NovelToon NovelToon
Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Jingga pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Rangga Cendana adalah kisah cinta yang sempurna. Namun, setelah kehilangan putra kecil mereka, Jingga justru kehilangan suami yang dahulu begitu mencintainya. Ia baru menyadari bahwa selama ini dirinya hanyalah alat bagi Rangga untuk membuat Dira, istri mendiang kakak Rangga, merasa cemburu.

Pengkhianatan, penghinaan, dan kehilangan membuat Jingga hancur. Puncaknya, ia dituduh mencelakai Varel, keponakan yang begitu disayangi Rangga, hingga sebuah tamparan menyadarkannya bahwa sudah cukup baginya menjadi wanita yang terus tersakiti.

Jingga pun bangkit dan memilih mengakhiri pernikahan yang hanya menyisakan luka. Ia akan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak sesuka hati.

Ketika Jingga mulai menata hidup dan menemukan cinta baru yang tulus, penyesalan Rangga dan keluarganya datang terlambat. Jingga telah memilih jalannya sendiri, sebab tidak semua luka harus disembuhkan dengan memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Tidak ada siapa-siapa di rumah ini,” jawab Rangga.

Jingga mengernyit. Ada sesuatu dalam percakapan itu yang membuatnya enggan melangkah lebih jauh. Ia berdiri di dekat dinding, bermaksud memastikan bahwa dirinya tidak salah memahami keadaan sebelum memutuskan untuk masuk.

Namun, pemandangan yang terlihat berikutnya membuat seluruh tubuhnya membeku.

Rangga sedang memeluk Dira. Kedua tangannya berada di pinggang perempuan itu, sementara Dira merangkul lehernya. Mereka berdiri begitu dekat, seolah tidak ada lagi alasan untuk menjaga jarak. Sesaat kemudian, Rangga menundukkan kepala dan mencium Dira.

Dira membalasnya.

Jingga menutup mulutnya dengan tangan. Dadanya terasa seperti diremas, sementara matanya mulai panas. Ia mengetahui bahwa Rangga mencintai Dira sejak lama, tetapi menyaksikan pengkhianatan itu secara langsung terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar mendengar pengakuan.

Lelaki yang dahulu berjanji akan menjaganya kini mencium perempuan lain tanpa sedikit pun memikirkan ikatan pernikahan mereka. Lebih menyakitkan lagi, perempuan itu adalah Dira, orang yang selama ini berpura-pura memahami penderitaannya.

Jingga ingin segera pergi. Ia tidak sanggup melihat lebih lama, tetapi sebelum berbalik, pikirannya mengingatkan bahwa Rangga bisa saja menyangkal semuanya nanti. Lelaki itu selalu memiliki cara untuk membalikkan keadaan dan menjadikannya pihak yang bersalah.

Dengan jari gemetar, Jingga mengeluarkan ponsel dari tas. Ia membuka kamera, mengarahkannya ke ruang keluarga, lalu mulai merekam.

Di layar ponselnya, Rangga kembali mencium Dira. Perempuan itu membalasnya tanpa berusaha melepaskan diri. Mereka saling berpelukan dengan jelas, tanpa gerakan yang menunjukkan bahwa kedekatan itu terjadi secara tidak sengaja.

Jingga merekam beberapa saat, memastikan wajah keduanya terlihat. Setelah yakin rekaman tersimpan, ia menghentikan kamera dan membuat salinan berkas tersebut agar bukti itu tidak mudah hilang.

Air matanya jatuh, tetapi ia segera menghapusnya. Ia tidak datang untuk menangisi Rangga. Ia datang mengambil berkas, dan sekarang ia memiliki bukti yang mungkin akan membantunya mengakhiri pernikahan itu tanpa kembali terjebak dalam kebohongan.

Jingga baru hendak menuju tangga ketika suara Rangga terdengar dari belakang.

“Jingga?”

Ia menoleh.

Rangga telah melihatnya, wajah lelaki itu langsung berubah pucat. Ia buru-buru melepaskan pelukannya dari Dira, sementara perempuan itu mundur dengan ekspresi terkejut.

Untuk beberapa detik, ketiganya hanya saling menatap.

“K-kau... sejak kapan di sini?” tanya Rangga sedikit gelagapan.

“Cukup lama untuk melihat semuanya,” jawab Jingga.

Dira menunduk. Ia tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak satu pun kalimat keluar dari mulutnya. Jingga memperhatikan perempuan itu dengan hati yang terluka, lalu mengalihkan pandangan kepada Rangga.

“Jadi, selama ini kalian melakukan ini di belakangku?”

“Jingga, dengarkan dulu penjelasanku.”

“Penjelasan apa?” Jingga tertawa getir. “Aku melihat kalian berciuman. Aku bahkan merekamnya. Apa lagi yang perlu dijelaskan?”

Rangga melirik ponsel di tangan Jingga. Seketika, kecemasan di wajahnya berubah menjadi kemarahan.

“Kau merekam kami?”

Jingga mengangkat ponselnya sedikit. “Ya. Supaya nanti kau tidak bisa mengatakan bahwa aku hanya mengarang cerita.”

“Hapus rekaman itu!”

“Tidak.”

Penolakan Jingga membuat Rangga semakin kesal. Pria itu melangkah mendekat, tetapi Jingga segera mundur. Jingga tidak ingin memberi lelaki itu kesempatan untuk merebut ponselnya.

“Kau tidak berhak mencampuri urusan pribadiku!” bentak Rangga.

Jingga menatapnya tidak percaya. “Urusan pribadi? Kau masih suamiku, Rangga Cendana! Apa kau lupa bahwa kita belum bercerai?!”

“Jangan memutarbalikkan keadaan!”

“Aku?” Suara Jingga bergetar menahan amarah. “Aku yang memutarbalikkan keadaan? Aku datang untuk mengambil berkas, bukan mencari tahu dengan siapa kau menghabiskan waktumu. Kalian sendiri yang melakukan ini tanpa peduli siapa yang mungkin melihat.”

Dira akhirnya mengangkat wajah. “Jingga, aku bisa menjelaskan.”

Jingga menoleh kepadanya. “Nggak perlu, Dira. Bukankah kau yang selalu mengatakan bahwa aku harus berani meninggalkan pernikahan yang menyakitiku? Bukankah kau yang seolah memahami perasaanku ketika Rangga memperlakukanku dengan buruk?” Jingga menarik napas panjang. “Ternyata, di balik semua nasihat itu, kau justru menjadi orang yang ikut menyakitiku.”

“Aku tidak bermaksud membuatmu terluka,” jawab Dira pelan.

“Kalau begitu, kenapa kau membalas ciumannya?”

Pertanyaan itu menggantung di udara. Dira tidak mampu menjawab, sementara Rangga semakin gelisah melihat Jingga tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerahkan ponselnya.

Jingga mengalihkan pandangan kepada suaminya. “Aku tidak akan menghapus rekaman ini. Aku akan menyimpannya untuk proses perceraian kita.”

Wajah Rangga mengeras. “Kau pikir kau bisa menggunakan rekaman itu sesukamu?”

“Aku berhak menyimpan bukti tentang apa yang terjadi dalam pernikahanku sendiri.”

Jingga kemudian berbalik menuju tangga. Ia masih harus mengambil berkas yang tertinggal di kamar, dan ia tidak akan membiarkan kemunculan mereka menghalanginya menyelesaikan urusannya.

Di belakangnya, Rangga memanggil namanya dengan suara keras. Namun Jingga tidak berhenti, ia tidak akan terus menanggapi setiap panggilan lelaki itu.

Ia mengambil berkas dari laci meja, memeriksa kelengkapannya, lalu memasukkannya ke dalam tas. Sebelum meninggalkan kamar, ia memandang ruangan itu sekali lagi. Dahulu, ia pernah membayangkan akan menghabiskan seluruh hidupnya bersama Rangga di sana. Kini, ia hanya ingin memastikan tidak ada lagi barang penting yang tertinggal.

Ketika Jingga kembali ke ruang keluarga, Rangga dan Dira masih berdiri di tempat yang sama. Keduanya tampak gelisah, tetapi Jingga tidak tertarik mendengarkan alasan mereka.

“Aku sudah mendapatkan yang kucari,” katanya dingin. “Aku akan pergi.”

Rangga menatap ponsel milik Jingga dengan gelisah. Ia tahu rekaman itu bisa mengubah banyak hal, tetapi belum menemukan cara untuk menghentikan Jingga.

Sementara itu, Jingga melangkah menuju pintu dengan kepala tegak. Hatinya masih sakit, tetapi keputusan untuk berpisah terasa semakin kuat. Ia tidak lagi membutuhkan pengakuan Rangga untuk membuktikan bahwa pernikahan mereka telah kehilangan maknanya.

Sebelum keluar, Jingga menoleh sekali lagi.

“Aku berharap kalian bahagia dengan pilihan kalian sendiri! Jangan pernah menyalahkanku atas akibat yang kalian ciptakan.”

Setelah mengatakan itu, ia segera meninggalkan rumah Cendana tanpa menunggu jawaban.

Rangga memandangi pintu, Dira berdiri beberapa langkah darinya, tidak berani mendekat. Mereka tahu Jingga telah membawa bukti yang tidak bisa mereka ambil begitu saja.

“Jingga, berhenti!”

Suara Rangga menggema ketika Jingga hampir mencapai pintu utama rumah Cendana. Perempuan itu tidak menoleh, tapi langkah Rangga terdengar semakin dekat. Ketika Jingga meraih gagang pintu, lelaki itu berdiri di hadapannya menghalangi jalan keluar.

1
Sri Widiyarti
ampun deh keluarga benalu ga tau diri jangan sampe jingga terjebak Thor...
Sarmini Isang
hadeeeh,banyak bngt sampah dan benalu ya di kehidupan jingga,mereka pikir sdh pintar dan nenganggap jingga dan samudera bodoh,sampah rangga dan dira saja tinggal metik karma mereka yg sedang berjalan,tunggu giliran kamu kevin laki2 pecundang yg mau numpang hidup enak,orang tuanya jg sama benalunya
Sarmini Isang
good Leo buktikan km mampu dan lebih baik dr rangga,rangga hanya modal dukungan dr papanya tp kemampuan minus,cuma mampu mengumbar nafsu dan arogan,sekarang tinggal menikmati hasilnya rangga,dl km selalu menyakiti jingga dan mengabaikan anakmu demi anak orang lain,nikmati hidup seperti di neraka dengan dira yg tidak becus ngurus anak,semoga keguguran dan rahimnya diangkat,walaupun anaknya lahir akan cacat dan dira tidak bisa punya anak lg,sedangkan jingga sedang menyambut kebahagiaan dimasa depan bersama samudra
Mundri Astuti
Dira anak have juga ternyata...tapi kelakuannya minus yak
Mundri Astuti
tanggung jawab lah kau Rangga, kamu yg memulai
Sarmini Isang
setelah skandal rangga dan dira pasangan sampah menjijikan itu diketahui oleh keluarga besar cendana,rangga bakal hancur karirnya didepak dr perusahaan dan digantikan Leo,hudup miskin dan br sadar dia sangat mencintai jingga,apa jin dasim dira masih mau sama rangga,setelah diusur keluarganya
Sarmini Isang
mampus km rangga,balan hancur hidupmu,karirmu dan masa depanmu hancurrrr
Mundri Astuti
biar rasa ...cihhh sok lemah si Dira itu...di depan jingga keluar aslinya
Mundri Astuti
diiihhhh dari awal kamu nikahin jingga aja niatnya dah jelek Rangga ...skrg kamu dah dpt apa yg kamu inginkan malah masih ngerecokkin jingga
Mundri Astuti
ga sabar ...segala kebusukkan Rangga dan Dira terbongkar didepan keluarga besarnya Rangga termasuk papanya rangga
Nani Haryatiyati
bolehkah aku bahagia di atas masalah mu Rangga?🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nani Haryatiyati
ada kemauan,and i like it☺️
Rohmi Yatun
Ohh berarti yg benar Samudera ya Thor.. okeeyyy..
lanjut Thor👍
𝓡𝓡: Iyesss kak😘
total 1 replies
Rohmi Yatun
Ohh ternyata dewangga dan samudra itu orang yg sama.. kemarin sempat agak bingung sih....
Nani Haryatiyati: iya kak, sama. smpat heran dan spekulasi sendiri,mngkin namanya Samudra Dewangga. Krn formalitas d panggilnya dokter dewangga...gituuu
total 4 replies
Agunk Setyawan
ayo gebukin kak biar otaknya sadar😆😆
𝓡𝓡: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mundri Astuti
Leo kamu ke nya jangan terlalu berharap deh sama jingga, kamu masih ada embel" sama masa lalu kelamnya jingga, mending jingga sama dewangga yg sama" pernah nikah
𝓡𝓡: Nah iya, semoga jg gk terobsesi s Leo ini takutnya jd jahat 😳
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar biang kerok tu org berdua...pake nyalahin org lain ...sok paling tersakiti...enek banget dah
Venty Imama
aduh songong itu si rangga ngapain baru sekarang setelah bercerai, setelah rumah tangganya hancur baru kepoin mantan kemana sebelumnya ketika istrinya kesusahan,kemana ketika istri dan anaknya yang sekarat membutuhkannya...manjain wanita dan anak orang lain meski itu keponakannya setelah ditinggal baru tahu rasa sukurin
𝓡𝓡: laki laxknat baru cemburu lah gmn Jingga yagg serasa mau ikut mati pas anaknya meninggal tp dia gak peduli 😬
total 1 replies
Mundri Astuti
biarin aja foto itu sampai pada Rangga, biar ga sombong tu org...jingga berhak bahagia dng org baru, yg lebih baik dari mantan, lebih menghargainya ...

thor ngomong" masa ga ketauan si yg nyebarin berita ga bertanggung jawab itu, biar keluarganya Rangga tau seberapa manipulatif nya mantan menantunya yg sblah itu
Sarmini Isang
situ waras rangga,laki2 gak tau diri...masa dr segitu banyaknya keluargamu semuanya bodoh,harusnya ada yg pinter dong cari tau siapa dalang penyebaran berita itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!