NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 10

Setelah salah satu staf pemerintahan selesai memberikan arahan, acara pelelangan pun resmi ditutup. Setiap perusahaan telah menyerahkan proposal mereka, dan pihak pemerintah akan meninjau satu per satu dokumen tersebut dengan saksama.

Pengumuman perusahaan yang berhak mendapatkan proyek tidak akan disampaikan secara terbuka. Pemerintah memilih untuk menghubungi pihak terpilih secara pribadi, demi menghindari kegaduhan dan spekulasi yang tidak perlu.

Acara dinyatakan selesai.

Nelson segera beranjak pergi, begitu pula Max yang berjalan menyusul ayahnya. Namun langkah keduanya terhenti ketika Keluarga Genevra, yang tengah naik daun di dunia bisnis, mendekat dengan penuh percaya diri.

“Selamat siang, Tuan Nelson. Saya…”

Belum sempat Cedric Genevra menyelesaikan sapaannya, Nelson sudah lebih dulu melangkah pergi tanpa menoleh sedikit pun. Sikap dingin itu seolah menampar wajah Cedric di hadapan banyak orang.

Melihat ayahnya diacuhkan, Ezme segera menarik lengan Cedric.

“Ayah, ayo kita pulang saja. Untuk apa repot-repot menyapa orang yang bahkan tidak peduli?” Ucapnya kesal.

“Huss!” Cedric segera membentak pelan, mendekatkan wajahnya ke telinga putrinya.

”Jangan berbicara sembarangan. Keluarga kita bisa dihabisi hanya karena ucapanmu.”

Ezme cemberut, jelas tidak terima. Drake yang berdiri di sampingnya segera merangkul bahu kecil Ezme, berusaha menenangkannya dengan senyum lembut. Cedric memang selalu membebaskan Ezme, putri kesayangannya, hampir dalam segala hal.

Sejak awal, Cedric sebenarnya hanya mengajak Ezme untuk menemaninya menghadiri acara pelelangan karena anak tertuanya, sekaligus kakak lelaki Ezme, tidak dapat hadir akibat urusan bisnis yang mendesak. Namun Ezme mengajukan satu syarat.

Ezme bersedia ikut, asalkan pacarnya juga diperbolehkan hadir.

Cedric, yang tak ingin memperpanjang perdebatan dan terlalu memanjakan putri bungsunya itu, akhirnya menyetujui permintaan tersebut, tanpa menyadari konsekuensi yang akan mengikutinya.

Pemandangan itu tak luput dari perhatian Max.

Pria itu tersenyum sinis, lalu melangkah mendekat tanpa ekspresi ramah sedikit pun. Ia tidak mengeluarkan tenaga untuk menyapa, bahkan tak berniat berhenti. Max hanya berjalan santai melewati Cedric.

Max tahu dan paham betul karakter orang-orang seperti Cedric. Tanpa repot-repot menyapa atau basa-basi orang-orang seperti Cedric akan mendekat dan menempel dengan sendirinya, dan benar saja Cedric tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.

“Selamat siang, Tuan Muda Max.” Ucapnya cepat dengan senyum lebar, memamerkan satu gigi emas yang mencolok di deretan giginya.

“Hm.” Jawab Max singkat, datar, dan juga dingin, tanpa ekspresi apapun terpancar di wajahnya. Bahkan tanpa menolah dan masih terus berjalan. Begitulah Max.

“Jika Anda berkenan, saya Cedric Genevra. Saya dari perusahaan IT. Mungkin Tuan tertarik untuk mengobrol sebentar?” Kata Cedric mengikuti langkah kaki Max.

Max berhenti. Pria itu terdiam. Tatapannya menyapu wajah-wajah di hadapannya satu per satu. Hingga akhirnya berhenti pada Drake, pria bermuka tak tahu malu yang jelas-jelas sedang menaruh harapan besar.

Entah apa yang telah Drake lakukan pada Keluarga Genevra. Yang jelas, tak satu pun dari mereka terlihat curiga pada pria bejat itu.

Dan Max, melihat semuanya dengan mata dingin yang penuh dengan rencana besar.

Tidak membutuhkan waktu lama, raut wajah dingin Max perlahan berubah menjadi senyuman tipis, senyuman yang sama sekali tidak menunjukkan kehangatan.

“Kebetulan aku tertarik melakukan investasi di perusahaan IT.” Ucap Max santai.

Bleiz menoleh ke arah Max. Dalam benaknya terlintas satu pikiran ganjil.

”Bukankah tuan Max sendiri memiliki jaringan perusahaan IT gelap yang jauh lebih besar dan berpengaruh dibandingkan milik Genevra? Untuk apa dia berinvestasi di sana. Lagi pula jika ingin membuat perusahaan IT sendiri pun Tuan Max sangat mampu.”

“Bleiz, tunjukkan jalannya.” Perintah Max ringan, kedua tangannya tetap berada di saku celana.

“Mari.” Jawab Bleiz singkat, lalu berbalik memimpin jalan.

Mereka memasuki sebuah ruangan bernuansa serba putih. Sofa empuk tersusun rapi, bersih, dan sunyi, siap menjadi saksi bisu percakapan yang kelak akan mengubah banyak hal.

Bleiz menutup pintu. Max duduk lebih dulu, disusul oleh seluruh anggota Keluarga Genevra.

“Aku bukan tipe orang yang suka basa-basi.” Ucap Max sembari menyilangkan kaki panjangnya di atas lutut.

“Langsung saja. Apa yang bisa aku dapatkan?” Kata Max lugas.

Cedric menelan ludah. Namun ia segera tersenyum cerah.

“Saya juga menyukai sifat Anda yang to the point, Tuan.” Ujar Cedric antusias.

“Izinkan saya memperkenalkan putri saya, Ezme. Sementara untuk detail keuntungan dan kerja sama, saya bermaksud menghadirkan anak tertua saya, Darwin, agar ia dapat menjelaskannya secara rinci, jika Anda bersedia berinvestasi.”

Cedric berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada semakin bersemangat.

“Sejujurnya, perusahaan yang lebih besar berada di bawah kendali Darwin. Perusahaan IT milik saya masih tergolong menengah. Karena itu, saya menyarankan agar Tuan berinvestasi langsung pada perusahaan anak tertua saya. Darwin sangat kompeten—bertanggung jawab, disiplin, dan pekerja keras. Berkat kepemimpinannya, perusahaannya berhasil melebarkan sayap hingga menjadi salah satu yang cukup berpengaruh di Asia.”

Cedric tersenyum penuh harap, jelas menginginkan Max tertarik dan menanamkan investasi dalam jumlah besar.

Tatapan Max mengeras.

“Sekarang atau tidak sama sekali.”

“Ma… maksud Tuan?” Cedric terkejut dengan reaksi Max, ia kebingungan.

Bleiz pun angkat bicara, suaranya datar namun tegas.

“Tuan Max hanya akan berinvestasi sekarang. Jika tidak, maka kesepakatan ini dianggap batal. Jadi Anda harus menjelaskan semuanya saat ini juga.”

“T-ta… Tapi anak tertua saya masih dalam perjalanan kemari,” ujar Cedric gugup.

“Kalau begitu dia saja.” Potong Max dingin, dagunya terangkat sedikit menunjuk ke arah Drake.

“S-sa… Saya?” Drake spontan menegang.

“Tuan, dia tidak memahami detail perusahaan. Dia hanya pacar putri saya.” Cedric buru-buru menjelaskan.

“Tidak masalah. Aku berubah pikiran. Tidak perlu menjelaskan apapun tentang keuntungan.” Sela Max tanpa ekspresi.

“Kalau begitu pembicaraan selesai. Aku akan berinvestasi… Dengan syarat dia yang mengurus semuanya. Tempatkan dia sebagai manager di perusahaan mu.” Perintah Max.

“Ke… Kenapa saya?” Drake kebingungan.

Namun Cedric yang tidak ingin kehilangan kesempatan besar yang langka tersebut mberikan isyarat dengan menganggukkan kepala berulang kali.

Hanya dalam hitungan detik, wajah tegang Drake berubah menjadi senyuman lebar. Drake berdiri dan membungkuk hormat.

“Saya tidak akan mengecewakan Anda, Tuan Max.”

“Kau akan sangat sibuk.” Balas Max singkat.

“Saya akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan siapa pun!” Ujar Drake penuh semangat.

Ezme menatap Drake dengan mata berbinar. Di matanya, pria itu tampak semakin tampan, penuh wibawa dan ambisi.

Sementara itu, Cedric justru semakin kebingungan.

Pria yang selama ini dikenal sulit didekati itu,

memberikan investasi begitu saja pada perusahaan IT milik anaknya, melalui Drake.

“Apakah mungkin, Drake adalah pembawa keberuntungan bagi Keluarga Genevra?” Batin Cedric, tanpa sedikit pun menyadari bahwa mereka baru saja melangkah ke dalam permainan Max.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!