NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sagara tersenyum tipis begitu mengetahui jika Ayahnya tak di undang di acara ini, membuat Sagara semakin muak menatap ke arah Kakek tua itu.

"Bukankah seharusnya jamuan makan ini di hadiri oleh 3 keluarga besar? Mengapa hanya ada Kakek dan juga kepala keluarga Valerian di sini? Bukankah seharusnya Papa selaku kepala keluarga Aditama juga hadir di meja ini?" ucap Sagara dengan nada yang menyindir.

Mendengar perkataan Sagara barusan membuat suasana ruang makan yang tadinya ceria tepat ketika melihat kedatangan Sagara, mendadak menjadi hening seakan menegang begitu mendengar ucapan Sagara.

"Jangan berulah Sagara sopan lah sedikit! Sini duduk dan sapa calon tunangan mu." ucap Razan berusaha untuk menahan amarahnya dan tak menggubris perkataan Sagara barusan.

Sagara tersenyum tipis kemudian mengambil langkah kaki perlahan mengambil duduk tepat di sebelah Elika, membuat Elika lantas tersenyum dengan manis kemudian menatap ke arah Sagara dengan tatapan yang bahagia.

"Baik karena semuanya sudah berkumpul, jadi mari kita bicarakan rencana pertunangan Sagara dan Elika. Bagaimana menurut anda pak Reno? Apakah anda ada ide mengenai rencana pertunangan keduanya?" ucap Razan kembali.

"Kalau saya sih tergantung kemauan Elika, saya yakin Elika punya impiannya sendiri dalam menyusun acara ini." ucap Reno dengan raut wajah berbinar menatap Putrinya.

"Aku ingin acara pertunangan ini di buat sangat megah bak putri dongeng, bagaimana menurut mu Sagara? Apakah kamu ada ide lain?" tanya Elika kemudian dengan nada yang berharap.

"Mungkin... bisa ditambahkan dekorasi berwarna hitam dengan bunga duka cita di area tengah ballroom tersebut..." ucap Sagara sengaja mengatakan hal tersebut hanya untuk memancing kemarahan Razan.

"Sagara!" pekik Razan yang mulai tersulut emosi.

"Ah... Mungkin maksud Sagara agar nuansanya menjadi hidup makanya di beri bunga yang warna warni seperti bunga duka cita, tapi aku yakin maksudnya bukan mengutuk acara tersebut namun agar kelihatan lebih fresh, bukankah begitu Sagara?" ucap Elika berusaha menengahi.

"Jangan terlalu percaya diri, siapa juga yang ingin acara itu menjadi lebih berwarna? Ngaco lu..." ucap Sagara dengan santai namun berhasil mengundang tatapan tak suka dari wajah Reno.

"Aku rasa ucapan nak Sagara ini sudah keterlaluan, lagi pula kalian sebentar lagi akan menjadi suami istri jadi om harap kalian berdua bisa rukun dan saling menjaga." ucap Reno memberikan nasihat.

"Maaf ya om, saya sama sekali tidak ada niatan untuk membina rumah tangga bersama anak om. Jadi jangan harap setelah menikah kami akan akur ataupun romantis-romantisan selayaknya pasangan lainnya." ucap Sagara berterus terang.

"Kau! Bukankah kau sudah keterlaluan?" pekik Reno kemudian yang tak suka dengan nada bicara Sagara.

"Saya hanya mengatakan isi hati saya om, bukankah lebih baik dikatakan dari pada harus di pendam?" ucap Sagara dengan nada yang begitu santai tapi berhasil membuat Razan kehilangan muka.

"Razan aku harap kamu bisa mengajari cucu mu sopan santun, aku tidak suka cara berpikirnya. Jika terus seperti ini aku rasa harus memikirkannya dua kali untuk melanjutkan pertunangan antara Sagara dan juga Elika, termasuk dengan urusan perusahaan mu!" ucap Reno dengan nada yang mengancam.

"Pa.... Papa kan udah janji sama aku, gak bisa gitu dong...pokoknya aku tetap mau Sagara titik!" rengek Elika seakan seperti layaknya seorang anak kecil.

"Diam Elika! Jangan terlalu mengemis dalam cinta! Kamu itu wanita terpandang di kota ini banyak sekali Pria terhormat yang mengantri untuk menikahi mu!" ucap Reno yang tak suka dengan putrinya yang terus-terusan merengek.

"Itu dengerin perkataan Papa mu, sebagai seorang wanita terhormat harusnya kamu tak perlu mengemis cinta..." ucap Sagara dengan nada yang menyindir.

"Kau...." ucap Reno yang tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi setiap perkataan sarkasme dari Sagara.

"Papa....." panggil Elika yang seakan tak menyukai jika Reno membentak Sagara.

"Sudah cukup Elika sebaiknya kita pergi dari sini atau Papa akan sangat marah!" ucap Reno dengan nada penuh penekanan yang sebenarnya hendak dibantah oleh Elika, namun ketika mendapati tatapan tajam dari Reno membuatnya sama sekali tak bisa membantah.

Tepat setelah mengatakan hal tersebut, Reno lantas menarik tangan putrinya dan membawanya pergi dari ruangan tersebut. Setelah kepergian keduanya kini hanya menyisakan Sagara dan juga Razan di ruangan itu.

"Sagara! Apa mau mu sebenarnya? Apa kamu tidak ingin tahu keberadaan Mama mu?" ucap Razan dengan nada yang terdengar marah.

"Tentu saja, bukankah aku sudah melakukan sesuai perjanjian kita? Dimana jika aku setuju maka aku akan mendapatkan informasinya." ucap Sagara dengan santai.

"Kau benar tapi sekarang kau malah mengacaukannya!" ucap Razan dengan kesal.

"Oh tentu tidak! Kakek hanya mengatakan jika aku bersedia dan tidak lebih dari itu. Sayangnya jamuan makan kali ini dan segala perintilan yang ada sangkut pautnya dengan pertunangan, sama sekali tidak ada hubungannya dengan perjanjian yang terjadi antara kita berdua. Jadi jangan harap aku bersedia secara suka rela melakukannya." ucap Sagara menjelaskan segalanya yang lantas membuat Razan terdiam seribu bahasa.

"Kau semakin mirip dengan Aditama, begitu perhitungan dan juga angkuh!" ucap Razan yang tak bisa lagi berkata-kata.

"Semua terserah penilaian Kakek terhadap ku, aku sama sekali tidak peduli akan hal itu. Yang jelas berikan informasi itu atau aku tidak akan melakukan sesuai dengan perjanjian yang telah kita berdua sepakati." ucap Sagara dengan nada yang mengancam.

Mendapat ancaman tersebut Razan lantas menghela nafasnya dengan kasar, kemudian ia nampak merogoh saku kemeja miliknya dan memberikan Sagara secarik kertas.

"Hanya ini yang bisa ku berikan kepadamu, jika kamu mau lebih harus ada hal lainnya yang akan jadi bayarannya." ucap Razan dengan tersenyum tipis.

"Dasar Kakek tua!" pekik Sagara sambil mengambil secarik kertas tersebut kemudian berlalu pergi meninggalkan Razan seorang diri.

"Semoga saja anak ingusan itu tidak menemukan kebenarannya, aku harap Lucas benar-benar sudah menyiapkan segalanya. Jika tidak semua akan berantakan." ucap Razan tepat setelah kepergian Sagara dari tempat tersebut.

****

Sementara Sagara tengah sibuk akan masalahnya, Luna yang baru saja menerima pukulan berat di hatinya terlihat melangkahkan kaki luntang lantung menyusuri area trotoar pinggir jalan raya yang terletak tak jauh dari taman kota.

"Bahkan Sagara tak menerima hadiah dari ku, apakah dia benar-benar sangat membenci ku? Bukankah selama ini Sagara begitu sangat pengertian? Mengapa mendadak malah berubah drastis seperti ini?" ucap Luna pada diri sendiri sambil terus membawa langkah kakinya menyusuri area jalanan.

Disaat hatinya tengah dilanda kegundahan, sebuah suara bariton yang sama sekali tak ingin ia dengar, lantas menggema dan memenuhi telinganya.

"Luna berhenti!" pekik sebuah suara yang berada tak jauh dari tempat Luna berada.

"Sial!"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!