NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:651.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Air mata Disa kembali mengalir tak tertahankan. Foto yang Risa kirim semakin menunjukkan kebenaran bahwa yang mereka lakukan adalah nyata. Pengkhianatan mereka bukan sandiwara. Bahkan di saat mereka menyadari betapa sakitnya Disa malam ini, mereka masih mampu 'telanjang bareng' di kamar yang dulu menjadi miliknya.

Disa tidak bisa jika tidak menangis. Selama ini, Cakra adalah sosok suami yang sangat bertanggung jawab terhadapnya. Bahkan orang-orang menilai Cakra 'terlalu bucin' dengan Disa. Semuanya terlihat sempurna, tanpa cacat sedikit pun.

Di media sosial, Disa dan Cakra menjadi couple yang diidam-idamkan para pengikut mereka. Disa dan Cakra hampir setiap hari membagikan konten-konten romantis kebersamaan mereka dalam berumah tangga.

Maka itu, Disa sangat hancur saat tahu Cakra sudah mengkhianatinya, bahkan dengan sahabat dekatnya.

Tiga bulan ... Tiga bulan yang lalu mereka menikah di belakang Disa. Semua itu membuat Disa bertanya-tanya, siapa yang lebih dulu menggoda dan siapa yang tergoda?

Lalu, Disa juga teringat jika selama tiga bulan ini, Cakra sering tidak pulang ke rumah dengan alasan lembur. Bahkan pernah selama tiga hari dia tidak pulang. Sekarang Disa tahu ke mana perginya Cakra saat ia memberi alasan lembur. Begitu apik mereka memainkan peran, hingga Disa tak curiga sedikitpun bahkan saat ia hangout bersama dengan Risa satu bulan yang lalu.

"Kalung kamu baru ya, Ris?" tanya Disa kala itu.

Risa menjawab sambil tersenyum, "Iya nih, bagus nggak?" sengaja, ia memamerkan kalung terbarunya di depan Disa.

"Bagus banget Ris, itu berlian asli?"

"Iya dong," Risa tersenyum bangga.

"Kamu beli sendiri atau dibeliin sama pacar kamu?"

"Eum ... Ya nggak mungkin kan aku beli sendiri, Dis?"

"Jadi itu dibeliin sama pacar kamu? Pacar yang mana?" Disa mengerlingkan matanya sebab ia tahu, sahabatnya yang satu ini agak playgirl. Suka gonta-ganti pasangan setiap beberapa bulan sekali. Bahkan bisa memiliki dua pacar dalam waktu yang bersamaan.

Sudah berulang kali Disa memperingati Risa agar mengubah kebiasaannya itu. Namun, Risa tak mendengarkan.

"Pacar aku yang terbaru. Yang paling aku sayang!" serunya menjawab.

Kala itu, Disa tidak tahu jika yang Risa maksud sebagai pacar tersayang itu adalah suaminya yang juga sudah menjadi suami Risa.

"Yang mana sih? Adrian? Dimas? Yudis? Apa ada yang lainnya? Kok gak dikenalin ke aku?"

"Bukan semua. Kali ini aku gak bisa ngenalin dia ke kamu, Dis, hehehehe. Maaf ya, he's my secret boyfriend."

Betapa bodohnya Disa sudah dipermainkan oleh kedua pengkhianat itu. Pasti mereka sedang tertawa terbahak-bahak di atas penderitaan Disa.

*

Rahmi, ibu Disa, membuka warung makan kecil-kecilan di depan rumah sebagai mata pencaharian sehari-hari semenjak ayah Disa meninggal. Pendapatnya cukup, bahkan lebih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya sendiri dan Disa sekarang.

Warungnya selalu ramai, selain karena sudah memiliki banyak pelanggan dan lokasinya yang dekat dengan pabrik, rasa masakan Rahmi pun selalu enak. Cocok di lidah orang-orang.

"Disa .... " Rahmi membuka pintu kamar Disa, lalu menghela napas panjang saat melihat putrinya sedang berbaring dengan tatapan kosong.

Sudah tiga hari sejak kepulangan Disa ke rumah, dan keadaan Disa masih sama. Hanya mengurung diri di dalam kamar. Diam, tak bersuara sepatah kata pun jika tidak diajak bicara.

"Keluar yuk, bantuin ibu di warung. Dulu kamu paling suka kan kalau bantuin ibu di warung? Dapat duit," ajak Rahmi sambil mengingatkan kebiasaan Disa saat ia belum menikah dulu.

Disa menggeleng pelan. Terlihat kedua matanya sembab dan hidungnya nampak memerah, menandakan jika Disa masih sering menangis.

"Nggak bosan ya di kamar terus?" Rahmi mendesah pelan.

Disa kembali menggelengkan kepalanya.

"Jangan kayak gini terus dong, Dis. Ibu tahu rasanya pasti sakit, sakit banget, tapi kamu nggak boleh terpuruk seperti ini terus-menerus, Dis. Kasihan anak kamu, Disa ... "

Rahmi hampir menangis saat mengusap-usap perut Disa. Yang paling menyedihkan, Disa tidak memperhatikan pola makannya. Rahmi khawatir akan terjadi sesuatu dengan kandungannya, karena Disa bisa seharian tidak mau makan apa pun selain minum air putih.

Disa enggan menjawab. Dia mengganti posisinya menjadi miring, memunggungi ibunya.

Disa tidak akan membiarkan dirinya hancur lebur seperti ini terus menerus. Dia pasti akan bangkit, kembali beraktivitas seperti biasa, tetapi tidak sekarang.

Dia perlu waktu. Untuk menikmati rasa sakit dan sedihnya. Setidaknya sampai rasa sesak di dadanya sedikit berkurang.

Tak berhasil membujuk Disa dan malah diabaikan, Rahmi kembali ke depan. Warungnya tidak bisa ditinggal lama-lama, sebab pelanggan bisa datang kapan saja.

Baru sampai di depan pun, Rahmi langsung didatangi salah satu pelanggan setianya.

"Ibu! Mau pecelnya satu ya, Bu!" seru gadis itu.

"Vina! Kebetulan kamu datang. Boleh ibu minta tolong?" tanya Rahmi.

Vina, gadis dua puluh lima tahun, usianya sebaya dengan Disa, menatap Rahmi penuh tanya. Gorengan di tangannya hampir saja masuk ke dalam mulut.

"Minta tolong apa, Bu? Kalau aku bisa bantu, pasti akan aku bantu kok."

Rahmi melirik ke sekitar, memastikan keadaan sedang sepi. Tidak ada orang yang akan mendengar obrolannya dengan Vina.

"Disa ada di dalam," Rahmi berkata pelan, nyaris berbisik. "Disa lagi sakit ... sakit hati maksudnya. Dia cerai sama suaminya. Suaminya selingkuh sama Risa, temannya Disa sendiri."

Jeda sejenak, Rahmi menghela napas berat. Vina ternganga dengan gorengan yang masih di tangan. Menatap ibu dari sahabatnya itu tanpa berkedip.

"Disa lagi hancur banget, Vin, tolong ajak dia ngomong ya. Diajak ibu nggak mempan. Masalahnya, Disa lagi hamil. Ibu khawatir kalau keadaannya kayak gini terus."

"Apa? Ibu yang benar? Masa Disa cerai sama Cakra sih? Cakra selingkuh?" cecar Vina setelah ia agak sedikit sadar dari proses loadingnya.

Vina tidak percaya, karena empat hari yang lalu dia masih melihat konten kebersamaan Disa dns Cakra di media sosial mereka. Memang sih sebagai sahabat dan penonton konten Disa dan Cakra, Vina sendiri bertanya-tanya, mengapa dalam waktu tiga hari ini baik Disa maupun Cakra tidak ada yang update konten terbaru mereka.

"Kalau nggak percaya liat sendiri sana. Disa ada di kamar," suruh Rahmi. "Ibu mau buatin pecel kamu dulu. Gratis deh hari ini kalau kamu berhasil bikin Disa keluar dari kamar."

Vina dengan semangat empat lima langsung merengsek masuk ke dalam rumah Rahmi. Demi pecel gratisan akan dia bujuk Disa keluar dari kamar. Kalau tidak bisa dibujuk baik-baik, akan Vina seret sahabatnya itu.

Vina sudah menjadi sahabat Disa sejak kecil. Tanpa diberitahu, dia sudah paham di mana letak kamar Disa.

"Disaaaaa!!!"

*

Sementara itu di sisi lain, Cakra sedang mengemas barang-barang Disa yang masih tertinggal di rumahnya. Atas desakan dari Risa, yang tidak mau ada satu benda pun milik Disa yang tertinggal di rumah ini.

"Mau dikemanakan Mas semua barang-barang Disa ini?" tanya Risa.

"Ya mau dikemanakan lagi? Balikin ke Disa dong," jawab Cakra.

Risa mencebik pelan, "Nggak dibuang aja?" sergahnya.

Cakra menoleh dengan kening mengernyit, "Semua barang-barang ini masih bagus. Masih sangat dibutuhkan sama Disa, masih selalu dia pakai. Kok dibuang sih?"

"Ya aku nggak mau aja kamu ketemu sama dia kalau nganterin barang-barang itu ke rumah Disa. Suruh orang lain buat nganterin ke rumahnya, jangan kamu!" tandas Risa, terdengar ada kecemburuan di suaranya.

Cakra mendesah pelan, terus mengemas barang-barang Disa dengan penuh kehati-hatian. "Iya!"

Risa tersenyum simpul. Rasanya senang melihat Disa dan Cakra terpisah seperti ini. Risa penasaran, ingin sekali melihat keadaan Disa saat ini.

Ingin menyaksikan secara langsung kehancuran seorang Disa.

...****************...

1
Ellina Seraphine
kan.. kan.. gw tebak Risa hamil bukan anaknya Cakra.. 🤣
Katherina Ajawaila
iya bener kelamaan kAllau 1 thn 40 hr nya bocil aja biar tar belah duren nya barengan sm 40 hr lahir nya si kembar
Katherina Ajawaila
Disa jgn mau balik sm Cakra jikok, jorok ngk jelas bekas jablai piala bergilir😡
Katherina Ajawaila
habis nge jablai. percaya aja itu pelacur mu hbs lahiran juga ngk ada takut nya, mmg dasar anjing betina bentar lg juga bunting 😆
Katherina Ajawaila
kereeen lah Rayyan, biar kejengkang Cakra😁
Katherina Ajawaila
waaaauuu keren lah Dosa jadi istri kspten Rayyan, pilot booo, biar keje. ngk ang bu yuni liat baby nya pasti yg cewek mukanya Cakra 🥰
Katherina Ajawaila
org Bpk nya Bukan kamun, kamu hanya pencuci dot nya aja Cakra, yg nk bisa gambil lah muka nya, apa lg kalau di tes DNAnya, jauh k laut ngk kelihatan😆
Katherina Ajawaila
lo aja bego Cakra kenapa Risa bekelit paduin sm Andre, itu lo hanya tempat cuci botol yh di manfaatin
Katherina Ajawaila
mantap karna aku hamil anak Andre bukan kamu mas, jawab pelacur
Katherina Ajawaila
kelar ketahuan bejad nya Risa semoga 🤬
Katherina Ajawaila
pelacur ketahuan srjengkak lg langsung cabut loh 5 huruf. perek aja belagu. 😔
Katherina Ajawaila
nmnya pelacur nhk. mungkin nolak krn mmg profesinya, semoga ketahuan biar msk dua" di prodeo. mantap kan jablai 🤑
Katherina Ajawaila
m yuni ngk takut dosa ua ngejilit kelar
s" menantunya yg asli yg mana yg udh bolong br di amgkatsntu yg mana, biar aja pasti bakal ketahuan nanti nya
Katherina Ajawaila
mantap, kabualan terus, org pelacur ya pinter ngeles aja
Katherina Ajawaila
mantap lo Tida pelacur receh ngk. malu jual lendir sana sini belum aka kena penakut kelamin 🤬
Katherina Ajawaila
mati aja lo Cakra yg lo anter bukan darah daging mu, ntar juga ketahuan 😖
Katherina Ajawaila
tau" hamil aggur Risa,krn anak. zinah
Katherina Ajawaila
keren PP nya Cakra, semoga menjadi. kenyataan yg kuasa akan unjukin. siapa sebenarnya cucu yg asli dara Cakra stau. yg. beramai ramai
Katherina Ajawaila
kita lihat itu pasti anak beramai ramai ngk jelas pecun, bisa" cacat, di situ mau blng apa lg semesta merestui atau karma berlaku, tunggu aja Disa tgl main nya
Katherina Ajawaila
ngk di mana" sahabat kadang jd racun ngk malu ya buka kaki buat suami temen, ngk jorok amat rasa nya apa ya, suami teman gitu loh, bisa jadi udh ngk ori tu sih, masa mau jd pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!