NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:51.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Satu Kamar, Satu Aturan

​​"Panggil manajermu sekarang juga! Atau lebih baik, hubungi pemilik resor ini. Katakan padanya Dominic Vance ingin membeli pulau ini beserta seluruh isinya dalam waktu sepuluh menit!" raung Dominic kalap. Telapak tangannya menggebrak keras meja marmer hitam itu.

​Dua staf resepsionis di depannya nyaris pingsan saking takutnya. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata mereka. Ancaman dari CEO Vance Corp bukanlah gertakan kosong. Kalau pria ini mau, dia benar-benar bisa memecat semua orang di resor ini sebelum jam makan malam.

​"B-baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi manajer..." ucap salah satu staf dengan suara tersendat.

​"Dom, tutup mulut berisikmu itu sekarang juga," tegur sebuah suara datar dari arah belakang.

​Dominic menoleh kasar. Harper berdiri dengan postur tubuh agak miring, bertumpu pada lengan sofa. Wajah wanita itu masih pucat, sementara sebelah tangannya memegang botol air mineral dingin yang baru saja diantarkan oleh pelayan lobi.

​"Kau tidak dengar apa kata mereka, Harper?! Tuan Wijaya yang pikun itu hanya memesan satu kamar! Kau pikir aku mau tidur di lobi?!" balas Dominic setengah berteriak.

​"Lalu kau pikir berteriak seperti orang gila dan mengancam membeli pulau ini akan membuat kamar kosong tiba-tiba muncul dari dalam pasir pantai?" desis Harper tajam. Kepalanya yang masih pening akibat mabuk laut terasa makin berdenyut mendengar suara melengking bosnya. "Ambil saja kunci kamar sialan itu, Dom. Aku mau rebahan. Kepalaku serasa mau pecah."

​Dominic ternganga tidak percaya. "Kau gila? Kau mau kita berbagi satu kamar?!"

​"Di kamar seluas seratus meter persegi, pasti ada sofa panjang yang lebih empuk dari kasur asramaku dulu," sahut Harper enteng, sama sekali tidak peduli pada harga diri atau aturan apa pun saat ini. "Ambil kuncinya, atau aku akan tidur sungguhan di sofa lobi ini dan membiarkan wartawan memotret sekretaris Vance Corp yang terlantar."

​Dominic menggeretakkan giginya dengan sangat keras. Egonya memberontak hebat, tapi ancaman Harper soal wartawan sangat masuk akal. Ini adalah pulau resor eksklusif tempat banyak pebisnis berkumpul. Skandal apa pun akan langsung menyebar dengan cepat.

​Dengan gerakan kasar, Dominic menyambar kartu akses berwarna emas dari tangan resepsionis yang gemetar itu, lalu berbalik dan berjalan cepat menuju lift. Harper mengikuti dari belakang dengan langkah terseret, menyeret kopernya perlahan.

​Kamar Suite itu terletak di lantai paling atas. Pemandangannya luar biasa indah, menghadap langsung ke hamparan laut biru tanpa halangan. Namun, baik Harper maupun Dominic sama sekali tidak peduli pada pemandangan tersebut.

​Langkah mereka berdua serempak terhenti tepat di tengah ruangan. Mata mereka membelalak lebar melihat dekorasi kamar tersebut.

​Ini bukan sekadar kamar Suite biasa. Ini adalah kamar bertema bulan madu.

​Lantainya ditaburi kelopak mawar merah yang membentuk pola hati besar. Ada sebotol sampanye dan dua gelas kristal di atas meja. Yang paling mengerikan, kamar mandinya terletak persis di samping ranjang, dan dindingnya terbuat dari kaca transparan tanpa gorden sedikit pun.

​Dan yang paling parah dari semuanya, hanya ada satu buah ranjang King Size berkanopi putih di tengah ruangan.

​"Kamar macam apa ini?!" jerit Dominic histeris. Wajah tampannya berubah merah padam. Matanya menatap jijik kelopak mawar di lantai. "Tuan Wijaya benar-benar sudah gila! Dia mengira kita pasangan suami istri yang sedang bulan madu?!"

​Harper menghela napas panjang dan memijat pangkal hidungnya. "Dia orang tua yang sudah berumur tujuh puluh tahun, Dom. Dia mungkin mengira semua sekretaris eksekutif adalah istri simpanan dari bosnya."

​"Ini penghinaan! Aku tidak mau tidur di kamar beraroma murahan ini!"

​"Kalau begitu tidurlah di luar," balas Harper datar. Wanita itu berjalan gontai, melewati kelopak mawar itu tanpa perasaan, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa panjang berlapis beludru di sudut ruangan. "Sofa ini milikku. Kau boleh ambil kasur besarmu yang dipenuhi bunga itu."

​Dominic menoleh cepat. Dia menatap sofa itu, lalu beralih menatap ranjang besar di tengah ruangan.

​"Tunggu dulu," protes Dominic. Pria itu menyilangkan tangan di dada, aura arogannya kembali menguar. "Aku bosmu. Aku yang membayar seluruh perjalanan dinas ini. Sudah sewajarnya aku yang tidur di ranjang."

​Harper membuka sebelah matanya, menatap Dominic dengan pandangan meremehkan. "Kau baru saja bilang tidak mau tidur di kasur berbunga itu."

​"Itu urusanku. Aku akan menyuruh pelayan membersihkan bunga bodoh itu. Yang jelas, aku tidak akan tidur di sofa," tegas Dominic mutlak. "Dan sebagai asisten yang baik, seharusnya kau tidak membiarkan bosmu masuk angin karena tidur di ranjang yang..."

​"Cukup, Dom," potong Harper tajam. Wanita itu akhirnya duduk tegak. Rasa lelah dan mual akibat mabuk laut membuatnya sama sekali tidak punya toleransi untuk berdebat soal kasta malam ini.

​Harper merogoh tasnya, mengeluarkan tablet kerjanya, lalu menyalakan layar dengan sekali ketuk. Wajahnya berubah sedingin es. Meski setuju tidur di sofa dia ingin memberikan shock therapy ke bos diktator itu

​"Sesuai undang-undang ketenagakerjaan nomor tiga belas pasal kesejahteraan karyawan," ucap Harper dengan nada mekanis dan mengancam, seolah sedang membaca surat putusan pengadilan. "Jika fasilitas perjalanan dinas tidak memadai dan membahayakan privasi serta kenyamanan karyawan, maka karyawan berhak mengajukan pengunduran diri saat itu juga tanpa denda penalti."

​Dominic tertegun mendengar gertakan Harper. Matanya menatap tablet di tangan Harper. "Apa maksudmu?"

​Harper tersenyum sinis, senyum yang sangat berbahaya.

​"Maksudku, kalau kau terus memaksa menguasai ranjang itu dan menyuruh orang sakit tidur di sofa, aku akan menekan tombol resign ini sekarang juga," ancam Harper telak. Dia menatap lurus ke dalam mata Dominic. "Dan kau harus bernegosiasi sendiri dengan Tuan Wijaya yang gila itu besok pagi."

​Dominic mati kutu. Mulutnya sedikit terbuka, tapi tidak ada satu kata pun yang keluar. Sang penguasa bisnis yang ditakuti itu baru saja di-ancam oleh sekretarisnya sendiri.

1
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Rlyn
bgus harver🤭🤣
Muft Smoker
khawatir yx Pak bos ,,
makany jgn natckal Pak bos ,, nnti di tinggal Harper baru Tau anda ,,
😑😑😑
Eli Rahma
kok ada yaah manusia bentuknya modelan si Dom..bnr² bikin tensi naik nih
Fbian Danish
cemburu ni yeeee......
Pa Muhsid
galak amat pak bos cinta nya makin dalam ya makanya makin galak
Naureen Ridwan
punya boss kayak gitu ... udh q geprekk
Mei Saroha
kapan nihh bikin bos Dombret nyeselll.. pengen tau reaksinya
Sastri Dalila
cieee😅😅
Rlyn
pertama 🤭🤣
MamDeyh
Ya Allah kuatkan saya,Ya Allah kuatkan saya tiap baca kelakuan DomDom /Sob//Gosh/
Savana Liora: Aamiin
total 1 replies
Muft Smoker
pengen aq rujak si Dom ini kak ,,
boleh ta ,, 🤭🤭🤭😁😁😁

next kak
Muft Smoker: asyyaaap laa kak ,,
di rujak sing Lada ,, 👍👍👍🤭🤭🤭
total 2 replies
Maria Lina
emosi lamo"nengok dom thor
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
.
Mantappp
Mei Saroha
nelen ludah jangan lama2 Thor... kaga laper apa si Dom? eh, ud makan burger ya 🤭😊 tapi emosi tingkat dewa gitu pasti laper lagi kannn
Mei Saroha
jd pengen kasih bom kentut ke Dom mister perfect. asli nyebelin kuadrat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!