NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Mendengar seluruh pengakuan jujur yang meluncur dari bibir Hazel yang bergetar, raut wajah Arlend yang semula dipenuhi ketegangan perlahan melunak, digantikan oleh binar obsesi dan kegelapan yang kian mendalam.

"Jadi... karena itu kau mendekati pria itu?" tanya Arlend dengan suara yang luar biasa rendah dan tenang, namun mengandung tekanan yang begitu berat.

Hazel tidak sanggup bersuara lagi. Dengan bahu yang masih terguncang oleh sisa tangisnya, ia hanya bisa mengangguk pelan seraya menundukkan kepala.

Arlend menghela napas panjang sebuah hembusan napas yang menyalurkan rasa lega sekaligus kepasrahan atas betapa dalamnya ia telah terjerat oleh gadis di hadapannya. Sang Raja Mafia memajukan langkahnya, memangkas habis jarak di antara mereka. Tangan tegapnya yang hangat merayap naik, menyapu dan mengelap air mata yang membasahi pipi mulus Hazel dengan usapan lembut ibu jarinya.

"Dengar baik-baik, Hazel..." bisik Arlend tajam. Pria itu menangkup kedua pipi Hazel, memaksa mata jernih gadis itu untuk menatap lurus ke dalam iris matanya yang berkilat gelap.

"Jika kau ingin memanfaatkanku... maka manfaatkan aku sepuasmu. Aku sama sekali tidak keberatan jika kau memanfaatkan diriku," tekan Arlend dengan kata-kata yang tegas, dingin, namun sarat akan kebangatan keposesifan yang gila. "Gunakan kekuasaanku, kekayaanku, atau bahkan tanganku untuk menghancurkan siapa pun yang kau benci. Tapi jangan pernah sekali pun kau melirik atau melibatkan pria lain dalam permainanmu."

Arlend memajukan wajahnya, menyatukan kening mereka hingga Hazel bisa merasakan deru napasnya yang hangat dan memburu. Cengkeraman tangannya di rahang Hazel sedikit mengetat, menegaskan batas kepemilikannya yang mutlak.

"Tapi ingat satu hal, Hazel..." lanjut Arlend dengan kekejaman yang merayap halus dalam intonasinya, "aku juga masih bagian dari keluarga mereka. Dan jika kau ingin menghancurkan mereka sampai berdarah-darah, biar aku sendiri yang meratakan dunia mereka untukmu. Kau tidak perlu mengotori tanganmu dengan mendekati anak pembisnis itu lagi."

Mata Arlend berkilat mematikan saat membayangkan nama Leo dan Helena. Sisi kegelapan dan kekejaman seorang pemimpin mafia terpancar nyata dari gesturnya pria yang siap membantai siapa saja demi memuaskan dendam dan menjaga milik terbesarnya: Hazel.

"Mulai detik ini, kau hanya boleh bergantung padaku," desis Arlend posesif, sebelum mendaratkan ciuman yang sangat dalam dan protektif di dahi Hazel.

Hazel mengangguk pelan, menyandarkan kepalanya sejenak di dada bidang Arlend, merasa lega karena beban ketakutannya telah terangkat.

DDRRR... DDRRR...

Getaran nyaring dari ponsel Arlend memecah keheningan di dalam ruangan mewah itu. Arlend menarik ponsel dari saku jasnya, melihat nama asisten kepercayaannya di layar, lalu mengangkatnya dengan raut wajah yang kembali dingin.

"Bicara," perintah Arlend singkat.

"Tuan Arlend, Nyonya Helena dan Cateline baru saja kabur!" suara asistennya terdengar tergesa-gesa di balik telepon. "Anak buah kita melacak keberadaan mereka di dermaga barat. Mereka berusaha melarikan diri keluar negeri menggunakan kapal kargo gelap!"

Iris mata Arlend membeku, kilatan membunuh yang teramat pekat seketika memancar dari tatapannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Arlend mematikan ponselnya, lalu menatap Hazel dengan pendar kelembutan yang kontras dengan aura kegelapan di sekelilingnya.

"Pergilah ke kamar dan tidurlah, Hazel," ujar Arlend halus, mengusap puncak kepala Hazel dengan penuh kasih sayang. "Biarkan aku menyelesaikan urusan ini."

Hazel menatap Arlend seraya mengangguk patuh. "Baik, Kak Sagara..." cicit Hazel manis sebelum melangkah perlahan menuju kamar utama di lantai atas.

Setelah memastikan Hazel masuk ke dalam kamar, raut raut wajah Arlend berubah menjadi sangat bengis. Pria itu menyambar pistol berperedam suara dari dalam laci meja kerja, menyisipkannya di balik jas, lalu melangkah lebar keluar dari mansion menuju mobilnya untuk bergerak cepat menuju dermaga.

Sementara itu, di sudut dermaga barat yang sepi dan remang-remang, angin malam yang dingin berembus kencang membawa bau amis air laut. Bau minyak solar dan gesekan rantai kapal kargo terdengar bersahutan.

Dua sosok wanita berkulit pucat yang terbalut mantel tebal tampak menyusup tergesa-gesa di antara tumpukan kontainer raksasa. Helena dan Cateline bersembunyi di balik bayangan, menatap sebuah kapal kargo tua yang siap lepas landas.

"Cepat, Cateline! Paspor dan uang tunai sudah ada di dalam tas," bisik Helena dengan napas tersengal dan raut wajah dipenuhi kepanikan luar biasa. "Anak buah kapal ini sudah kubayar mahal untuk menyembunyikan kita sampai kapal memasuki perairan internasional!"

Cateline memegangi lengan ibunya erat-erat, tubuhnya gemetar ketakutan membayangkan jika Arlend sampai menemukan keberadaan mereka.

"Ibu... apakah ini benar-benar aman?" cicit Cateline dengan suara bergetar, matanya liar memandangi sekeliling dermaga yang gelap. "Bagaimana kalau Arlend tahu kita kabur lewat dermaga ini? Dia... dia pasti akan membunuh kita berdua, Bu!"

"Dengar, Cateline!" bentak Helena pelan seraya mencengkeram bahu putrinya, mencoba menanamkan keberanian palsu. "Arlend tidak akan tahu! Semua aset dan rencana kita sudah hancur gara-gara Hazel, tapi selama kita bisa lolos malam ini, kita bisa memulai hidup baru bersama ayah Leo di luar negeri. Jangan lemah sekarang, ayo naik!"

Helena menarik tangan Cateline, melangkah menaiki tangga besi kapal kargo yang berkarat. Namun, baru saja kaki mereka memijak dek kapal kargo yang temaram...

DOR!

Satu letupan tembakan berperedam suara menggelegar, menghantam papan kayu tepat di depan ujung sepatu Helena. Spars bunga api berkilat di dalam kegelapan.

Helena dan Cateline menjerit histeris, menyergap satu sama lain seraya mundur dengan tubuh gemetar hebat.

Dari balik kegelapan di bawah pendar lampu dermaga yang remang-remang, langkah sepatu kulit yang berat menggelegar ritmis. Arlend muncul dari balik tumpukan kontainer, dikawal oleh belasan anak buah berbaju hitam yang memegang senjata laras panjang.

Arlend melangkah maju dengan memegang pistol di tangan kanannya. Jas hitamnya berkibar tertiup angin laut, sementara iris matanya menatap Helena dan Cateline bagaikan iblis yang siap mencabut nyawa.

"Mau pergi ke mana kalian?" desis Arlend dengan suara rendah yang begitu dingin dan mematikan, menghentikan seluruh napas dua wanita di hadapannya.

1
Mei TResna Rahmatika
udah tamat aja kak
merry
🤣🤣🤣🤣cemburuuan bos mu gidion
falea sezi
g suka karakter nya sok alias licik🤣 bunglon
falea sezi
😒 rugi gue nangisin elu zel 😒
falea sezi
q malah berharap hazel di Selamat kan orang trs di bawa pergi jauh 🤣 trs ketemu beberapa tahun kemudian hazel ilang ingatan😕
falea sezi
😓part hazel nangis q😕
falea sezi
nunggu qm nyesel😒
merry
jdiin pelayan ajj si zel trs viral kn mrkk biar kmu gk dicap ank haram trs sm mrkj
merry
bgs hazel bgs jujur dan terbuka,, dr pd bhong kn yg ada repot,,, lgian Sagara psti dukung kmu untuk bls perbuatan y Helena dan cat cat ap lg Bpk y lon selingkuh dgn Helena gmpng x hancurin y biar mmmy Leon gk di selingkuh trss
Mundri Astuti
nah gitu jujur aja hazel ..
Mundri Astuti
omelin aja si hazel ..arlend🤭
merry
knp gk. jdiin babu ajj hazel tu mrk berdua,, kn Helena dh bunuh mmu dan jebak papamu ,,di saat papa mu msh tunangannya dr mmu,, biar cat muka mata y berapa licik y mmy itu
merry
hazel menurut mu jgn pura pura polos dan lugu dech asli y kn ngk 🤭🤭🤭bgs jdi cwe manja biar di manja sm mafia dan nikmatin falistas mewah ya,, sambil ngehukum ibu Tri dan saudara trimu,,,
Mundri Astuti
kirain hazel bener" tulus ...wewww sama aja kamu kaya Catlin zel, cuma manfaatin arlend
merry
astoge klian berdua in psangan bonglon ternyata,, klo Sagara tidak anemsia knp mau aj di injk injk cbb sm cat,,, hazel tujuan y ap sm Sagara selain bls dendam,, 🤔🤔🤔🤔
merry
jdi psagann gk y nntii hazel sm Sagara
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!