Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana rasanya?
Igris terus bergumam memekik kekesalannya. Otak nya di penuhi pikiran gamblang tentang kultivasi ganda yang akan sering terjadi kelak di masa depan. Tak habis fikir dia melakukan hal itu hanya untuk menyerap kekuatan dewa. Tapi tidak ada cata lain selain itu untuk menyatukan kembali kekuatan kristal yang telah tercerai dari tubuhnya. Pikirannya bergejolak keras, takut, kesal dan juga merasa malu untuk menghadapi Zean di kemudian hari.
Malam itu, segel pertama kristal jiwa telah terbuka. Kesucian yang dia jaga pun telah tersentuh. Namun seorang dewi tak akan terganggu dengan hal seperti itu. Karena tubuh dewi istimewa tak seperti manusia. Dia akan tetap perawan sekalipun berhubungan intim berulang kali. Takkan ada masa datang bulan dan nyeri haid, juga tak akan merasakan sakitnya melahirkan. Para dewi juga mengandung bayi mereka dengan waktu yang singkat. Hanya butuh waktu tiga bulan mereka sudah bisa melahirkan seorang bayi. Itupun dengan cara kedewaan, cukup dengan metode cahaya yang mengurung janin hingga cukup umur untuk di lahirkan menjadi sosok anak kecil yang sempurna.
Sang dewi alam itu tak ingin berpikir terlalu panjang, walaupun pikirannya masih membekas rasa dari persetubuhan malam ini. Matanya semakin mengantuk. Perlahan matanya mulai tertutup. Igris yang kelelahan kini ikut tidur lelap di samping sang harimau sambil memeluk bulu-bulu lembut miliknya.
Keesokan paginya Zean terbangun dari tidur indahnya dan mendapati sang pujaan tidak berada di samping nya lagi. Hanya tersisa pakaian sobek yang berserakan di lantai dan alas tempat tidur yang berantakan. Dia buru-buru beranjak dan mencari Igris keluar dari gua. Dilihatnya sekeliling hutan, matahari sudah hampir tinggi hingga ke tengah kepala. Zean berlari kencang menuju tenda para prajurit. Satu persatu tenda di bukanya mencari sang dewi. Hingga pada saat dia menemukan pujaannya di tenda terakhir, Zean langsung mendekap kuat Igris dalam pelukannya. Seolah telah kehilangan seseorang dengan waktu yang sangat lama. Zean memeluk Igris dengan sangat kuat bagai orang yang sedang ketakutan.
Sang dewi yang sedang berpakaian itu kaku dalam pelukan Zean. Igris terdiam dan hanya mendongkak ke arah mata lelaki itu. Mata Zean liar dan berair.
"Kenapa tiba-tiba pergi? Aku takut sekali saat kau tidak ada," Tanya Zean sedih mengencangkan pelukannya.
"aku harus menutup tubuhku dengan sesuatu pangeran," jawabnya singkat.
Zean baru teringat kalau tadi malam dia dengan ganas merobek pakaian Igris hingga membuat sang dewi menjadi telanjang bulat dan pakaiannya tak bisa lagi di kenakan. Pangeran itu pun malu sendiri menyadari keganasan nya di malam tadi.
"maaf, aku pikir setelah tadi malam kau akan meninggalkan ku," ucapnya sembari mengundurkan dekapan eratnya.
"Bagaimana mungkin, kau adalah asupan kristal ku."
Igris mendorong pelan dada Zean dan melangkah mundur. Dia kembali merapikan pakaiannya yang belum selesai di pasang tadi.
"asupan? apa jangan-jangan kita akan sering melakukannya?" Tanya Zean bersemangat.
"pergilah bersihkan tubuhmu, setelah itu kita baru bicara!" Perintah Igris lembut di ikuti Zean yang menurut keluar dari tendanya.
Igris sengaja mengalihkan pembicaraan, karena dia tau, Zean tipe laki-laki yang selalu bersemangat dalam hal-hal fisik. Seperti seseorang yang selalu kehausan setiap saat.
Igris menghela nafas dan merapikan pakaiannya. Ana yang tiba-tiba muncul di balik bayangan mendekati majikannya dengan cepat hingga membuat kaget Igris.
"Nona ... apa tadi malam terjadi sesuatu antara kalian berdua?" Tanya Ana penasaran.
"Ya ... sepertinya terjadi sesuatu yang seru," jawabnya cuek.
"tadi malam semua orang melihat cahaya terang di atas langit dan tergambar jelas pohon raksasa keemasan dengan segel matahari milik nona. Biasanya kalau itu terjadi seseorang telah membangkitkan kekuatan spiritual tingkat dewa suci,"
"Benarkah? terjadi hal seperti itu?"
"Ya nona ... bahkan semua orang dapat merasakan cahaya matahari yang hangat dan penuh kebaikan hati dari orang yang telah membangkitkan kekuatan itu,"
"Apa jangan-jangan tadi malam saat melakukannya telah membuka kekuatan kristal jiwa?" gumam Igris yang hanya terdengar olehnya sendiri.
"cahaya emas itu memancarkan karakter dari pengguna kristal. Itu artinya Zean sungguh pemuda yang sangat baik dan hatinya penuh kehangatan," jawab Igris menjelaskan kepada Ana dengan nada pelan.
"nona .. apa kau ... sudah ... melakukan kultivasi ganda bersama?" goda Ana sambil memainkan kedua jarinya.
Igris tersipu, wajahnya seketika memerah, ia malu hendak menjawab dengan jujur, namun pelayan setia itu terus menggoda, ia hanya mengangguk pelan. Ana tersenyum lebar dan bersorak kegirangan.
"aaah nona ... bagaimana rasanya?"
"apa... apanya?"
"Bukankah itu malam pertamamu? pasti dasyat kan?" goda Ana sambil terus mengegelilingi tubuh Igirs. "aaahhh... aku penasaran sekali bagaimana rasanya kultivasi ganda dengan seseorang yang memiliki kekuatan dewa?"
"aa.. apa maksud mu? memangnya ada perbedaan dengan yang lain?"
Dilihatnya leher Igris terdapat sebuah tanda merah peninggalan Zean. Igris berusaha menutupi bagian merah itu dengan tangannya. Ana semakin jadi menggoda tuannya membuat Igrisia berusaha menhelak. Igris tak menggubris, dia hanya tersenyum melihat kekonyolan Ana dan terus merapikan penampilannya di depan cermin.
"Nona... aku pernah membaca buku di perpustakaan kerajaan, katanya jika kita melakukan kontak fisik dengan seseorang yang tingkat Kultivasi nya lebih tinggi itu akan jadi ke intiman yang luar biasa,"
"Benarkah?"
"Nona.. apa kau benar-benar tidak bisa merasakan sensasi itu?"
"Kau berkata seolah kau profesional saja, apa kau pernah melakukannya?" sentak Igris balik menggoda.
"a .. aa.. aku ... hanya membaca buku,"
"membaca dan merasakan nya langsung itu sangat berbeda. Suatu saat nanti kau juga akan merasakannya jika sudah punya pasangan,"
"tapi aku tak seberuntung dirimu nona, kau bisa punya banyak pasangan. Karena daratan lumina menganut matriaki, wanita yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan bebas memiliki pasangan sebanyak apapun dengan syarat harus memberikan imbal balik untuk kerajaan yang dinikahi. Sementara aku hanya pelayan, paling aku hanya bisa menjadi selir dari para pejabat istana," ucap Ana sedih.
"Ah kau ini ... nanti ketika aku berkuasa, maka peraturan akan ku ubah semua. Lihat saja, suatu saat nanti semua peraturan di alam manusia akan berubah,"
Tiba-tiba saja Zean yang telah selesai mandi masuk kedalam tenda. Tampak pangeran itu hanya mengenakan handuk menutup tubuh bagian bawahnya. Zean yang perlahan berjalan mendekat kedua wanita itu dengan santainya menggosok rambut hitam miliknya guna mengeringkan nya.
Kedua mata wanita itu menatap kaku tubuh Zean yang sama sekali berbeda. Igris dan Ana tak berkedip memandangi tubuh Zean dari atas ke bawah. Wajahnya kian memutih, otot dada dan perutnya bertambah seksi membuat gairah Igris seketika tersirat. Dia menelan liur pelan.
"Tuan muda... kau ... "