NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:303.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 10 - Kamu Mau?

Aluna tidak mampu menjawab dan diamnya Aluna membuat Davion benar-benar menepati ucapannya. Dengan gerakan cepat jari-jari Davion melingkar di leher Aluna.

"Akh!" nafas Aluna tercekat.

Cengkraman itu tidak langsung sepenuhnya kuat, Davion masih menahan diri menunggu reaksi.

Menunggu perlawanan Aluna.

Menunggu Aluna menjadi manusia biasa.

Namun yang Davion dapatkan justru sebaliknya. Tubuh Aluna menegang seketika. Napasnya tertahan dan dadanya naik turun dengan cepat, namun ia tidak berontak.

Tidak menepis tangan Davion, tidak berusaha melepaskan diri.

Hanya berdiri diam di tempatnya, dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan sesak yang perlahan menyiksa.

Wajahnya perlahan memerah.

Bibirnya sedikit terbuka, mencoba menarik udara yang semakin sulit ia dapatkan.

Namun tetap tidak ada perlawanan.

Davion mengeraskan cengkramannya sedikit demi sedikit. Rahangnya mengatup kuat dan matanya menatap tajam ke dalam bola mata Aluna, ingin membongkar sesuatu yang tersembunyi di sana.

“Ayo…” bisiknya pelan, nyaris seperti desakan. “Lawan aku.”

Namun Aluna tetap diam tanpa amarah sedikitpun. Yang ada hanyah penerimaan. Sebuah penerimaan yang justru membuat dada Davion terasa semakin panas.

Tangannya yang mencengkram leher Aluna mulai bergetar karena emosi yang tidak ia mengerti.

Davion tak tahu bahwa Aluna tidak melawan bukan karena kuat.

Melainkan karena ia merasa tidak berhak.

Detik berikutnya Davion mendorong tubuh Aluna menjauh dan melepaskan cengkramannya dengan kasar.

Aluna terhuyung tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Tangannya refleks memegang meja rias di belakangnya untuk bertahan. Begitu tekanan di lehernya hilang, ia langsung terbatuk-batuk hebat dan napasnya tersengal, seolah baru saja ditarik kembali dari batas yang hampir merenggutnya.

Namun bahkan dalam keadaan seperti itu ia tetap tidak mengangkat wajahnya untuk melawan.

Davion menatapnya melihat leher Aluna yang kini memerah, bekas cengkraman tangannya terlihat jelas di sana. Kulit putih itu ternodai warna merah yang kontras, menjadi bukti nyata dari apa yang baru saja ia lakukan.

“Kenapa?” tanya Davion, suaranya keluar lebih pelan dari yang ia duga. “Kenapa kamu tidak melawan?”

Aluna masih terbatuk pelan, tangannya kini berpindah ke lehernya, menyentuh bagian yang terasa sakit. Napasnya belum sepenuhnya stabil, namun ia berusaha berdiri tegak kembali.

Butuh beberapa detik sebelum akhirnya ia menjawab.

“Karena…” Aluna berhenti sejenak, menelan sisa sesaknya. “Aku tidak punya alasan untuk melawan.”

Aluna akhirnya mengangkat wajahnya perlahan. Matanya sedikit basah, namun tidak ada air mata yang jatuh. Ia menatap Davion bukan dengan kebencian melainkan dengan keikhlasan.

“Sejak awal…” lanjut Aluna pelan, “aku sudah tahu posisiku di sini.”

Tangannya perlahan turun dari lehernya.

“Kalau memang aku ada di sini karena sebuah kesepakatan, maka apapun yang terjadi setelahnya adalah bagian dari itu.”

Davion membeku.

Kata-kata itu tidak terdengar seperti pembelaan. Tidak juga seperti keluhan, melainkan seperti pengakuan.

Dan untuk pertama kalinya sejak pernikahan ini terjadi, Davion benar-benar kehilangan kata-kata.

Ia ingin marah.

Ingin menyangkal.

Namun entah kenapa semua itu terasa sia-sia di hadapan wanita yang bahkan tidak mencoba melindungi dirinya sendiri.

Aluna menundukkan pandangannya kembali.

“Maaf,” ucapnya pelan, entah untuk kesalahan yang mana. “Jika sikapku membuatmu semakin kesal, tapi... Aku akan tetap disampingmu dan menjalani pernikahan ini."

Dan kalimat itu menjadi hal paling menyakitkan yang pernah Davion dengar.

Hari-hari setelah kejadian itu Aluna tetap menjadi Aluna yang sama.

Ia bangun pagi dan langsung melayani Davion meski tak pernah dihargai. Aluna selalu tampil anggun mengenakan pakaian brand ternama, lalu menjalani hari-harinya dengan sikap yang nyaris tanpa cela.

Dan yang paling mencolok adalah tidak pernah ada sedikit perubahan. Seolah-olah kejadian siang itu, saat lehernya dicekik oleh suaminya sendiri tidak pernah benar-benar terjadi.

Di sisi lain Davion justru semakin menjauh. Sikapnya menjadi lebih dingin dari sebelumnya, jarak yang benar-benar ia bangun dengan sengaja.

Davion jarang berada di kamar. Bahkan untuk sekadar bertatap muka dengan Aluna pun, ia seperti tidak memiliki keinginan.

Namun, anehnya Davion tetap memperhatikan. Setiap malam ketika rumah mulai tenggelam dalam kesunyian, Davion akan berada di ruang kerjanya. Menatap layar monitor menampilkan satu pemandangan yang sama berulang-ulang.

Aluna.

Melalui kamera CCTV yang terpasang di sudut kamar, Davion melihat dengan jelas bagaimana istrinya menjalani malam demi malam.

Aluna tidak pernah menyentuh ranjang besar yang seharusnya menjadi miliknya. Ia terus memilih tidur di sofa sudut ruangan. Tubuhnya meringkuk, terkadang hanya berbalut selimut tipis, terkadang bahkan tanpa itu.

Aluna benar-benar menjalani semuanya seperti seseorang yang sudah menyerahkan seluruh hidupnya.

Hari berganti minggu.

Minggu berganti bulan.

Dan dalam satu bulan ini satu hal yang perlahan berubah adalah hubungan Aluna dengan Mommy Ivana.

Jika di awal Aluna hanya bersikap hormat, kini ada kedekatan yang tumbuh secara alami bahkan tanpa Aluna sadari.

“Mom,” panggil Aluna, kini mereka duduk berdua di ruang keluarga, menikmati teh hangat seraya menunggu Daddy Aston dan Davion pulang kerja.

Ivana menoleh, matanya langsung penuh perhatian. “Iya, Sayang?”

“Apa yang Mom inginkan dariku?” tanya Aluna tiba-tiba.

Pertanyaan itu membuat Ivana sedikit terdiam.

Aluna melanjutkan, kali ini dengan suara yang lebih antusias dari sebelumnya. “Aku bisa melakukan apapun. Kalau ada yang kurang dari diriku, aku akan memperbaikinya. Kalau Mom ingin aku jadi lebih baik lagi, aku akan berusaha," jelas Aluna, dia bicara begini sebagai bentuk rasa terima kasihnya yang tak terkira.

“Aku akan melakukan apapun supaya Mommy senang," ucap Aluna lagi.

Mom Ivana tidak langsung menjawab. Dia lebih menatap Aluna cukup lama, seolah sedang mencoba memahami sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kata-kata yang baru saja ia dengar.

Perlahan Mom Ivana mengangkat tangannya dan menggenggam tangan Aluna dengan lembut.

“Mommy tidak ingin apa-apa, Sayang,” ucap Ivana pelan.

Aluna terdiam, matanya sedikit membesar, seolah tidak yakin dengan apa yang ia dengar. Selama ini mom Ivana sangat baik padanya. Seharusnya mom Ivana memintanya untuk melakukan sesuatu.

Namun kini Ivana hanya tersenyum penuh kasih. “Mommy hanya ingin kamu bahagia.”

“Bahagia?” ulang Aluna, hampir seperti berbisik saking terkejutnya mendengar jawaban tersebut.

“Iya, mommy tidak ingin kamu melakukan apa-apa. Mommy hanya ingin kamu bahagia."

Aluna terdiam.

"Sekarang mommy tanya, hal apa yang membuatmu paling bahagia? Mom akan melakukannya."

Aluna makin tergugu mendengar kalimat demi kalimat tersebut. Seharusnya tidak begini, seharunya bukan kata-kata ini yang ia dengar.

"Sayang, kenapa malah diam?" tanya mom Ivana, kini jadi dia yang antusias.

"Baiklah, baiklah, kalau kamu memaksa ingin mommy membuat keinginan maka dengarkanlah," kata mom Ivana lagi. "Mommy perhatikan bajumu berwarna putih semua, hanya beda model. Mommy ingin mulai sekarang kamu memakai semua warna. Bahkan warna merah seperti bunga mawar. Kamu mau?"

1
Ny Rudi Harianto
davion bener² kalah untuk sekarang....benar² gak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagaimana saat ini perasaan hati...
call mi
maaf ya Thor..alur untuk saat ini kayak adegan slow motion..kita readers JD bingung tentang kelanjutan hubungan mereka mau di bawa kemana 🙏🙏🙏🙏
Imas Kartini
coba aja kamu dulu g menyakiti Aluna mungkin kamu Skrang bahagia
Alexa Juliana
Mantap tuh..Biar Davion merasakan apa yg dirasakan Aluna saat di suruh menggonggong ky anjing..
Alexa Juliana
Jangan rindu Dav, itu berat biar Dilan aja yg merasakannya..
Alexa Juliana
Seorang asisten kerjaannya selalu paling cape apalagi hrs nurutin kemauan si bos yg kadang diluar nurul🤣🤣
Alexa Juliana
Yaoloohh Dav, saking pengennya melihat penampilan Aluna sampai cosplay jd panitia gadungan...😁😁
Alexa Juliana
Blm di spil nih anak siapa Samuel Wu ini apakah anak si lobster Jackson dan Anne alias adiknya Dokter Shinee atau malah anaknya Shinne dan Laura Carter?
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Aku jadi ingat, kau gak salah namanya Azam dan Bella. Di Season 1 Azam dihujat habis2an, Sampai semuanya ingim Bella bersama dengan yang lain. Tapi dibuku baru Season 2, Azam berjuang habis²an dan reader berbalik arah mendukung mereka balikan.

Nah apakah disini Aluna dan Davion bisa bersama? sedangkan Aluna sdh nyaman hidup seperti ini, Davion setelah bertemu Aluna mungkin sdh tidak bermain wanita lagi. Tapi entahlah dulu sampai tahap mana dia bermain, Yang pasti Aluna sdh tidak peduli lagi. Mungkin akan sedikit tersentuh kalau Davion berhasil membawa Aluna bertemh keluarga kandungnya kembali.
Shee_👚
aluna kaya yang trauma g sih, dia takut kalau ada ikatan hidup nya bakalan tertekan lagi dan bakalan seperti boneka
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Karena Aluna sdh nyaman dengan kehidupannya yang sekarang.
Lela Angraini
saking dalamny luka itu membuat aluna truma ooonnn daviioonnnn. biarkan aluna menjalani harinya dgn tnang dulu oonn davioonn,,klo kamu langsung gercep ya begitulah akibatny. setulus apa perjuanganmu utk membuka hal baru akan sulit
ari sachio
setidakny sebagian hal yg tlh menyakiti aluna sdh davion rasakan.pelajaran hdp bgt.kita tk boleh punya penyakit hati aplg sampai bnr2 menuduh d menghakimi menghina orng ln tnp mendgr dulu penjlsn dt org tsb.
Puji Sri Lestari
tidak semudah membalikkan telapak tangan.
ollyooliver🍌🥒🍆
nah kan..dia bener" gak menghargai aluna dan menempatkan dirinya pada keadaan yg seharusnya dia menghargai aluna. fia tdk memgerti aluna. dlm hubungan seperti ini memikirkan bersentuhan fisik..apa gk kurang aja dia.

gw bisa callingin psk ..davion, kalau lo gk bisa tahan, mau lo?
davion bilek....mau lah, dah lama juga gk main😌
Alexa Juliana
Kali ini tolong Kak Otor jgn membuat cerita tokoh utama wanita yg sdh tersakiti kembali pd org yg telah menyakitinya, buatlah beda dgn otor2 yg lain..
Biarkan Aluna menjemput kebahagiaannya dgn pria lain yg baik, yg menghargainya..
ollyooliver🍌🥒🍆
apapun hasilnya? harusnya kan dia tau hasilnya akan ttp cerai. logikanya gini. yg menggugat sdh bersuara, yg tergugat sdh mensahkannya dengan ttd,artinya ada persetujuan. suara penggungat psti yg didengar..pertama ada alasan kuat, kedua di ttd tergugat, kalau misalnya tergugat membatalkan dan penggugat tdk mau ttp persetujuan awal yg menjadi alasannya...trus untuk apa dilanjutkan prosesnya coba? kalau jawabannya sendiri ada pd aluna 😏
𝕬𝖟 𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆😘
bagus alunaaa... tolak aja davion.. biarka dia berjuang lebih lama
ollyooliver🍌🥒🍆
tdk..lo tdk mengerti. karena kalau lo mengerti, lo akan memberikan ruang buat aluna merasakan menjadi dirinya sendiri..karena posisinya lo tau kehidupan aluna seperti apa sebelumnya. dan lo kira dengan mengikat kembali aluna..aluna bahagia? mungkin tapi hidupnya akan dlm bayangan masa lalu. karena jika terikat lagi sama lo..aluna gk akan menjadi dirinya sendiri. karena masa lalumu, masa lalu lo berdua ketika masih suami istri dan nama besar keluarga lo..jadi jangan egois😌
ollyooliver🍌🥒🍆
dan kebencian yg ndk beralasan itu bukan masalah utamanya..pasti ada hal lain. karna kalau hanya pandangan buruknya pd aluna itu sperti gk masuk akal dijadikan alasan davion menghina aluna, apalagi tdk ada bukti yg dia dptkan dari dugaannya pd aluna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!