NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Bayi Ella Rewel

Malam itu di kediaman keluarga Lewis, Bryan dan perawat baby Ellara tengah kelimpungan menenangkan bayi itu. Ellara terus menangis hingga wajahnya memerah dan membuat Bryan merasa cemas. Bryan pun langsung meminta dokter untuk datang memeriksa bayinya.

Kediaman Lewis memiliki rumah sakit kecil khusus. Jadi tidak butuh waktu lama dokter pun segera sampai. Alis dokter mengerut saat memeriksa Ellara. Bukan karena ada masalah pada bayi itu, melainkan karena tidak ada masalah yang serius, jadi dia merasa kebingungan.

"Bayi anda baik baik saja, Tuan."

"Tapi dia sudah menangis sejak tadi," kata Bryan dengan frustasi. Saat dia hendak mengangkat bayinya, dia tiba-tiba teringat saat Queen menggendong Ellara. bayi itu awalnya menangis seperti ini, tetapi kemudian langsung tenang setelah di dekap Queen.

Ekspresi Bryan berubah rumit. Dia tidak tahu sihir apa yang dipakai Queen sampai sampai putrinya langsung tenang saat berada dalam gendongannya.

"Tolong siapkan susu untuk Ella. Aku akan mencoba memberinya minum lewat botol lagi."

Dokter langsung pergi setelah diusir Bryan. Akan tetapi, kakek Lewis dan yang lainnya semuanya menunggu dengan cemas. Bagaimana pun juga Ellara adalah keturunan perempuan satu satunya di keluarga ini, jadi mereka sangat peduli pada bayi mungil itu.

Dengan satu tangan Bryan menggendong putrinya, tangan lainnya memegang botol susu yang masih hangat. Dengan hati-hati Bryan memberikan susu pada bayinya, tetapi tak lama kemudian bayi itu kembali menangis dengan suara yang lebih kencang.

"Apakah susunya terlalu panas?" tanya Kakek Lewis dengan tenang. Seumur hidupnya dia selalu sibuk mengurus perusahaan, tidak pernah berhubungan langsung dengan bayi. Jadi dia merasa gugup saat mendengar tangisan Ellara.

"Tidak, Kek. Aku juga tidak tahu kenapa," ujar Bryan sembari menepuk nepuk paha putrinya.

"Menurutmu apakah sebaiknya kita menghubungi Queen saja. Siapa tahu dia bisa menenangkan Ella."

"Ku rasa ide kakek bagus," ucap Henry.

"Tidak, aku tidak bisa menghubunginya sekarang. Dia sudah berjanji akan ke sini besok. Jadi kita tidak boleh mengganggunya malam ini."

"Tapi lihatlah putrimu. Kamu ingin dia terus menangis sampai kehabisan napas?"

Bryan bimbang, tetapi kemudian di mencoba menghubungi Queen, tetapi sayangnya ponsel Queen tidak bisa di hubungi, karena demi menyempurnakan drama ini, dia sudah meminta Blake untuk menghancurkan ponsel miliknya.

Sementara itu, di sebuah mobil yang melaju di jalanan yang lengang, Blake terlihat gelisah. Dia tidak mungkin membiarkan adiknya berbaring di lantai semalaman, jika tidak, mungkin besok Queen akan terserang flu.

Blake memutuskan untuk menghubungi kantor polisi lewat telepon umum. Dia mengatakan melihat perampokan di sekitar villa di pesisir pantai. Setelah itu dia memutus panggilannya. Blake menghela napas. Semoga saja tidak ada masalah.

Setelah mendapatkan laporan anonim, polisi tetap mendatangi villa milik Queen. Mereka hendak mengetuk pintu, tetapi menyadari pintu itu tidak tertutup dengan benar. Mereka pun mulai waspada. Dua orang polisi pria sudah dalam keadaan siaga. Mereka dengan hati-hati mendorong pintu Villa Queen.

Di dalam kamarnya Queen mendengar suara langkah kaki. Dia tidak tahu siapa yang datang jadi dia tetap berpura-pura pingsan. Polisi masuk ke dalam rumah Queen dengan langkah hati-hati.

Saat polisi mendekat ke arah kamar Queen, tiba-tiba terdengar suara tangis baby Sofia. Ini sudah memasuki jamnya menyusu, jadi sudah sepatutnya bayi itu terbangun.

Mendengar suara tangisan bayi. Polisi tanpa ragu mendekat dan mendorong pintu yang setengah terbuka itu. Mereka terkejut mendapati Queen terbaring di lantai dengan tangan terikat.

Polisi segera menghubungi rekannya. Queen mengutuk dalam hati, kenapa kakaknya justru terburu-buru lapor polisi. Kalau begini dia agak cemas, aktingnya kurang meyakinkan. Karena takut aktingnya ketahuan, Queen langsung pura-pura tersadar.

"Ouhh."

"Nyonya, anda sudah sadar?"

"Ada apa ini?" Alis Queen berkerut dan sedetik kemudian matanya bergetar dan melebar. Ini akting yang benar-benar sempurna.

"Petugas, tadi aku sedang menidurkan putriku, lalu tak lama ada orang masuk ke kamar ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Aku mencoba melawan mereka, tetapi mereka memukuliku. a_aku tidak ingat lagi apa yang terjadi." Ekspresi Queen menunjukkan putus asa dan ketakutan. Dia lantas menatap ke ruang ganti.

"Me_mereka tidak mengambil barang-barangku di sana, kan?" tanya Queen dengan ekspresi penuh harapan.

"Di ruangan itu hanya tersisa beberapa barang tidak berharga, nyonya."

"A_apa?" Air mata perlahan mulai mengalir di wajah Queen. Dia tampak begitu rapuh dan kasihan. Sudut bibirnya biru dan ada sedikit noda darah di ujung bibirnya. Polisi membantu melepaskan ikatan di tangan Queen. Setelah kedua tangan Queen bebas, ada bekas ikatan di pergelangan tangannya yang putih.

"Bagaimana sekarang? Apa yang harus aku lakukan?"

"Sabar, Nyonya. Kami akan berusaha menelusuri jejak pencurinya. Kalau boleh tahu, di mana suami anda?"

"Suami saya jarang pulang, Petugas. Dia sangat sibuk."

Polisi menatap Queen dengan iba. Seorang ibu dan bayinya ditinggal sendirian sampai mengalami perampokan. Beruntung nyawanya masih selamat, meski babak belur.

"Nyonya, karena rumah ini merupakan kasus perampokan. Anda tidak bisa tinggal di sini sementara waktu. Kami perlu menyusuri lokasi untuk menemukan bukti bukti.

"Tapi saya hanya punya rumah ini untuk tempat tinggal. Saya tidak bisa meninggalkan rumah ini."

"Baiklah kami akan meninggalkan satu orang petugas wanita untuk berjaga. Besok kami akan melakukan penelusuran. Jangan sentuh apapun dulu, sampai kami selesai memeriksa."

Queen mengangguk dengan tatapan kosong. Polisi mengira Queen begitu terpukul atas kejadian ini, jadi mereka pun segera keluar.

Seorang petugas polisi perempuan masuk. Dia duduk mendekati Queen.

"Nyonya, bisa kamu ceritakan kronologisnya?"

"Aku baru saja hendak menidurkan putriku. Mungkin karena aku terlalu fokus pada putriku, aku tidak mendengar apapun yang mencurigakan, jadi aku tidak menyadari ada pencuri yang menyusup masuk. Lalu tak lama dua orang memakai tutup kepala masuk, aku ingin melawan, tetapi aku hanya seorang wanita. Mereka memukuli aku dan lalu aku tidak sadarkan diri."

Karena Queen memakai baju dengan lengan pendek, petugas polisi wanita itu bisa melihat lengannya yang lebam. Yang paling jelas adalah luka di wajahnya terutama di pelipis dan sudut bibirnya.

"Kamu dan bayimu masih beruntung selamat. Biasanya perampok tidak membunuh targetnya untuk membungkam mereka."

Tubuh Queen bergetar, pupil matanya mengecil dan dia tampak cemas. Petugas wanita itu menepuk bahu Queen sebagai bentuk penguatan.

"Petugas, bisakah kamu menghubungi suamiku. Aku tidak tahu dimana ponselku berada."

Petugas itu pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Xavier. Namun, hingga beberapa kali panggilannya tidak diangkat.

"Nyonya, mungkin suamimu tidur."

Ekspresi Queen berubah sendu. Dia mencoba menampakkan senyum yang dipaksakan. "Ya, ya ku rasa begitu."

"Petugas, apakah kamu mau beristirahat? Aku akan membersihkan kamar tamu."

"Tidak perlu, Nyonya. Saya akan duduk di depan. Sebentar lagi pagi, sebaiknya anda beristirahat."

Queen pun mengangguk. Setelah polisi keluar dia menghela napas, untuk saat ini dia tidak bisa bertindak ceroboh. Untung sebelum pergi tadi ponselnya sudah dibereskan oleh Blake. Bahkan CCTV yang dia pasang secara diam diam sudah di singkirkan oleh kakaknya. Queen merasa beruntung memiliki kakak yang begitu teliti.

Petugas July sekali lagi mencoba menghubungi Xavier dan kali ini panggilannya tersambung. Namun, alis July berkerut saat mendengar suara perempuan di seberang sana.

Ini masih pukul lima pagi. Kenapa ada suara perempuan? dan sepertinya wanita ini baru bangun. Bukankah ini nomor suami nyonya Queen.

"Halo siapa ini? Apa kamu bisu?" suara perempuan di seberang sana jelas jelas Mia.

"Halo." suara petugas July terdengar tegas dan jelas. Namun, penuh kehati-hatian.

"Xavier, kamu berhubungan dengan siapa lagi selain aku? Kenapa ada perempuan menghubungimu."

Suara Mia terdengar jelas tampak marah. Namun, hal itu justru membuat petugas July merasa kasihan pada Queen. Jadi semalaman dihubungi tidak bisa, bukan karena tidur. Mungkin suami dari nyonya Queen sedang asyik berselingkuh dengan wanita lain. Sedangkan dia sendirian menghadapi perampok.

"Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu mengangkat panggilan di ponselku, di mana otakmu, Mia." Kini suara Xavier ikut terdengar. Petugas July segera berbicara, "Semalam terjadi perampokan di villa pesisir pantai, korbannya bernama nyonya Queen. Apakah anda mengenalnya. Jika anda mengenalnya, harap segera datang."

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!