NovelToon NovelToon
Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Status: tamat
Genre:Konglomerat berpura-pura miskin / Menyembunyikan Identitas / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dunia Yumna tiba-tiba berubah ketika sebuah video syur seorang wanita yang wajahnya mirip dengan dirinya sedang bercinta dengan pria tampan, di putar di layar lebar pada hari pernikahan.

Azriel menuduh Yumna sudah menjual dirinya kepada pria lain, lalu menjatuhkan talak beberapa saat setelah mengucapkan ijab qobul.

Terusir dari kampung halamannya, Yumna pun pergi merantau ke ibukota dan bekerja sebagai office girl di sebuah perusahaan penyiaran televisi swasta.

Suatu hari di tempat Yumna bekerja, kedatangan pegawai baru—Arundaru—yang wajahnya mirip dengan pria yang ada pada video syur bersama Yumna.

Kehidupan Yumna di tempat kerja terusik ketika Azriel juga bekerja di sana sebagai HRD baru dan ingin kembali menjalin hubungan asmara dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Pagi itu, cahaya Subuh masih samar-samar menembus jendela ruang tamu. Udara dingin menempel lembut di kulit, tetapi tidak mampu menyejukkan hati Yumna yang sudah gelisah sejak malam. Ia duduk bersila di lantai, jemarinya saling menggenggam, berusaha mengumpulkan keberanian yang tersisa.

Suara langkah kaki terdengar dari dapur. Ayah dan ibunya baru selesai salat Subuh. Yumna menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka suara.

“Ayah … Ibu, aku mau pergi merantau,” ucap Yumna perlahan. Suaranya yang biasanya lembut kini terdengar tegas dan bulat.

Pak Yongki berhenti memasukkan sajadah ke lemari. Tatapannya datar, tidak terkejut, tetapi tidak juga antusias.

“Mau pergi ke mana, kamu?” tanyanya tanpa ekspresi, nada suaranya seperti menahan sesuatu yang tidak ingin ia munculkan.

Yumna menegakkan punggungnya. “Maunya ke seberang pulau, Yah. Biar tidak ada yang mengenaliku. Tapi, kalau takdir berkata lain, aku pasrah saja. Allah yang mengatur semuanya. Kita cuma bisa berencana, Allah yang menentukan.”

Kalimat itu adalah kalimat yang sering diucapkan Pak Yongki. Kini ia kembalikan pada pemiliknya.

Bu Yuniar langsung memutar badan ke arah Yumna. Matanya melebar, suaranya naik satu oktaf.

“Apa?! Kamu itu perempuan! Jangan pergi jauh-jauh!”

Yumna menatap ibunya tanpa gentar. Dulu mungkin ia akan mengecil, meringkuk, atau menangis. Tetapi itu dulu, sebelum dunia menamparnya terlalu keras.

“Kalau masih di sekitar kota ini,” balas Yumna, nadanya dingin, “sama saja bohong. Bukannya kalian tidak ingin nama baik keluarga ini tercoreng gara-gara aku?”

Sindirannya mendarat tepat sasaran. Ruangan seketika hening, diselimuti ketegangan yang tebal.

Selama hidupnya, Yumna adalah gadis penurut. Ia selalu mendengarkan nasihat, patuh pada aturan, dan berusaha tidak membuat masalah. Akan tetapi, luka lima hari lalu telah mengubah banyak hal dalam dirinya. Luka itu menyalakan bagian dirinya yang selama ini terpendam, keberanian untuk menentukan hidupnya sendiri.

Zakia dan Yugi hanya menunduk, duduk di sudut ruangan. Keduanya tidak berani bersuara, takut menyulut emosi ayah atau ibu.

Pak Yongki akhirnya duduk di kursi. “Kalau kamu sudah sampai tujuan, hubungi kami.”

Yumna mengangguk kecil. “Insya Allah, Ayah.”

Yumna bangkit dan merapikan tas gandong kecil yang sudah ia letakkan di dekat pintu sejak dini hari. “Aku harus berangkat sekarang sebelum kereta datang.”

Zakia akhirnya angkat suara. “Kamu mau naik kereta? Kenapa tidak naik bus saja?”

Yumna menatap sepupunya itu, tatapannya dingin dan menusuk. “Ya, terserah aku lah mau naik apa. Toh, aku nggak minta uang dari kamu.”

“Yumna! Jangan mulai!” bentak Yugi, kakaknya. “Zakia tanya begitu karena khawatir sama kamu!”

Yumna terkekeh, tetapi senyumannya getir. “Khawatir? Setelah semua yang terjadi?” Ia menggeleng. “Aku sudah besar, Kak. Aku tahu apa yang aku lakukan.”

Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Semua hanya menatap punggungnya yang kini tampak lebih kurus dan tegar daripada sebelumnya.

Perjalanan jauh itu memakan waktu berjam-jam. Kereta melaju melewati sawah, bukit, dan kota-kota kecil yang asing. Yumna menatap ke luar jendela dan untuk pertama kalinya sejak skandal itu mencuat, ia menangis tanpa suara. Air matanya jatuh tanpa ia sadari, tertinggal di kaca yang dingin.

Ketika kereta akhirnya berhenti di stasiun besar ibukota, Yumna menapakkan kaki di tanah dengan tubuh limbung. Hiruk-pikuk ibukota menyambutnya, suara klakson, orang berlarian, pengumuman stasiun yang bergema. Semuanya terasa asing, namun melegakan.

Sejak awal, ia memang memilih ibukota karena sebelumnya ia mengirim banyak lamaran pekerjaan secara online. Salah satu perusahaan memanggilnya wawancara besok pagi. Hari ini ia harus mencari tempat tinggal.

Peluh membasahi pelipisnya ketika ia menyeret tas ke sebuah gang kecil dekat stasiun. Setelah mencari hampir satu jam, ia menemukan kosan murah yang masih tersisa satu kamar.

“Hah, capek juga,” ucap Yumna sambil mengusap wajahnya. “Untung dapat kosan murah. Semoga saja nggak ada orang rese di sini.”

Yumna merebahkan tubuh di kasur tipis itu. Dalam hitungan menit, ia tertidur karena kelelahan.

Pagi-pagi sekali, Yumna sudah berdiri di depan sebuah gedung tinggi dengan kaca yang memantulkan cahaya matahari. Di puncak gedung itu, terpampang tulisan besar: ADTV. Sebuah stasiun televisi swasta cukup besar.

Di depan ruang wawancara sudah berkumpul banyak orang. Hampir semua berpakaian rapi, sebagian membawa map lamaran. Yumna bisa merasakan aura gugup memenuhi ruangan.

Yang membuatnya tertegun, tempat yang dibuka hanya lima posisi cleaning service. Zaman sekarang, tidak peduli gelar atau pengalaman, yang penting punya pekerjaan.

Yumna menggenggam map lamaran sambil berdoa dalam hati. ”Ya Allah, kalau ini memang jalanku, mudahkanlah.”

Tidak lama, namanya dipanggil masuk. Proses wawancara berlangsung cukup tegang, tetapi wanita paruh baya yang mewawancarainya tersenyum ramah.

Beberapa menit kemudian, wanita itu menutup dokumen Yumna dan berkata, “Yumna Khairunnisa Pratama, selamat. Kamu diterima. Mulai besok sudah bisa bekerja, ya.”

Yumna menutup mulutnya yang hampir terbuka lebar. “Alhamdulillah, terima kasih, Bu,” ucapnya sambil menunduk, menahan air mata haru.

Begitu keluar dari ruang wawancara, langkahnya terasa lebih ringan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, ia bisa merasakan kebahagiaan kecil menyentuh hidupnya.

***

Dua tahun berlalu begitu cepat. Yumna menjalani hari-hari barunya sebagai office girl di ADTV. Ia menyukai pekerjaannya, meski sederhana. Rekan-rekan sesama cleaning service adalah orang-orang baik yang tidak peduli dan tidak tahu masa lalunya. Mereka tertawa bersama, makan bersama, dan saling menolong.

Yumna pulang ke kampung hanya saat lebaran. Namun, perlakuan orang-orang di kampung tetap sama, penuh bisik-bisik dan tatapan merendahkan. Karena itulah ia lebih betah di ibukota daripada di kampung halaman sendiri.

Pagi itu, Sartika, teman kerja yang paling dekat dengan Yumna menepuk bahunya. “Yum, hari ini giliran kamu bersihin lantai lima, ya?”

“Iya, siap,” jawab Yumna sambil mengenakan sarung tangan.

Gadis berjilbab putih itu membawa kereta kecil berisi alat pembersih, lalu berjalan di lorong menuju lift. Ketika lift terbuka, seseorang berlari keluar dalam keadaan terburu-buru—

Dan bruk!

Mereka saling menabrak dan jatuh bersamaan.

“Aduh!” seru Yumna sambil meringis.

“Maaf,” ucap Yumna cepat-cepat sambil menunduk.

“Ya, lain kali hati-hati,” ucap pria itu sambil berdiri dan membersihkan celananya.

Kruuukkk—

Suara perut yang lapar terdengar jelas. Yumna yakin itu berasal dari pria yang ada di depannya. 

Yumna tertegun. Ia melirik pria di depannya yang memegang perut, wajahnya kesal.

“Ish, mana sempat aku cari makanan,” gumam pria itu.

Yumna teringat roti di sakunya yang dia beli tadi di warung dekat kostannya.

“Mas, ini ada roti,” ujar Yumna sambil mengulurkan. “Makan dulu. Buat ganjal perut.”

Pria itu menatapnya sekilas lalu menerima roti itu. “Terima kasih. Aku terima kebaikan kamu.”

Yumna mengangkat wajahnya. Seketika tubuh dia membeku, mata terbuka lebar, dan napasnya tercekat, ketika melihat wajah pria di hadapannya.

“Kamu?!”

1
Ummee
waduuhhh... jangan mengacau kau azriel...
Ummee
jangan² si Azriel... hadeehhh
Ummee
apa fitnah itu perbuatan sang sepupu zakia?
Ilaika Vit
Kok ngggak ada rasa bersalah keluarganya ya setelah tahu Yumna di fitnah begitu kejam... Disini alur cerita tdk menggambarkan itu, langsng malah pergi makan, jadinya aku tidak merasa puas... Masa ia bgt aja. Minimal ada kata² Yumna yg buat semua keluarganya termasuk mantan merasa amat bersalah...
Eli Elieboy Eboy
⍴ᥱrᥴᥲᥡᥲ ᥣᥲ ȷᥒg 𝗍ᥱrᥣᥲᥣᥙ ძᥣm ⍴ᥒgᥱᥒ ᑲᥲᥒgᥱ𝗍 𝗍ᥲᥙ s᥆ᥲᥣ mᥲs ᥲrᥙᥒ 🤣🤣🤣
ᥒ𝗍ᥲr kᥲmᥙ kᥱᥴᥱᥕᥲ sᥲmᥲ rᥱᥲksі ᥡᥙmᥒᥲ 😂
Eli Elieboy Eboy
kᥱ⍴᥆᥆᥆᥆
Eli Elieboy Eboy
ᥡᥲ ᥱᥣᥲһ ᥡg ᑲᥙᥲ𝗍 ᥣᥱᥣᥲһ ᑲᥲ⍴ᥲk sᥒძrі ᥣ᥆᥆᥆᥆...
ᥙძһ 𝗍ᥲᥙ ᥡᥙmᥒᥲ k᥆rᑲᥲᥒ mᥲᥣᥲһ mᥱmіkіrkᥲᥒ kᥲ𝗍ᥲ2 ᥆rᥲᥒg ...
ᥲᥒᥱһ mᥱ ᑲᥲ⍴ᥲk 1...
ᥲᥒᥲk ძᥣᥙ ᥕ᥆ᥡ ᥡg һᥲrᥙs ძі ⍴іkіrkᥲᥒ ⍴ᥱrᥲsᥲᥲᥒᥒᥡᥲ ᑲᥙkᥲᥒ ᥆rᥲᥒg ᥣᥲᥱᥒ....
һᥲ ᥱᥣᥲһ ᑲіkіᥒ gᥱძᥱk ᥲȷһᥲ
Eli Elieboy Eboy
ᥡᥲ ᥱᥣᥲһ mᥱrᥱkᥲ ȷᥙgᥲ ᥆gᥲһ rᥱs𝗍ᥙ ძr ᑲᥲ⍴ᥲk ᥡg ᥴᥙmᥲ mᥱmіkіrkᥲᥒ kᥱһ᥆rmᥲ𝗍ᥲᥒ ძᥲᥒ ᥒᥲmᥲ ᑲᥲіk ძіrі ᑲᥲ⍴ᥲk sᥒძrі....
gᥱmᥱs ᥲ𝗊ᥙ sᥲmᥲ ᑲᥲ⍴ᥲk ᥒᥡᥲ ᥡᥙmᥒᥲ
Eli Elieboy Eboy
ძᥲᥒ ᥡg ⍴ᥲs𝗍і mᥲs ᥲrᥙᥒ mᥱmᥲᥒg ᥙძһ kᥱһіᥣᥲᥒgᥲᥒ ᥲkᥲᥣ sᥱmᥱᥒȷᥲk kᥱᥒᥲᥣ sᥲmᥲ ⍴ᥲᥕᥲᥒg ᥒᥡᥲ
Eli Elieboy Eboy
s᥆ᥲᥒg kᥲᥣі mᥲs ᥒᥡ᥆s᥆r mᥙᥣᥙ...
Lia Listiana
𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚗𝚊𝚜𝚊𝚛𝚗 𝚜𝚖𝚊 𝚔𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚗𝚢𝚊 𝚈𝚞𝚖𝚗𝚊 𝚝𝚘𝚛 𝚜𝚝𝚕𝚑 𝚙𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚙𝚗 𝚉𝚊𝚔𝚒𝚊 𝚐𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊....

𝚝𝚛𝚜 𝚉𝚊𝚔𝚒𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚈𝚞𝚐𝚒 𝚐𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚔𝚑𝚍𝚙𝚗 𝚜𝚕𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊
Lia Listiana
𝚕𝚞𝚌𝚞 𝚢 🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
ᥡᥲ ᥲm⍴ᥙᥒ mᥲs ᥲrᥙᥒ sᑲᥱᥒᥱrᥒᥡᥲ kᥱrȷᥲ ⍴іkіrᥲᥒmᥙ kmᥒ sіһ 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
ᥡᥲ ᥲᥣᥣᥲһ mᥲs ᥲrᥙᥒ 𝗍ძ ᥒᥡᥲ ᥲ𝗊ᥙ sᥱrіᥙs 𝗍ᥲk ⍴іkіr mᥲs ᥲrᥙᥒ mᥲᥙ ᥒgᥲm᥆k ᥱһ mᥲᥣᥲһ kᥲ𝗍ᥲ2 ᑲᥙᥲ𝗍 ᥲ𝗊ᥙ ᥒgᥲkᥲk 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
ᥡᥲ ᥲm⍴ᥙᥒ mᥲs ᥲrᥙᥒ 𝗍ᥲk ⍴іkіr mᥲᥙ ᑲіᥣᥲᥒg mᥲᥣᥲіkᥲ𝗍 ⍴ᥱᥒᥴᥲᑲᥙ𝗍 ᥒᥡᥲᥕᥲ mᥙ rᥙ⍴ᥲᥒᥡᥲ ᥴᥙmᥲ ᥴᥲᥣ᥆ᥒ mᥲsᥲᥣᥲһ ძ᥆ᥲᥒk 𝗍᥆һ 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
kᥲᥣіᥲᥒ ᑲᥱr2 ᥡg ᥣᥲgі ᥒᥲm⍴ᥲk kᥲsmᥲrᥲᥒ k᥆k mᥲᥣᥲһ ᥲ𝗊ᥙ ᥡg mᥱsᥱm2 gᥲk ȷᥱᥣᥲs sᥲᥒgkіᥒg gᥱmᥱs ᥒᥡᥲ 😂
Eli Elieboy Eboy
ᥲssᥲᥣᥲmᥙᥲᥣᥲіkᥙm kᥲk
sᥲᥣᥲm kᥱᥒᥲᥣ
Eli Elieboy Eboy: smᥲ2 kᥲk 😍
total 2 replies
Sayekti 0519
mantap thooor
Taty Hartaty
🤣🤣🤣
Taty Hartaty
emang tinggal di desa gitu sampe harus ke bidan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!