤗
Sastri Dalila
💪💪
Sastri Dalila
👍👍
Sastri Dalila
🥺🥺
Mia Camelia
semoga Kamila gak kaget, klo nanti CEO baru nya tuh razka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!