semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 10
Rumah kakek dan nenek dibangun dengan desain bangunan eropa,ada tumbuhan disetiap sudut ruangan,wajar saja udara disini sangat segar berbeda dengan di kota yang sudah dipengaruhi oleh polusi.
Setelah berkeliling,Ana membawa ku ke kamar yang dulu pernah aku huni,aku juga penasaran bagaimana selera dekor kamar yang dimiliki Agata yang asli disini.
Saat pintu terbuka aku terkejut,kamar ini sangat berbeda dengan kamar di rumah Devan,kamar dengan dinding berwarna baby pink dengan banyak boneka yang disusun di sebuah rak,barang-barang lain juga berwarna netral tapi kebanyakan berwarna pink.
“ayo masuk Nona”Ana melangkah masuk
Aku berjalan dibelakang Ana,dengan ekspresi meneliti,ana berbalik menatap wajah penasaran ku,
“Nona lah yang mendesain kamar ini,dulu anda lah yang merengek pada tuan besar dan nyonya besar agar ruangan anda di desain sesuai dengan keinginan anda”
“Ha ternyata begitu ya”aku tertawa canggung
“hanya saja kamar ini tampak sangat berbeda dengan kamar di rumah tunangan ku”tambah ku,Ana menatap ku dengan canggung,”itu karena kamar disana diatur langsung oleh tuan Devan”
“Begitu kah?lalu aku yang dulu menerimanya begitu saja?”
“Ya Nona”
Aku duduk ditepi kasur,menatap Ana dengan tajam,obrolan kami tadi membuat ku memahami sesuatu,Agata yang asli jelas punya selera yang berbeda dari yang sering dijelaskan Devan kepada ku,kesukaan yang berbeda,semua hal yang Devan tunjukkan seperti lingkungan rumah,dan dekorasi kamar sangat bertentangan dengan apa yang Agata asli suka,jadi menjadi pengganti yang dikatakan Nina kemarin adalah kebenaran.Agata hanyalah seorang pengganti.
“ada kah yang salah Nona?”Ana ketakutan dengan tatapan ku yang tajam padanya,Nona nya tidak pernah menatap nya seperti itu,apakah ia tampa sengaja membuat marah Nona nya.
“Ana,tahukah kamu bahwa aku hanya seorang pengganti?”ucapan ku membuat Ana jatuh terduduk,ia menatapku dengan mata bergetar.
“Nona…nona.. tidak ada yang seperti itu,anda mungkin hanya salah paham.anda bukan pengganti siapapun.percayalah nona.orang yang mengatakan itu pada anda pasti lah orang jahat,ia pasti ingin membuat anda bertengkar dengan tuan Devan,memanfaatkan keadaan hilangnya ingatan anda”Ana berbicara dengan menggebu-gebu tapi dengan suara yang bergetar.
Aku sungguh tidak menyangka pertanyaan ku akan membawa reaksi sebesar itu pada Ana,namun karena reaksi nya itulah yang menjadi bukti bahwa ucapan ku tadi benar.
“Melihat reaksi mu,bisa aku simpulkan bahwa perkataan ku benar bukan”
“Nona…percayalah saya tidak akan melakukan sesuatu pun yang akan mencelakai anda,sekarang anda hanya perlu menjalani kehidupan anda dengan bahagia,tidak ada gunanya mengingat masa lalu Nona”
Ana menatap mataku,”tolong lupakan apa yang anda dengar,anda hanya perlu tau bahwa sekarang adalah waktu yang terbaik untuk anda,anda tidak perlu merusak itu hanya karena masalah yang sepele”
Aku terdiam,”kau tidak akan menjelaskannya?”
“tidak”tegas Ana
“Baiklah,berarti aku hanya bisa mencari sendiri”aku berdiri dan berjalan pergi
“NONA…”teriakan Ana menghentikan langkah kaki ku
“terkadang kebenaran bisa menghancurkan semua hal,nona saya mohon,jangan lakukan hal ini”
“Ana,terkadang kebenaran memang menyakitkan,namun tidak mengetahui kebenaran hanya membuat mu terjebak dalam situasi yang lebih sulit nantinya.aku melakukan ini juga untuk menjaga diriku Ana”aku menatap tegas Ana
“Katakan pada kakek dan nenek,aku harus kembali.Devan tidak mengizinkan ku untuk menginap”aku berbalik dan berjalan dengan tegas.
Aku harus mengetahui kebenaran yang semua orang coba tutupi