"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Isvara masuk ke dalam taxi yang telah ia pesan saat masih di dalam kamar.Dexano masih berusaha membujuk Isvara ,namun Isvara masih marah pada dexano dan enggan untuk melihat ke arah dexano.
"Vara aku mohon " ucap dexano,namun Isvara masih terdiam dan langsung masuk ke dalam taxi ,taxi itu pun meninggalkan mansion dexano.
Dexano menyugar rambutnya kesal.
Isvara menatap ke arah jalanan dengan pandangan kosong , setelah beberapa menit Isvara telah sampai di tempat tujuannya ,Isvara pun membayar taxi itu lalu masuk ke dalam.
Isvara memilih tinggal di butik miliknya,karena jika Isvara pulang ke rumahnya sudah dipastikan akan diusir oleh ayahnya , Isvara menitikkan air matanya ketika mengingat jika ayahnya bukanlah ayah kandungnya.
Isvara masuk ke dalam kamar pribadinya di lantai dua ,lalu memilih langsung tidur karena sangat lelah dengan pikirannya yang berkecamuk.Tak lama Isvara benar benar bisa tertidur.
Sedangkan di mansion dexano,dexano uring uringan , "kenapa harus ada masalah sih di perusahaan ku ,seharusnya sebelumnya aku harus lebih teliti lagi, karena kesalahanku Vara marah dan pergi menjauh dariku,bagaimana cara aku membujuknya ,arghhhh" ucap dexano pusing.
Dexano kemudian masuk ke dalam kamar yang sebelumnya ditempati oleh Isvara,dexano melihat ke arah kasur lalu berjalan mendekati kasur itu dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur itu ,dexano menghirup aroma tubuh Isvara yang tertinggal.
"Vara maafkan aku ,aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu ,aku hanya berharap kamu mau keluar dari kamarmu dan memarahiku ketika aku berkata seperti tadi,namun perilakumu di luar perkiraan ku ,kamu malah pergi meninggalkan aku sendiri,aku memang sangat bodoh" ucap dexano sendiri,tak lama dexano tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya...........
Isvara terbangun dari tidurnya dan melihat ke sekelilingnya ,ternyata dia ada di kamar butik miliknya ,Isvara lupa jika dia telah pindah tadi malam dari mansion dexano karena marah pada dexano.
Isvara berjalan ke arah kamar mandi lalu mandi dan bersiap siap untuk kerja . Saat di dalam kamar mandi , eka asisten Isvara masuk untuk membersihkan ruang kerja Isvara.Namun eka mendengar ada suara air di dalam kamar Isvara.
Eka yang penasaran pun berjalan mendekati kamar pribadi Isvara."Apa nona Isvara ada di dalam ya ,tapi biasanya nona Isvara belum sampai ke butik jika jam segini ,jangan jangan maling lagi ,haduh takut aku,pak Ujang juga belum datang lagi " gerutu eka .
Eka kemudian menghembuskan nafasnya kasar lalu menyemangati dirinya agar tidak takut ,lalu brakkkk(suara pintu dibuka kencang) , Isvara yang habis mandi pun terlonjak kaget , Eka mengayunkan sapu miliknya ke arah Isvara , namun Isvara menghentikan eka , "eka jangan ,ini aku" teriak Isvara.
Eka melihat ke arah Isvara, "Nona Isvara,ya ampun maafkan saya nona ,saya kira kalau ada maling karena biasanya nona Isvara belum datang,maafkan saya nona ,nona bisa menghukum saya " pasrah eka pada Isvara.
Isvara tersenyum "Tidak papa,aku bisa memaklumi kok,justru aku bangga padamu eka,kamu punya keberanian yang tinggi untuk memastikan butik ini aman ,aku bangga padamu,terima kasih ya " ucap Isvara pada eka.
Eka tersenyum lebar , "hehehe sama sama nona Isvara, oh iya nona Isvara menginap di butik semalaman ?" tanya eka pada Isvara.Isvara mengangguk ,"Iya ,aku lagi pingin aja ,karena aku pikir lebih enak nginep di butik bangun langsung mandi dan bisa langsung kerja deh Tampa repot naik mobil atau transportasi hehehe" jawab Isvara.
Eka mengangguk "ohh baiklah nona ,kalau begitu eka pamit mau melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi ya " izin eka.Isvara mengangguk "iya ,oh iya aku boleh minta tolong untuk mengambilkan satu gaun di bawah " ucap Isvara.
"Baik nona saya akan ambilkan ,sembentar ya nona " jawab eka kemudian berlalu dari kamar Isvara.Isvara tersenyum karena memikirkan jika beruntung sekali punya karyawan yang sangat patuh dan pekerja keras seperti eka.
Beberapa menit kemudian eka kembali lagi ke kamar Isvara dan memberikan gaun pada Isvara , "Terima kasih banyak ya eka" ucap Isvara, "sama sama nona ,kalau ada yang dibutuhkan lagi ,saya siap membantu kok nona ,saya pamit dulu ya" ucap eka.Isvara mengangguk.
Isvara pun kembali ke kamar mandi untuk menganti pakaiannya .
Di lantai bawah ,eka sedang uring uringan dengan seorang pria, "Sebelumnya saya minta maaf tuan,butik kami belum buka ,bos kami juga masih belum siap siap ,karyawan lainnya juga belum sampai ,jadi mohon maaf tuan tidak bisa masuk dulu" ucap eka, "Saya kekasih bos kamu Lo ,masa kekasih tidak dibolehkan bertemu " ucap pria itu.
"Saya akan bertanya pada bos saya dulu tuan ,tuan tunggu di sini dulu" ucap eka.Pria itu marah lalu langsung menyerobot masuk ke dalam dan berjalan ke lantai dua.Eka pun terkejut lalu mengejar pria itu , "Tuan jangan masuk ,bos kami belum memberikan izin" ucap eka sambil mengikuti pria itu .
Pria itu menatap ke arah pintu yang berwarna pink beda dari pintu lainnya ,dan tanpa basa basi pria itu membuka pintu kamar itu ,dan pria itu menatap Isvara yang sedang menyisir rambutnya di depan meja rias berukuran sedang.Dexano terpana dengan kecantikan Isvara.
Isvara melihat dari cermin , "dexano" lirih Isvara.Dexano tersenyum , "hay Vara ,lihat aku bawa sarapan untukmu ayo kita makan bersama,oh iya aku juga membawa bunga mawar untukmu lihat cantik kan" ucap dexano pada Isvara.
Isvara menghembuskan nafasnya kasar lalu menghadap ke arah dexano yang masih berdiri di pintu dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya.Dexano kemudian mendekat ke arah Isvara,lalu menyerahkan bucket bunga pada Isvara.
"Ini untukmu,semuga kamu suka ya" ucap dexano.Isvara menerima bucket itu ,dan tersenyum kecil "terima kasih" ucap Isvara pelan .Dexano tersenyum melihat Isvara yang sudah mau berbicara dan tersenyum walaupun hanya sedikit.
"Sama sama,oh iya ayo kita sarapan bersama aku sudah bawa sarapan untuk kita" ucap dexano sambil berjalan ke kursi di kamar itu lalu menata sarapan di meja , Isvara meletakkan bucket di meja riasnya dan berjalan mendekat ke arah dexano yang sedang fokus menata sarapan .
"Makanlah " ucap dexano , Isvara melihat makanan yang tersaji ,Isvara pun duduk di depan dexano dan mengambil sarapannya namun wajahnya terlihat tidak senang.
Dexano yang melihat raut wajah Isvara pun bingung , "Apa kamu tidak cocok dengan sarapan ini Vara,kalau kamu tidak suka aku akan mencari keluar ,apa yang kamu mau makan?" tanya dexano.
Isvara mengeleng ," Aku suka soto ini ,tapi aku tidak suka dengan tauge yang ada di dalam soto ini" ucap Isvara menunduk lesu.