NovelToon NovelToon
Akbar Muhammad Alfattah

Akbar Muhammad Alfattah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: camamutts_Sall29

Bayangin kalo kamu jadi Aku?

Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?

penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamdan Terluka

Lanjutan bab 9🌹

..

Setelah selesai melaksanakan sholat Nisfu kami berbincang sedikit.

"Kak Hamdan Jadi imamnya?"

"Iya Marissa, Abi jadi makmum suaranya mau hemat kata Abi."

"Gimana hari hari kamu dengan suami kamu Ri?"

"Alhamdulilah Mas Hamdan baik." balasku.

Marissa dan Putri tidak bisa berkata banyak mereka terlihat bahagia dan senang dengan kabarku.

Setelah Itu acara makan makan nasi liwet di bagikan sama Munthoha dari laki laki.

Aku di panggil Hamdan karna lebih baik makan di rumah Abi.

Lalu pamitan sama Marissa dan Putri karna besok kayanya udah pulang ikut suami. merrka berdua paham dan Aku memeluk mereka penuh kasih.

...

# Bab 10

...

Esok harinya, Kami mau pulang.

Aku berpamitan sama Abi dan Bunda lalu Fattah masih mandi jadi buru buru aja.

Berangkat jam 5 subuh karna takut macet di jalan.

7 menit berlalu, Fattah masih belum keluar Aku memutuskan Hamdan menyalakan mesin mobil.

Fattah terlihat dari jauh dan melambaikan tangannya.

"Gimana? mau di bales ga say god bay nya Fattah?" kata suamiku.

"Emang Boleh Sayang?" kataku.

"Boleh."

Hamdan membuka jendela mobil sesuai responannya. dan Mobil Ayahku belum jalan karna di belakang mobil Hamdan.

"DADAH FATTAH!!" teriakku.

Mobil melaju dan mobil Ayah juga berjalan di belakang.

Moment Manis Fattah tetap melihatku pulang tapi Aku menangis.

Aku tak tahu mengapa menangis, mungkin Aku akan merindukannya.

"Kamu sayang banget sama Fattah ya?" kata Hamdan.

"Rasa sayangku ke Fattah sama kaya Aku ke kamu Suamiku."

"Doain sepupu kamu biar cepet Nikah,"

"Aaminn Mas," lirihku.

Tangan hamdan mengikat jemari tangannya pada tangan kananku.

Di tikungan jalan, Mama mengirim nasehat, kerumah mama jangan awal ramadhan karna jadwal pasti sibuk jadi boleh datang pada akhir bulan puasa saja, Hamdan pun setuju lalu Aku menurutinya.

***

\#Bulan ramadhan tiba hari ke 1 ..

Puasa lancar dan berbuka dengan kolak pisang dan puding di Hokben berdua suami, sholat magrip sebentar lalu makan besar nasi ayam manis pedas di hokben jak-sel.

saling menyuapi.

Ramadhan kedua ke 3 4 5 6 7 8 9

semua lancar.

Sampai Hingga tibalah hari ke 28 ramadhan.

.

.

"Sayang? aku udah jalan yang ke 50 hari bayi kita."

"Selamat Sayangku Riana cantik," puji Hamdan mengecup pelan bibirku.

"Sayang hari ke 20 sampe 3 hari disana bukber rumah Abi, hari ini aku mau nginep di rumah mamaku boleh Mas?"

"Iya boleh sayang, telpon mamamu sekarang?" sahut Hamdan.

***

Paginya kita bersiap ke rumah mamaku dan Ayah mengirim Lokasi alamatnya.

Cuku lama tapi tak memakan waktu lama dan sudah sampailah Aku dirumah mama.

"Anakku udah sampai?"

Aku memeluk mama dan merapihkan barang bawaanku ke kamar kosong di bagian bawah anak tangga.

Rumah Mama ternyata sama besarnya seperti rumah Hamdan dan Aku tinggali.

ada tamannya dan kolam ikan tapi rumahku dan Hamdan di belakang Komplek perumahan.

Hari ke 28 ramadhan, berlangsung cepat lalu malamya --Aku dan Rehan adikku bermain Game sebentar di Laptop Ayah sambil nunggu buka puasa.

Menunya hari ini Sate ayam dan Soto ayam.

Pembuka kecilnya itu Sop buah dan nugget isi mayonaise + isi Keju + ayam versi jumbo yang Hamdan pesan 9 biji buat berbuka simple. lalu airnya untuk min teh hangat ku buat sendiri untuk berbuka ramai ramai.

Dan malam sudah berlalu.

Hamdan sedang di luar bersama Ayah mengobrol lalu mama mengusap perutku dan memberinya sholawat merdu hingga aku tidur di kamar mama.

Esok paginya...

Ramadhan ke 29 Seperti biasa Mama datang bulan lalu Sahur dengan Indomie instan Aku menyiapkan untuk Ayah dan Suamiku, Rehan ikut puasa katanya kalo Full Ayah mau ngasih uang 500k dan membelikannya pesawat remot kontrol ke adik.

"Cie yang mau Full puasanya?"

"Harus full Kakak, hadiahnya gede."

katanya sedang sahur.

Hamdan dan Ayah tersenyum lalu Aku merasa Haus sekali mungkin gapapa untuk tidak puasa sekali.

Jam adzan Aku minum karna haus banget.

kehamilan sudah sedikit berbentuk.

...

Siangnya katanya Fattah mau datang karena malam sudah takbiran besoknya lebaran.

benar saja Malamnya Fattah datang.

dan bermain dengan Rehan Aku paham arti kesepian ternyata tanpa Fattah Aku merasa ada yang, Kurang.

Siang itu Hamdan pergi keluar membeli belanjaan buat makan lebaran dan kedatangan Abi dan Bunda ke sini.

Ayah ada meeting jadi pulangnya sekitar jam 5 sore lebih dikit.

...

Jam pukul 2 siang...

"Fattah sini Fat.."kataku.

Fattah mendekatiku.

"Usap perutku bisa?"

Aku ga bisa bohong lagi Aku rindu sama Fattah!

Mama melewatiku dan menyuruhku masuk kamar mama.

"Ayo Fatt bicara di kamar?"

Fattah mengangguk."kamu kenapa Ri?"

"Udah masuk aja!" tukasku memarahinya.

Fattah masuk dan Aku menutup pintu. Jangan di tiru ya guys!

"Fattah Aku kangen kamu!" gertakku.

Mama tak sengaja menguping.

"Mama biarkan kesepianmu terbalaskan Nakk, mama tau kamu sedang menjauhi Fattah karna memang tidak boleh ada jarak berlebihan antara kamu dan Fattah."

...

"Iya Ri, Aku juga kangen!"

Fattah reflek memelukku dan pelikan itu erat masih sama.

Aku menangis tak tertahankan, sesak dan rindu jadi satu.

"Fattah? kamu ga benci Aku kan?"

"Gila aja. ya enggalah!"

Fattah mencium keningku lama, Aku bukannya menolak tapi justru malah semakin rindu.

"Ini itu ga boleh Ri," katanya.

"Tapi Aku kangen Fatt! ga bisa aku tuh berbulan bulan ga liat kamu! sepi Aku!"

"Namanya berumah tangga pasti gitu Ri, kamu dan Aku sepupu. Kamu harus inget?"

Aku mengangguk.

Mama tiba tiba ada yang nelpon.

"Iya Halo, --

"Saya keluarganya. iya Pak iya-- makasih ya Pak!"

"Baik baik saya akan segera kesana. hmm Fattah! buka pintu nakk! nakk Riana, Mas Hamdan di luar sekarang butuh bantuan dia ga baik baik aja!"

Aku terkejut Mama mengatakan itu.

"Yang kita lakukan salah bukan?" ujarku.

"Kamu diam disini Aku yang bantu Hamdan dia temanku juga, oke!"

Fattah keluar kamar. sementara aku menangis tidak tahu harus berkata apa.

Telpon masuk dari Abi langsung saja Aku angkat.

"Halo Abi?" lirihku.

"Jangan cemas, Hamdan cuma kepeleset. motornya cuma oleng tadi ga senjaga nabrak Nathan. motor Abi rusak --tapi Hamdan dan nathan baik baik saja. kita ga sengaja bertemu."

"Ba--baik Abi." tangisanku tambah deras.

Malamnya, Fattah membopoh Hamdan dengan Mobil Hamdan.

Aku berlari dan memeluk Hamdan ketakutan.

Hamdan merintuh pincang pincang dan mengusap surai rambutku.

"Hey Sayang??? Mas gapapa."

"A--aku ga ma-mau bicara du-dulu! diem!"

Fattah sedikit menjauh dan lega bisa membantu sedikit. walau raut wajahnya merasa bersalah karna kejadian daat Aku memintanya berduaan di kamar.

"Riana tenangin diri kamu, jangan terlalu diniin apasi namanya...---"

"Fattah?" kataku.

masih sempat sempatnta Fattah bercanda di situasi besok mau Lebaran.

Hamdan tertawa suamiku mengerti maksud Fattah, biar ga ada ketengangan.

"Fattah makasih..."

Fattah mengangguk cepat.

"Maaf Mas, tadi Aku dan Fattah saing melepas rindu saja, setelah ini ga akan lagi. Aku harus menjaga hati kamu kata Abi." bathinku.

...

Next?

1 bab lagi🥰🙏

1
LEECHAGYN
sama2🤭
Dania
kayak dah nikah tapi yg tau cuma sebelah pihak aja ,cuma perasaan ku aja yak .
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!