NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA AYAH, SATU RAHASIA BUSUK

POV Maria Joanna

Dentuman tabrakan itu memekakkan telinga, merobek gendang duniaku yang baru saja terbangun. Reruntuhan baja dan asap tebal mengepul di sekelilingku. Aku terlempar, berguling di antara puing-puing ruang masinis yang hancur. Di sampingku, Sebastian terbaring diam, darah membasahi seragamnya.

"Sebastian!" Aku memeluknya erat, namun napasnya sudah sangat lemah.

Di tengah kepanikan itu, pintu ruang masinis yang sudah ringsek didorong paksa dari luar. Sosok bayangan besar masuk melalui asap. Aku menegang, mengira itu adalah pengejarku dari Black Lotus. Namun, sosok itu mengenakan jubah hitam tanpa logo apa pun, dan matanya yang berwarna emas menatapku dengan intensitas yang aneh, seolah penuh kerinduan.

"Jangan takut, Putri kecilku," suaranya serak namun penuh otoritas. Ia menarikku dari puing-puing dengan satu gerakan kuat, menjauhkanku dari bahaya api yang mulai menjalar.

Aku terperangah. Pria ini tahu siapa aku? Dan dia memanggilku 'Putri kecilku'?

Pria itu menatap Sebastian yang tergeletak lemah. "Sebastian... kau bodoh. Mengapa kau memberitahunya?" gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.

Sebastian tersenyum pahit. "Karena... dia berhak tahu... Hector..."

Pria bermata emas itu—yang ternyata bernama Hector—hanya mendengus. Ia melirik jam tangannya. "Arthur akan tiba sebentar lagi. Kita harus membawanya keluar dari sini sebelum militer Spanyol menguasai area ini."

Namun, Hector terlambat. Di kejauhan, suara helikopter militer Arthur yang mendarat terdengar keras. Artur melompat keluar dari helikopter, wajahnya tegang dan penuh amarah. Ia melihat Maria yang berada dalam pelukan Hector. Kobaran api di mata Arthur seolah siap membakar pria di depannya hidup-hidup.

"HECTOR! LEPASKAN PUTRIKU!" teriak Arthur, suaranya menggelegar melebihi suara sirene. Pasukan berseragam Singa Emas segera mengepung area tersebut, mengarahkan senjata mereka pada Hector.

Hector tidak gentar. Ia melepaskan Maria perlahan, berdiri tegak di hadapan Arthur, penguasa Kerajaan Spanyol. "Putrimu? Arthur, sudah dua puluh tahun kau meminjamnya dariku. Aku datang untuk mengambil apa yang menjadi milikku."

POV Maria Joanna

Aku berdiri di antara dua pria raksasa ini, bingung. Ayah angkatku, Raja Arthur, yang menyayangiku, dan pria misterius bermata emas ini, Hector, yang mengaku sebagai ayahku. Pusingku bertambah parah.

"Apa maksudnya ini, Ayah?" aku menatap Arthur dengan tatapan menuntut. "Siapa dia?"

Arthur menatap Hector dengan kebencian yang mendalam, seolah Hector adalah mimpi buruk terbesarnya yang menjadi nyata. "Dia adalah pemimpin organisasi kriminal El Halcon, Maria. Dia adalah pria yang mencoba menghancurkan Spanyol dari dalam."

"Bohong!" teriak Hector. "Arthur, katakan yang sebenarnya pada putrimu! Katakan bahwa Julia tidak meninggal karena kecelakaan! Katakan bahwa kau menukarnya dengan perjanjian damai antara Spanyol dan China!"

Arthur terdiam. Wajahnya yang tadi penuh amarah mendadak menjadi sangat pucat, sama persis saat ia membaca pesan bangkrut Adrian dulu. Keheningan itu sudah cukup menjadi jawaban bagiku.

"Ayah...?" suaraku bergetar. "Apakah yang dikatakan pria ini benar? Apakah Ibu masih hidup?"

Air mata mengalir di pipi Arthur. "Dia... dia berbohong, Maria. Julia sudah meninggal."

"Tunjukkan buktinya, Arthur! Tunjukkan di mana makamnya!" Hector melangkah maju, namun langsung ditahan oleh pengawal Arthur.

Di saat yang sama, aku merasakan ada sesuatu yang basah di lenganku. Aku menoleh ke arah Sebastian. Ia membuka matanya sedikit, menatapku dengan tatapan meminta maaf. "Maafkan... hamba... Putri... El Halcon... bukan kriminal... mereka hanya ingin keadilan..."

Sebastian memejamkan matanya. Jantungku berdetak kencang. Raul, Sebastian, dan masinis itu... semuanya terluka atau mati demi rahasia ini. Aku tidak bisa tinggal diam lagi.

Aku melangkah ke tengah, berdiri di antara Arthur dan Hector. "Hentikan semua ini! Aku ingin tahu kebenarannya! Di mana ibuku?!"

Hector menatap Arthur dengan senyum kemenangan yang menyakitkan. "Dia di Biara Sierra Nevada, Maria. Dia disekap di sana selama dua puluh tahun, bukan meninggal."

Arthur menatap Maria dengan rasa sakit yang luar biasa. Rahasianya terbongkar di depan putrinya sendiri. Ia memeluk Maria, mencoba menenangkan badai yang ia ciptakan sendiri.

"Maria, aku melakukannya untuk melindungimu," bisik Arthur. "Jika dunia tahu bapak kandungmu adalah Hector, pemimpin El Halcon, kau akan menjadi target nomor satu dari semua pemerintahan di dunia. Julia memintaku berjanji untuk melindungimu dengan statusku sebagai Raja."

Hector hanya mendengus. "Melindungi? Kau menjadikannya putri angkat dan merenggutnya dariku! Julia memilihku, bukan kau!"

"Cukup!" teriak Maria. Ia menatap kedua pria itu dengan tatapan penuh kebencian. "Kalian berdua sama saja! Egois! Kalian berdebat soal siapa yang berhak atas diriku, sementara ibuku membusuk di penjara!"

Maria kemudian berbalik, mengambil kunci kuno yang terjatuh dari tangan Raul tadi. "Aku akan mencari ibuku sendiri. Dan saat aku menemukannya, kalian berdua akan membayar semua penderitaan ini!"

Aku berlari meninggalkan reruntuhan, meninggalkan Arthur dan Hector yang saling berhadapan dengan tatapan penuh ancaman. Namun, saat aku tiba di jalan raya di luar stasiun Sevilla, sebuah mobil berhenti mendadak di depanku.

Pintu belakang terbuka. Jenderal Zhao keluar dengan senyum dinginnya. Di tangannya, ia memegang pistol yang diarahkan tepat ke kepalaku.

"Kau pikir kau bisa lari dari takdirmu, Putri aib?" desisnya. "Kaisar China sudah memutuskan. Darah naga yang tercemar darah elang dan singa... harus dimusnahkan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!