NovelToon NovelToon
My Hot Kakak Ipar

My Hot Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Berondong / Cinta Terlarang / Masalah Pertumbuhan / Slice of Life / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:404.6k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Ini cerita sederhana seorang pemuda di pedesaan. Tentang masalah pertumbuhan dan ketertarikan terlarang. Punya kakak ipar yang cantik dan seksi, itulah yang di alami Rangga. Cowok berusia 17 tahun itu sedang berada di masa puber dan tak bisa menahan diri untuk tak jatuh cinta pada sang kakak ipar. Terlebih mereka tinggal serumah.

Semuanya kacau saat ibunya Rangga meninggal. Karena semenjak itu, dia semakin sering berduaan di rumah dengan Dita. Tak jarang Rangga menyaksikan Dita berpakaian minim dan membuat jiwa kejantanannya goyah. Rangga berusaha menahan diri, sampai suatu hari Dita menghampirinya.

"Aku tahu kau tertarik padaku, Dek. Aku bisa melihatnya dari tatapanmu?" ucapnya sembari tersenyum manis. Membuat jantung Rangga berdentum keras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 - Mati Lampu

Rangga menyamakan langkahnya dengan Astrid. "Balas dendam? Apa maksudmu?" bisiknya.

"Buat aku mendesah sampai terdengar ke kamar Kak Dita," balas Astrid.

"Enggak!" Rangga langsung menggeleng. "Aku nggak bisa, Trid. Itu akan merugikan kita. Aku nggak mau!"

"Merugikan kita?" Kening Astrid mengernyit.

"Iya! Terutama kau sebagai cewek. Kalau tetangga juga dengar, kan gawat!" jelas Rangga.

"Ya nggak sampai kedengaran ke tetangga kali, Ga!" Astrid tampak kesal.

"Kalian kenapa?" Dita terlihat berhenti melangkah dan menoleh ke arah Rangga dan Astrid. "Seru banget kayaknya ngobrolnya," sambungnya.

"Aku nggak jadi ikut ke rumah, Kak. Aku pulang saja. Perutku mendadak sakit," ucap Astrid sembari memegangi perut. Kemudian beranjak pergi begitu saja. Dia jelas merajuk pada Rangga.

"Eh, tapi..." Dita bingung harus bagaimana.

"Biarkan saja, Kak. Dia kayaknya udah nggak tahan mau berak," kata Rangga. Dia berjalan melewati Dita. Ia sekarang terpikir hanya ingin kembali ke rumah. Rangga sudah capek menanggapi sikap Astrid yang rasanya sulit dia hadapi. Gadis itu terlalu menuntut, dan terlalu berambisi.

Dita tak punya pilihan lain selain kembali berjalan. Dia menyamakan langkahnya dengan Rangga. "Kenapa? Kalian mendadak berantem?" tanyanya.

"Enggak. Dia beneran sakit perut," tanggap Rangga.

"Cie... Yang udah punya pacar. Dia cantik banget loh, Ga. Tapi Kakak kayaknya nggak pernah lihat dia selama tinggal di desa ini."

"Dia cewek baru, Kak. Cewek kota. Keponakannya Pak Warsito."

"Hah? Yang benar? Kaya raya dong!"

"Begitulah. Pak Warsito..."

"Wah! Harus dipertahankan tuh, Dek. Cantik, terus kaya lagi. Susah cari gadis begitu di desa ini." Dita menyenggol Rangga dengan sikunya. Senyumannya begitu manis. Apalagi ditambah dengan rambut yang beterbangan karena diterpa angin.

Rangga terkesiap saat menatap Dita. Jantungnya lagi-lagi berdebar lebih cepat. Perasaannya memang tak bisa dibohongi, hatinya memang menyukai Dita.

"Tapi orangnya ribet, Kak. Aku merasa nggak cocok sama dia," sahut Rangga.

"Baru juga pacaran kan? Harus adaptasi dulu. Nanti pasti menemukan kecocokan," ujar Dita.

Setibanya di rumah, Rangga dan Dita menemukan kalau listrik mati. Bukan karena mereka tidak bayar tagihan listrik, tapi katanya karena ada perbaikan.

'Kayaknya listrik bakalan mati lama. Katanya ada pohon tumbang dan kena tiang listrik. Pasti lama perbaikannya.'

Pesan dari Junaidi itu membuat Rangga menghela nafas panjang. Dia dibuat cemas saat Firza tak kunjung pulang. Perlahan hari semakin gelap. Rangga dan Dita berduaan di rumah.

Sampai akhirnya Rangga nekat menelepon kakaknya. Tepat sebelum baterai ponselnya habis. Tak lama, panggilan dijawab oleh Firza.

"Bang! Kapan pulangnya? Di sini listrik mati loh," ujar Rangga. Dahinya berkerut karena berusaha mempertajam pendengaran, dia bisa mendengar ada suara musik dari telepon Firza.

"Kayaknya agak larut malam deh, Ga. Soalnya lagi ada kerjaan nih. Ribet!" jawab Firza dari seberang telepon.

"Bang Firza dimana? Kayaknya ramai banget di sana."

"Em, anu... Ini aku di pasar malam. Lagi nangkap copet! Udah dulu ya. Jagain Kak Dita!"

"Tapi--" Rangga tak sempat bicara lagi karena Firza terlanjur mematikan telepon lebih dulu.

Rangga melihat matahari sudah sepenuhnya tenggelam. Di luar Dita sudah menyalakan lampu semprong.

"Rangga! Ayo kita makan! Sebelum harinya makin gelap!" pekik Dita.

Rangga keluar dan segera duduk di meja makan. Di seberangnya ada Dita yang sudah menikmati hidangan.

"Bang Firza katanya lembur ya?" tanya Rangga.

"Iya, kamu nelepon dia juga. Katanya lagi nangkap gembong narkoba," jawab Dita.

"Gembong narkoba?" Rangga kaget.

"Iya. Abangmu itu emang keren ya. Aku bayangin dia nangkap penjahat kayak di film-film," sahut Dita.

Sementara Rangga tersenyum kecut. Karena dia sadar kalau alasan yang diberi Firza padanya dan Dita berbeda.

1
Linda Othman
Tahniah
Yulia
ok lah cus ke cerita baru💪
Ass Yfa
oke kak💪💪
Rommy Wasini Khumaidi
aku deg²an pas bacanya thor,kenapa Dita?
Agus Hidayat
rangga goblok..
koq bisa² nya bilang ke astrid skandal dia dgn ipar nya,,biar apa coba,, goblin goblok..!!!!
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
ih
Tiara Bella
ehhh tamat msh gk percaya....tp beneran....
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
akhir cerita kok begini rangga dita apa tidak bersama
Desau: ceritanya masih berlanjutnya kak, di novel Hot Policeman
total 1 replies
lestari saja💕
aku kecewa
lestari saja💕: kecewa ma keputusan dita ka
total 2 replies
lestari saja💕
akhirnyaaaa....
semoga pak tejo ga bocor ke firza
lestari saja💕
kan masih hampir tapi pintu nya Tuhan?????
lestari saja💕
betulll....
lestari saja💕
betulllll....ikhtiar boleh tapi jangan yg itu,emamg rangga bakalan bangga dgn jalan itu????bukannya rangga sdh bilang apapun hasilnua dia legowo,sama saja kau menyepelekan Tuhan mu dita....
pikirin seberapa kecewa rangga padamu padahal dia sdh berlatih dgn mbh rustam dan kamu meragukannya dgn jln kotor
Rommy Wasini Khumaidi
aku bilang si jangan Dit,kasihan Rangga kalau usahanya sia² Rangga memperjuangkan cintanya sama kamu makanya berusaha sebisa mungkin masuk polisi tanpa uang,tenang saja Rangga pasti ketemu sama polisi yang baik kemarin
Tiara Bella
semoga Rangga tw dan bs cegah Dita pinjem duit sm pak tejo
D_wiwied
nah, dengerin saran teman2 mu Dit
kamu berpikir dg meminjam uang ke pak tejo bisa menyelesaikan masalah, tp blm tentu niat yg menurutmu baik akan diterima oleh Rangga.. kamu spt tidak menghargai kerja keras dia, kamu meremehkan kemampuan Rangga
pikir2 lg deh, drpd kamu kena marah Rangga
D_wiwied
berarti kamu ga yakin sm kemampuan Rangga bahkan lbh parahnya kamu tdk percaya sm Tuhan yg maha mengabulkan doa setiap umatNya yg mau berusaha dg sungguh,, yaa manusiawi bgt sih tp jd ga suka sm Dita jd orang koq pesimis percuma dong usaha Rangga sampe dibela2 in babak belur digembleng mbah Gustam kalo sampe kamu beneran mau pinjem duit ke pak tejo
D_wiwied
gausah minjem2 ke pak tejo Dit, yg ada kamu yg bakal dijadikan jaminannya.. dah apal sm modelan ky pak tejo itu
D_wiwied
semangat kak, jangan lelah berkarya 💪💪👍
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
niat dita baik menurut dia mau bantu biar lolos jadi polisi, tapi gak baik bagi rangga karena jadi polisi gak berusaha sendiri tidak buat rangga bangga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!