NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunangan Dibatalkan

Acara pertunangan antara Kendra dan Mutiara, Dilaksanakan malam ini disalah satu hotel yang paling terkenal dikota ini.

Acara pertunangan tersebut dihadiri oleh para sejumlah tamu dari kalangan yang tak biasa. Ini baru saja pertunangan apalagi pernikahan nanti.

Didalam kamarnya, Mutiara sudah siap. Gaun putih mewah itu melekat indah di tubuhnya. Wajahnya dipoles dengan sangat tipis. Akan tetapi, Karena paras Mutiara yang cantik dari lahir. Meski tanpa make up pun akan terlihat cantik dan mahal.

Sayangnya tidak ada senyum sama sekali disana. Entah kenapa Mutiara merasa kalau pertunangannya bersama dengan Kendra malam ini tidak akan berjalan dengan lancar. Atau bisa jadi semua itu hanya perasaannya saja.

"Non.. Non kenapa kayak murung gitu? Non sakit? Atau tidak enak badan?" Tanya Bi Yani pada Nona mudanya yang ia rawat sejak kecil itu.

"Tidak Bi.. Aku baik-baik saja. Yaudah, Kalau begitu aku berangkat dulu.." Mutiara memeluk Bi Yani, Wanita paruh baya itu mengangguk.

"Iya Non, Nona hati-hati juga ya. Semoga lancar acaranya.."

"Aamin, Bi.." Ucap Mutiara dan berlalu pergi. Dibawah sana, Sudah ada Papanya yang setia menunggu.

"Papa..

"Sayangnya Papa, Ayo.."

"Mama mana?" Galih tersenyum..

"Mama sama kakak, Mereka sudah berangkat duluan. " Mutiara tersenyum tipis. Ada rasa nyeri didalam hatinya. Kenapa setiap ada acara seperti ini, Selalu saja dia berangkat bersama Papanya. Tak pernah Mutiara berangkat bersama Mama dan Kakaknya. Padahal Mutiara ingin sekali satu mobil dengan mereka seperti keluarga lainnya.

"Jangan pikirkan apapun, Yang penting acaranya lancar nanti.." Mutiara mengangguk. Ia menarik nafas panjang, Jangan sampai dia terlihat sedih dihadapan orang-orang termasuk dihadapan Papanya.

"Silahkan Tuan.." Rio membukakan pintu pada Galih. Pria itu menoleh pada sang putri.

"Kamu masuk aja dulu.." Mutiara mengangguk. Tanpa mengatakan apapun lagi, Gadis itu masuk kedalam mobil kemudian disusul oleh sang Papa.

Mobil mulai melaju, Mutiara memalingkan wajahnya melihat ke samping dimana lampu-lampu jalan bersinar dengan indah.

Rio yang fokus menyetir itu, Diam-diam melirik Mutiara yang sepanjang perjalanan tidak mengatakan sepatah katapun. Sejak tadi Mutiara memang lebih banyak diam.

"Aku menyuruhmu karena Ghazi sedang ada kesibukan sebentar diluar. Kau tahu sendiri kan, Kalau putriku tidak mau padamu.." Kata Galih tiba-tiba agar Rio tidak kepedean.

"Ya, Tuan.." Jawab Rio singkat. Karena yang memintanya kali ini adalah Galih sendiri, Bukanlah Mutiara. Dia mana mungkin mau bicara dengan mantan Bodyguard nya itu.

Janganlah untuk bicara, Melihatnya saja tidak sudi sama sekali.

Jujur, Melihat sikap Mutiara yang seperti ini, Rio seakan tidak melihat Mutiara yang dulu sama sekali. Sejak tadi gadis itu banyak diam tak mengatakan apapun. Jangankan membalas tatapan matanya, Meliriknya saja tidak.

Disaat Mutiara masih berada dijalan menuju tempat tujuannya. Dihotel tempat terlaksananya acara pertunangan antara Kendra dan Mutiara, Tengah terjadi sebuah pertanyaan bagi para tamu tentang Hazel dan Kendra yang memakai pakaian yang sama.

Mereka mengira kalau Hazel adalah calon tunangan Kendra, Padahal juga tidak.

Sementara Kendra sendiri, Pria itu tidak masalah sama sekali tentang pakaian yang dipakai oleh Hazel. Menurut Kendra, Orang memakai pakaian dengan warna yang sama itu wajar-wajar saja. Apanya yang salah?

"Apakah itu gadis yang akan bertunangan dengan putra Tuan Darian? Lihatlah, Mereka terlihat sangat serasi sekali..

"Sepertinya bukan? Katanya yang akan bertunangan dengan Putra Tuan Darian adalah Mutiara, Putri dari Tuan Galih..

"Owh, Aku kira dia gadisnya? Soalnya dia memakai pakaian yang sama dengan pakaian milik Tuan Muda Kendra. Aku malah mengiranya pakaian mereka memang couple..

Banyak yang pembicaraan Kendra dan Hazel. Gadis itu hanya tersenyum saja, Kita lihat setelah ini. Bagaimana reaksi Mutiara ketika calon tunangannya lebih pantas bersanding dengan dirinya ketimbang dengan calonnya sendiri.

"Ken, Kamu gak merasa keberatan kan, Kalau aku pakai gamis yang warnanya sama seperti tuksedo yang kamu, Pakai?

"Gapapa.. Santai saja.."

"Makasih Ken.." Hazel memeluk lengan Kendra. Gadis itu seakan tengah membuktikan kalau dialah yang paling pantas bersama dengan pria ini.

...****************...

Suara deru mobil terdengar. Semua para tamu yang hadir mengalihkan atensi nya pada seorang gadis cantik yang baru saja turun dari kendaraan roda empatnya.

Seorang gadis cantik turun, Mutiara melangkah masuk bersama dengan sang Papa.

Semua mata tertuju pada Mutiara yang tampil dengan sangat cantik malam ini. Gaun putih yang dikenakannya sangat pas ditubuhnya. Mutiara memang cantik, Siapapun akan terpikat dengan kecantikannya. Langkahnya sangat anggun memperlihatkan aura mahal dalam dirinya.

"Tuan, Putri anda cantik sekali.." Puji seseorang pada Galih, Pria itu tersenyum. Tentu saja putrinya cantik karena Ibunya juga cantik secantik bidadari didalam hatinya.

"Tentu saja, Ibunya kan cantik tentu saja putriku juga cantik.." Ucap Galih yang takkan bosan memuji kecantikan Anjani. Mungkin orang-orang yang ada disana mengira kalau Galih sedang memuji kecantikan Diandra. Padahal bukan sama sekali.

Secantik-cantiknya Diandra dan selama ini dia berumah tangga, Tak pernah sekalipun Galih memuji wanita yang telah menghancurkan cintanya itu.

"Tuan, Apakah putrimu ini yang akan bertunangan dengan putra Tuan Darian?

"Ya, Kenapa Memangnya?

"Owh tidak.. Aku kira gadis yang berada disamping Tuan muda Kendra itu calonnya.." Galih dan Mutiara menoleh pada Kendra dan Hazel yang berdiri dengan berdampingan. Bahkan pakaian yang mereka kenakan berwarna sama.

"Iya, Tadi juga saya mengira gadis itulah yang akan bertunangan dengan putra Tuan Darian.." Mutiara menatap dua orang itu. Ia memejamkan matanya sebelum melangkah mendekat ke arah Kendra dan Hazel.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Selamat malam, Om dan Tante..." Sapa Mutiara pada Darian dan Julia. Sepasang suami istri itu menyambut baik Mutiara, Karena Mutiara memang lah menantu idaman mereka. Bahkan mereka tidak peduli tentang asal usul Mutiara yang katanya lahir dari orang ketiga itu.

"Kamu cantik sekali.." Puji Julia, Mutiara tersenyum.

"Terima kasih Tante.." Mutiara cukup merasa bahagia. Karena meskipun dia tak disayang oleh Mamanya, Ada Julia yang mampu menerimanya dengan baik.

"Permisi.. Minumnya Nona?" Seorang pelayan datang menawarkan sebuah minuman. Mutiara mengambil satu gelas minuman itu.

"Terima kasih..

"Sama-sama Nona.. " Pelayan itupun pergi. Mutiara maju satu langkah mendekati Hazel. Gadis itu Dia menatap Hazel dari atas sampai bawah.

"Tiara..." Tiara tersenyum, Dia meminum minuman itu sedikit.

"Waoou.. Kau cantik sekali malam ini, Hazel. Pakaian mu juga bagus.." Ucap Mutiara, Matanya beralih menatap Kendra...

"Pakaian kalian sama ya, Serasi sekali, Cocok.." Kendra menatap gadis calon tunangannya itu. Pujian yang diucapkan oleh Mutiara seolah menjadi tamparan bagi Kendra sendiri.

"Tiara, Kau ini bicara apa? Jangan membuat ulah. Ini acara penting ini." Kata Kendra. Pria itu melihat banyak tamu yang mengarahkan pandangannya pada mereka.

"Aku? Membuat ulah?" Mutiara terkekeh..

"Astagaa Ken.. Siapa yang akan membuat ulah? Aku hanya bicara fakta. Kau dan Hazel, Memakai pakaian yang sama.. Aku hanya mengatakan kalau kalian sangat cocok dan sangat serasi sekali.. Kalau kau tidak percaya, Tanyakan saja pada para tamu yang hadir.. Sejak tadi kalian jadi bahan pembicaraan mereka lo?. Banyak yang mengira kalau Hazel lah calon tunanganmu.. Mustahil kalau kau tidak tahu Ken.." Kendra memerhatikan para tamu yang samar-samar menyebut namanya.

"Tiara, Aku mohon jangan salah paham dulu.. Aku memakai pakaian warna yang sama dengan Kendra, Tidak ada niat apapun kok.. Aku cuma suka aja sama gamis ini, Makanya aku pilih.. Aku gak punya niat lain.." Seperti biasa, Hazel selalu mencari perhatian. Terlebih banyak tamu disana, Semakin menjadi-jadilah Hazel.

"Tiara, Apa yang dikatakan Hazel itu benar. Kita gak punya niat apapun.. Hazel suka sama pakaian ini, Makanya aku belikan, itu saja. Lagipula ini hanya masalah sepele yang tak perlu dibesar-besarkan.." Lagi, Kendra membela Hazel lalu menganggap masalah ini hanya masalah yang sepele.

"Masalah sepele, Katamu?

"Tiara, Aku gak bermaksud apa-apa kok.. Hiks, Jangan marah.. " Mutiara maju lagi satu langkah, Melihat Hazel menangis, Kendra segera memasang badan untuk melindungi gadis itu.

Fathan pun juga mendekat dan langsung memeluk Hazel yang tiba-tiba menangis. Padahal belum di apa-apakan..

"Mutiara hentikan! Jangan buat Hazel takut..

" Aku belum menyentuhnya sama sekali. Kenapa kalian bersikap seakan-akan aku ingin menyakitinya?

"Tiara, Bukan seperti itu..

"Sepertinya kalian sangat melindunginya, Kemana janji kalian yang dulu ingin melindungiku.." Kendra dan Fathan saling pandang. Mereka memang pernah berjanji ingin menjaga Mutiara, Tapi sekarang kemana janji itu?

"Tiara, Sejak kecil Hazel sudah menderita, Dia..

"Mana cincin tunangannya.. " Ucapan Kendra terpotong oleh Mutiara yang tiba-tiba menanyakan cincin tunangan mereka.

Seseorang datang mendekat. Seorang wanita mendekat seraya membawakan sebuah nampan, Yang dimana diatasnya ada kotak beludru. Didalamnya ada sepasang cincin untuk pertunangan.

Mutiara buka kota tersebut, Ia ambil salah satu cincin yang ukurannya lebih kecil. Kemudian menyematkan cincin tersebut ke jari manis nya sendiri. Sepertinya Mutiara sengaja ingin mencobanya lebih dulu karena cincin itu bukan pilihannya.

Alhasil..

Cincin itu tidak muat dijarinya. Mau dipaksa seperti apa tetap tidak muat sama sekali. Mutiara semakin emosi.

"Cincin ini tidak muat..

"Bagaimana mungkin cincinnya tidak muat?

Kendra terkejut. Semua yang ada disana terkejut termasuk Galih, Darian dan Julia. Bagaimana bisa cincin itu tidak muat dijari Mutiara? Mutiara tersenyum miris, Sudah ia duga semua ini.

"Aku sudah menduganya Ken.. Karena apa? Kau memilih cincin ini dengan Hazel, Kau abaikan cincin tunangan pilihan ku.. Sekarang aku tanya, Yang sebenarnya ingin kau jadikan tunangan itu aku atau dia sih?" Kendra diam, Benar kan? Siapa yang akan dijadikan tunangan pria itu. Kenapa semuanya harus Hazel yang memilih..

Bisik-bisik para tamu mulai terdengar. Hazel dan Kendra mulai disudutkan..

Mutiara memejamkan matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.

"Om Darian, Tante Julia.. Mutiara minta maaf. Tiara tidak bisa melanjutkan pertunangan ini.. Pertunangan ini resmi dibatalkan.."

"Tiara...

Mutiara sudah lelah dengan semua ini. Daripada nanti semakin menjadi masalah, Lebih baik dibatalkan saja, Bukan?

"Tiara! Apa yang kau katakan? Pertunangan ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. Kita ini dijodohkan sejak kecil.. Kau lihat para tamu undangan pun juga banyak yang hadir. Dan kau seenak jidat membatalkan semua ini?" Mutiara masih diam, Dia tak menjawab apapun.

"Okey, Kalau kau tidak suka dengan pakaian Hazel. Aku akan menyuruhnya untuk ganti. Dan cincin yang tidak muat itu, Kita bisa cari lagi yang sesuai dengan seleramu, Bagaimana?

"Aku setuju dengan putriku.. Batalkan saja pertunangan ini?" Galih ikut angkat bicara. Sejak tadi dia memang diam saja, Tapi sekarang tidak lagi.

Galih tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putrinya.

"Pertunangan ini tidak bisa dilanjutkan. Darian, Julia.. Maaf, Tapi sejak tadi putramu selalu menyudutkan putriku seolah putriku yang jahat.. Semua ini harus batal. Ini bukan masalah Pakaian yang sama atau cincin yang tidak pas.. Ini masalah harga diri. Putramu yang bersalah tapi kenapa putriku yang disalahkan? Putriku hanya kecewa saja, Dia kecewa karena pria yang akan menjadi masa depannya nanti lebih berpihak pada wanita lain.. Ini masih pertunangan, Apalagi nanti setelah menikah. Yang ada putriku selalu makan hati setiap hari.." Panjang lebar Galih bicara. Pria paruh baya seolah ikut meluapkan rasa kecewanya.

"Mau tidak mau pertunangan ini harus batal..

"PERTUNANGAN INI TIDAK AKAN BATAL!!

Semua orang menoleh ke arah suara.. Seorang pria tampan nan gagah masuk kedalam. Ghazi dengan penuh percaya diri melangkah mendekati Mutiara.

Pria itu tampil dengan sangat memukau. Celana hitam, Kemeja hitam serta tuksedo putih, Tidak lupa dasi kupu-kupu yang melekat dibagian kerah lehernya. Sangat cocok bersanding dengan Mutiara yang memakai gaun putih malam ini..

"Mas Ghazi...

"Pertunangan ini tidak akan batal.. Karena malam ini, Saya lah yang akan menjadi tunangan Nona Mutiara. .

TBC

1
aku
nah yg goblokkk yo bpk e sm bibi ira. percuma lah dibuka skrg. biarin dikira mati tiaranya. 😌😌
Lusi Hariyani
setelah tiara pergi br terbongkar semua y...nyesel km galih percuma tp smg aja ada keajaiban klo mutiara msh hidup dan g jd naik kereta itu
Ariany Sudjana
owh ternyata Diandra Pelacur murahan 🤣🤣😂😂 dan pelacur murahan itu menghakimi Anjani sebagai pelacur, heh jalang Anjani itu lebih berkelas daripada kamu, galih menikah dengan Anjani, baru lahir mutiara, bukan seperti kamu, yang rela telanjang bulat demi jadi istri konglomerat 🤣🤣😂😂 dan sayangnya pelacur murahan ini ga tahu diri, sudah ditolong ga tahu terima kasih
Sindy Sintia
mungkin sama nama beda org, atau KTP nya jatuh malah di jasad org lain, mngkin bgtu
Setyowati Setyowati
yahhh ...pasti berita GK bener ini ..pasti Preng kan kak ...jangan 😭😭 aku GK rela Tiara meninggal
Evi alvian
gak mungkinlah Mutiara meninggal palingan jasad orang lain..masa iya PU meninggal?????
Masha 235
Thor......!?,maksudnya gimna ini...kok jd gini?
Mama Bila😘❤️: Othor gak setega itu, kak🙈
total 1 replies
Ani
semoga saja Mutiara masih hidup ataupun memang Mutiara gak jadi naik kereta itu... semoga
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sport jantung eeuuyyyy
Nice1808
wah mutiara jadi korban kecelakaan kereta, gmna kabar mutiara meninggal atau terluka saja, moga mutiara baik2 saja gk sampai meninggal😭😭😭
Suanti
mudah2an jasat nya bukan mutiara 🤭
Uba Muhammad Al-varo
semoga aja mutiara baik' saja
Lusi Hariyani
untung mutiara krm pesan sm ghavi
Sri Rahayu
semoga Ghazi bisa menemukan keberadaan Mutiara secepatnya 😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Muft Smoker
org tamak selalu rugii ,,
😏😏😏 ,,

semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
Ani
sokor
Nice1808
Hazel hazel kau gk akn menang dr mutiara🤣krna otak mu zonk isinya hnya kelicikan dan manipulatif🤭🤣
Evi alvian
dengan kepergiannya Mutiara semoga orang" yg telah menyakitinya sadar dan menyesalinya..
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪
Ariany Sudjana
akhirnya si pelacur murahan yang bodoh ini nongol lagi. jelas saja skripsi kamu ga maju-maju, kan kamu bodoh, udah gitu kamu itu hanya pelacur murahan, yang bisanya menggoda laki-laki kaya supaya kamu jadi orang kaya, padahal otak kamu zonk😂😂🤣🤣 dan kamu kan hanya bisa jadi pencuri hasil karyanya mutiara, jadi novelnya ga maju juga, karena bukan kamu yang nulis 😂😂🤣🤣 dan bodohnya masih ada laki-laki kaya yang percaya sama omongan kamu, sampai membela kamu sedemikian rupa dan meninggalkan tunangannya 😂😂🤣🤣 dasar bodoh
Adrian: iya betul 100 buat kakak jawaban paling mantap🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
mutiara ga mau merepotkan orang katanya, tapi dengan kamu ambil keputusan pergi jauh, kamu ga pikirkan papa kamu gimana? kalau papa kamu jadi sakit karena stress mikirin kamu, apa kamu tega?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!