Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anggun
Makin ramai lah suasana di kafe, banyak komentar yang mengasihani owner kafe. Karena telah di tipu, oleh karyawannya sendiri.
Inaya dan Ilmi sangat menikmati perubahan wajah, pada pria yang bernama Wildan.
"Dan kak Virgin, kakak tidak akan menemukan koki pilihan kakak." ucap Ilmi, dengan wajahnya yang berubah sendu
"Kenapa nona?" tanya Virginia
"Karena dia, sudah menghabisi nyawa koki pilihan kakak." jawab Inaya
"HAH?!"
Brugh
Wildan langsung jatuh terduduk, tubuhnya terasa begitu lemas. Ia tak menyangka rahasia, yang sudah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Akan terungkap juga, tapi... Bagaimana bisa mereka tau?
"Apa yang nona katakan suatu kebenaran?" tanya Virginia shock
Ilmi dan Inaya mengangguk, tatapan mereka ke arah belakang Wildan. Di sana... Sosok koki yang seharusnya bekerja, tengah menatap benci pada Wildan.
Tanpa mereka sadari, ada satu pasang mata. Yang menatap Wildan sangat sangat membencinya, ia mengambil pisau di meja. Berjalan cepat mendekati Wildan, dan..
CRASH
AAAARRRGGGHHHTT
KYAAAAAA
Semua orang terkejut, situasi tak kondusif. Mau tak mau, Inaya memulangkan para pengunjung. Dia pun meminta untuk karyawan lain, untuk menutup kafe. Darah muncrat dan mengalir dari bahu Wildan, saat seseorang itu menusuk di bagian tersebut.
"KAMU APA-APAAN?" bentak Ilmi, seseorang itu menoleh dan menatap marah Ilmi. Ilmi yang memegang lengan seseorang itu, langsung terlepas. Bahkan ia memundurkan tubuhnya, beberapa langkah ke belakang.
"L-lo... k-kenapa lo lakuin ini?" tanya Ilmi, seseorang itu hanya tersenyum sini pada Ilmi. Ia kembali menatap Wildan, lalu menghembuskan nafas panjang.
"Tadinya gue pengen bunuh ni orang, tapi kematian bukan hukuman yang pantas buat dia. Selama dua tahun ini, gue bertahan di sini. Karena ingin cari kebenaran, tentang hilangnya bang Haris. Gara-gara dia, istri dan anak bang Haris harus hidup terlunta-lunta. Mereka tak memiliki keluarga lain, selain bang Haris. Bang Haris, merupakan tulang punggung keluarganya. Gue kira bang Haris kabur, tapi ternyata.... dia harus kehilangan nyawa, hanya karena persaingan pekerjaan. BAJINGAN, BANGSAT, BRENGSEK, BIADAB LU WILDAN!!!" tubuh seseorang itu, langsung di tahan oleh beberapa orang rekannya
'ANGGUN'
Ya, seseorang itu adalah Anggun. Ia tak terima dengan hilangnya Haris, sahabat hiking nya. Sahabat rasa abang baginya, namun ia tak menyangka. Bila akan kehilangan, orang yang paling dewasa di banding kan dua pria lainnya
"LEPASIN GUE, GUE HARUS BIKIN DIA CACAT. GUE GA TERIMA ABANG GUE MATI, MATI DI TANGAN ORANG BRENGSEK KAYA DIA. LEPAAAAASSS... GUE GA TERIMA... GUE GA TERIMA, Hiks... HUwaaaaaaaa.... bang Haris, maafin Anggun bang. Anggun terlambat mengetahui semuanya, maafin Anggun bang. hiks..." teriak Anggun, seraya berusaha untu melepaskan tangan rekan-rekannya. Namun, tak lama tubuhnya melemah. Menangis meraung, tak terima dengan fakta yang baru saja ia dengar.
Arwah Haris menangis, tatapan marahnya menghilang. Ia menatap penuh penyesalan, pada Anggun. Ilmi dan Inaya terdiam, mereka saling tatap.
'KENAN' panggil mereka
PLOP
"Ngapa lo bedua manggil gue? Ga tau orang lagi sibuk apa, liat ini pulpen aja masih nangkring di tangan gue." gerutu Kenan, namun Inaya dan Ilmi diam tak menjawab. Hanya kedua matanya, yang terus menatap Anggun. Kenan yang sadar, hanya terdengar suara tangisan menyakitkan. Membuatnya melihat ke sekitar, kedua matanya melihat arwah. Di belakang pria, yang sedang menahan sakit. Namun mata arwah itu pun, sama dengan kedua mata saudarinya.
Akhirnya Kenan berbalik, ia menatap lama seseorang yang sedang duduk menangis.
'Siapa?' tanya Kenan
'Jodoh yang lu tunggu' jawab Inaya
'Hah?'
'ANGGUN' jawab keduanya
DEG
Kenan kembali melihat ke arah arwah, benar... pantas saja ia merasa tak asing. Bukankah itu salah satu anggota, dari rombongan Anggun waktu itu. Benar.. itu memang dia, jadi gadis yang menangis itu memang...
"ANGGUN" gumamnya, tanpa sadar langkah kakinya mendekati gadis tersebut
Anggun yang di kuasai amarah, tak sadar siapa yang ada di depannya.
"Mau ngapain lo? Mau halangin gue, buat bales dendam ma tu orang." ucap Anggun, masih dengan wajah merah dan tubuh tegang. Amarahnya benar-benar belum reda, apalagi bila melihat wajah orang itu. Kenan menggelengkan kepalanya, ia memegang kedua bahu Anggun.
"Gue bakal kasih lo waktu, buat lepasin amarah lu nanti. Tapi jangan sampe bunuh dia.." jawab Kenan, Anggun terkekeh. Namun melihat itu, Kenan malah merasa sakit hati. Perempuan yang ia tunggu, selama bertahun-tahun ini terlihat sangat berantakan. Bahkan dengan emosi yang tak terkendali, ada rasa cemburu. Karena semua ini terjadi, bukan untuknya.
"Gue ga bakal biarin dia mati, itu terlalu ringan buatnya. Karena dia, seorang istri harus menjadi janda. Karena dia, seorang anak harus menjadi anak yatim. Kematian bukan balasan yang sempurna untuknya, dia harus merasakan cacat. Merasakan hidup segan, mati pun tak mau. Bagaimana susahnya hidup, tanpa penghasilan. Hidup hanya menunggu belas kasihan dari orang, karena tak bisa mencari kerja. Terkendala putrinya, yang saat itu baru lahir. Gara-gara dia, abang gue..." kedua tangan Anggun terkepal erat, menusuk bahunya masihlah kurang.
Beruntung dia menemukan Ambar 2 tahun yang lalu, ia melihat perempuan itu berada di pinggir jalan. Duduk dengan memangku putrinya, yang masih merah. Dia yang duduk di atas jok motornya, karena lampu merah. Air matanya mengalir, sakit hati dengan apa yang dia lihat. Ia pun membawa Ambar, untuk tinggal bersamanya. Anggun merupakan anak rantau, tentu Haris, Bara dan Doni adalah keluarga baginya.
Sudah dua bulan, Haris tak ada kabar saat itu. Anggun, Bara dan Doni mencari keberadaannya. Mereka juga cemas, dengan istri Haris yang saat itu tengah hamil besar. Takut terjadi apa-apa, sedangkan mereka tak tau apa-apa. Di tambah lagi, dengan Ambar yang tiba-tiba menghilang. Dan kembali di temukan oleh Anggun, tengah meminta-minta di pinggir jalan.
Anggun yang mendengar cerita Ambar, bila Haris menghilang setelah menjalani tes di sebuah kafe. Membuat Anggun bertekad mencari tau, atas kehilangan abangnya itu. Ia yang tadinya berburuk sangka, bila kafe ini melakukan sesuatu pada Haris. Memilih bertahan, untuk bekerja di kafe. Sampai ia mendengar fakta, bahwa abangnya telah tiada. Dan pelaku hilangnya nyawa Haris, adalah koki di kafe ini.
Itu sangat sangat mengejutkannya, dan ia yakin. Bila orang itu terdorong itu membunuh Haris, adalah karena pekerjaan. Setelah ia mendengar penjelasan dari managernya, VIRGINIA.
"Gue bisa jamin, lu bakal bales orang itu." Anggun pun tersadar, ia menatap lekat wajah Kenan. Tak lama ia mengerutkan dahi, rasanya ia familiar dengan wajah pria di depannya.
"Kita saling kenal, kita pernah ketemu sebelumnya." ucap Kenan, yang paham arti tatapan Anggun
'Iyakah? Kapan?' tanya nya dalam hati, namun dirinya masih di kuasai amarah. Sehingga, tak bisa mengingat Kenan dengan baik.
"Tutup kafe, pulangkan semua pegawai. Bawa kedua pelaku, ke tempat biasa." titah Kenan
Inaya dan Ilmi mengangguk, rekan Anggun pun melepaskan pegangan mereka. Dari sejak Kenan, menatap tajam mereka.
'Siapa mereka sebenarnya?'
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
cover baru ya thor