NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:901
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Kini Raden Wijaya dan Alisha mendatangi kediaman keluarga Wijaya Cabang di Kota Perak. Mereka harus meminta penundaan pernikahan antara Sophia Wijaya dan Reynaldo, karena perkawinan yang tidak mereka duga telah terjadi.

Raden Wijaya dan Darwin Wijaya berteman sejak masa kuliah bersama.

"Permisi tuan.., Tuan besar Reynaldo Wijaya datang bersama istrinya ingin bertemu dengan tuan.." ucap pelayan kepada Darwin.

"Antar mereka ke ruang tamu.." ucap Darwin singkat.

"Sayangg.. siapa yang datang??" tanya Lina istri Darwin yang sedang memasang bunga di meja ruang tamu.

"Raden dan Alisha sayang.." ucap Darwin yang fokus membaca file bisnis.

"Mau apa lagi mereka?? Bukannya pertunangan sudah dibatalkan! Mereka telah menyakiti putri kita sayang.." ucap Lina dengan wajah kesal.

"Tenanglah sayang, kita perlu tahu alasan yang pasti.." ucap Darwin menenangkan sang istri.

Darwin tahu bahwa Reynaldo bukan pria yang mudah dipaksa. Dia bahkan bersyukur putrinya tidak menikahi pria yang tidak mencintainya. Namun kenyataannya berbeda – Sophia Wijaya sangat menyukai Reynaldo sejak kecil, mereka dulu sangat dekat. Hingga suatu hari Sophia mengetahui bahwa Reynaldo menyukai Maya. Sophia sering mengatakan bahwa Maya telah mengkhianati perhatiannya, tapi karena cinta, Reynaldo sering menutup telinganya.

Sophia yang mencintai Reynaldo tidak terima jika dia harus kehilangan dirinya, sehingga sering memberikan peringatan kepada Maya. Sementara itu, Maya juga membenci Sophia dan mengatakan pada Reynaldo bahwa Sophia sering menyakitinya. Hal itu membuat persahabatan mereka rusak hanya karena kesalahpahaman.

Meskipun akhirnya Reynaldo mengetahui kebenaran setelah melihat kenyataan yang ada, dia tetap membenci kebanyakan wanita. Hanya satu wanita yang tidak akan pernah dia benci – ibunya Dewi Aluna Wijaya.

Sejak pertunangannya dengan Reynaldo dibatalkan, Sophia lebih memilih menyendiri. Bagi dia, Reynaldo adalah cinta pertamanya yang sulit dilupakan.

"Sampai sekarang nona Nabila masih tidak sadarkan diri..!" ucap seorang pelayan yang menghubungi Reynaldo melalui telepon.

"Apa yang terjadi?" tanya Reynaldo dengan suara tegang.

"Nyonya merendam diri di bawah pancuran air terlalu lama, mengakibatkan tubuhnya mengalami hipotermia tuan.."

"Dokter sudah datang?"

"Sudah tuan, nyonya sedang dalam perawatan.." jawab pelayan.

Setelah menerima panggilan itu, Reynaldo segera meminta asistennya untuk menggantikan semua pertemuan penting yang sudah dijadwalkan. Dia bergegas menuju basement parkiran mobilnya.

"Tu--tuaan mau kemana??" tanya pengawal pribadinya yang kaget melihatnya tergesa-gesa.

"Aku ingin melihat kondisi Nabila. Setelah kau selesai menangani semua urusan, kembali ke istana saja – ada hal penting yang harus kita kerjakan.." ucap Reynaldo kemudian langsung mengemudi pergi dari lokasi bisnisnya.

"Wanita itu selalu membuatku repot..!" gumamnya sambil mengemudi menuju Istana Mahkota Perak.

Saat dalam perjalanan, mobil Reynaldo dihalangi oleh beberapa preman yang sering mengganggu kendaraan yang lewat di jalan itu. Kali ini dia memilih jalan pintas yang jarang digunakan orang, karena itu satu-satunya jalan yang bisa membawanya pulang lebih cepat.

Tentu saja Reynaldo harus menghadapi masalah kecil ini. Bagi dia, menangani beberapa preman jalanan adalah hal yang sangat mudah, apalagi pengawalnya juga mampu mengatasinya. Reynaldo memerintahkan pengawalnya untuk menangani mereka dengan tegas, sementara dia sendiri terus melanjutkan perjalanan menuju istana.

Setelah tiba, Reynaldo langsung menuju kamar Nabila. Dia melihat Nabila tertidur pulas di atas ranjang – dokter baru saja selesai memeriksanya.

"Bagaimana kondisinya..?" tanya Reynaldo kepada dokter.

"Nyonya sudah mulai membaik tuan, hanya perlu istirahat yang cukup untuk mengembalikan kekuatan tubuhnya."

"Berikan perawatan terbaik yang bisa kalian berikan!"

"Baik tuan.." ucap dokter kemudian meninggalkan kamar.

Reynaldo memerintahkan semua pelayan untuk keluar dan meninggalkan dia bersama Nabila sendirian.

Dia menatap wajah Nabila yang sangat cantik – wajah alaminya tanpa riasan membuatnya terlihat semakin indah.

"Kau cantik ketika sedang tidur" gumam Reynaldo dengan suara pelan. Ini adalah kalimat pujian pertama yang keluar dari mulutnya setelah sekian lama menutup diri dari dunia wanita.

Reynaldo menunggu Nabila bangun sambil membawa laptopnya ke kamar untuk menyelesaikan beberapa file penting. Entah mengapa dia merasa enggan untuk keluar dari kamar itu – menunggu Nabila sadar sepertinya menjadi hal yang paling penting baginya saat ini. Sesekali dia melirik wajahnya yang masih tertidur.

Kini pelayan membawa makanan untuk Reynaldo. Bagi para pelayan, menyediakan makanan untuknya adalah hal yang jarang terjadi, karena setiap kali dia pulang dan mereka memasak untuknya, dia seringkali pergi lagi sebelum jam makan tiba. Hampir tujuh jam berlalu, Reynaldo masih tetap berada di kamar menunggu Nabila terbangun. Sesekali dia menerima panggilan untuk rapat, tapi dia meminta asistennya untuk mengosongkan seluruh jadwalnya.

Akhirnya, mata Reynaldo melihat gerakan tubuh Nabila yang mulai bergerak perlahan. Nabila mulai tersadar dari pingsannya, mencoba mengumpulkan kekuatan sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Dia berusaha untuk duduk dari ranjang.

Reynaldo langsung mendekat dan berbicara dengan suara datarnya: "Tidurlahh! Tak perlu bangun.."

"Kau ingin aku tidak sadarkan diri lagi?! Mengapa kau begitu kejam!" ucap Nabila kesal mendengar perkataannya.

"Mengapa kau berteriak! Aku sudah menunggumu hampir seharian penuh, tapi kau malah berteriak padaku?" ucap Reynaldo menatapnya dengan tatapan tajam.

"Bagaimana aku tidak berteriak?! Kau malah menyuruhku tidur – itu tandanya kau ingin aku tetap tidak sadarkan diri!!" ucap Nabila dengan wajah cemberut.

Reynaldo yang melihat wajahnya merasa tidak bisa marah malahan jadi gemas. Dia mencubit pipi Nabila dengan lembut sambil berkata: "Aku menyuruhmu berbaring untuk pulih, bukan mati Nabila... Hahaha" ucapnya sambil tertawa.

Untuk pertama kalinya, Nabila melihat wajah Reynaldo yang benar-benar tertawa dengan lepas.

"Auuuhhh pipikuu.." ucap Nabila merasa malu karena telah salah mengartikan maksudnya.

"Kau tidak jelas mengatakannya..!" ujarnya memalingkan wajah.

"Hahahah bukan tidak jelas, kau saja yang bodoh" ucap Reynaldo kini mulai menggoda Nabila.

"Siapa yang kau katakan bodoh??" tanya Nabila dengan wajah polos.

"Siapa lagi?? Berapa orang saja di kamar ini sekarang?" tanya Reynaldo balik.

"Aku dan kau.."

"Jadi yang aku maksud menurutmu siapa??"

"Aku.."

"Yah kau sudah menjawabnya sendiri.."

Nabila baru tersadar tentang pembicaraan mereka.

"Reynaldo Wijaya Mahkota....!!!!" teriaknya dengan kesal.

"Hemm aku disini, jangan berteriak!" ucap Reynaldo dengan suara lembut.

Nabila menatapnya dengan wajah malas, sementara Reynaldo kembali ke sofa untuk bekerja dengan laptopnya. Nabila menatap wajah Reynaldo yang sangat sempurna dari jauh.

"Percuma ganteng tapi nyebelin" gumamnya dengan suara sangat pelan, namun pendengaran Reynaldo yang tajam mampu menangkapnya.

"Aku mendengar suaramu.." ucap Reynaldo tersenyum lalu kembali melihat laptopnya.

"Haa..?? Apa yang kau dengar..?" ucap Nabila panik.

"Yang baru saja kau ucapkan." "Apa yang aku ucapkan?"

"Kau bilang aku ganteng tapi nyebelin.."

"Heiii kau dengar darimana? Apa kau dukun ya? Atau mungkin menyimpan jin di kamar ini..!"

"Kau mengatakannya dengan berbisik dan telingaku bisa mendengarnya! Bukankah kau mulai tertarik padaku?" ucap Reynaldo kembali menggoda.

"Hahaha menggodamu? Apa yang kau punya sampai aku harus menggodamu?" ucap Nabila menatapnya dengan nada sinis.

"Aku punya semua yang kau butuhkan, Nona Nabila.." ucap Reynaldo menatap wajahnya kemudian mengedipkan satu mata.

"Cihhh matamu awas aja buta sebelah..!" ucap Nabila sinis akibat digoda terus-menerus.

"Tidak akan jika kau tidak mengganggu penglihatanku.." ucap Reynaldo tersenyum manis.

"Hentikan senyumanmu itu bajingan! Itu sangat mengerikan.." ucap Nabila merasa jengkel dengan tingkah lakunya.

"Hahahah istirahatlah setelah kau makan nanti – pelayan akan membawakan makanan untukmu. Aku ijin pergi dulu.." ucap Reynaldo kemudian berjalan keluar dari kamar.

"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi.." ucap Nabila mengelus dadanya merasa lega karena tidak perlu melihat wajah Reynaldo yang menyebalkan lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!