REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Memaksa
Silvi menopang dagunya, ia menatap rupa Damian dengan irish yang hangat. "Jadi sekarang kita pacaran?"
Damian membalas tatapan hangat yang dilayangkan untuknya. "Kalau lo gak apa sama cowok seperti gue."
"Damian... Gimana ya , gue udah terlanjur nih suka sama lo !" jawab Silvi menarik tangan Damian membawa pahatan cowok itu mendekat dan ada di hadapannya.
"Agresif banget sih lo !" kata Damian tertawa kecil.
"Bukannya gue selalu begini?" tanya Silvi menebar smirk memikatnya kearah Damian.
"Silvi akan selalu menjadi Silvi." jawab Damian menarik gemas pipi gadis yang resmi menjadi kekasihnya.
"Ehem.. Jadi saya masih bisa gabung atau tidak ya?" tanya Linda melihat kemesraan Damian dan Silvi.
"Linda.. Sepupu lo nyatain cinta ke gue." ucap Silvi terang - terangan membuat Linda tersenyum tipis.
"Kenapa sih lo itu suka banget blak - blakan." protes Damian menangkup pipi Silvi.
"Hahaha.. Lo serius nih pilih Damian? Apa gak mau pikir dulu? Gue bisa rekomendasikan orang lain selain Damian." ucap Linda menggeser kursinya duduk bergabung dengan mereka disana.
"Hey ! Gak bisa. Enak aja lu ! Punya gue ini." protes Damian, memeluk kepala Silvi hingga terbenam di bawah dagunya.
Linda kembali tertawa, "Gue rasa pilihan lo udah benar, Silvi." ucapnya.
"Gak mungkin dong gue salah pilih." ucap Silvi mendongak, mengecup singkat pipi Damian membuat cowok itu terkejut.
"Aw.. Plis deh hargai keberadaan gue disini." keluh Linda.
Silvi mengernyitkan alisnya, "Lo aja ciuman bibir di hadapan kita sama Rendy."
Kini giliran wajah Linda yang panas, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Apa sih !"
"Silvi. Kalau lo se agresif itu, gue gak akan bisa janji untuk jadi pacar yang baik - baik buat lo !" kata Damian menatap wajah Silvi yang tersenyum jahil.
"Gue juga gak pernah punya riwayat jadi pacar yang baik." ujarnya tertawa kecil menatap Damian Angkasa.
"Serasa dunia milik berdua ya kalian. Pergi aja kali ya gue." kata Linda menatap kekasih baru yang masih saling berpandangan.
"Cari Rendy sana." usir Damian kepada sepupunya.
"Tega banget sih pacar lo Silvi." Ucap Linda menatap Silvi yang tertawa kecil.
"Hush! Jangan gitu dong sayang. Rendy lagi sibuk mau handover jabatan ketuanya." sahut Silvi memeluk leher Linda dan mengelus lembut kepalanya.
Damian tersenyum, mana mungkin dia beneran mengusir Linda pasalnya tanpa sengaja dia melihat Diana yang mencari Rendy. Apa lagi kali ini, Diana?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana di dalam ruangan yang sebelumnya adem mulai menjadi panas.
Rendy, merasa amarahnya semakin naik dengan kehadiran Diana disini. "Diana. Aku itu gak suka kasar sama cewek. Jadi aku minta tolong sekali, bisa jangan pancing marahku?" kata Rendy menahan marah yang hampir meledak dari dalam dirinya.
Diana, gadis yang tiba - tiba datang tak berkabar dan masuk ke dalam ruangan tanpa permisi itu menatap Rendy dengan mata sendu berharap mendapatkan sedikit saja perhatian dari pemuda di hadapannya.
"Ren. Aku istrimu. Aku orang yang menikah sama kamu. Kita sama - sama kembali kesini, dan kamu memilih istri dari Darren William? Memang kita menikah karena di jodohkan tapi kenapa kamu tega gak cari istrimu dan malah mencari istri orang lain?" keluh Diana terisak, berharap mata elang dingin itu bisa memancarkan sedikit saja rasa kasih sayang untuknya.
Rendy menarik nafasnya. Dia mengepalkan tangannya menahannya agar tidak melayangkan tamparan kearah gadis ini.
"Siapa yang kamu bilang istri orang lain? Saat ini kita bahkan tidak punya catatan pernikahan yang sah ! Diana, jika bukan karena jebakan licikmu, aku gak mungkin nikah sama kamu ! Saat aku kembali kesini, tujuanku adalah menikahi Linda ! Hatiku tersiksa saat nikah sama kamu, aku gak pernah menaruh perasaan apa pun sama kamu Diana Angkasa ! Bahkan aku merasa patah sepatah patahnya saat melihat Linda menikah dengan Darren ! Tolong biarkan kami meraih masa depan yang tenang kali ini Diana !" ucap Rendy berharap gadis ini mengerti akan perasaannya bahwa tidak ada satu pun cinta Rendy untuk Diana.
"Aku mencintai kamu Rendy ! Aku menyukaimu ! Aku istri kamu bukan Linda ! Rendy tolong lihat aku, aku suka sama kamu !" kata Diana mencelos jatuh di lantai berderai air mata.
"Aku tidak pernah menyukai kamu !" jawab Rendy dengan nada dingin tak berperasaan.
"Kamu jahat Rendy !" ucap Diana menahan rasa sakit di hatinya.
"Ya. Aku memang jahat karena aku memilih jujur daripada berbohong lagi. Berpura - pura menjadi seorang suami yang terlihat sangat mencintai istrinya. Menggunakan topeng untuk menutupi wajah sebenarnya. Aku tidak ingin seperti itu lagi Diana !" jawab Rendy melangkah pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan Diana lagi yang menangis seorang diri.
...----------------...
Rendy duduk sendiri, menyalakan rokoknya di bangunan terbengkalai yang berada di samping sekolahnya. Setelah kejadian tadi, dia keluar dari sekolah dan membolos pelajaran. Hatinya sedang berkecamuk tak tenang. Diana itu sangat penuh hal - hal yang nekat, dia takut akan ada kejadian sama yang terulang dan membuat Rendy harus terikat masa depan dengan Diana.
Cukup sudah satu kali dia merasakan hidup yang tidak bahagia itu. Dia tidak bisa hidup berdampingan dengan wanita yang tidak pernah sekalipun masuk ke hatinya.
Terdiam sendiri, ditemani asap rokok yang berhembus di udara berharap bisa meredakan keributan di kepalanya.
Sepasang tangan dengan aroma familiar yang menguar di udara mendekapnya dari belakang. Rendy merasakan sesuatu terbenam di balik punggungnya.
"Kenapa kamu tahu aku disini?" tanya Rendy tanpa membalikkan tubuhnya. Dia tetap pada posisinya.
"Kamu menghilang selama dua jam, tidak biasanya kamu membolos begini. Ada apa Rendy?" tanya seseorang dibalik punggungnya.
"Tidak ada."
Jawaban singkat itu sangat tidak memuaskan Linda. Ia menggigit punggung tegap itu sehingga membuat Rendy mebalikkan tubuhnya.
"Linda apa yang kamu -"
Mata elang itu terkejut, Linda secepat kilat menarik lehernya dan mengunci bibir Rendy. Bibir bawah Rendy di gigit pelan oleh Linda, membuat dia paham apa maksud wanitanya ini. Rendy memiringkan kepalanya membiarkan Linda menjadi komandannya kali ini.
"Ceritakan semuanya padaku, Rendy." ucap Linda menarik dirinya, dan menggunakan ibu jari rampingnya menghapus jejak saliva terhubung diantara mereka berdua.
Rendy menatap dalam pemilik iris caramel yang selalu memiliki tempat di hatinya. Dia menghisap kembali rokoknya dan menghadap ke depan, menatap halaman luas dari bangunan yang mereka singgahi.
"Diana mencariku." kata Rendy mulai bercerita tetapi ada sedikit keraguan di dalam dirinya.
"Ceritakan saja. Aku janji tidak akan menyela sayang." ucap Linda mengecup singkat pipi Rendy berharap bisa membuat pemuda itu merasa lebih baik.
"Diana bilang dia menyukaiku... Linda,, sebenarnya aku di masa depan pernah menikah dengan Diana." jeda Rendy menatap irish Linda yang terkejut.