NovelToon NovelToon
Rembulan

Rembulan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:68.6M
Nilai: 5
Nama Author: ShanTi

Dua putaran matahari ia lewati bersama laki laki yang sama dengan rasa yang berbeda

Cinta yang menggebu penuh dengan dambaan yang berakhir dengan kekecewaan kemudian mundur untuk memberikan ruang.

Cinta kedua yang dibelit oleh takdir karena kesalahpahaman namun berakhir untuk saling mengistimewakan menutup semua luka yang pernah ada.

Rembulan, berapa putaran bumi kau butuhkan untuk meyakinkan bahwa dia adalah laki-laki pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShanTi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilamar #pekerjaan

Saat akan masuk ke Mushola, kembali Bulan teringat kalau saat ini ia sedang tidak sholat. Entah kenapa beberapa hari ini ia seperti tidak fokus, tapi untung saja dengan alasan mau sholat dia jadi punya alasan meninggalkan Afi yang sedang marah-marah.

Alamat harus mengganjal kembali perutnya dengan biskuit ini sih, karena sekarang terasa ingin makan. Mungkin harus pesan makanan lewat aplikasi, karena gengsi juga terlihat oleh Afi kalau dia membeli makanan lagi di cafetaria.

Saat kembali ke kubikel, ruangan Pak David sudah kembali menyala, artinya dia sudah kembali dari rangkaian kegiatan rapat. Bulan tidak ingin mengganggu waktu istirahat orang lain jadi lebih baik menyegarkan diri sambil mencari makanan yang bisa memberikan energi pada jiwanya.

Perempuan kalau sedang PMS butuh makanan jiwa, sesekali memberikan hadiah makanan yang enak dan minuman yang bikin bahagia. Ternyata ada banyak pilihan, hmmm.. Sesekali membelikan minuman pada teman seruangan kayanya enak. Gak usah pakai makanan terlalu mahal...hehehe. Makanan buat sendiri aja, terlalu royal jangan nanti dicurigai tapi pelit juga tidak favorit. Biasa saja, yang penting musti ingat kalau uang adalah alat bayar yang dipakai untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Saat hendak memesan makanan dan minuman, masuklah pesan dari Pak David.

“Bulan kalau sudah selesai makan siang, saya tunggu di Ruang Rapat 3”

Bulan langsung tersentak, kenapa di ruangan rapat umum, kenapa tidak di ruangannya Pak David, apakah ada pihak lain yang diundang.  Ia langsung bergegas menyiapkan diri, touch up dikit gegara emosi jiwa dengan Afi mukanya langsung berkeringat dan berminyak. Rambut ikat saja supaya terlihat ringkas. GO…

Tok..tok...tok

Ruang rapat 3 adalah rangkaian ruang rapat kecil yang biasa dipakai untuk meeting dibawah 10 orang. Lampunya sudah hidup artinya di dalam ada orang.

“Masuk” suara Pa David terdengar di dalamnya, ia sedang berbincang dengan perempuan, ada siapa, pikiran Bulan berkelana

Saat pintu terbuka, tampak Pak David dan seorang perempuan cantik yang duduk dengan santai dengan gaya yang chic dan casual, rok selutut dan blazer yang senada. Rambutnya digerai dengan paduan warna hitam dan coklat terang. Stylist sekali gayanya,  sangat modern tapi mukanya friendly,  tersenyum dengan ramah.

“Selamat siang … “ Bulan menyapa sopan.

“Masuk Bulan… perkenalkan ini asisten Pak Kevin… Marissa.. Dia yang akan nanti menjelaskan sama kamu” Bulan mengangguk, menjelaskan tentang apa pula, ini seperti ada rencana rahasia.

“Rembulan… nama yang unik… kenapa gak Gemintang atau Langit Biru hehehe” selalu saja namanya menjadi bahan komentar kalau bertemu dengan orang baru pikir Bulan.

“Ok… saya Marissa dari Divisi Konsultan Bisnis. Kemarin kami semua dipanggil mendapatkan berita yang cukup mengejutkan. Kalau perusahaan sedang mengembangkan diri pada beberapa project baru sesuai dengan rencana pengembangan ke depan. Salah satunya adalah Divisi Konsultan Bisnis akan dikembangkan menjadi lini utama di kantor ini dengan menangani beberapa project dengan perusahaan luar, yang akan mengembangkan perusahaan startup di Indonesia yang dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Selama ini kami biasa memberikan analisa  akan pertumbuhan dan perkembangan bisnis klien dan memberikan analisa akan permasalahan yang timbul. Namun dengan perkembangan sekarang perusahaan yang akan mengakuisisi perlu informasi lengkap akan profit yang akan didapatkan dari investasi yang ditanamkan.

"Selama ini kami selalu menyerahkan permasalahan ini kepada Divisi Analisa Keuangan, namun karena perkembangannya divisi ini sekarang menjadi Divisi Konsultan dan posisi jabatan yang berubah juga sehingga Pak Kevin menjadi Executive Director, saya menjadi Consultant Manager dan dibawah kami ada Supervisor. Satu orang supervisor dengan latar belakang bisnis analisis sudah ada yaitu Anjar sedangkan latar belakang keuangan kami tidak ada dan kemarin Pak David mengajukan kamu untuk mengisi posisi itu”

“Dan tentu saja saya pribadi menolak ...hahahah… kalau kamu pergi ke Divisi Konsultan saya bakalan timpang. Kamu salah satu auditor pajak andalan saya…. Seenaknya saja si Kevin main bajak aja” Pak David tampak tersenyum kecut.

“Tapi yah pilihan ada dikamu Rembulan, karena tentu saja posisi jabatannya naik. Naik jabatan sudah dipastikan kenaikan fulussss” Pak David menggesek-gesekan dua jarinya, menandakan uang.

Bulan tampak masih syok, disaat dirinya mengambil pekerjaan sambilan untuk bisa mencari uang tambahan, tiba-tiba saja ia mendapatkan berita mendapatkan tawaran naik pangkat. Mimpi apa, tapi apa yang menjadi dasar pemilihan dirinya. Apakah karena ia beberapa kali menemani anaknya Pak Kevin, karena ia tahu banyak auditor handal lainnya di kantor ini. Termasuk Afi temannya.

“Saya senang sekali Pak David dan Bu Marissa atas kesempatan inn….” Bulan menjawab pelan.

“Please deh.. Jangan sebut aku ibu… i’m not married yet… kalau David wajar mukanya udah bapak-bapak dan  punya buntut” muka Marissa tampak cemberut. Bulan meringis mendengarnya, ia hanya bermaksud sopan saja.

“Gak apa-apa Bulan… panggil dia Ibu aja biar mikir supaya cepat kawin … eh nikah… kawin kan udah sering lu yah” Pak David tampak cengar cengir mendengar komplain yang disampaikan Marissa.

“Tuh kan lu lupa… makanya jangan cuma ngawinin gw aja ajak nikah juga dong” Marissa gak mau kalah untuk meledek Pak David. Bulan hanya bisa melotot mendengar gurauan mereka berdua, sesuatu yang tidak masuk ke dalam otaknya.

“Hahahaha mata si Bulan udah mau keluar mendengar humor receh elu… jangan dengerin dia Bulan… saya laki-laki setia gak pernah buang cairan sembarangan” ucapan Pak David membuat semua konsep yang disusun di kepalanya kocar-kacir.

“Saya kayaknya perlu minum kalau begini Pak” ucap Bulan sambil berdiri mengambil air mineral di pojok ruangan. Ucapannya membuat David dan Marissa tertawa terbahak-bahak. Diambilnya tiga botol air mineral kecil dan disimpan di depan kedua seniornya itu. Ia langsung menegak air mineral dalam botol sampai hampir habis setengahnya.

“Pak David dan Bu Marissa… saya tidak memiliki pengalaman dalam bidang konsultan bisnis. Background saya akuntansi, saya khawatir nanti secara kompetensi kurang memenuhi untuk posisi tersebut” ujar Bulan perlahan.

“Kalau boleh tahu atas pertimbangan apa saya yang dipilih untuk masuk bergabung?” tanya Bulan dengan tegas. Kalau sekiranya alasannya hanya karena dia bisa menjadi pengasuh anaknya Pak Kevin, no way ia akan bergabung dengan divisi itu.

“Karena memang untuk posisi Financial Analysis Supervision kita membutuhkan orang dengan background akuntansi sayang….” Marissa tertawa melihat kebingungan Bulan.

“Kevin melihat kamu memiliki kemampuan untuk bekerja dalam team work, mampu bersosialisasi dengan baik dan itu menjadi modal dasar dalam jasa konsultasi. Tidak hanya jago angka tapi juga jago berkomunikasi dan memiliki kemampuan untuk bisa mengambil hati klien. Dan itu sudah bisa dibuktikan kalau kamu sudah bisa mengambil hati Executive Director ...hahahahhaha” David tertawa terbahak-bahak. Marissa hanya menggeleng-gelengkan kepala melihatnya.

“Cuma karena divisi ini kita akan banyak bertemu dengan klien dan melakukan lobbying tentu saja penampilan kita akan menjadi representasi dari perusahaan. Kalau selama ini kamu di perpajakan hanya akan bertemu dengan meja dan angka. Untuk divisi konsultan bisnis kamu akan bertemu dengan klien. The way you look it's become company image” sambung Marissa. Pantas saja gayanya sangat stylist karena memang sering keluar bertemu dengan klien pikir Bulan.

Bulan menarik nafas, menarik sekali tawarannya. Selama ini ia sudah bosan juga di divisi pajak, kegiatannya hanya menganalisa laporan yang berlembar-lembar. Hidupnya menjadi sangat monoton dan membosankan.

“So bagaimana? Take it or Leave it?” ucap Marissa sambil memutar-mutarkan tubuhnya di kursi. Melihat gayanya yang sangat bebas Bulan menjadi ingin tersenyum sendiri, perempuan yang di depannya itu usianya lebih tua sekitar 2-3 tahun di atasnya, tapi gayanya sangat bebas tanpa beban dan tidak menjaga image. Tampaknya menyenangkan bisa bekerja dengan orang yang tidak gampang marah dan emosi seperti Mbak Ratna, yang ada di sebelah kubikelnya.

“Hehehe kamu jangan terperdaya oleh gaya Marissa ...dia kalau udah marah bisa ngelemparin gelas dan kertas sampai kaya kapal pecah….hahahha” David melihat kalau Bulan memperhatikan Marissa dengan cermat.

“Hmmmm… baiklah saya akan mencoba tantangan baru...Bismillah saja” jawab Bulan

“Yessss….. Hahahah lu musti cari auditor baru” Marissa tampak puas menertawakan David yang hanya bisa menggaruk-garuk kepala belakangnya.

Bersamaan dengan itu pintu ruang rapat terbuka dan Pak Kevin datang tentu saja bersama dengan asisten kecilnya.

Saat mata Bulan dan Elma bertatapan mereka langsung mengucapkan kata mantera bersama-sama.

“Expelliarmus…..” Bulan mengacungkan pulpen dan Elma mengacungkan tongkat sihir yang masih dibawa-bawa olehnya…. Mereka berdua langsung tertawa karena bisa bersamaan mengucapkan kata mantera yang sama.

“Hmmm pantesan aja ternyata si Kevin udah kena mantera guna-guna…..hahahaha” Marissa tertawa melihat Kevin yang hanya bisa tersenyum meringis. Diskusi tadi pagi antara mereka berdua adalah memilih kandidat untuk posisi supervisor bersama dengan Anjar, Marissa pun sebetulnya sudah memiliki kandidat sendiri, ia tidak mengenal Bulan sehingga merasa berkeberatan saat Kevin bersikukuh memilih Bulan. Ternyata setelah melihat interaksi antara Elma dan Bulan ia baru mengerti.

“Nah Bulan cuma bonusnya selain dapat gaji gede kamu musti sabar ngasuhin anak bos hahahahahha” David tampak puas mentertawakan Bulan yang tidak memilih bersamanya.

“Ahhh lu tuh kaya gw orang yang suka ngerjain anak buah. Elma gw bawa soalnya tadi mobil jemputan mogok, jadi semua anak musti dijemput orangtua, sekarang mau dijemput dan dianterin ke rumah sama supirnya Inneke” langsung Kevin mencari alasan.

“Gimana Rembulan mau bergabung sama kita?” Kevin tampak memandang Marissa dan Bulan bergantian. Marissa mengangguk sambil tersenyum.

“Ok… Rembulan… Welcome to Bussinis Consultant Division…. Lets make company proud of us” Kevin mengulurkan tangannya bersalaman dengan Bulan, yang disambut dengan tarikan nafas panjang dan uluran tangan yang tegas.

“Terima kasih atas kepercayaan Bapak… Saya akan berusaha melakukan yang terbaik”

Selamat bertualang di dunia konsultan Rembulan!

1
Mak Lis
duhkah..Bulan kok punya ipar koplak kayak Afi..niat banget ngajari Mbul hal yg tabu..dan yg diuntung adalah Juno..lagi puasa ditawari take away paket satu..gak pake lama langsung aksien😁
Mak Lis
saat Inge bertanya apakah lebih bahagia bersama Mbul, Juno jawab dg senyum.. dan itu pasti jawaban yg sudah mewakili perasaan Juno saat ini..dan bisa dibayang perasaan Inge dg senyum jawaban Juno.. pasti hati Inge bukan hanya cekit, tapi cekot cekot
Mak Lis
Juno berharap Inge ikut senang dg kebahagiaannya hidup bersama bulan, sebaliknya Juno juga ikut senang Inge menemukan kebahagiaannya bersama Kevin..tapi bisa dibayangkan betapa cekot2nya dan hancurnya hati Inge mendengan kata2 itu keluar dari mulut Juno.
Mak Lis
untung Bulan di ruang VIP.. coba diruang yg sekamar ada dua, tiga, atau empat, bisa2 heboh dan berisik mengganggu' karena nangis keras2
Mak Lis
Bulan telpon bapak sambil bilang mau pulang.. membayangkan rasanya leher tercekat, dada sesak😭😭😭
Yay.
Aku Madura jga gitu yg menyelenggarakan pihak perempuan tp yg keluarga laki jga nyumbang dikit
Mak Lis
AFI kok bisa mengibaratkan Juno itu telor asin dan membandingkan dg Cedrik yg diibaratkan telur omega
Mak Lis
Doni kalo marah parah..meski jadi bawahan Juno juga hutang budi, kalo kesel sumpah srrapah sak enak udele dewe.. tapi kalo yg dimaki Juno, malah seneng dan mendukung
Mak Lis
saat Juno mengutarakan penyesalan dan gak bisa hidup tanpa Mbul, dan diucapkan dg lirih penyesalannya yg teramat dalam karena takut mengganggu tidur Mbul.. meskipun gedeg, itapi bisa merasakan penyesalan Juno, . .tak terasa airmata jatuh lagi😭😭😭😭
Mak Lis
saat mama Nisa menasehati Juno sepulang dari RS memeriksakan Mbul, hati tercekat lagi dan airmata kembali mengalir dg deras😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mak Lis
meski Juno sekarang merasa menyesal, tetep aja rasanya pingin nuthuk pake tongkat, pingin tak nyubit lengannya sambil ditarik dan diplintir 😠😡
Mak Lis
udah bolak balik baca, tapi part ini tetep bikin nangis kejer😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mak Lis
semalam Juno ngamuk2 gak pake perasaan.. kasar lahir batin sama Mbul...giliran gak ada dirumah sekarang kelimpungan, nyari2, kuatir😠
Yay.
Anjire, bukan aa Juno yg nidurin tapi bulan🤭🤣
Mak Lis
pingin banget nyari rotan buat nyabet Junet sampe klenger😠😡
Mak Lis
baca tulisan caps lock berada ikut menghentak hentak dadaku karena ikut emoseh.. padahal udak bolak balik baca😠😡
Mak Lis
bulan mengadopsi makan kesukaan Juno, karena tanpa mereka ketahui itu bawaan orok hasil bikinan orang yg suka makanan pasta😍
Mak Lis
kalo dipikir-pikir, bad mood Juno bisa jadi bawaan orok..kan Mbul lagi hamil, tapi belum katahun
Mak Lis
anak pak Bhanu pastilah gede gengsinya😁
Mak Lis
sampe sekarang aku masih gak habis pikir.. kok bisa bunda Shanti memasukan rumus2 kimia kimia yg dikabung jadi kata2 gombalan.. bener2 brilian.. out of the box.. diluar nurul ehh nalar❤️😍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!