Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."
Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."
Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia Milik Berdua
Seminggu setelah pesta pertunangan yang menghebohkan seluruh jagat kampus, suasana di kantin pusat tidak lagi sama. Jika dulu orang-orang masih berani berbisik-bisik tentang hubungan tanpa status mereka, kini yang ada hanyalah tatapan iri dan kagum.
Atlas dan Kaylee duduk di meja pojok favorit mereka, namun kali ini ada aura yang berbeda.
Atlas duduk dengan gaya dominan yang biasa, namun satu tangannya tidak pernah lepas dari jemari Kaylee di atas meja. Sesekali, ia menarik tangan tunangannya itu hanya untuk mengecup buku jarinya sambil tetap mengobrol santai dengan teman-temannya.
"At, makan dulu. Jangan diciumin terus tangannya, nggak kenyang," protes Kaylee sambil tertawa, wajahnya merona karena mereka kini jadi pusat perhatian.
"Gue kenyang cuma dengan liat muka lo, Ay," jawab Atlas enteng. Ia kemudian mengambil sesendok salad dari piringnya dan menyuapkannya ke mulut Kaylee. "Buka mulutnya. Lo harus makan banyak, seminggu ini lo makin kurus gara-gara sibuk ngurusin ucapan selamat dari orang-orang."
Kaylee menurut saja, menerima suapan itu dengan patuh. Di jari manisnya, cincin zamrud itu berkilau terkena lampu kantin, seolah menjadi pengingat bagi siapa pun yang berniat mendekat bahwa wilayah ini sudah Closed for public.
Di meja seberang, Angel duduk bersama teman-temannya. Ia mencoba fokus pada laptopnya, namun matanya berkali-kali melirik ke arah Atlas dan Kaylee. Ia melihat bagaimana Atlas tertawa lepas, sesuatu yang jarang Atlas lakukan saat di kelas, sambil merapikan anak rambut Kaylee yang menutupi mata.
Obsesi Angel kini berubah menjadi rasa pahit yang nyata. Ia sadar, tidak ada celah bagi kecerdasan atau kecantikannya untuk menyusup di antara mereka. Atlas bukan hanya mencintai Kaylee, Atlas memuja setiap napas gadis itu.
Tiba-tiba, Aadzey lewat di depan meja mereka. Ia sempat berhenti sejenak, menatap Atlas dan Kaylee yang sedang asyik dalam dunia mereka sendiri. Ia memberikan anggukan hormat yang singkat saat matanya bertemu dengan Atlas.
Atlas tidak lagi menatapnya dengan kemarahan yang meluap. Kali ini, Atlas hanya membalas dengan senyum tipis, senyum pemenang yang tenang. Ia tidak perlu lagi menggonggong untuk melindungi wilayahnya, karena seluruh dunia sudah tahu siapa pemilik Kaylee Lumiere.
"At, liat tuh. Angel kayaknya masih belum move on," bisik Kaylee pelan ke telinga Atlas.
Atlas bahkan tidak menoleh ke arah Angel. Ia justru menarik kursi Kaylee agar semakin mepet dengan kursinya, lalu merangkul bahu Kaylee dengan sangat protektif.
"Biarin aja. Dia butuh waktu buat sadar kalau gue cuma bisa liat satu cewek," kata Atlas sambil mencium pelipis Kaylee di depan umum. "Udah ah, jangan bahas orang lain. Habis ini kita ke studio maket, ya? Gue mau lo temenin gue ngerjain tugas. Gue nggak bisa fokus kalau lo nggak ada di jangkauan mata gue."
Kaylee menyandarkan kepalanya di bahu Atlas, menghirup aroma parfum maskulin tunangannya yang selalu membuatnya tenang. Dasar posesif.
"Gue emang posesif, dan lo suka itu, kan?" goda Atlas sambil mencubit pipi Kaylee gemas.
Kantin kampus hari itu menjadi saksi bahwa dongeng tentang dua orang sahabat yang ditakdirkan bersama itu nyata. Tidak ada lagi sembunyi-sembunyi, tidak ada lagi cemburu yang tak beralasan. Hanya ada Atlas, Kaylee, dan cinta yang akhirnya menemukan tempatnya.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading dear 😍