Katanya sakit hati seseorang itu adalah ketika dia diam dan pergi tanpa banyak bicara. Itu yang di lakukan Anjas, dia sakit hati pada istrinya yang selingkuh, tapi bukan pergi untuk menata hati yang hancur, dia justru pergi ke dukun untuk membalas sakit hati.
"Saya ingin dia mati Mbah"
"Ada penyiksaan yang lebih mematikan dari kematian"
"Apa itu Mbah?"
"Rasa cinta yang tak berbalas"
"Bagaimana saya melakukannya?"
"Teluh... Pelet mati"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelaki arogan
"Apa benar Anjas tidak punya ilmu hitam apapun Mbah?" tanya Hengki
"Iya, dia bersih bahkan Khal yang agung tidak menemukan apapun" jawab Kunto
Hengki tidak kembali ke rumahnya karena Kunto mengatakan mungkin ada orang lain yang menggunakan guna guna pada Triana yang membuat Triana kembali memikirkan Anjas dan jatuh cinta pada Anjas.
"Guna guna itu tidak di lakukan oleh Anjas, sepertinya ada seseorang yang punya dendam kuat terhadap kamu ataupun Triana, ingin kalian hancur dan terpisah" jawab Kunto
"Lalu apa yang harus saya lakukan Mbah? saya tidak mau Triana terus seperti sekarang, untung saja anak kami bisa di selamatkan dan tidak sampai keguguran" ucap Hengki
"Kalian tinggal di sini saja, aku akan mencoba membuat pelet itu hilang, kalau tidak bisa hilang aku akan membuat Triana melihat kamu sebagai Anjas, karena sepertinya pelet itu tidak bisa di lepaskan, seperti pelet sampai mati" jawab Kunto
"Pelet mati? tidak bisa hilang sampai mati?" tanya Hengki
"Iya, aku pernah melihat satu yang seperti ini tiga puluh tahun yang lalu, seorang dukun sakti bernama Suro yang cintanya di khianati seorang perempuan yang memilih lelaki yang lebih tampan setelah Suro terkena sabetan parang di wajahnya saat menyelamatkan kekasihnya"
"Bukannya berterima kasih dan semakin mencintai Suro, perempuan itu justru meninggalkan dia karena sudah tak lagi tampan" ungkap Kunto
"Apa Pelet seperti itu benar benar ada Mbah?" tanya Hengki
"Ada, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mendapatkan ilmu itu, Suro juga menghilang setelah kekasihnya melompat dari tebing untuk membuktikan cintanya setelah dia di pelet mati Suro" jawab Kunto
Hengki sedikit melamun karena dia tidak percaya ada ilmu pelet seperti itu, tapi dia juga melihat Triana begitu memuja Anjas sekarang dan tidak melihatnya sama sekali.
"Sepertinya tidak ada cara lain, kamu harus terlihat seperti Anjas dan jangan sampai Triana melihat Anjas lagi" ungkap Kunto
"Lakukan apapun Mbah, yang penting Triana tidak ingin pergi lagi dari saya" jawab Hengki
××××××××
Di TK. Maharani
"Papa, kenapa papa yang jemput?" tanya Adisti langsung berlari memeluk Anjas
"Iya, papa ada meeting di sekitar sini dan kebetulan bertepatan dengan jam pulang Adis" jawab Anjas
"Adis senang di jemput papa"
"Papa juga senang nak, mana ibu guru?" tanya Anjas
"Ibu gulu sedang mencuci kotak bekal dali papa, katanya masakan papa enak" jawab Adisti
"Benarkah? kalian makan berdua?" tanya Anjas
"Ada Om nakal pa, dia telus goda ibu gulu, padahal ibu gulu tidak mau pulang sama Om itu" adu Adisti
"Apa dia masih di sini?" tanya Anjas
"Itu pa, Olang yang pakai baju walna hitam itu, dia katanya mau jemput ibu gulu, tapi ibu gulunya tidak mau" jawab Adisti menunjuk seorang lelaki berkemeja hitam dan berdiri di depan mobil Mercedez Benz miliknya.
"Ko Adis bisa tahu?"
"Kan Adis tadi makan di suapi ibu gulu pa, telus Om itu bilang begitu, mau jemput katanya" jawab Adisti
Anjas menatap orang berbaju hitam itu dengan serius, dia bisa melihat sesuatu yang di pakai lelaki itu, ikat pinggang yang memiliki sesuatu di dalamnya, banyak tulisan Arab tapi Anjas yakin itu bukan ayat Alqur'an atupun do'a, itu lebih mirip jimat atau mungkin mantra supaya orang orang yang berhadapan dengannya tunduk.
"Pak Anjas" panggil Aisyah
"Bu Aisyah belum pulang?"
"Iya pak, ini kotak bekal bapak, terima kasih atas makan siangnya, saya jadi merasa tidak enak" ungkap Aisyah
"Saya kebetulan memasak banyak untuk bekal Adisti, jadi sekalian saya buat untuk ibu guru, bagaimana kondisi Om Rizwan?" tanya Anjas
"Alhamdulillah sudah membaik pak, sudah bisa pulang besok lusa dan masih harus rajin cek seminggu sekali" jawab Aisyah
"Aisyah ayo kita pulang" panggil lelaki yang tadi di lihat Anjas
"Tidak Sofyan, aku tidak bisa pulang sama kamu, lagipula kamu sudah punya Dania, kenapa kamu harus menggangguku lagi" jawab Aisyah
"Kita masih tunangan Aisyah" ucap lelaki bernama Sofyan Wiratmaja itu.
"Pertunangan kita sudah putus, lagipula aku bawa motor" jawab Aisyah
Srak. Dhuar.
"Akhh... Papa!"
"Astagfirullahaladzim!"
Sofyan menusuk ban motor Aisyah dengan pisau sampai ban motor itu meledak dan kempes. Adisti yang terkejut langsung di peluk Anjas begitupun Aisyah yang di minta Anjas untuk berdiri di belakangnya.
"Ayo pulang" ajak Sofyan
"Kenapa kamu masih menggangguku Sofyan, aku tidak mau Dania nanti mengira aku mendekati kamu" ucap Aisyah
"Dania itu bukan siapa siapa Aisyah, kamu satu satunya perempuan yang akan jadi istriku, mama menyukai kamu dan papa juga begitu" jawab Sofyan
"Tapi aku tidak mau hanya jadi pajangan kamu di rumah saja Sofyan, aku tidak mau di duakan atupun di poligami" jawab Aisyah
"Aku tidak akan menikahi Dania!" bentak Sofyan membuat Aisyah ketakutan.
"Jangan kasar pada perempuan" ucap Anjas
"Siapa kamu! Jangan ganggu saya dan tunangan saya! Aisyah itu tunangan saya!" bentak Sofyan
"Saya tidak melihat ada cincin melingkar di jari Aisyah, jangan berbohong, lagipula tadi Aisyah bilang kalian sudah putus" jawab Anjas
"Saya tidak terima di putuskan! Aisyah tidak bisa melakukan itu karena saya masih jadi tunangannya!" balas Sofyan
"Aku bukan tunangan kamu lagi, kita sudah putus enam bulan yang lalu saat kamu ketahuan selingkuh dengan Dania teman baikku sendiri! Kalian tega membohongi aku selama satu tahun bahkan sampai punya apartemen tempat kalian menghabiskan waktu berdua, urus saja dia dan jangan dekati aku lagi!" kesal Aisyah karena dia sering sekali di ganggu Sofyan.
Aisyah dan Sofyan sudah bertunangan selama dua tahun dan rencananya mereka akan menikah setelah Aisyah lulus S2, tapi enam bulan yang lalu Aisyah memergoki Sofyan dan sahabatnya Dania sedang berciuman di dalam mobil Sofyan di sebuah Mall. Dan karena kesal Aisyah memutuskan hubungan mereka bahkan berhenti kuliah dan pulang ke kampungnya untuk menangkan diri.
"Ternyata seperti itu, kamu ingin tetap bertunangan dengan Aisyah tapi dengan selingkuhan kamu juga kamu ingin tetap berhubungan? Tidak tahu malu!" sinis Anjas
"Diam kamu! Siapa kamu berani beraninya mengganggu dan mencampuri urusan kami!" bentak Sofyan
"Saya calon suami Aisyah yang baru, perkenalkan, nama saya Anjas Ardian, ini anak saya Adisti, calon anak sambung Aisyah, iya kan Aisyah?" tanya Anjas menyematkan cincin yang dia bawa di kantung celananya secara tiba tiba sambil mengedipkan matanya pada Aisyah yang terlihat shok tapi tidak bisa menolak karena dia ingin jauh dari Sofyan.
"Cih.. kamu yang tidak tahu malu, Aisyah itu cinta mati padaku! Ayo Aisyah!" ucapnya sambil mencoba menarik tangan Aisyah tapi di tepis Anjas
"Jangan sentuh calon istri saya! Pergi atau bodyguard saya mengeroyok kamu di sini!" ancam Anjas dan beberapa bodyguard langsung berdiri di belakang Anjas menatap tajam ke arah Sofyan yang terlihat kesal tapi juga takut untuk melawan.