Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.
Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?
••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Mendapatkan kisi-kisi materi ujian
"Baiklah tapi ada syaratnya, aku akan berbagi tapi tidak semuanya kalian kerja yang mudah lebih dahulu, dan nanti pulang sekolah kita belajar bareng untuk ujian besok." Ucap Inara lagi.
Inara bisa memberikan jawabannya hari ini tapi bagaimana dengan besok jadi dia hanya memberikan syarat kepada teman-temannya untuk kembali belajar bersama.
"Baiklah" ucap mereka lesu sedangkan Hasna hanya tersenyum ia setuju bila belajar bersama lagi.
"Ingat hanya kita saja, supaya lebih fokus belajarnya." Ucap Inara lagi sambil melihat Hasna.
"Aku tahu." Ucap Hasna juga setuju syarat dari Inara karena ia juga ingin belajar sungguh-sungguh kali ini.
"Jadi di ruangan ini, tidak ada yang mengumpulkan contekan, baguslah kalian sudah mempersiapkan diri sebelum ujian." Ucap Guru pengawas lagi.
"Karena semuanya sudah siap, ujian dimulai sekarang tidak ada lagi yang berbicara!." Ucap Guru pengawas lalu para siswa mengerjakan soal dengan hening.
Sekali-kali hanya kening mereka berkerut mungkin melihat susahnya soal hari ini. Juga ada yang gelisah lihat sana lihat sini, dan sering ditegur oleh pengawas.
Tidak lama setelah itu waktu ujian habis, guru meminta semua siswa mengumpulkan lembaran jawaban yang telah diisi beserta soalnya.
"Baguslah diruangan ini tidak ada yang melakukan kecurangan saat ujian." Ucap Guru pengawas lalu ia keluar sambil membawa hasil ujian hari ini.
"Jangan berkeliaran karena masih ada ujian lagi, kalian tunggu guru pengawas selanjutnya." Ucap Guru tersebut sebelum ia keluar ruangan.
"Huf!!! Benar-benar menegangkan untung saja kita sudah membuat kode rahasia sebelumnya, jadi tidak ketahuan." Ucap Naura sambil menghela nafas karena mereka lega.
"Entah sejak kapan sekolah ini pasang cctv, makin cangkih sekolah kita makin sulit kita ujian." Ucap Aira dengan menghela nafasnya.
Tidak menunggu lama guru pengawas selanjutnya masuk, seperti tadi guru tersebut juga memberikan intruksi sebelum melaksanakan ujian.
Semua siswa sudah paham, jadi mereka tidak lagi banyak bicara dan bertanya mereka langsung melaksanakan ujian saja.
Ujian berjalan dengan lancar hari ini, inara bisa menjawab semua soalnya dia cukup percaya diri dengan hasil ujiannya hari ini, karena menurutnya dia mengerjakan dengan benar.
Setelah pulang sekolah, mereka keluar bersama-sama menuju parkiran sambil mengobrol.
"Bagaimana apa kalian jadi belajar, besok ujian kita fisika bersama kimia, lebih susah lagi dari pada hari ini." Ucap Inara kepada temannya, karena ujian hari ini matematika dan Bahasa Indonesia berbeda dengan besok fisika dan Kimia.
"Iya, kita langsung aja pulang kerumahmu soalnya aku sudah mengabari orang tuaku." Ucap Aira dia sudah memberitahu papa dan mamanya saat keluar kelas tadi.
"Aku juga setuju, aku juga mengabari ibuku sekarang." Ucap Naura lalu ia mengambil ponselnya untuk menelpon ibunya.
"Begitu pula aku, juga sudah memberitahu ayah dan ibuku, mereka setuju asalkan jangan bermain saja." Ucap Hasna juga sudah mengabari orang tuanya.
"Baiklah karena semuanya sudah setuju ikut aku sekarang." Ucap Inara lalu ia putar balik arahnya, ia menuju keruangan guru.
"Untuk apa kita keruangan guru, bukankah kita segera pulang untuk belajar." Ucap Naura dan yang lainnya juga penasaran mengapa Inara keruangan guru.
"Sekarang kita keruangan bu Siska untuk meminta kisi-kisi materi ujian fisika! Maka kita tidak perlu lagi membaca seluruh pembahasan di buku cukup mempelajari kisi-kisi materi ini saja." Ucap Inara kepada teman-temannya.
"Oh begitu! Menurutmu apakah bu Siska mau memberikan kepada kita." Ucap Aira ia sedikit tidak yakin dengan rencana Inara.
"Tentu yakin, kisi-kisi ini sebenarnya kita sebagai siswa memang harus mengetahuinya." Ucap Inara lagi ia begitu yakin dengan rencananya.
"Kalau memang harus dibagikan, lalu mengapa bu siska tidak memberitahu kita." Ucap Hasna dari tadi menyimak.
"Sekarang kurikulum siswa yang aktif bertanya, bukan guru lagi yang mencarikan kita bahan tetapi kita sebagai siswa yang aktif." Ucap Inara lagi, menjelaskan kepada teman-teman nya.
Tidak lama setelah itu mereka sampai di ruangan guru, mereka menemui bu siska terlebih dahulu, baru menemui guru kimia.
"Assalamualaikum buk siska, maaf mengganggu waktumu?." Ucap Inara sambil mengucapkan salam.
Bu siska menjawab salam inara terlebih dahulu, baru ia bertanya apa tujuan menemuinya, karena tidak biasanya inara berinisiatif bertemu dengannya saat pulang sekolah.
"Inara, ada apa bukankah sekarang waktunya pulang, ada urusan apa?." Ucap Bu siska kepada Inara, ia juga melihat teman-temannya Inara mengikuti dari belakang.
"Mengapa rame-rame kesini?." Ucapnya lagi kepada teman-temannya Inara.
Lalu Inara menjelaskan maksud kedatangannya menemui bu siska, setelah itu baru bu siska paham maksudnya.
"Oh begitu, mengapa tidak dari kemarin memintanya, ibu sudah mempersiapkannya ini belajarlah bersama-sama, setelah ini tidak ada lagi yang namanya tidak siap untuk ujian." Ucap Bu siska kepada Inara juga yang lainnya.
"Terimakasih bu siska, kami janji akan berusaha sebaik mungkin." Ucap mereka kepada bu Siska.
"Baiklah, buat janji memang mudah buktikan saat ujian besok." Ucap Bu siska lagi kepada mereka.
"Oh ya! Hampir saja ibu lupa menyampaikannya, guru lainnya juga meninggalkan kisi-kisi materi dari mata pelajaran masing-masing, kalian fotocopy lalu bagikan kepada teman-teman kalian." Ucap Bu siska lagi sambil memberikan kisi-kisi materi ujian mata pelajaran yang lainnya kepada mereka.
"Baiklah terimakasih bu siska, kami memang ingin menemui setiap guru tetapi karena sudah ada pada bu siska kami tidak perlu lagi, menemui mereka." Ucap Inara sambil mengambil kisi-kisi materi tersebut.
"Bu siska tolong sampaikam terimakasih kami kepada guru-guru yang bersangkutan, kami benar-benar sangat berterimakasih." Ucap Inara lagi, begitu pula dengan sahabatnya.
Setelah keluar dari kantor bu siska mereka menuju ke tempat fotocopy karena ia ingin memperbanyak kisi-kisi tersebut sebanyak teman sekelas mereka.
Lalu mereka mengabari teman sekelas dalam group kelas XI IPA1 supaya mengambil kisi-kisi materi kerumah Inara, lalu inara memberikan alamat rumahnya.
Setelah itu Inara pulang bersama sahabat mereka menuju parkiran terlebih dahulu, karena Naura membawa motor.
Saat sampai di parkiran disana sudah ada geng Kenzo menunggu disana, Inara tidak menyangka bahwa Kenzo menunggunya padahal dia tidak memberitahu Kenzo tentang kegiatannya hari ini.
"Bang Ken, kamu belum kembali?." Tanya Inara saat sampai di depan Kenzo.
"Aku menunggumu! Mengapa lama ada apa didalam, apa ada masalah dengan ujian hari ini?." Ucap Kenzo sambil bertanya kepada Inara.
"Tidak kami hanya menemui bu Siska karena besok ujian fisika." Ucap Inara kepada Kenzo.
"Apakah sudah selesai, kalau begitu ayo pulang." Ucap Kenzo sambil memasangkan helm untuk Inara.
.
.
.
terima atau tidak masalah nanti?