Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Pa, aku dengar posisi CFO lagi kosong. Kenapa gak diberikan saja jabatan itu pada Jihan?" tanya Laras pada suaminya.
Saat ini Robert sedang makan siang bersama dengan istri dan anak tirinya.
CFO adalah posisi yang cukup tinggi di perusahaan, atau kata lain dari Kepala Divisi Keuangan. Posisi yang memegang kendali atas seluruh aliran dana dan aset.
Robert menghela nafas panjang. "Jihan belum memiliki pengalaman kerja. Kalau mau bergabung dengan perusahaan, harus bekerja dari nol dulu, seperti Devina. Dulu, dia juga harus menjadi staf biasa dulu."
Jihan berkata dengan nada manja. "Tapi kan aku sudah banyak belajar teori saat kuliah dulu, Pa. Aku paham betul soal keuangan. Nanti aku juga pasti akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan Papa."
Laras ikut membujuk, "Iya, masa Papa tega menempatkan Jihan sebagai staf biasa."
Robert hanya menghela nafas. Dia pun sebenarnya tidak tega menempatkan Jihan sebagai staf karyawan biasa, hal tersebut membuatnya sangat bimbang.
Perusahaan Buana sebagai besar adalah milik ibunya Devina, karena itu Laras dan Jihan tidak memiliki celah untuk merebut perusahaan itu, mereka hanya bisa mengandalkan Eliano, dengan cara menikahi Devina. Tapi sayangnya Devina malah menikah dengan Abian.
Jihan yang suka berpoya-poya, kini mulai ingin masuk ke dalam bagian perusahaan. Untuk berjaga-jaga, jika seandainya Eliano gagal menikahi Devina.
...****************...
Hari ini Devina dikejutkan dengan kabar yang beredar bahwa Jihan telah diangkat sebagai CFO oleh ayahnya, tanpa meminta persetujuan darinya.
Menempatkan posisi CFO untuk Jihan yang sama sekali belum pengalaman bekerja, adalah keputusan yang sangat fatal.
Karena itu, dia segera menemui ayahnya di ruang rapat. Ternyata disana ada ayahnya, Eliano, Jihan, dan Laras.
Robert berkata pada Eliano. "Eliano, aku ingin kamu membantu mengawasi pekerjaan Jihan. Ini adalah pengalaman pertamanya bekerja. Dia pasti sangat membutuhkan bimbingan."
Eliano belum sempat menjawab, karena mendengar suara seseorang membuka pintu. Lalu, Devina masuk dengan penuh amarah.
"Devina? Untuk apa kamu kesini?" tanya Laras dengan ketus.
Devina tak menanggapi pertanyaan dari ibu tirinya. Dia langsung bertanya pada ayahnya. "Kenapa Papa memberikan jabatan CFO kepada Jihan tanpa persetujuan dariku? Aku CEO di perusahaan ini. Aku juga berhak untuk mengambil keputusan."
Robert berkata dengan tegas. "Jihan itu saudara kamu, seharusnya kamu mendukungnya, Devina."
Devina bersikukuh. "Tapi Jihan itu belum memiliki pengalaman kerja, Pa. Dia hampir setiap hari selalu berpoya-poya, tapi Papa malah menempatkannya di posisi CFO?"
Jihan segera memasang wajah sedih. "Maafkan aku, Devina. Aku pikir kamu senang kalau aku bekerja disini. Ternyata kamu gak mau melihat aku berkembang, mungkin karena dimatamu aku ini cuma saudara tiri."
Devina menatap tajam pada Jihan. "Jangan pura-pura lemah begitu. Memang kenyataannya kita saudara tiri!"
Perkataan Devina membuat Robert marah. "Devina! Sampai kapan kamu akan terus bersikap seperti itu pada Jihan?"
Devina tersenyum sinis. "Seharusnya aku yang bertanya sama Papa. Apa Papa gak sadar jika selama ini Papa gak bisa bersikap adil? Dulu, aku masuk ke perusahaan ini aku harus memulai dari nol, sebagai staf biasa."
Devina menambahkan dengan mata berkaca-kaca. "Aku sudah mati-matian untuk mempertahankan perusahaan ini. Aku mengikuti saran Papa untuk menikah dengan Abian. Tapi Papa sama sekali gak menghargai pengorbanan aku."
Robert menghela nafas. "Papa sangat menghargai kamu. Karena itu Papa sudah memutuskan hanya kamu satu-satunya pewaris perusahaan Buana."
Devina tersenyum getir. "Itu karena aset perusahaan ini sebagaian besar milik Mama. "
Robert merasa di skakmat, "Iya, Pap tahu. Tapi tetap saja saat ini perusahaan Buana tertulis atas nama Papa. Papa masih berhak mengatur perusahaan. Papa tetap akan pada keputusan Papa, Jihan akan menempati posisi CFO. Bagaimana pun juga Papa harus bersikap adil, gak mungkin Papa menempatkan posisi Jihan menjadi karyawan rendahan."
Laras ikut berbicara. "Keputusan ini sudah disetujui semua staff tertinggi perusahaan. Jadi kamu tidak bisa membatalkannya, Devina."
Devina merasa terpojok. Rupanya mereka telah main belakang. Mau tidak mau, dia harus merelakan posisi itu untuk Jihan. Walaupun Devina takut Jihan memanfaatkan posisi itu untuk menguasai keuangan perusahaan secara diam-diam.
Namun, mereka tiba-tiba dikejutkan dengan suara deheman seseorang, disertai suara pintu didorong.
"Ehm."
Semua orang langsung menatap ke arah pintu. Mereka terkejut saat melihat Abian datang.
Abian melangkah masuk perlahan, tatapan matanya begitu dingin. "Sepertinya kalian melupakan satu hal. Aku adalah investor utama di perusahaan ini. Posisiku sangat penting, tapi bisa-bisanya kalian tidak meminta persetujuanku, padahal posisi CFO di perusahaan sangat vi-tal, berdampak langsung pada keamanan investasiku."
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡