NovelToon NovelToon
Kitab Dao Surgawi: Sang Legenda

Kitab Dao Surgawi: Sang Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Reinkarnasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Ia mati sebagai manusia biasa…
dan terlahir kembali di dunia kultivasi sebagai bayi fana tanpa latar belakang.

Namun, bersama jiwanya, ia membawa sebuah rahasia besar—
Kitab Dao Surgawi.

Sebuah harta karun yang mampu meningkatkan pemahaman terhadap teknik dan mantra,
membuat yang mustahil menjadi mungkin. Harta yang menantang langit itu sendiri!

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya,
di mana klan kuat menginjak yang lemah,
dia memulai langkahnya dari nol.

Tanpa bakat luar biasa.
Tanpa dukungan siapa pun.

Hanya dengan satu kitab… dan tekad untuk naik ke puncak Dao.

Ini adalah kisah tentang perjalanan seseorang yang menantang langit itu sendiri!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.24 - Ke Pasar Bebas

“Apakah kita akan masuk ke dalam wilayah Sekte Lima Simbol?” Ling Yuanyue bertanya bingung.

“Tidak,” Ling Yuanli menggeleng. “Pasar bebas sekte Lima Simbol tidak berada dalam wilayah mereka, sama seperti pasar bebas milik klan.”

“Letaknya seratus mil jauhnya di barat dari wilayah Sekte Lima Simbol,” sambungnya, “dekat Gurun Gobi”

“Gurun Gobi?” Ling Yuanyue semakin bingung. Dia jarang meninggalkan wilayah Klan Ling. Pengetahuannya terbatas. Oasis Liyu adalah jarak terjauh yang pernah ia tempuh. Gurun terlalu berbahaya untuk berkelana.

“Ya,” Ling Yuanli mengangguk. “Wilayah gurun yang konon mengandung banyak harta dan juga bahaya. Tanah yang sering disebut tanah berkah dan kutukan.”

“Apa maksudnya?” Ling Yuanyue mengerutkan kening.

Ling Yuanli terkekeh. “Artinya, mereka yang beruntung dapat mengubah nasib mereka. Dan..”

Meski Ling Yuanli tidak melanjutkan, Ling Yuanyue sudah mengerti. Matanya berkilat. “Jadi…mereka yang tidak beruntung, mati?”

Ling Yuanli mengangguk. Dia lalu merenung sesaat, dan berkata, “memasuki Gurun Gobi berarti meninggalkan wilayah umat manusia. Itu adalah wilayah yang belum terjamah oleh peradaban. Sebuah tanah misterius. “

Alis Ling Yuanyue mengernyit. “Saya ingat. Saya pernah membaca sebuah buku sejarah. Konon tanah ini disebut Gurun Tak Berujung. Umat manusia menemukan gurun ini puluhan ribu tahun yang lalu dan mulai melakukan ekspansi wilayah. “

“Manusia bertarung dengan Binatang Yao yang tak terhitung jumlahnya dan mengusir mereka jauh ke tanah tak terjamah.”

Ling Yuanli mengangguk membenarkan. “Ya, dan tanah tak terjamah itulah Gurun Gobi. Tidak ada yang tahu seberapa luas tanah itu. Banyak penjelajah terkenal yang sudah menempuh total jarak yang jauh lebih luas dari wilayah umat manusia, tapi belum ada yang pernah menemukan ujungnya,” katanya, sedikit nostalgia.

“Akhirnya, orang-orang setuju bahwa Gurun Gobi tak berujung.”

Sejujurnya, Ling Yuanli tidak percaya konsensus itu. Dia pernah bereksperimen untuk membuktikannya. Pengetahuan dari kehidupannya di Bumi tidak sia-sia.

Melalui berbagai eksperimennya selama ini, entah dari eksperimen bayangan matahari yang berbeda di dua tempat yang berbeda, perubahan lokasi rasi bintang, lengkungan tanah di kejauhan, atau bayangan lengkungan planet di bulan saat gerhana bulan, dia tahu bahwa dunia ini merupakan planet bulat. Artinya ada ujungnya. Hanya saja, mungkin ukurannya saja yang sangat kolosal.

Beberapa kultivator yang terkenal eksentrik juga pernah bereksperimen dan menulis buku mengenai fenomena-fenomena ini. Termasuk mengenai fenomena kapal yang terkenal, yang tiangnya terlihat terlebih dahulu sebelum lambungnya.

Namun mayoritas orang tidak percaya.

Sejak saat itu, Ling Yuanli menyadari bahwa dunia ini, yang dipenuhi kekuatan menakjubkan yang mampu menghancurkan gunung dan membelah lautan, belum memasuki zaman pencerahan.

Sebuah cacat total!

“Dunia yang fokus pada kekuatan dan mengabaikan kebenaran.”

Itulah kalimat yang pernah ia ucapkan di klan dan mengundang ejekan dari berbagai orang. Dan Ling Yuanli tidak terganggu dengan ejekan itu. Dia diam-diam merasa kasihan dengan ketidaktahuan mereka.

Dunia ini masih terjebak dalam zaman kegelapan!

“Saya masih tidak nyaman setiap kali memikirkannya,” Ling Yuanli menghela napas pelan. Dia membenci ketidaktahuan. Kebodohan seringkali lebih berbahaya dari apa pun.

Ling Yuanyue tidak menyadari pikiran rumit Ling Yuanli.

Mereka lalu mengitari pinggiran wilayah Sekte Lima Simbol, yang membuat Ling Yuanyue bingung. “Mengapa tidak langsung bergerak lurus ke barat?”

Ling Yuanli meliriknya dan berkata, “Area perbatasan Gurun Gobi dipenuhi oleh berbagai macam kultivator penjelajah. Ada terlalu banyak orang. Kita tidak tahu isi hati mereka. Mengitari pinggiran wilayah Sekte Lima Simbol adalah pilihan yang aman.”

“Masuk akal,” Ling Yuanyue mengangguk. Dia tidak memikirkannya sejauh itu.

Mereka mengambil jalan memutar, sejauh hampir delapan ratus mil, di sepanjang tepi wilayah Sekte Lima Simbol. Mereka sesekali beristirahat untuk memulihkan energi.

Matahari terbit setelah mereka tiba di tepi wilayah barat sekte Lima Simbol.

Ling Yuanli berdiri dan memandang gurun di depannya dan berkata, “di sana, seratus mil jauhnya.”

“Akhirnya,“ Ling Yuanyue menghela napas lega. Dia tidak terbiasa hidup di alam liar. Hal itu membuatnya sedikit tidak nyaman.

Ling Yuanli lalu melirik beberapa sosok tersembunyi di pepohonan lebat di belakang mereka, yang sudah ia sadari sejak kemarin malam. Sedikit senyum tipis muncul di wajahnya.

“Patroli. Mereka seperti hantu yang mengikuti kami.”

Dia tidak mengganggu mereka dan melanjutkan perjalanan.

Ling Yuanli mengeluarkan topi jerami dan sepotong kain hitam dari cincin penyimpanannya. Dia memakai topi jerami, sedikit memiringkan hingga menutupi alisnya dan menutupi setengah wajahnya dengan kain hitam itu.

Di sisinya, Ling Yuanyue melakukan hal yang sama, dan mengeluarkan jubah longgar dan memakainya. Seketika, lekuk tubuhnya yang indah, kini tertutupi sepenuhnya.

Di sepanjang jalan, gurun pasir tidak lagi sunyi seperti biasanya. Sesekali mereka mendeteksi keberadaan Qi dari kultivator lain, entah sendiri atau berkelompok.

Beberapa melirik mereka berdua dari kejauhan, namun tidak ada hal buruk yang terjadi. Mereka mungkin memiliki niat buruk, tapi tidak ada yang gegabah, Sekte Lima Simbol tidak jauh dari tempat ini.

Hanya butuh kurang dari satu jam bagi Ling Yuanli dan Ling Yuanyue untuk menempuh jarak seratus mil.

Dan di sana, di balik tandusnya gurun pasir, sebuah pasar bebas, yang tampak seperti kota kecil, berdiri.

Danau kecil dengan berbagai tumbuhan hijau di tengah-tengah pasar bebas itu menjadi sumber kehidupan untuk setiap orang.

“Kita sampai,” Ling Yuanyue menghela napas lega. Matanya yang tersembunyi di antara kain dan topi jerami bersinar terang.

Saat mereka berdua melewati gerbang, udara beriak-riak saat mereka merasakan suhu berubah sejuk.

“Hm? Formasi untuk mengatur suhu, ya,” alis Ling Yuanli terangkat naik.

Di sisi jalan, berdiri berbagai penginapan dan kedai minum. Ling Yuanli bahkan melihat beberapa wanita dengan gaun tipis berdiri dengan postur menggoda.

Lekuk tubuh mereka yang berapi-api menarik beberapa pelancong yang tidak tahan lagi.

“Hei, tampan,” seorang wanita mendekatinya. Sosoknya berapi-api. Kulitnya mulus. Dia dengan sengaja menggoyang-goyangkan kedua gunungnya saat mendekati Ling Yuanli. Jarak mereka sangat dekat. Bibirnya mendekati telinga Ling Yuanli dan dengan genit berkata,“ ingin mencicipi rasa surgawi?”

Namun sebelum Ling Yuanli menjawab, suara kesal terdengar. “Dia tidak membutuhkan apa pun darimu.”

Wanita itu membeku. Dan Ling Yuanli membeku.

“Oh, ternyata anda sudah memiliki pasangan taois,” wanita itu tersenyum lucu. Dia melirik Ling Yuanyue dan berkata, “tidak bisakah kau membiarkan pasanganmu bersenang-senang?”

Mata Ling Yuanyue menyipit. Suaranya teredam. “Sudah kubilang, dia tidak membutuhkan apa pun. Silahkan pergi.”

Wanita itu terkekeh pelan. Dia melirik Ling Yuanli dan mengedipkan mata sebelum pergi. Bokongnya bergoyang-goyang dengan genit.

“Wanita murahan,” suara Ling Yuanyue bergetar.

“Kau…” Ling Yuanli meliriknya dengan terkejut.

Dan dalam sekejap, tubuh Ling Yuanyue membeku. Lalu berubah normal. “Ada apa? Jangan buang-buang waktu. Kau punya tugas.”

“Oh,” Ling Yuanli terkekeh pelan. “benar, ada tugas.”

Lalu dia pura-pura menghela napas pasrah. “Sayang sekali. Saya sangat penasaran...”

Namun di detik berikutnya dia meringis. Dia melirik tangan Ling Yuanyue, yang saat itu dengan keras mencubit lengannya.

“Kenapa kau…”

“Tidak tahu. Saya hanya kesal. Udara di sini sangat buruk,” Ling Yuanyue menjawab singkat.

1
Nanik S
Memburu malah dirampok
Nanik S
Hadir dan awal yang bagus
Penjaga Gerbang
nice
Bucek John
harta rampasan ditinggal sia sia, sangat hambar...
Penjaga Gerbang
bagus
Penjaga Gerbang
mantap👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!